270811 Kemenhub Pastikan KA Layak Operasi

JAKARTA–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan kereta api yang beroperasi selama mudik  dalam batas layak setelah dilakukan inspeksi secara mendadak di wilayah daerah operasi (Daop) I yakni di Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Senen dan Stasiun Gambir sejak 24 Agustus 2011.

 “Kami sudah memeriksa kelaikan lokomotif kereta. Ada 10 loko yang diperiksa di tiga stasiun tersebut. Hasil umum menyatakan masih dalam batas diizinkan untuk beroperasi untuk angkutan Lebaran ini,” ungkap  Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Hermanto Dwi Atmoko di Jakarta, Jumat (26/8).
Dikatakannya,  inspeksi ini merupakan yang pertama dilakukan Kemenhub setelah melantik 48 tenaga petugas inspeksi kereta di lingkungan kementerian ini. Pengecekan itu dilakukan melalui cara, yakni secara periodik yakni dua kali dalam sebulan, serta sewaktu-waktu menghadapi tingginya jumlah penumpang kereta seperti massa angkutan Lebaran ini.
“Nanti akan dipublikasikan dari hasil inspeksi ini, dimana inspeksi kami lakukan sejak 24 Agustus hingga 3 September,” jelasnya.
Diakuinya,  ketersediaan tenaga inspektur masih kurang sekitar 20 persen atau masih 48 inspektur dari kebutuhan sekitar 300 tenaga. Namun, Kemenhub setiap tahun akan melantik kembali tenaga inspektur, yakni orang-orang yang sudah menjalani pelatihan khusus disertai tes.
“Jadi, ada satu penguji dan satu inspektur yang mengecek lokomotif kereta sebelum diberikan sertifikasi sesuai standarnya. Ini kewajiban operator untuk menjaga kelayakan kereta api,” katanya.
Ditegaskannya,  instansinya akan mengintensifkan pengamatan di wilayah kerja Daop I khususnya untuk kereta yang melayani perjalanan Jakarta-Yogyakarta dan Jakarta-Semarang, karena rute ini paling tinggi frekuensinya, yakni berkontribusi 45 persen  dari total perjalanan kereta api yang tersebar di 9 Daop.[dni]
Iklan

270811 Nyaman Berselancar Berkat Wifi

JAKARTA—Jumlah pemudik menggunakan kereta api pada angkutan lebaran kali ini boleh saja mengalami penurunan, tetapi tidak demikian dengan pelayanan bagi penggunanya.
Berdasarkan data Kementrian Perhubungan pada musim mudik kali ini moda kereta api akan mengangkut 2.991.246 penumpang atau turun 2,93 persen dibandingkan periode 2010 dengan 3.081.532 penumpang. Turunnya jumlah penumpang bukan karena rendahnya animo  masyarakat terhadap moda ini, melainkan  kapasitas dari kereta api yang siap operasi terus tergerus.
Pada 2010 terdapat 168 lokomotif yang siap operasi, sementara pada 2011 hanya 151 lokomotif. Untuk kereta yang siap operasi pada 2010 sebanayk 1.393 unit, sedangkan pada 2011 sekitar 1.378 unit.
“Pemudik menggunakan kereta itu tetap ada karena ini  salah satu moda transportasi yang menjadi favorit masyarakat dengan tarif terjangkau,” ungkap Direktur Utama XL Axiata Hasnul Suhaimi di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, para pemudik yang menggunakan kereta api untuk mudik   harus dimanja dalam akses komunikasi terutama untuk  layanan data yang sedang tren saat ini. “Perjalanan kereta api itu lama, biasanya penumpang akan mencari kesibukan, salah satunya bermain dengan ponslenya,” katanya.
Berangkat dari pemikiran itulah,  XL menggandeng PT Kereta Api Indonesia (KAI)   menyediakan akses wireles fidelity (wifi) di kereta api. Tahap awal layanan ini akan disediakan di KA Argo Bromo Anggrek  disusul dengan kereta api eksekutif lain termasuk komuter di Jabodebatek.
Untuk layanan Wifi, XL akan memasang repetear pada setiap gerbong. Ada sekitar dua repetear di pasang  di masing-masing gerbong. Setiap repetear memiliki kapasitas (konkuren) sekitar 30 call. Selain Wifi, XL juga akan menyediakan layanan telepon umum gratis (TUG) di sejumlah stasiun kereta api.
Langkah XL ternyata juga diikuti oleh PT Indosat Mega Media (IM2) dan Telkomsel. IM2  pada tahap awal menyediakan akses internet melalui Wi-Fi  di 7 stasiun dan 82 kereta eksekutif di Pulau Jawa.
Menurut Direktur Utama IM2 Indar Atmanto pengguna layanan kereta api adalah masyarakat yang sifatnya commuter sehingga membutuhkan akses internet setiap saat.  “Ini juga akan  memberikan alternatif akses kepada pelanggan broadband IM2 sendiri,” katanya.
IM2 menyediakan 2 nama jaringan Service Set Identifier (SSID) yang bisa digunakan. Pertama, SSID dengan nama IM2-KAI yang dapat diakses secara gratis bagi seluruh pengguna kereta api yang menggunakan gadget dengan fasilitas Wi-Fi. Dengan SSID ini pengguna hanya akan bisa melakukan browsing internet tanpa bisa mengunduh ataupun streaming video dan audio. Kedua, SSID dengan nama INDOSATNet. SSID ini bersifat berbayar dengan tarif  0,5 rupiah per Mb. Karena berbayar, IM2 memberikan fasilitas premium di koneksi ini seperti download dan lainnya.
Sementara Telkomsel memasang  hotspot Flash Zone  di dalam gerbong kereta api eksekutif Argo Bima, Argo Anggrek, dan Sembrani.  Tak ketinggalan juga di  Stasiun Kereta Api Gambir, Jatinegara, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Pasar Turi dan Gubeng di Surabaya.
Bagi pelanggan yang ingin menikmati akses Flash Zone  dapat menghubungi *363*600# dimana tariff yang dikenakan 5 ribu rupiah  selama 24 jam atau *363*601# untuk 2 jam pertama melalui  ponsel di berbagai lokasi yang bertanda Flash Zone. Pelanggan akan memperoleh password yang dapat digunakan untuk menikmati chatting, social networking, email, browsing, dan downloading hingga 3 Mbps (Mega bit per second).
Untuk penggunaan melalui laptop, pelanggan cukup memasukkan password dan nomor Telkomselnya saat melakukan koneksi WiFi. Bila pelanggan tidak ingat password yang telah diberikan selama masih jangka waktu satu hari pemakaian, cukup menghubungi kembali *363*600# untuk mendapatkan password  Flash  Zone tanpa dikenakan tambahan biaya.
Direktur Komersial PT KAI Sulistyo Wimbo Hardjito mengatakan,  tersedianya Layanan internet Broadband merupakan nilai tambah dari KAI dalam hal memberikan pelayanan yang maksimal kepada seluruh pengguna setianya. “Diharapkan dengan tersedianya layanan ini dapat meningkatkan competitiveness KAI sebagai penyedia jasa transportasi di tanah air,” katanya.[dni]

270811 Layanan Telekomunikasi Diprediksi Mampu Layani Lonjakan Trafik

JAKARTA—Regulator optimistis layanan komunikasi selama Lebaran nanti akan lancar walau terjadi kenaikan trafik sebesar 30 persen dibandingkan hari-hari biasa.
“Hasil pengecekan di lapangan selama 15-17 Agustus lalu untuk wilayah Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Kawasan Timur Indonesia (KTI) lainnya dinyatakan performa operator telekomunikasi tidak bermasalah,” ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi di Jakarta, kemarin.
Diungkapkannya, kala memeriksa kualitas jaringan operator beberapa waktu lalu hal-hal yang diukur adalah masalah ketersediaan jaringan, tingkat keberhasilan panggilan masuk, dan waktu pengiriman layanan pesan singkat. Parameter-parameter tersebut dicek kesiapannya, baik melalui uji sinyal di lapangan dengan test call maupun drive test.
Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, keberhasilan panggilan untuk jalur yang diuji  rata-rata semua operator  mencapai  di atas 96,95 persen alias diatas permintaan regulasi yang minimum  90 persen.
Untuk  panggilan terputus (dropped call) maksimal 2,06 persen, sedangkan regulasi mensyaratkan  maksimal  5 persen  dengan rata-rata 1,57 persen. Sementara untuk panggilan terblok (blocked call) maksimal 1,87  persen  dengan rata-rata blocked call sebesar 1,47  persen
Pengiriman SMS  di jalur yang diuji rata-rata pengiriman adalah 97 persen di bawah 3 menit. Regulasi  sendiri meminta tingkat keberhasilan  75 persen dengan waktu kirim  dibawah 3 menit.  ”Temuan di lapangan  beberapa operator sudah bisa mencapai 100 persen  di bawah 3 menit,” katanya.
Dijelaskannya, dengan tradisi mudik, akan terjadi perubahan pola trafik originasi, dari kota-kota besar ke kota-kota kecil dan desa.  Sehingga, kapasitas jaringan di kota-kota besar akan menjadi agak tidak padat, namun sebaliknya akan menjadi padat di jalur-jalur mudik dan kota-kota tujuan.
Menurutnya, hal-hal yang berpotensi menggangu layanan operator, pertama,  masalah ketersediaan listrik. Dari laporan operator didapat informasi bahwa untuk wilayah di luar Pulau  Jawa, persoalan ketersediaan listrik menjadi kendala untuk memberikan layanan optimal, apalagi jelang Hari Raya. Kendala ini diakibatkan adanya pemadaman bergilir dalam waktu yang lama, sementara untuk menghidupkan generator pihak operator selain sulit mendapatkan BBM khususnya solar dan tambah lagi harga BBM tersebut juga sangat mahal
Kedua, tingkat dan titik Kemacetan. Kualitas pelayanan telekomunikasi akan dipengaruhi juga akibat kemacetan, yang selain membuat perjalanan terhambat, juga trafik akan terkonsentrasi pada BTS daerah yang macet tersebut. Adapun tempat-tempat yang berpotensi terjadi kemacetan dan membuat kualitas pelayanan terganggu meliputi: Tol Jakarta-Cikampek, Nagrek, Pelabuhan Merak, wilayah Jatibarang/Indramayu dan Tol Pejagan.
Dihimbaunya, agar masyarakat dapat menikmati komunikasi dengan lancar maka  layanan telekomunikasi digunakan secara efisien. Bilamana jaringan  yang digunakan sedang penuh, baik itu di sisi pengguna maupun di sisi lawan bicara, tunggu beberapa saat sebelum mencoba menghubungi lagi guna menghindari jaringan menjadi overload
Sedangkan dalam mengirimkan SMS ucapan Selamat Hari Raya hendaknya tidak dilakukan secara broadcast ke semua handai taulan, kerabat maupun relasi, namun sebaiknya bertahap karena antrian di SMS Gateway diperkirakan akan sangat tinggi mengingat saat ini pengguna telepon seluler telah mencapai angka di atas 200 juta pengguna.
”Untuk penggunaan data internet hendaknya dilakukan juga secara efisien dan cerdas untuk mengakses hal-hal yang penting saja guna menghindari kepadatan trafik data,” sarannya.[dni]

260811 Kemenkominfo Sesuaikan Harga Frekeunsi 2,3 GHz

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menyesuaikan harga frekuensi di band 2,3 GHz di rentang 2360 – 2390 MHz seiring dipilihnya penerapan teknologi netral bagi pemenang tender Broadband Wireless Access (BWA).

“Kami memutuskan  untuk memberlakukan teknologi netral bagi pemenang tender BWA tiga tahun lalu.  Nantinya kebijakan ini akan di tuangkan dalam bentuk  Peraturan Menteri Kominfo tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2.3 GHz untuk Keperluan Layanan Pita Lebar Nirkabel ( Wireless Broadband ) Berbasis Netral Teknologi,” ungkap Juru Bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Kamis (25/8).

Diungkapkannya, sesuai hasil pertemuan antara regulator dengan para pemenang tender, maka diberikan   diberikan pilihan  untuk  tetap menggunakan teknologi sesuai Dokumen Seleksi tahun 2009, dengan nilai BHP IPSFR Tahunan sesuai hasil seleksi lelang tahun 2009, atau untuk menggunakan tehnologi BWA lainnya dengan konsekuensi wajib menerima nilai BHP IPSFR dari penyesuaian nilai harga seleksi lelang tahun 2009.

Penyelenggara dapat memilih standar teknologi layanan BWA yang berbeda dengan standar teknologi yang tercantum dalam Dokumen Seleksi BWA tahun 2009. Penyelenggara yang memilih untuk mengoperasikan standar teknologi layanan BWA yang berbeda dikenakan kewajiban membayar Biaya Hak Penggunaan (BHP) Izin Pita Spektrum Frekuensi Radio (IPSFR).

Kewajiban BHP IPSFR adalah BHP IPSFR tahunan, untuk pembayaran tahun ketiga sampai dengan tahun kesepuluh atau sampai dengan masa laku IPSFR berakhir. Tahun ketiga sampai dengan tahun kesepuluh, yaitu untuk periode 17 November 2011 sampai dengan 16 Nopember 2019. Mekanisme dan tata cara pembayaran kewajiban BHP IPSFR ditetapkan dengan Keputusan Menteri tersendiri

“Pilihan ini diberikan bagi pemenang tender tanpa ada paksaan dan sudah dikonsultasikan dengan instansi terkait untuk menghindari adanya ptensi pelanggaran peraturan seperti post bidding,” jelasnya.

Ditegaskannya, walau diberikan keleluasaan bagi penyelenggara untuk memilih teknologi netral, tetapi pemerintah tidak akan melepaskan masalah pemenuhan   Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sekurang-kurangnya 30 persen  untuk subscriber station (SS) dan 40 persen  untuk base station ( BS) .  Begitu juga dengan rencana secara bertahap, alat dan/atau perangkat telekomunikasi yang digunakan untuk keperluan layanan BWA wajib memenuhi TKDN sekurang-kurangnya 50 persen   dalam jangka waktu 5   tahun.[dni]

260811 Angkasa Pura I akan Ganti Logo

JAKARTA –PT Angkasa Pura I (AP I) akan mengganti logo dan nama perseroan dalam rangka mewujudkan ambisi  sebagai pengelola bandara   berkelas dunia (world class company).

“Kita persiapkan nama baru dari yang sebelumnya Angkasa Pura I menjadi Angkasa Pura Airport. Secara hukum  masih AP I tapi untuk branding kita pakai nama dan logo baru. Langkah ini sudah disetujui oleh pemilik saham, dalam hal ini Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dana yang dikeluarkan untuk program ini sekitar  230 juta rupiah,” ungkap Asisten Sekretaris Perusahaan Bidang Humas Merpin Butarbutar di Jakarta, Kamis (25/8).

Diungkapkannya,  soft launching logo dan nama baru sudah dilakukan pada saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Bali beberapa waktu lalu.  Logo dan nama baru tersebut telah di daftarkan ke  Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham). “Sekarang masih tahap aplikasi, kalau sudah selesai baru sosialisasi ke kantor-kantor cabang untuk ganti logo di gedung dan alat-alat kantor,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk mewujudkan ambisi  menjadi perusahaan kelas dunia, pihaknya akan mengucurkan investasi sebesar 5,6 triliun rupiah  hingga tahun 2013 untuk meningkatkan kapasitas penumpang di beberapa bandara, terutama yang sudah kelebihan kapasitas (over capacity). “Itu untuk peningkatan kapasitas di bandara Bali, Surabaya, Balikpapan, Yogjakarta dan Banjarmasin,” tuturnya.

Dijelaskannya, kedepan, Angkasa Pura Airport akan lebih meningkatkan bisnis non aeronautika seperti yang didapat dari wilayah terminal konsensi,parkir dan pengembangan bisnis lain seperti hotel, pusat perbelanjaan yang representatif. “Komposisi pendapatan sekarang 20 persen non aeronautika, dan 80 persen aeronautika. Tahun ini kita targetkan non aeronatuika menjdi 23 persen, dan tahun 2020 posisinya menjadi terbalik non-aeronautika menjadi 60 persen,”  jelasnya.

Ditegaskannya,  saat ini perseroan sedang berusaha keras untuk meningkatkan sisi kepuasan pelanggan. Kalau saat ini indeks kepuasan pelanggan saat ini berada di posisi 3,7 skala likert itu pun diukur oleh    Indonesia National Air Carrier Association (Inaca).

“Mungkin kalau yang hitung lembaga internasional kita bisa dibawah itu. Tahun depan kita undang mereka untuk tahu indeks kita secara internasional berapa,” jelasnya.[dni]

250811 Lonjakan Penumpang Lion Air 15%

JAKARTA—Maskapai penerbangan nasional, Lion Air, mengalami kenaikan jumlah penumpang sebesar   10-15 persen selama musim mudik ini.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengungkapkan, angka tersebut turun dari kenaikan tahun lalu yang mencapai 20 persen ketimbang tahun sebelumnya.

“Menjelang Lebaran tahun ini sudah ada  110.000 tempat duduk dipesan,” katanya di Jakarta, Rabu (24/8).

Dikatakannya, pada angkutan Lebaran tahun ini kenaikan jumlah penumpang lebih kecil dari kenaikan tahun lalu. Hal ini karena banyak maskapai lain yang menambah jumlah penerbangan.

Diakuinya,  meski kenaikan jumlah penumpang tidak setinggi pada tahun lalu, pihaknya sudah mengajukan extra flight sebanyak 27 frekuensi, antara lain untuk rute Jakarta-Yogyakarta, Jakarta-Padang, Jakarta-Banjarmasin, Surabaya-Balikpapan, Yogyakarta-Surabaya, dan Surabaya-Mataram.

“Sebenarnya kami masih bisa menambah extra flight lagi, tetapi kami harus lihat permintaan pasar dulu,” katanya.

Lion Air juga  membuka rute penerbangan baru Jakarta-Lampung  mulai Rabu, 24 Agustus 2011. Lampung adalah provinsi terakhir yang belum disinggahi Lion Air.

Penerbangan perdana rute tersebut pukul 17.00 dari Cengkareng. Keesokan harinya akan ada penerbangan pagi dari Bandara Radin Inten II, Tanjung Karang, Lampung, pukul 06.45.

Rute penerbangan ini akan menggunakan pesawat Boeing 737-300 ER atau 737-400 ER atau 737-900 ER. Edward berharap dengan adanya rute baru ini, Lion Air bisa menciptakan sinergi dari Lampung ke Jakarta. Khususnya untuk para pebisnis.

Terakhir, dipastikannya, Lion Air dipastikan bakal menggunakan pesawat udara berbadan lebar untuk memaksimalkan mobilisasi para pemudik. Pesawat Boeing 747-400 dengan kapasitas sekitar 500 penumpang akan digunakan untuk mengangkut penumpang jurusan Jakarta-Medan. Pesawat itu akan dioperasikan pada 27 Agustus dan 28 Agustus. [dni]

250811 Telkomsel Luncurkan Flash Zone

JAKARTA—Telkomsel bekerjasama dengan induk usahanya, Telkom, meluncurkan  inovasi hotspot Flash Zone pertama di Indonesia untuk melayani pelanggan yang ingin selalu terkoneksi dengan internet.

“Inovasi ini memungkinkan pelanggan yang selalu ingin terhubung layanan data dengan menggunakan smartphone, komputer tablet, maupun modem yang dihubungkan dengan laptop dapat mengakses koneksi internet di Flash Zone,” jelas  Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno di Jakarta, Rabu (24/8).
Dijelaskannya, bagi pelanggan yang ingin menikmati akses ini  dapat menghubungi *363*600# dimana tariff yang dikenakan 5 ribu rupiah  selama 24 jam atau *363*601# untuk 2 jam pertama melalui  ponsel di berbagai lokasi yang bertanda Flash Zone. Pelanggan akan memperoleh password yang dapat digunakan untuk menikmati chatting, social networking, email, browsing, dan downloading hingga 3 Mbps (Mega bit per second).
Untuk penggunaan melalui laptop, pelanggan cukup memasukkan password dan nomor Telkomselnya saat melakukan koneksi WiFi. Bila pelanggan tidak ingat password yang telah diberikan selama masih jangka waktu satu hari pemakaian, cukup menghubungi kembali *363*600# untuk mendapatkan password  Flash  Zone tanpa dikenakan tambahan biaya.
Diungkapkannya, Hotspot Flash Zone ini telah tersedia di lebih dari 10 kota besar mulai dari Aceh hingga Makassar. Saat ini Flash  Zone telah didukung 600 access point dan jumlahnya akan terus bertambah menjadi 5.400 access point hingga akhir tahun 2011. FLASH Zone dapat ditemui di sejumlah pusat keramaian, antara lain sekolah, kampus, rumah sakit, kafe, restoran, hotel, mall, kawasan bisnis, gedung perkantoran, dan lokasi publik lainnya.
Untuk memberi dukungan akses internet bagi pelanggan Telkomsel yang mudik lebaran, Telkomsel menghadirkan FLASH Zone di 55 titik penting keramaian mudik, seperti bandara di Aceh, Medan, dan Makassar; serta Stasiun Kereta Api Gambir, Jatinegara, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Pasar Turi dan Gubeng di Surabaya. Khusus bagi pelanggan Telkomsel yang mudik dengan menggunakan moda transportasi kereta api, FLASH Zone juga dipasang di dalam gerbong kereta api eksekutif Argo Bima, Argo Anggrek, dan Sembrani.[dni]