300610 Avtur di Juanda Tak Bermasalah

JAKARTA–Kualitas avtur di bandara Juanda, Surabaya, ternyata tidak bermasalah karena sejauh ini ditemukenali bukan menjadi pemicu kerusakan pada pesawat Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX780 pada 13 April lalu.

“Kami sudah mendapat informasi dari penyelidik di Hong Kong. Tidak ada masalah dengan avtur, sehingga tudinga bahan bakar bermasalah itu tidak relevan,” ungkap juru bicara Kemenhub Bambang S. Ervan di Jakarta, Selasa (29/6).

Dijelaskannya, dengan adanya temuan tersebut maka maskapai lokal atau asing tidak perlu khawatir untuk membeli avtur yang dijual oleh Pertamina. “Kualitasnya terjamin. Bahkan Cathay pun kabarnya sudah kembali membeli avtur di Juanda,” jelasnya.

Juru Bicara Pertamina Basuki Trikora Putra mengakui, Cathay telah kembali mengisi avtur di
Bandara Juanda, setelah sebelumnya sempat menyatakan
menghentikan pembelian avtur dari PT Pertamina (Persero) akibat
insiden CX780, pesawat Airbus A330 miliknya yang 13 April lalu
mengalami kerusakan mesin usai menerbangi rute Surabaya-Hong Kong.

“Perseroan sudah melayani pengisian avtur pesawat
milik seluruh perusahaan penerbangan di Bandara Juanda. Termasuk pelanggan Cathay dengan kebutuhan refuelling sekitar 30 kiloliter (ton) per hari,” jelasnya.

Dijelaskannya,  spesifikasi avtur yang dijual Pertamina memenuhi
standar 91/91 yang diterbitkan International Air Transport Association (IATA).

Berkaitan dengan kasus yang dialami Cathay belum lama ini, menurutnya,  saat terakhir mengisi avtur di Surabaya, pesawat tersebut hanya mengisi 30 ton liter. Padahal, jumlah avtur minimum untuk bisa terbang Surabaya-Hongkong minimal 70 ton liter.

Sementara, di hari yang
sama Pertamina mengisi bahan bakar untuk 112 penerbangan. Namun hanya pesawat milik Cathay yang mengalami insiden.

Cathay sendiri dalam situs resminya mengumumkan akan menambah frekuensi penerbangan rute Hongkong-Jakarta PP sebanyak empat kali dalam seminggu mulai September 2010.

Jika rencana tersebut terealisasi, maskapai asal HongKong itu  akan memiliki total 18 kali penerbangan dari yang tadinya 14 kali penerbangan dalam seminggu.

Cathay sendiri akan fokus mengembangkan penerbangannya ke Jakarta dan mengurangi frekuensi penerbangan ke Surabaya.

Hal ini karena dalam jadwal
penerbangan yang juga bisa diakses di situsnya, Cathay  justru mengurangi penerbangan rute Hongkong-Surabaya mulai September dari dua kali menjadi satu kali sehari.

Secara terpisah, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan
Tri S Sunoko mengungkapkan  Cathay  belum mengajukan surat permohonan atas rencananya menambah penerbangan reguler ke Jakarta mulai September 2010.

“Mereka hanya mengajukan izin penerbangan ekstra saja untuk Hongkong-Jakarta,”jelasnya.

Sebelumnya, kualitas avtur yang dijual Pertamina di bandara Juanda sempat dipertanyakan seiring adanya insiden pada 13 April lalu
dimana armada Cathay Pasific (CX780) yang melayani i rute Surabaya-Hong Kong harus mendarat darurat di Bandara Internasional Hongkong akibat kerusakan salah satu mesinnya.

Kepala Inspektur Kecelakaan Departemen Penerbangan Sipil
Hongkong tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Otoritas penerbangan Hongkong mengaku membutuhkan waktu selama satu tahun untuk menganalisis penyebab kecelakaan pesawat tersebut dengan mengirimkan komponen dan sampel bahan bakar pesawat ke lab di Inggris dan Amerika Serikat untuk dianalisa.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s