250811 Telkom Tak Gentar Persaingan di BWA 3,3 GHz

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) optimistis masih menguasai pasar Broadband Wireless Access (BWA) di frekuensi 3,3 GHz walaupun   kelompok usaha Bakrie, melalui salah satu perusahaannya, Capital Manager Asia (CMA) baru saja mengakuisisi  Reka Jasa Akses (Reja) yang menguasai  frekuensi   3,3 GHz sebesar 12,5 MHz.

“Telkom tidak pernah takut berkompetisi. Kami siap saja bersaing. Sejauh ini Telkom yang paling serius mengembangkan BWA di 3,3 GHz,” tegas Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, kemarin.
Diungkapkannya, pasar BWA di frekuensi 3,3 GHz banyak ditujukan bagi segmen korporasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). ”Kami memiliki keunggulan karena tidak hanya memberikan akses bagi pelanggan, tetapi mulai dari backbone, backhaul, hingga solusi. Ini merupakan paket paling komplit dengan harga kompetitif,” katanya.
Berdasarkan catatan, di frekuensi 3,3 GHz, Indosat grup adalah penguasa alokasi sebesar 25 MHz dengan cakupan nasional, Starcom 12,5 MHz (15 zona), dan Telkom sebesar 12,5 MHz (7 zona). Sementara Reja walau menguasai 12,5 MHz hanya beroperasi di Jabodetabek dan Jawa Barat. Perusahaan ini  memiliki lisensi Jaringan Tertutup dan belum masuk kategori 4G.
Kabar beredar mengatakan Grup Bakrie akan menggunakan anak usaha Bakrie Connectivity sebagai reseller dari bandwitdh yang dimiliki Reja nantinya untuk melayani beragam kebutuhan layanan data pita lebar  bagi segmen korporasi maupun UMKM, Home Internet,  bahkan kebutuhan operator selular lainnya,
Grup Bakrie   mengalokasikan dana guna  akuisisi dan pengembangan lebih lanjut Reja  sebesar 50 juta dollar AS. Seluruh dana akuisisi berasal dari kas internal CMA. Sebanyak 25 persen  dari total dana yang dikeluarkan tersebut untuk akuisisi. Sementara 75 persen sisanya digunakan untuk pengembangan, seperti untuk pengembangan infrastruktur dan jaringan.
Secara terpisah, Direktur CITRUS Asmiati Rasyid mengatakan, pemerintah harus lebih memperhatikan frekuensi 3,3 GHz karena ini salah satu sumber daya terbatas yang lumayan seksi untuk pengembangan teknologi data. “Tidak bisa dipakai alasan karena frekeunsi ini pindahan dari 3,5 GHz, lantas dibiarkan saja pembagiannya secara serampangan. Seharusnya yang diutamakan itu alokasinya bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tegasnya.[dni]

250811 Ramadan, Tokobagus.com Ketiban Berkah

JAKARTA—Situs jual beli online terbesar di Indonesia, Tokobagus.com, mengalami kenaikan trafik pengunjung sebesar 20 persen selama Ramadan seiring meningkatnya daya beli masyarakat.
“Tokobagus memiliki 1,2 juta anggota yang aktif. Sedangkan page view mencapai 4 juta pengunjung  per hari, sedangkan unique visitor 700 ribu per hari. Berkat adanya program komunikasi yang agresif sejak awal Ramadan, terjadi kenaikan trafik hingga 20 persen,” ungkap Pimpinan Tokobagus.com Arnold Egg di Jakarta, Selasa (23/8).
Diungkapkannya, saat ini ada1,2 juta anggota yang aktif di situsnya berjual-beli secara online. “Selama Ramadan ini barang yang banyak diperjual belikan adalah pakaian. Sejak April lalu nilai transaksi di Tokobagus mencapi 1,4 triliun rupiah per bulan dengan kondisi sekitar 800 ribu anggota aktif. Saya yakin adanya kenaikan trafik selama Ramadan, nilai transaksi akan berlipat naiknya,” katanya.
Dijelaskannya, perseroan juga tak mau hanya terkesan mendorong pengunjung berjual beli di stusnya, tetapi tak lupa memberikan informasi seputar mudik dengan menggandeng Sentra Komunikasi (Senkom) yang menjadi  mitra Polri melalui  program Pemantauan Mudik (PAM) Lebaran 2011 mulai 23 Agustus hingga 7 September 2011.
“Kami melakukan kegiatan pemantauan secara serempak hampir di seluruh kabupaten di Indonesia mulai dari Aceh sampai Papua yang dilalui oleh para pemudik,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dalam program ini Tokobagus.com bersama Senkom membuka banyak posko dengan tujuan para pemudik mendapatkan informasi maupun layanan gratis seperti peta mudik, pijat gratis, maupun obat-obatan.  “Kami membangun lebih dari 50 tenda di titik-titik yang tersebar hampir di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Dikatakannya, untuk mensosialisasikan kegiatan PAM Lebaran 2011 juga disosialisasikan di situs Tokobagus.com baik versi desktop maupun versi mobile atau m-tokobagus.com. Informasi yang disajikan kondisi real time tentang situasi jalur-jalur mudik, serta keadaan keamanan yang terjadi.[dni]

250811 Gairah Medioker Hadapi Lonjakan Trafik


Lonjakan trafik komunikasi selama Lebaran diperkirakan tidak hanya milik operator besar. Operator medioker atau lapis kedua yang memiliki pelanggan di bawah 20 juta nomor pun diperkirakan akan mengalami hal yang sama.
Peningkatan kapasitas pun dilakukan lebih longgar ketimbang operator besar oleh pemain medioker guna mengantisipasi dampak program pemasaran yang terlalu berani sperti banjir bonus suara, SMS, atau data bai pelanggan.
PT Hutchison CP Telecom sebagai pemilik merek dagang Tri mematok kenaikan kapasitas jaringan  lebih dari 50 persen untuk melayani 16 juta pelanggannya.
“Sebanyak 12 ribu BTS yang tersebar di seluruh Indonesia dinyatakan telah siap mengantisipasi lonjakan trafik kala lebaran nanti,” ungkap Chief Of Commercial Officer Tri Bhuwan Kulshreshtha di Jakarta, kemarin.
Diklaimnya, selama empat tahun belakangan ini perseroan selalu mengalami lonjakan trafik mencapai dua hingga tiga kali lipat dari trafik normal.
EVP Network Service Bakrie Telecom Irwan Anwar mengatakan, perseroan juga menaikkan kapasitas jaringan sebesar 50 sampai 100 persen menghadapi lonjakan trafik lebaran.
“Pada tahun lalu laanan SMS naik 40 persen dibandingkan hari baisa, sedangkan layanan suara dan data rata-rata naik 20 sampai 30 persen disbanding hari biasa jelasnya,” katanya.
Pemilik merek dagang Esia ini telah memiliki 14,1 juta pelanggan ddidukung 2.349 BTS EVO Revision A dari total 4 ribu BTS yang ada.
Sementara Direktur Penjualan Axis Telekom Syakieb Sungkar mengatakan selama Ramadan dan Lebaran trafik akan naik di jaringannya sebesar 30 persen  dibanding hari-hari biasa.
”Pada tahun ini kami memperkirakan trafik akan naik 20 persen, karena itu kapasitas dinaikkan sebesar 30 persen. Hingga saat ini Axis Telekom memiliki 12 juta pelanggan dengan 6.100 BTS,” katanya.
Syakieb mengharapkan selama melayani lonjakan trafik kala lebaran nanti tidak ada kendala interkoneksi khususnya untuk komunikasi lintas operator. ”Kalau untuk komunikasi ke sesama pelanggan karena masih dalam satu jaringan diperkirakan tidak ada masalah. Tetapi kalau sudah butuh interkoneksi, ini menjadi rumit,” jelasnya.
Deputy Chief Executive Officer Commercial Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengungkapkan, perusahaan berencana menambah kapasitas hingga tiga kali lipat dari trafik normal yang sebesar 25 persen dalam menghadapi komunikasi selama lebaran nanti.
”Optimalisasi jaringan akan dilakukan di kawasan padat pemudik seperti Yogyakarta, jalur Pantura, Jalur Selatan, dan Lampung,” katanya.
Diungkapkannya, perusahaan juga sedang menyelesaikan pembaruan jaringan BTS yang berjumlah 4.500 unit. Hingga semester I 2011 baru 3.600 BTS yang terbangun. ”Oktober tahun ini kita harapkan semuanya selesai,” katanya.
Sedangkan Account Manager Strategic Bussiness Development Nokia Siemens Networks Pandu Sinatriyo mengusulkan operator mulai menerapkan teknologi   Liquid Radio   untuk mengatasi lonjakan trafik dan efisiensi biaya operasi.
“BTS konvensional kurang sesuai menghadapi   karakteristik trafik yang fluktuatif.   NSN menghadirkan  Liquid Radio yang memungkinkan   lebih fleksibel untuk membangun jaringan akses radio,” ungkapnya.
Dijelaskannya, solusi Liquid Radio memungkinkan berbagai keterbatasan dalam arsitektur BTS konvensional diganti dengan opsi fleksibel dengan menggabungkan small cell dengan macro layer yakni menggunakan Flexi Multiradio 10 BTS yang menawarkan pool berkapasitas tinggi. Selain itu dengan konsep baseband pooling, yang semua kapasitas dipooling menjadi satu. Lebih dari 10 Gb/detik, pooling ini mengcover 100 cell dengan 10 BTS.
Dengan konsep baseband tersebut, secara teknis, platform ini akan melakukan konfigurasi sendiri untuk menggunakan hardware, interkoneksi dan interface radio dengan cara terbaik. Pemrosesan dapat di-pool atau didistribusikan di beberapa platform dan layer jaringan. Bukan pada satu lokasi atau fungsi tertentu.
“Liquid Radio mampu mentransfer trafik dari BTS yang tinggi ke BTS lainnya.  Ini bermanfaat khususnya bagi operator yang saat ini membutuhkan fleksibilitas dalam cakupan nasional,” katanya.[dni]

250811 Bersiap Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran

Tak lama lagi bulan suci Ramadan segera berakhir. Layaknya beberapa tahun lalu, menyampaikan ucapan selamat berlebaran melalui pesan singkat atau sosial media sepertinya sudah menjadi tradisi di masyarakat  mengalahkan kartu pos.
Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperkirakan pada tahun ini trafik komunikasi akan naik sekitar 20 hingga 30 persen dari hari-hari biasa, mengingat penetrasi telepon selular semakin mendekati jumlah populasi.
”Sejak tahun lalu di masyarakat terjadi pergeseran tren layanan komunikasi dari tradisional (suara dan SMS) ke data. Kami harapkan operator memperhatikan fenomena ini dan meningkatkan kapasitas jaringannya,” ungkap juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya, pemerintah menetapkan standar kualitas jaringan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 10, 11, 12, 13, dan 14 tahun 2008 tentang Standar Kualitas Pelayanan Jasa Telefoni Dasar Pada Jaringan Bergerak Seluler. ”Aturan ini akan mejadi acuan menilai kinerja operator termasuk mengantisipasi lonjakan trafik di kala lebaran nanti,” katanya.
Operator Siap
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menegaskan, sebagai penguasa pasar perseroan siap meladeni lonjakan trafik yang terjadi kala lebaran nanti, khususnya untuk jasa data.
Diungkapkannya, Telkom   menyiapkan layanan broadband dengan bandwith mencapai 300 Gbps untuk akses ke luar negeri. ”Sebanyak 100 Gbps dialokasikan bagi akses internet Speedy, 20 Gbps untuk Telkomsel Flash, sisanya disewakan ke pihak ketiga. Kita rencananya akan tingkatkan kapasitas tersebut hngga akhir tahun nanti menjadi 400 Gbps yang menelan investasi 50 miliar rupiah,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas ke luar negeri dibutuhkan karena  kondisi saat ini  akses terhadap konten-konten di internasional  masih dominan dibanding akses terhadap konten-konten lokal.   “Hal ini juga untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan pelanggan Speedy yang kini memiliki 2,1 juta pelanggan atau meningkat lebih dari 400.000 pelanggan dibanding akhir 2010,” tegas Rinaldi.
Selanjutnya dikatakan, Telkom  juga telah melakukan peningkatan kapasitas Broadband Remote Acces Server (BRAS) di beberapa lokasi (Jakarta, Jawa Barat, Batam, Semarang, Medan & Pontianak) untuk meningkatkan kecepatan Acces pelanggan Speedy dalam mengantisipasi jumlah pelanggan Speedy.
Head of Corporate Communication and Affairs Telkom, Eddy Kurnia  menambahkan,  khusus untuk Flexi,  telah ditingkatkan   kapasitas jaringan data  dua kali lipat menjadi satu Giga byte per second (Gbps), sehingga pelanggan lebih nyaman menggunakan layanan data.
Sedangkan untuk kapasitas kirim SMS Center juga telah ditingkatkan menjadi delapan juta SMS per jam. “Saat ini okupansinya baru sekitar 30 persen dan lonjakan trafik SMS biasanya pada malam takbiran. Selain itu telah disiapkan nomor virtual (combo) bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan keluar kota sebanyak 3,5 juta nomor. Sebanyak satu juta nomor dialokasikan untuk Jatim, Bali, dan Nusra” katanya.
Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, perseroan telah memberikan kelonggaran kapasitas sebesar 35-40 persen untuk mengantisipasi lonjakan trafik.
”Pada layanan mobile broadband, Telkomsel  telah meningkatkan kapasitas jaringan data hingga 17 Gbps sehingga   kami sanggup melayani trafik hingga 88 terabyte,” katanya.
Sementara untuk kapasitas BlackBerry telah ditingkatkan menjadi 2.8 Gbps mengingat telah ada 2,2 juta pelanggan. Untuk kapasitas SMSC (Short Message Service Center) menjadi 83.750 SMS per detik dari 80.000 SMS per detik di tahun 2010. .
Pada kesempatan lain, Direktur Jaringan XL Dian Siswarini mengungkapkan   untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama bulan Ramadan perseroan menyiapkan 100 BTS khusus dan 18 mobile BTS. Jumlah ini diluar tiga ribu BTS 2G dan dua ribu BTS 3G yang dibangun selama tahun ini. Sementara total jumlah BTS yang dimiliki 24 ribu site.
“Kami memprediksi area yang akan mengalami lonjakan itu paling besar di Jawa Tengah, sementara di Jakarta dan sekitarnya justru terjadi penurunan trafik,” katanya.
Chief of Commerce XL, Nicanor V Santiago III mengatakan, peningkatan kualitas data juga dilakukan di area wisata seperti Bali yang telah disediakan  jaringan Full 3G di dua wilayah utama yaitu Denpasar dan Badung.
Sedangkan Group Head Segment Management Indosat Insan Prakarsa mengungkapkan,  perseroan   sudah menambah 676 unit BTS   2G dari tahun sebelumnya yang berjumlah 14.652 unit. Sementara untuk jaringan 3G, anak usaha Qatar Telecom itu menambah 682 unit BTS, sehingga di tahun ini memiliki 3.040 unit BTS 3G.
Pembangunan infrastruktur itu menjadikan kapasitas SMS Indosat  meningkat 2 kali lipat sehingga   mampu mengelola 1,2 miliar SMS/hari dari tahun sebelumnya yang sebanyak 530 juta/hari. Untuk akses data, Indosat memiliki kapasitas sebesar 100 TB di tahun 2011, dibandingkan dengan 17 TB yang dimiliki di tahun 2010. Sedangkan kapasitas BlackBerry mencapai 2,3 Gbps. Indosat sendiri memiliki  45,7 juta pelanggan.
Secara terpisah, Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala meminta operator tidak terlalu percaya diri dengan kemampuan jaringannya dan selalu waspada menghaapi lonjakan trafik.
”Operator harus menyiapkan kontigency plan jika terjadi sesuatu. Industri ini sudah punya pengalaaman pahit pada pergantian tahun 2006 dimana jaringan Telkomsel sempat tumbang karena tidak mampu mengukur bonus yang diberikan ke pelanggan,” katanya.
Kamilov juga meminta operator konsisten dengan penawaran promosi yang diberikannya ke masyarakat dengan tidak menghentikan sepihak bonus yang jatuh bertepatan di hari lebaran sebagai  hak pelanggan.
”Jangan operator mau enaknya saja, dengan alasan mengamankan jaringan, tiba-tiba pemberian bonus SMS, suara, atau data hilang selama dua hari lebaran. Ini tidak fair bagi pelanggan,” ketusnya.
Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menghimbau masyarakat mengirimkan pesan singkat ucapan selamat berlebaran tidak terkonsentrasi di hari H agar jaringan tidak terlalu terbebani dan pesan bisa sampai ke tujuan.
”Masyarakat harus memahami jika semuanya fokus pada satu hari pengiriman SMS, tentu akan sampai lama karena antri di server. Sebaiknya pola pegiriman di atur agar kenyamanan tetap terjaga,” katanya.
[dni]

220811 Regulasi Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara Disahkan

JAKARTA—Pemerintah mensahkan hadirnya regulasi tentang Tanggung Jawab Pengangkut Angkutan Udara yang dituangkan dalam  Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 77/2011.

Regulasi tersebut ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Freddy Numberi  dimana salah satu  diantaranya mewajibkan maskapai untuk membayar ganti rugi tunai atas keterlambatan pesawat lebih dari 4 jam sebesar 300 ribu rupiah.
Regulasi tersebut mengatur enam hal pokok, yakni pertama, penumpang yang meninggal dunia, cacat tetap dan luka-luka. Kedua, hilang atau rusaknya bagasi kabin. Ketiga, hilang, musnah, atau rusaknya bagasi tercatat. Keempat, hilang, musnah, atau rusaknya kargo. Kelima, keterlambatan angkutan udara, dan keenam, kerugian yang diderita oleh pihak ketiga.
“Setelah ditandatangani oleh Menhub, aturan ini tinggal disosialisas,” kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S. Gumay di Jakarta, Selasa (23/8).
Dikatakannya,  ketentuan baru ini mewajibkan maskapai penerbangan untuk mengganti rugi tunai atas keterlambatan pesawat atau delay, ganti rugi korban meninggal dan cacat total serta penggantian kerusakan dan kehilangan bagasi dan kargo.
Dalam PM No.77 disebutkan jumlah ganti rugi penumpang yang meninggal dunia di dalam pesawat udara karena kecelakaan diberikan 1,25 miliar rupiah, jumlah yang sama juga diberikan kepada orang yang cacat tetap menurut ketentuan dokter dalam jangka waktu paling lambat 60 hari.
Sedangkan untuk tanggung jawab pemberian ganti rugi atas keterlambatan pesawat atau delay, pada pasal 10 disebutkan keterlambatan lebih dari 4 jam diberikan ganti rugi 300 ribu rupiah per penumpang.
Pada pasal 5 disebutkan jumlah ganti rugi terhadap penumpang yang mengalami kehilangan, musnah atau rusaknya bagasi tercatat diganti 200 ribu rupiah  per kilogram dan paling banyak 4 juta rupiah  per penumpang. Selanjutnya pada pasal 7 disebutkan untuk ganti rugi kehilangan kargo, diganti 100 ribu rupiah   per kg kepada pengirim, dan jika rusak diganti 50 ribu rupiah   per kg.
Menurut Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Edward Alexander Silooy   besaran atas santunan korban meninggal dan cacat tetap akibat kecelakaan pesawat udara ini sesuai dengan konvensi Montreal 1999.
“Kita sebenarnya sudah ketinggalan dengan negara-negara lainnya, Singapore Airlines sudah menerapkan besaran satu miliar rupiah sejak tahun 2000, mereka sudah meratifikasi,” kata Silooy.
Sebelumnya, Sekjen Indonesia National Air Carriers Association (INACA)   Tengku Burhanuddin mengatakan selama ini keterlambatan atau delay telah diatur dalam Peraturan Menhub No. KM 25/2008 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara, sehingga tidak perlu lagi diatur dengan regulasi tambahan.
Sesuai KM 25/2008,   maskapai wajib memberikan kompensasi makanan ringan dan minuman jika pesawat delay 30 menit – 90 menit. Maskapai wajib menambah makanan berat hingga memberikan akomodasi untuk diangkut penerbangan hari berikutnya jika pesawat terlambat lebih dari 180 menit atau maskapai membatalkan penerbangan.

Menurutnya,  keputusan memberikan kompensasi keterlambatan bergantung pada masing-masing maskapai.

“Hal ini karena ada maskapai yang full service dan low cost carrier atau berbiaya rendah, tidak semua bisa diganti uang,” tuturnya.[dni]

220811 Posko Mudik 2011 Dibuka

JAKARTA— Kementerian Perhubungan secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2011 untuk menjamin kelancaran aktifitas tahunan yang dilakukan oleh masyarakat itu.
“Penyelenggaraan angkutan Lebaran merupakan kegiatan berskala besar berdimensi luas dan kompleks. Masalah angkutan Lebaran tidak hanya sebatas urusan penyelenggaraan transportasi, yaitu memindahkan orang dan barang dari suatu daerah ke daerah lain. Lebih dari itu, angkutan lebaran juga memiliki dimensi sosial, budaya, keagamaan, bahkan implikasi politik. Kita harus kelola ini dengan baik,” ungkap Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Selasa (23/8)
Diungkapkannya, untuk memantau kegiatan mudik tersebut telah disebar sekitar 231 unit Circuit Close Television (CCTV)  di setiap lokasi obyek vital terkait penyelenggaraan mudik di Indonesia.
“Kelancaran penyelenggaraan angkutan lebaran sudah menjadi tuntutan publik yang secara sungguh-sungguh harus dipenuhi. Petugas posko harus secara cermat melakukan pemantauan mulai dari gangguan lalu lintas, seperti pasar tumpah, lokasi wisata, atau kegiatan pemungutan sumbangan di jalan,” katanya.
Menurutnya, hal yang perlu dicermati juga, peningkatan jumlah penggunaan sepeda motor sebagai angkutan mudik dan balik, yang berdampak kerawanan kecelakaan.
Selain itu, pengaturan dan pengawasan kegiatan mudik angkutan laut, sesuai keselamatan pelayaran bagi penumpang dan kapal Ro-ro, utamanya di pelabuhan yang kerap kelebihan muatan.
Tidak ketinggalan, perhatian juga harus diberikan pada ketertiban dan dan kelancaran pelayanan masuk keluar penumpang di stasiun, pelabuhan dan bandar udara.
“Saya harap dengan pelayanan yang paling optimal disertai ketulusan hati akan membuat masyarakat merasa aman dan nyaman melakukan perjalanan. Jangan sampai penyelenggaraan posko hanya sekedar rutinitas tahunan belaka,” katanya.
Sejumlah permasalahan yang diprediksikan menjadi hambatan terhadap kelancaran lalu lintas angkutan lebaran diantaranya, adanya pasar tumpah di 88 lokasi pada ruas jalan pantai utara Jawa, perlintasan sebidang antara jalan rel dengan jalan raya pada jalur utama simpang Pejagan, Cicalengka, Sumpiuh, Karanganyar dan Prupuk. Selain itu, kegiatan pembangunan jembatan dan perbaikan ruas jalan di beberapa tempat yang belum tuntas hingga peningkatan jumlah pemudik sepeda motor.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan selaku ketua Posko Angkutan Lebaran Terpadu Suroyo Alimoeso mengatakan atas dasar evaluasi tahun sebelumnya, pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu telah dilakukan perbaikan baik dari sisi sarana, prasarana maupun penggunaan sistem teknologi informasi.
“Diharapkan, posko ini dapat menyajikan informasi yang cepat, tepat dan akurat tentang berbagai hal yang terjadi saat berlangsungnya angkutan Lebaran,” kata Suroyo.
Dijelaskannya, untuk monitoring kondisi lalu lintas dan angkutan jalan akan dilakukan menggunakan fasilitas CCTV yang ditempatkan di beberapa lokasi terpilih dan terhubung secara online dengan pos koordinasi harian angkutan Lebaran Terpadu di lantai 7 Gedung Cipta, Kementerian Perhubungan.
Penggunaan Global Positioning System (GPS) juga diharapkan semakin menambah tingkat akurasi dan validitas data.
Pihak swasta juga tak ketinggalan mendukung mensosialisasikan informasi dari Posko mudik seperti yang dilakukan oleh  situs jual beli online terbesar di Indonesia Tokobagus.com bekerjasama dengan sentra komunikasi (senkom) yang menjadi  mitra Polri menggelar program pemantauan mudik dari 23 Agustus 2011 hingga 7 September 2011.
“Tokobagus bersama Senkom membangun lebih dari 50 tenda di titik-titik yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia yang akan dilalui pemudik. Dalam tenda disiapkan peta mudik, obat-obatan, hingga layanan pijat gratis. Harapan kami, pemudik bisa manfaatkan posko untuk sekedar beristirahat,” kata Pimpinan Tokobagus.com Arnold Sebastian Egg.
Dikatakannya, untuk mensosialisasikan kegiatan PAM Lebaran 2011 juga disosialisasikan di situs Tokobagus.com baik versi desktop maupun versi mobile atau m-tokobagus.com. Informasi yang disajikan kondisi real time tentang situasi jalur-jalur mudik, serta keadaan keamanan yang terjadi.

“Saat ini Tokobagus.com memiliki 1,2 juta anggota yang aktif. Sedangkan page view mencapai 700 ribu pengunjung per hari. Adanya informasi mudik tentu akan membantu mereka,” katanya.[dni]

Posko Mudik 2011 Dibuka
JAKARTA— Kementerian Perhubungan secara resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2011 untuk menjamin kelancaran aktifitas tahunan yang dilakukan oleh masyarakat itu.
“Penyelenggaraan angkutan Lebaran merupakan kegiatan berskala besar berdimensi luas dan kompleks. Masalah angkutan Lebaran tidak hanya sebatas urusan penyelenggaraan transportasi, yaitu memindahkan orang dan barang dari suatu daerah ke daerah lain. Lebih dari itu, angkutan lebaran juga memiliki dimensi sosial, budaya, keagamaan, bahkan implikasi politik. Kita harus kelola ini dengan baik,” ungkap Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta, Selasa (23/8)
Diungkapkannya, untuk memantau kegiatan mudik tersebut telah disebar sekitar 231 unit Circuit Close Television (CCTV)  di setiap lokasi obyek vital terkait penyelenggaraan mudik di Indonesia.
“Kelancaran penyelenggaraan angkutan lebaran sudah menjadi tuntutan publik yang secara sungguh-sungguh harus dipenuhi. Petugas posko harus secara cermat melakukan pemantauan mulai dari gangguan lalu lintas, seperti pasar tumpah, lokasi wisata, atau kegiatan pemungutan sumbangan di jalan,” katanya.
Menurutnya, hal yang perlu dicermati juga, peningkatan jumlah penggunaan sepeda motor sebagai angkutan mudik dan balik, yang berdampak kerawanan kecelakaan.
Selain itu, pengaturan dan pengawasan kegiatan mudik angkutan laut, sesuai keselamatan pelayaran bagi penumpang dan kapal Ro-ro, utamanya di pelabuhan yang kerap kelebihan muatan.
Tidak ketinggalan, perhatian juga harus diberikan pada ketertiban dan dan kelancaran pelayanan masuk keluar penumpang di stasiun, pelabuhan dan bandar udara.
“Saya harap dengan pelayanan yang paling optimal disertai ketulusan hati akan membuat masyarakat merasa aman dan nyaman melakukan perjalanan. Jangan sampai penyelenggaraan posko hanya sekedar rutinitas tahunan belaka,” katanya.
Sejumlah permasalahan yang diprediksikan menjadi hambatan terhadap kelancaran lalu lintas angkutan lebaran diantaranya, adanya pasar tumpah di 88 lokasi pada ruas jalan pantai utara Jawa, perlintasan sebidang antara jalan rel dengan jalan raya pada jalur utama simpang Pejagan, Cicalengka, Sumpiuh, Karanganyar dan Prupuk. Selain itu, kegiatan pembangunan jembatan dan perbaikan ruas jalan di beberapa tempat yang belum tuntas hingga peningkatan jumlah pemudik sepeda motor.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan selaku ketua Posko Angkutan Lebaran Terpadu Suroyo Alimoeso mengatakan atas dasar evaluasi tahun sebelumnya, pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran Terpadu telah dilakukan perbaikan baik dari sisi sarana, prasarana maupun penggunaan sistem teknologi informasi.
“Diharapkan, posko ini dapat menyajikan informasi yang cepat, tepat dan akurat tentang berbagai hal yang terjadi saat berlangsungnya angkutan Lebaran,” kata Suroyo.
Dijelaskannya, untuk monitoring kondisi lalu lintas dan angkutan jalan akan dilakukan menggunakan fasilitas CCTV yang ditempatkan di beberapa lokasi terpilih dan terhubung secara online dengan pos koordinasi harian angkutan Lebaran Terpadu di lantai 7 Gedung Cipta, Kementerian Perhubungan.
Penggunaan Global Positioning System (GPS) juga diharapkan semakin menambah tingkat akurasi dan validitas data.
Pihak swasta juga tak ketinggalan mendukung mensosialisasikan informasi dari Posko mudik seperti yang dilakukan oleh  situs jual beli online terbesar di Indonesia Tokobagus.com bekerjasama dengan sentra komunikasi (senkom) yang menjadi  mitra Polri menggelar program pemantauan mudik dari 23 Agustus 2011 hingga 7 September 2011.
“Tokobagus bersama Senkom membangun lebih dari 50 tenda di titik-titik yang tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia yang akan dilalui pemudik. Dalam tenda disiapkan peta mudik, obat-obatan, hingga layanan pijat gratis. Harapan kami, pemudik bisa manfaatkan posko untuk sekedar beristirahat,” kata Pimpinan Tokobagus.com Arnold Sebastian Egg.
Dikatakannya, untuk mensosialisasikan kegiatan PAM Lebaran 2011 juga disosialisasikan di situs Tokobagus.com baik versi desktop maupun versi mobile atau m-tokobagus.com. Informasi yang disajikan kondisi real time tentang situasi jalur-jalur mudik, serta keadaan keamanan yang terjadi.

“Saat ini Tokobagus.com memiliki 1,2 juta anggota yang aktif. Sedangkan page view mencapai 700 ribu pengunjung per hari. Adanya informasi mudik tentu akan membantu mereka,” katanya.[dni]

220811 Kapasitas Angkutan Laut Terjamin

JAKARTA—Pemerintah   menjamin ketersediaan kapasitas angkutan laut selama mudik Lebaran 2011 mengingat telah tersedia  daya angkut sebesar 3,19 juta penumpang dengan jumlah total armada 733 unit kapal yang menghubungkan sejumlah wilayah di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Leon Muhammad mengatakan, moda laut memang tidak menjadi primadona angkutan Lebaran seperti halnya pesawat udara. Hanya saja, moda laut menjadi kebanggaan tersendiri di Indonesia sebagai identitas bangsa maritim.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan moda laut, dapat menjangkau wilayah yang mungkin belum terjangkau oleh moda udara atau darat. Khususnya, di wilayah Kawasan Tengah dan Timur Indonesia (KTI). Selain itu, tarif juga relatif lebih terjangkau,” katanya, di Jakarta, Selasa (23/8).
Dalam data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik yang akan mempergunakan jasa transportasi laut pada masa Angkutan Lebaran ini diprediksi akan mencapai 1.050.721 orang atau mengalami peningkatan jumlah penumpang sebanyak 59.475 orang atau 6 persen  dibanding realisasi jumlah penumpang tahun 2010 sebanyak 991.246 orang.
Guna mengantisipasi kenaikan penumpang tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada kapal sebanyak 733 unit dengan kapasitas daya angkut sebesar 3,19 juta orang penumpang, terhitung dari H-15 sampai dengan H+15.
Armada angkutan laut tersebut masing-masing terdiri armada kapal pelni sebanyak 27 kapal, armada kapal perintis sebanyak 60 unit kapal, armada kapal Ro-Ro milik PT Dharma Lautan Utama sebanyak 10 unit kapal, PT Prima Vista Surabaya sebanyak 6 unit kapal, PT Prima Eksekutif sebanyak 2 unit kapal, PT Bukit Merapin Nusantara Lines sebanyak 3 unit kapal, PT Citra Niaga Mandiri sebanyak 1 unit kapal, PT Rusianto Bersaudara sebanyak 2 unit kapal, PT Sumber Sumatera Raya sebanyak 3 unit kapal, PT Tanjung Selamat sebanyak 1 unit kapal, kapal ferry swasta sebanyak 13 unit kapal serta kapal swasta jarak dekat sebanyak 600 unit kapal.
Selain hal tersebut, untuk memberikan keamanan serta kenyamanan bagi penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut maka Direktorat Perhubungan Laut juga akan mengadakan Posko Angkutan Laut dari H-15 (15 Agustus 2011) sampai dengan H+15 (31 Agustus 2011) yang akan memantau 52 pelabuhan strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan penumpang cukup tajam.
Adapun 52 pelabuhan yang akan dipantau, Belawan, Tanjung Balai Asahan, Sibolga, Pekanbaru, Dumai, Sei Pakning, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Batu, Tanjung Uban, Tanjung Pinai, Sei Kolak Kijang, Kuala Tangkal, Palembang, Teluk Bayur, Tanjung Pandan, Pangkal Balam/Muntok, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Gresik, Benoa, Lembar, Kupang, Pontianak, Kumai, Sampit, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Nunukan, Makassar, Pare-pare, Bau-bau, Siwa, Kendari, Pantoloan, Gorontalo, Bitung, Menado, Ternate, Sanana, Ambon, Tual, Namlea, Sorong, Manokwari, Biak,  Jayapura, Merauke.
Beberapa upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terkait dengan pelaksanaan Angkutan Laut Lebaran 2011/1432 H : melaksanakan sosialisasi ke beberapa pelabuhan yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang (Pontianak, Kumai, Sampit, Banjarmasin, Batam, Balikpapan, dan Makassar), dengan melibatkan Kantor Syahbandar, Otoritas Pelabuhan, Adpel, Kanpel Batam dan UPP setempat serta pihak BUMN dan swasta. Diharapkan dalam sosialisasi pelaksanaan angkutan laut Lebaran berjalan lancar, tertib dan aman, serta menghimbau kepada pihak perusahaan BUMN dan swasta agar dalam pemberian THR kepada karyawannya dapat dilaksanakan jauh hari sebelum hari H. Kepada karyawan untuk melakukan arus mudik tidak dalam waktu yang bersamaan.
Leon juga mengingatkan, Pelindo II  untuk mempercepat penataan area  terminal dengan telah selesai  perbaikan di areal parkir terminal penumpang harus selesai H-7 Lebaran.
 “Saya sudah minta kepada PT Pelindo II, agar mempercepat pengerjaan areal parkir di terminal penumpang. Paling tidak, pada H-7, dimana puncak arus mudik angkutan laut,  areal parkir itu sudah bisa digunakan,” katanya.
Terkait tingkat isian penumpang, pemerintah pun menetapkan dispensasi sebesar 30 persen bagi operator pelayaran. Meski begitu, Leon menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran  keselamatan.
“Kami berikan dispensasi angkutan sebesar 30 persen, tapi jangan sampai mengabaikan keselamatan pelayaran,” katanya.

Ditegaskannya, pemerintah  akan  memberikan tindakan tegas bagi operator kapal yang melakukan pelanggaran saat mengangkut penumpang. Ditjen Hubla  telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan di lapangan, sehingga setiap pelanggaran yang terjadi bisa dideteksi.[dni]