020811 Kemenhub Minta Maskapai Perhatikan Penumpang Berkebutuhan Khusus

JAKARTA–Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta kepada seluruh maskapai penerbangan nasional untuk memberikan pelayanan dan fasilitas khusus kepada penyandang cacat atau yang berkebutuhan khusus.

Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan perhatian khusus kepada para pengguna transportasi bagi yang memiliki kebutuhan khusus itu sangat penting.

“Peraturan perundang-undangan di sektor transportasi sudah secara tegas mengatur kewajiban badan usaha penyelenggara angkutan untuk menyediakan pelayanan berupa perlakuan khusus dan fasilitas khusus bagi penyandang cacat,” katanya di Jakarta, Senin(1/8), seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Sriwijaya Air bersama Yayasan Mitra Netra untuk membuat prosedur keselamatan penerbangan dalam versi huruf Braille serta penyelenggaraan pelatihan baik untuk staf darat maupun kru kabin tentang bagaimana memberikan pelayanan khusus untuk para tuna netra.

Dalam acara ini juga sekaligus dilakukan peluncuran buku
petunjuk penerbangan Sriwijaya Air berhuruf Braille. Karena keunikan dan yang pertama kali dilakukan di Indonesia, maka Sriwijaya Air mendapat penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (Muri) untuk peluncuran buku berhuruf Braille ini.

Dikatakannya,  khusus di penerbangan, UU No.1/2009 tentang Penerbangan, pada Bab XI pasal 134 mengamanahkan bahwa penyandang cacat, orang sakit, orang lanjut usia, dan anak-anak berhak memperoleh pelayanan berupa perlakuan dan fasilitas khusus dari badan usaha angkutan udara. Selain itu, harus tersedia informasi atau petunjuk tentang keselamatan bangunan bagi penumpang di terminal dan sarana lain yang dapat dimengerti oleh penyandang cacat, orang sakit dan lanjut usia.

“Melalui momentum ini, kementerian meminta agar semua pihak termasuk regulator dan operator layanan jasa transportasi dapat segera menindaklanjuti ketentuan yang diamanahkan UU transportasi dengan penerapan dilapangan secara baik dan benar serta menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang telah terlatih sehingga dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku,” kata Freddy.

Direktur Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara Edward A. Silooy,mengatakan setelah kasus Lion Air yang mendapat tuntutan dari penumpangnya yang merupakan tuna netra, maka pada 7 Juni 2011 dilakukan pertemuan dengan seluruh maskapai penerbangan nasional.

“Pada 7 Juni lalu, karena adanya permintaan dari persatuan perhimpunan tuna netra, akhirnya kami lakukan rapat dengan seluruh maskapai agar membantu tuna netra,” kata Silooy.

Menurutnya,  wujud nyata dari langkah Sriwijaya Air yang menerbitkan buku petunjuk berhuruf Braille merupakan salah satu upaya pemenuhan permintaan itu.

“Semua orang boleh naik pesawat, begitu juga tuna netra. Jadi hopefully akan ada regulasi khusus untuk tuna netra,” kata dia.

Ketua III (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) SIKIB  Sylvi Agung Laksono mengatakan bahwa asosiasi sangat mengharapkan kerjasama yang baik dengan operator penerbangan dan moda transportasi lainnya seperti pelayaran dan kereta api.

“SIKIB mengharapkan kerjasama dengan Kemenhub dapat mewujudkan juga kerjasama yang mencakup semua program-program SIKIB, dengan maksud agar dunia transportasi Indonesia mampu mencerminkan masyarakat sejahtera,” kata Sylvi.

Direktur Eksekutif Yayasan Mitra Netra Bambang Basuki,  mengatakan buku petunjuk keselamatan penerbangan berhuruf Braille yang dikeluarkan Sriwijaya Air ini belum ada di seluruh maskapai di dunia. “Mungkin buku ini yang pertama kali di dunia,” kata dia.

Direktur Utama Sriwijawa Air Chandra Lie mengatakan kerjasama ini wujud komitmen Sriwijaya Air dalam memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggannya khusus untuk tuna netra.

“Kami juga akan melakukan pelatihan bagi para cabin crew dalam hal tata cara memberikan pelayanan khusus untuk tuna netra, karena ini sangat penting, maka harus dilakukan secara intensif,” tutur Chandra.[Dni]

020811 Huawei Janjikan Kenaikan ARPU

JAKARTA—Penyedia solusi teknolgi informasi dan jaringan dari China, Huawei, menjanjikan kepada para operator yang menggunakan inovasinya bisa mengalami kenaikan Average Revenue Per User (ARPU) dan menekan biaya investasi agar tetap kompetitf menghadapi era broadband.
“Sudah menjadi rahasia umum operator sekarang menghadapi tekanan terus menurunnya ARPU. Jika operator menggunakan solusi single dan smart network dari Huawei, maka kenaikan ARPU dan ditekannya biaya investasi bisa didapat,” ungkap Deputy Director of Solution Sales Div   Huawei Tech Investment Dani K. Ristandi di Jakarta, kemarin.
Diungkapkannya, pada 2020 nanti akan terjadi pergeseran tren dimana dari sebelumnya suara menjadi andalan maka data akan sebagai lumbung pendapatan. Hal itu ditandai dengan adanya 5,5 miliar pengguna mobile broadband dan 1,5 pemakai fixed broadband di dunia.
”Saat ini ada ancaman terbesar dari operator dimana trafik naik secara eksponensial, tetapi omset yang didapat tidak sebanding dengan investasi,” katanya.
Menurutnya, saat ini hampir 50 persen dari investasi operator dihabiskan untuk membangun jaringan broadband, dimana akses ini menguasai 80 persen trafik, tetapi keuntungan yang didapat hanya 14 persen.
”Disatu sisi operator harus membangun jaringan broadband karena  dorongan pemerintah dan masyarakat, ketersediaan perangkat dan tren cloud computing, serta semakin maraknya pengembang aplikasi dan kompetisi. Namun, di sisi lain, ancaman sebagai penghantar data (dumb pipe) semakin nyata yang harus dihindari,” jelasnya.
Disarankannya, operator mengadopsi model inovasi single dan smart yang dikembangkan oleh Huawei untuk menghindari situasi dumb pipe itu. Konsep dari single network yang ditawarkan adalah jaringan operator bisa menjalankan semua pengembangan teknologi melalui sistem tunggal dan mampu mengantisipasi kemajuan inovasi hingga 10 tahun ke depan.
Sementara untuk Smart network adalah kemampuan mengelola jaringan merujuk kepada penggunaan pelanggan. ”Inovasi kami memungkinkan operator menawarkan paket data sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ini sangat bagus untuk pengelolaan bandwitdh,” katanya.[dni]

020811 Telkomsel Luncurkan OMR

JAKARTA—Telkomsel meluncurkan program Online Masjid Raya (OMR) yang melibatkan  99 masjid besar di seluruh Indonesia sebagai tujuan  memakmurkan masjid dan syiar Islam melalui teknologi komunikasi dan informatika.
“OMR   merupakan inovasi Telkomsel mengelola informasi antar masjid melalui ranah digital sebagai pusat jaringan kegiatan umat Islam,” jelas Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono di Jakarta, akhir pekan lalu.
Diharapkannya, OMR diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang informasi Islam. “Selain itu karena konten informasi dikelola secara mandiri oleh jaringan masjid, maka informasi yang disajikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan jemaah setempat,” ujarnya.
Diungkapkannya, tahap awal program OMR akan dilaksanakan pada 99 masjid raya di Pulau Jawa, dan akan dikembangkan ke wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Setidaknya saat ini terdapat 450 masjid di seluruh Indonesia yang aktif memiliki wadah remaja masjid.
Sementara itu, VP Product Marketing Telkomsel Lindayanti Harjono mengatakan, dalam rangka Ramadan  pelanggan prabayar  simPATI bisa menikmati program InternetMania untuk internetan cepat dengan bonus data sebesar 10 MB serta paket Talkmania Jumbo untuk menelpon sepuasnya ke sesama pelanggan Telkomsel hingga 600 menit selama 6 hari hanya dengan  10 ribu rupiah.
Dijelaskannya, bonus data 10 MB didapatkan setelah pelanggan internetan dengan akumulasi pemakaian mencapai 1 MB, di mana bonus ini bisa digunakan hingga pukul 23.59 pada hari yang sama. Pelanggan juga bisa menikmati tarif murah  0,1 rupiah per kb setelah internetan hingga pemakaian mencapai 501 kilobyte pada satu kali sesi berinternet.
Untuk menikmati tarif murah InternetMania, pelanggan dapat melakukan aktivasi dengan menghubungi *999*10#.  Sedangkan aktivasi paket Talkmania Jumbo dapat dilakukan dengan menghubungi *999#, pilih menu InternetMania, lalu pilih Talkmania Jumbo.[dni]

 

020811 Indosat Antisipasi Trafik Ramadan

JAKARTA—PT Indosat Tbk (Indosat) mengantisipasi lonjakan trafik selama Ramadan dengan meningkatkan kapasitas jaringan hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
“Kami menjamin, dengan penambahan kapasitas Indosat, pelanggan tak usah khawatir akan trafik di bulan Ramadhan,” ungkap Group Head Segment Management
Indosat Insan Prakarsa di Jakarta, akhir pekan lalu.
Diungkapkannya, perseroan   sudah menambah 676 unit BTS   2G dari tahun sebelumnya yang berjumlah 14.652 unit. Sementara untuk jaringan 3G, anak usaha Qatar Telecom itu menambah 682 unit BTS, sehingga di tahun ini memiliki 3.040 unit BTS 3G.
Pembangunan infrastruktur itu menjadikan kapasitas SMS Indosat  meningkat 2 kali lipat sehingga   mampu mengelola 1,2 miliar SMS/hari dari tahun sebelumnya yang sebanyak 530 juta/hari. Untuk akses data, Indosat memiliki kapasitas sebesar 100 TB di tahun 2011, dibandingkan dengan 17 TB yang dimiliki di tahun 2010. Indosat sendiri memiliki  45,7 juta pelanggan.
Selanjutnya diungkapkan, untuk meretensi pelanggan selama bulan suci, perseroan mengusung program Ramadan Penuh Senyum diantaranya berisikan  Indosat Senyum yang menawarkan  seluruh pelanggan Indosat akan secara otomatis mendapatkan poin dari setiap penggunaan telekomunikasinya.
Selain pogram Indosat Senyum, pelanggan juga dapat menikmati benefit dari Indosat Mobile nelpon ke semua operator hanya dengan  300 rupiah per menit mulai pukul 05.00 sampai 17.00 WIB. Khusus pelanggan IM3 Nonstop dengan kirim 2 SMS langsung gratis nelpon singkat dan gratis social network setelah pemakaian data 1000 rupiah.
Indosat juga mengajak pelanggannya untuk berpartisipasi dalam program kepedulian sosial bagi pendidikan kaum dhuafa se-Indonesia melalui program SMS Cinta Dhuafa Ramadhan. Sangat mudah untuk mengikuti program SMS Cinta Dhuafa Ramadhan dengan tarif lima ribu rupiah.[dni]

020811 Barang Legal Belum Maksimal


Jasa musik digital beserta ekosistemnya diprediksi memiliki nilai bisnis mencapai 6 triliun rupiah. Angka itu telah  memasukkan penjualan secara illegal. Sedangkan yang legal hanya sekitar 1,2-1,3 triliun rupiah.
Operator telekomunikasi yang mulai menyadari tidak bisa lagi mengandalkan pendapatan dari jasa suara dan SMS sejak beberapa tahun lalu telah mulai menggarap bisnis lagu legal atau Full Track Download.
Telkom telah menggarap bisnis ini sejak tujuh tahun lalu ditandai dengan peluncuran produk Ring Back Tone (RBT) Telkomsel dengan merek Nada Sambung Pribadi. Berikutnya, Plasa.com, Speedytrek, Langit Musik, Flexi Musik, dan terakhir membangun perusahaan patungan yang bergerak di bidang Digital Content Exchange Hub (DCEH) dengan SK Telecom pada akhir tahun lalu yang menelan investasi sekitar 100 miliar rupiah.
Di bisnis musik digital Telkom menguasai 60-70 persen pangsa pasar penjualan dengan nilai sekitar 770 miliar rupiah. Pada tahun ini perseroan mengharapkan penjualan musik digital yang ditawarkan ke pasar   melalui berbagai platform itu  dapat tumbuh 100 persen pada tahun ini atau mencapai angkat 1,5 triliun rupiah.
Dari berbagai platform yang dimiliki oleh Telkom, baru langit musik yang penjualannya menggembirakan. Dalam sebulan, situs itu  mencatat angka 100 juta rupiah. Pada tahun ini Telkomsel menargetkan  langit musik bisa mencapai penjualan tiga hingga  4 miliar rupiah  atau naik 50-100 persen dari 2010  yang hanya 2 miliar rupiah.
Lantas bagaimana dengan Melon?  hingga Maret  pendapatannya baru sekitar 100 juta rupiah  dengan 6 ribu pengguna aktif. Posisi situs ini di Indonesia juga bikin miris hati yakni di ranking  1.712
Berikutnya ada Bakrie Telecom yang menawarkan lagu digital   melalui aplikasi di ponsel. Melalui penawaran  seribu per hari untuk download dan mendengarkan 30 lagu  terjerat  sekitar 100 ribu pelanggan. Terakhir, XL Axiata yang tengah menggodok music play yang dalam tahap uji coba telah menjaring  20 ribu pelanggan.
Direktur Teknologi Informasi Telkom Indra Utoyo  menegaskan perseroan adalah music company karena menjadi penguasa pangsa pasar. Kondisi ini membuat Telkom harus membangun   ekosistem secara  end to end mulai dari mencari bakat, membuat event, master label bank  jutaan lagu, hingga distribusi melalui  termasuk portal dan  perangkat bergerak.
”Kita harus akui masyarakat itu menyukai yang ilegal dan gratis.  Survei  mengatakan  mayoritas anak muda memandang musik di internet memang gratis dan tidak paham masalah ilegal atau tidak.  Perlu diberi pemahaman “free” dengan “ilegal” adl dua hal yang berbeda. Esensinya harus didorong ke yang legal, mau free atau berbayar,” katanya.
Wakil Direktur Bidang Pemasaran Bakrie Telecom Erik Meijer mengungkapkan, sejauh ini perseroan menggunakan sistem  Digital Rights Management (DRM) untuk menghindari ilegal download. ”Saya rasa kalau pemerintah benar-benar  serius memberantas illegal download dan pembajakan, bisa  membuat musik digital  memiliki  bisnis yang sehat dan baik,” katanya.
Praktisi Telematika Mochammad James Falahuddin meragukan sistem DRM yang diusung oleh operator sebagai alat menjual musik digital legal. ”iTunes sebagai toko inline terbesar tidak menggunakan DRM. Pendekatan yang ideal saat ini melegalisir lagu bajakan seperti yang dilakukan Apple dengan iCloud,” katanya.
Disarankannya, operator harus serius membangun ekosistem musik digital mulai dari menjadi label rekaman hingga mendsitribusikannya dengan  resiko berperang  melawan mafia industri rekaman.
”Pemain besar seperti Telkom punya kekuatan untuk melakukan hal ini karena memiliki nama besar.  Telkom tinggal memperbaiki pemasaran, misalnya berfikir bagaimana menaikkan ranking Melon yang di posisi 1.712 menjadi 10 besar situs paling dikunjungi. Hal ini karena di internet itu masalah ranking adalah nomor satu,” katanya.
Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) M. S. Manggalanny mengakui  DRM bukan solusi utama mendongkrak lagu legal  karena sifatnya yang proprietary milik vendor tertentu dan  sifat penggunaannya yang dibatasi  sehingga tidak disukai dan dianggap merugikan pengguna.
”DRM itu hanya menguntungkan kapitalis besar. Dan di dunia internet jika ada yang seperti ini muncul ide-ide kreatif untuk melawannya,” katanya.[dni]

 

020811 Kebijakan Telematika: Kemenkominfo Blokir Situs Lagu Ilegal. Adu Kuat Blokir Lagu Ilegal

 

Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akhirnya mendengar juga jeritan para komunitas musik Indonesia yang sengsara akibat pembajakan hasil karyanya di era digital.
Menkominfo Tifatul Sembiring telah menargetkan waktu setahun untuk melakukan penertiban dari situs-situs penyedia lagu illegal. Enam bulan pertama sejak Rabu (27/11) akan menjadi tahap sosialisasi ke masyarakat agar tidak lagi mengunduh lagu bajakan di dunia maya.
Selesai masa sosialisasi, baru dilakukan pendekatan melalui sistem hukum. Bagi yang terbukti melakukan pelanggaran bisa dikenai sanksi menurut undang-undang (UU) yang berlaku. UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 32 ayat 2 dan Pasal 34 ayat 1 akan menjadi senjata andalan nantinya.
“Situs yang akan dibidik nantinya dari lokal, nama yang masuk ke kami ada 20 situs. Tetapi tidak tertutup kemungkinan situs dari luar juga seperti   4Shared. Proses penutupan situs lokal lebih gampang ketimbang situs luar negeri,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Direktur e-Bisnis Kemenkominfo Azhar Hasyim mengharapkan, dalam masa sosialisasi   penyedia konten yang ilegal bisa menjalin kerja sama dengan para pencipta lagu penyanyi ataú produsen, sehingga semua menjadi legal.
Menurutnya, pemblokiran situs penyedia lagu ilegal tidak akan sulit alias sama dengan yang dilakukan terhadap kontenpornografi. Nanti tinggal dimasukkan  daftar situs yang harus diblokir  satu server dengan servernya pornogarafi, setelah itu Penyedia Jasa Internet  (PJI) tinggal menyesuaikan layaknya yang dilakukan terhadap konten pornografi.
“Kita harus melakukan sesuatu atas maraknya pembajakan hak cipta ini. Tidak hanya para musisi yang sengsara hidupnya, negara pun bisa kehilangan potensi pemasukan. Saya sadar banyak yang menentang langkah ini atas nama kebebasan di dunia maya, tetapi kita harus ajarkan kebebasan yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh kelompok Heal Our Music (HOM),  di negeri ini tercatat 15 server-server illegal dimana per April 2011 sebanyak 118.525.000 lagu diunduh  dari situs-situs tersebut  atau setiap detik sebanyak 92 lagu bajakan diunduh dari internet.

Periode Januari-Desember 2010, tercatat omset lagu legal di Indonesia  sekitar 1,811 triliun rupiah dengan jumlah lagu diunduh  15.395.253 lagu. Sementara nilai omset lagu bajakan diperkirakan sekitar 12 triliun rupiah dengan lagu yang diunduh 2,8 miliar karya cipta.

Pegiat organisasi Heal Our Music Heru  Nugroho Setio Utomo menegaskan, pemblokiran situs-situs yang menyediakan lagu illegal dipastikan akan selektif sehingga tidak merugikan pengguna internet.
“Pemblokiran tidak akan dilakukan secara membabi-buta. Situs-situs yang akan diblokir itu hasil diskusi dari semua pemangku kepentingan musik digital yang diusulkan ke Kemenkominfo,” jelasnya.
Menurutnya,  jika sebuah lagu memang diizinkan oleh pemiliknya untuk diunduh secara gratis tidak akan diganggu.  “Jadi, kalau ada situs yang menyediakan unduh gratis, dan semua isinya lagu-lagu boleh diunduh karena seijin pencipta atau pemiliknya tidak akan diblok,” jelasnya.
Diharapkannya, masyarakat memahami langkah yang dilakukan Kemenkominfo karena banyak pemusik yang mengharapkan dari hasil karyanya bisa hidup tenang sampai tua dari musik digital.
”Jika dibajak terus, sengsara mereka tuanya. Lihat saja seperti Chrisye atau Utha Likumahua yang harus dibuka dompet kepedulian untuk membantu sakitnya. Di luar negeri juga terjadi hal yang sama. Harus diingat yang diblok itu bukan jaringan internet tapi akses ke situs penyedia lagu ilegal itu,” katanya.
Melawan Prinsip
Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan  mengatakan, jika bicara masalah download lagu ilegal pelakunya ada dua yakni  penyedia konten tanpa hak dan pengundu konten tanpa hak.
”Mereka itu yang harus dijerat.  Memblokir situs penyedia konten tanpa hak, bukan solusi tapi malah bisa menjadi fire back. Bisa jadi nantinya  penyedia konten tanpa hak dan pengunduhnya mendapat simpati dari komunitas internet. Bukan karena komunitas internet mendukung kegiatan ilegal mereka tapi karena ada prinsip dasar yang dilanggar yaitu network neutrality,” jelasnya.
Diingatkannya, menutup situs harus bedasarkan keputusan pengadilan kalau  tidak akan runyam. ”Setiap ada tekanan dari sebuah kelompok terus pemerintah menutup situs. Mau jadi apa  jaringan internet kita. Kalau begini caranya mengelola internet, tidak akan berhasil aksi pemerintah itu,” ketusnya.
Disarankannya, langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah menangkap para pelaku sebagai shock terapi, aktif dalam diskusi pembahasan masalah pelanggaran hak cipta,  dan melakukan sosialisasi  mengampanyekan tolak pembajakan.
Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) M. S. Manggalanny  meminta,  agar penggunaan lagu legal marak, industri musik harus menunjukkan upaya perubahan  sehingga  masyarakat merasa punya pilihan yang legal itu  murah sehingga kebebasannya dalam menikmati karya intelektual  tidak menjadi masalah pelanggaran hukum.
“Penyebaran lagu ilegal di internet hanya kepanjangan tangan dari penjualan di lapak-lapak pinggir jalan. Kemenkominfo tidak bisa kerja sendiri harus sinergi dengan instansi lain seperti  polisi, Kemendag, Kemenperin, dan Pemda,” katanya.
Diungkapkannya, sebenarnya banyak pelaku seni yang terbantu dengan adanya media online dalam  menyebarkan karyanya secara luas dan efektif ke masyarakat  tanpa lewat mafia industri yang diyakini menyedot sebagin besar keuntungan dari karya intelektual.
Menurutnya, jika para pemusik ingin bertahan di era digital  harus kreatif memikirkan model bisnis yang bagus dan  tidak mengeksploitasi pencipta atau penggemarnya.  ”Para pelaku di industri musik  tidak boleh lagi berpikir untuk mendapatkan untung besar seperti di masa lalu.   Sekarang produknya  harus lebih murah, sosial serta mengarahkan ke model personalisasi,” katanya.
Sementara praktisi telematika Abimanyu Wachjoewidajat   mengkhawatirkan kebijakan yang diambil Kemenkominfo  mengancam bisnis  PJI seperti Telkom.
Menurutnya,  penyebab utama turunnya penjualan lagu bukan mutlak disebabkan situs unduh lagu melainkan lebih karena memang berbagai fitur telematika saat ini memungkinkan hal itu.
“Solusinya untuk menekan pembajakan itu adalah ditertibkan situsnya, buat metode pembayaran digital yang sederhana, dan masifkan penggunaan Digital Right Management (DRM) yang bisa mengkontrol penggunaan hak cipta,” katanya.[dni]
Daftar 20 Situs Penyedia Lagu Ilegal
http://www.gudanglagu.com
http://www.gudanglagu.net
http://www.mp3sgratis.net
http://www.mp3lagu.com
http://www.warungmp3.com
http://www.pandumusica.info
http://www.musik-corner.com
http://www.mp3bos.com
http://www.mp34shared.com
http://www.musik-flazher.com
http://www.index-of-mp3.com
http://www.misshacker.com
http://www.trendmusik.com
http://www.abmp3.com
http://www.katalogmp3.info
http://www.mp3bear.com
http://www.mp3downloadlagu.com
http://www.freedownloadmp3.org
http://www.dewamp3.com
http://www.plasamusic.com