030811 Sriwijaya Air Tambah Kapasitas

JAKARTA—PT Sriwijaya Air (Sriwijaya)   meningkatkan kapasitas kursinya menghadapi lonjakan musim mudik Lebaran dengan menagjukan tambahan 12 ribu kursi kepada otoritas penerbangan sipil.
“Kami sudah ajukan tambahan 12 ribu kursi ke regulator. Sekarang sedang diproses,” ungkap Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo di Jakarta, kemarin.
Diungkapkannya, kota-kota yang dibidik oleh maskapainya untukditambah kapasitasnya adalah Pontianak, Tanjung Karang, Ternate, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, dan Malang.
Sementara Presiden Direktur Sriwijaya Air, Chandra Lie mengungkapkan, maskapainya  akan memberikan  layanan   full services pada awal 2012. Persiapan menuju konsep layanan tersebut telah mulai dijalankan sekarang.
“Kita sudah mulai mempersiapkannya. Targetnya pada awal 2012 mendatang kita sudah memberikan layanan full services,” katanya.
Dijelaskannya, saat ini  Sriwijaya masih menjalani layanan tingkat menengah. Namun karena permintaan yang cukup besar, maka maskapai tersebut akan meningkatkan layanannya. “Saya yakin layanan full services masih tumbuh. Saat ini saja permintaan sangat besar,” ujarnya.
Diungkapkannya,  pesawat-pesawat yang telah dipesan yaitu 20 unit Boeing 737-800 NG dan 20 unit Embraer 190 akan mulai berdatangan pada 2012 mendatang. Pesawat-pesawat itu yang akan menggantikan pesawat yang ada sekarang.
Secara terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay mengakui beberapa maskapai telah mengajukan tambahan kapasitas menghadapi mudik Lebaran. ”Seingat saya ada Batavia Air, Indonesia Air Asia, Lion Air, dan Garuda Indonesia,” katanya.
Dikatakannya, walau Lion Air mengajukan tambahan kapasitas untuk menghadapi Lebaran, tetapi belum tentu akan mulus diberikan regulator mengingat permintaan untuk mengurangi frekuensi penerbangan karena seringnya delay beberapa waktu lalu belum terpenuhi.
”Mengajukan tambahan itu wajar saja. Tetapi kita lihat dulu kemampuanya memenuhi On time Performance (OTP). Sekarang OTP Lion Air masih sekitar 70, kita maunya 80-an biar masyarakat bisa menikmati layanannya dengan nyaman,” katanya.[dni]

030811 Kemenhub Garap SIUP Dua Maskapai


JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tengah menggarap Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) milik dua maskapai penerbangan. Kedua maskapai itu adalah PT Citilink Indonesia (Citilink) dan  PT Pacific Royale Airways.
”SIUP milik keduanya memang tengah diproses. Untuk Citilink sudah diajukan oleh Garuda Indonesia beberapa waktu lalu dan tengah diperiksa kesiapan adminsitrasinya. Sementara Pacific Royale berkasnya dikembalikan karena ada yang kurang. Misalnya, soal kepemilikan pesawat yang harus lima milik dan lima sewa,” ungkap  Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay di Jakarta, kemarin.
Dikatakannya, meskipun tengah diproses dan maskapai memiliki target sendiri waktu penerbitan SIUP, tetapi regulator tidak akan gegabah menerbitkannya. ”Kalau semuanya lengkap pasti bisa cepat, penerbitan SIUP itu kan tergantung kesiapan dari maskapai itu sendiri,” jelasnya.
Dijelaskannya,  regulator  akan melakukan pengecekan atas sejumlah persoalan, seperti masalah pemodalan jika melibatkan investor asing ke   Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Kementerian Hukum dan HAM.
Juru bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan menambahkan, bagi maskapai seperti Citilink memang ideal memilii SIUP dan Air Operation Certificate (AOC) terpisah dengan induknya Garuda Indonesia. ”Akan lebih adil bagi persaingan di pasar. Soalnya antara Garuda Indonesia dan Citilink itu beda segmen pasarnya. Satunya full service, lainnya no frill,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia  Emirsyah Satar mengungkapkan, akan memisahkan unit bisnis strategis miliknya yang bergerak di jasa penerbangan biaya rendah (Low Cost Carrier), Citilink, pada tahun depan sebagai salah satu wujud  strategi perseroan meningkatkan omset dan pangsa pasar.
“Pemisahan Citilink dalam proses. Sekarang sedang diajukan  SIUP ke Kementrian Perhubungan, setelah itu disusul keluarnya AOC. Kta prediksi pada tahun depan sudah berdiri PT Citilink Indonesia,” ungkapnya.
Diungkapkannya, nantinya pada 3 Agustus 2011 Citilink akan di-relaunch ke pasar mengingat telah memiliki 10 pesawat yang terdiri atas 6 Boeing 737 seri klasik dan 4 Airbus 320.
“Kami merevisi jumlah pesawat Citilink untuk tahap awal dari 15 menjadi 10 unit. Nantinya semua armada Citilink akan terdiri atas  A-320 dimana  25 pesawat sudah kita pesan beberapa bulan lalu dan kedatangannya bertahap,” katanya
Sedangkan Project Director Pacific Royale Airways Samudra Sukardi mengungkapkan, tengah melengkapi syarat-syarat administrasi SIUP dan lisensi terbang untuk maskapai yang mengoperasikan pesawat di atas 30 kursi (air operator certificate/AOC-121) untuk mengoperasikan 10 armada  dengan basis layanan penuh (Full Service).
Pacific Royale sendiri memiliki target akhir Juli lalu sudah mengudara. Melihat belum siapnya SIUP, tentu akan molor.
Pacific Royale Airways akan mengoperasikan 10 pesawat, yakni lima Fokker F-50, empat Airbus A320, dan satu Airbus A330. Sedangkan mayoritas saham dimiliki investor perorangan Indonesia yakni 51 persen  dan sisanya dimiliki investor perorangan asal India 49 persen.[dni]