160811 Program Pemasaran : Telkom Optimalkan Momentum Ramadan. Kala Penguasa Pasar Melayani Umat

 

 

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) pada semester I 2011 berhasil mempertahankan posisinya sebagai penguasa pasar di industri telekomunikasi dengan terus tumbuhnya jumlah pelanggan di jasa kabel dan nirkabel.
Pada pelanggan telepon kabel selama semester I 2011 terjadi kenaikan sebesar 0,3 persen atau dari 8,397 juta pengguna pada semester I 2010 menjadi 8,42 juta pelanggan pada semester I lalu.
Sementara untuk jasa nirkabel seperti Fixed Wireless Access (FWA), Flexi, berhasil didapatkan 18,736 juta pengguna atau naik 17,9 persen dibandingkan periode sama 2010 sebanyak 15,896 juta pelanggan. Untuk jasa seluler, melalui Telkomsel ada 102,291 juta pelanggan pada semester I 2011 atau naik 15,8 persen dibandingkan periode sama 2010 sebanyak 88,316 juta pengguna.
Omset yang diraup Telkom  pada semester I 2011 sebesar 34,46 triliun rupiah atau naik  2,2 persen dari periode sama 2010 sebesar 33,71 triliun rupiah.
”Melihat kinerja selama semester I tahun ini, Telkom sangat optimistis bisa bersaing ditengah kompetisi yang kian ketat. Kami telah menyiapkan sejumlah program untuk menjalankan  semester II 2011, terutama dalam rangka menyambut Ramadan dimana biasanya terjadi   lonjakan konsumsi di masyarakat,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, kemarin.
Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G. Wiryanata mengungkapkan, sebagai penguasa pasar, Telkom tak pernah berhneti berinovasi, termasuk dalam menyambut   bulan suci Ramadan. ”Kami menyediakan program pemasaran yang bisa menjadi retensi dan menaikkan penjualan dari semua lini produk. Ini dikombinasi agar pelanggan semakin loyal kepada produk Telkom,” katanya.
Diungkapkannya, dalam menawarkan program pemasaran khas Ramadan telah disiapkan  konten-konten  yang bernuansa Islam. Selain itu, melalui layanan Speedy, Telkom juga memudahkan para pemudik untuk tetap bisa memonitor kondisi rumah yang ditinggalkannya dengan fasilitas Speedy Home Monitoring.
Melalui fasilitas ini, para pelanggan Speedy bisa mengakses kamera yang terpasang di rumah mereka melalui Internet sehingga mereka bisa mengamati rumah mereka dari tempat mudik. Kamera tersebut bisa juga diakses dari smartphone sehingga pemudik bisa meninggalkan rumah mereka dengan aman.
Telkom Flexi juga melaksanakan program “Sahabat Hati Ramadan 1432H” yang menyajikan cuplikan ayat suci Al Quran, hadist-hadist pilihan, tausiah, doa Ramadan, Infaq dan FlexiTone. Selama Ramadan Flexi menyajikan program Quiz Ramadhan berhadiah Umroh.
Pelanggan Flexi dapat mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Quran, hadits, tausiah, cerita-cerita Islami, doa Ramadhan, Ftone, Greeting dari artis dan cerita Islami artis melalui akses  Swara Ramadan melalui *123.
Sementara layanan tv berbayar Telkom, YesTV, menghadirkan tayangan bernuansa Islam melalui Program Ramadhan Special Yes TV. Program ditayangkan melalui Channel Alif TV serta program-program edukasi lainnya. Acara-acara yang sama juga dapat disaksikan melalui Groovia TV, layanan IPTV pertama di Indonesia.
Dikatakannya, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) juga tak dilupakan oleh perseroan melalui  program mudik bersama Telkom Group. Rencananya,  Telkom akan memberangkatkan 60 bis, ”Tidak kurang dari 3.000 mitra kerja yang terdiri dari kalangan contact center serta para authorized dealer beserta karyawan dan keluarganya akan berpartisipasi dalam program mudik bersama ini,” ujarnya.
Head of Corporate Communication and Affairs Telkom, Eddy Kurnia  menambahkan, perseroan juga menggandeng   komunitas fotografi Telkom “Foto135” menyelenggarakan kegiatan bertajuk Photography for Charity. 
“Photography for Charity pada dasarnya merupakan program derma yang dilakukan melalui kegiatan fotografi dengan mengambil obyek keseharian hidup kaum dhuafa. Foto-foto tersebut dapat dibeli dan dimiliki oleh pengunjung dan hasil penjualannya akan dibagi-bagikan kepada kaum dhuafa, termasuk mereka yang menjadi subyek fotografi,” jelasnya.
Kesiapan Jaringan
Selanjutnya Eddy mengungkapkan, tak hanya sibuk menawarkan program pemasaran, Telkom juga menyiapkan jaringannya menghadapi lonjakan trafik telekomunikasi.
Diperkirakannya,  selama Ramadan dan Lebaran tahun ini akan terjadi peningkatan trafik komunikasi antara 25-30 persen dibanding hari biasa.
“Dalam Ramadan, biasanya lonjakan trafik rata-rata di atas 25 persen, tetapi menjelang Lebaran bisa lebih tinggi lagi,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama Ramadhan dan menjelang Lebaran, Telkom Grup melakukan peningkatan ganda terhadap fasilitas layanan. Dengan peningkatan ganda tersebut, diharapkan trafik komunikasi bisa berjalan normal.
Dikatakannya, khusus untuk Flexi,  telah ditingkatkan   kapasitas jaringan data  dua kali lipat menjadi satu Giga byte per second (Gbps), sehingga pelanggan lebih nyaman menggunakan layanan data. ”Sejak lebaran 2010 ada pergeseran cara mengucapkan selamat berlebaran dari SMS ke social media atau Instant Messenger. Kami antisipasi dengan menaikkan kapasitas data,” jelasnya.
Sedangkan untuk kapasitas kirim SMS Center juga telah ditingkatkan menjadi delapan juta SMS per jam. “Saat ini okupansinya baru sekitar 30 persen dan lonjakan trafik SMS biasanya pada malam takbiran. Selain itu telah disiapkan nomor virtual (combo) bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan keluar kota sebanyak 3,5 juta nomor. Sebanyak satu juta nomor dialokasikan untuk Jatim, Bali, dan Nusra” katanya.
Secara terpisah, praktisi telematika Bayu Samudiyo menilai hal yang wajar Telkom habis-habisan selama Ramadan mengingat kompetisi kian ketat dan semua pemain menawarkan program yang hampir sama. ”Jika dulu Telkom Grup menjadi yang pertama membawa pelanggan mudik, sekarang bukan hal yang luar biasa lagi karena semua pemain melakukan hal yang sama. Inovasi yang lebih kreatif harus terus dilakukan Telkom agar bisa mempertahankan posisi di pasar,” katanya.
Menurutnya, produksi trafik selama Ramadan akan memegang peranan untuk kinerja Telkom tidak hanya pada kuartal III nanti, tetapi sepanjang tahun ini. Hal ini karena kontribusi satu bulan Ramadan  sangat besar bagi satu tahun omset operator. Diperkirakan angkanya bisa mencapai 30 persen.
”Saat ini di masyarakat komunikasi sudah menjadi kebutuhan dasar sehingga dipastikan lonjakan trafik akan terjadi. Sekarang tinggal pintarnya operator mengoptimalkan jasa yang dimilikinya baik suara, SMS, dan data agar bisa pengguna terangsang menghabiskan biaya komunikasinya lebih banyak ketimbang hari-hari biasa,” tuturnya.[dni]

 

160811 Mengubah Paradigma Pemasaran Produk


Jasa fixed broadband milik Telkom melalui poduk Speedy selama semester I 2011 mencatat kinerja lumayan menggembirakan. Omset yang diraih sekitar  1,964  miliar rupiah dengan dua juta pelanggan.
Menurut Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia, keberhasilan Speedy tak bisa dilepaskan dari strategi  pemasaran berbasis manajemen pendidikan pelanggan yang diterapkan oleh perseroan. Konsep ini diyakini tidak hanya mengubah paradigma menjual produk,   tetapi memberikan manfaat terhadap akselerasi pendidikan dan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
“Pemikiran  ini secara akademis berhasil saya pertahankan dalam disertasi “Strategi Pemasaran Berbasis Manajemen Pendidikan Pelanggan: Manfaatnya bagi Akselerasi Pendidikan dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Perusahaan” untuk meraih gelar doktoral bidang keilmuan Administrasi Pendidikan dari Indonesia (UPI) Bandung, pada akhir Juli lalu,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Menurutnya, dalam memasarkan produk seperti Speedy dimana sebenarnya memiliki banyak fungsi selain sebagai akses internet,  tidak bisa hanya bermain tarif karena masa perang tarif telah lewat.
“Pelanggan itu perlu dipintarkan. Intinya,  ke depan produsen perlu memberikan perhatian  kepada pelanggan agar rasa memiliki terhadap produk muncul dari mereka. Dalam kasus Speedy,  perlu sekali memeperhatikan kepentingan pelanggan agar mereka merasa dipintarkan dalam pengertian luas, artinya bukan hanya memberikan pemahaman product knowledge tetapi juga benefitnya dengan adanya internet berkecepatan tinggi itu,” jelasnya.
 .
Masih menurutnya, meski pertumbuhan akses broadband  di Indonesia cukup menjanjikan tetapi persoalan di Indonesia adalah terjadinya kesenjangan digital (digital divide). Digital divide adalah  kesenjangan antara komunitas yang efektif mengakses informasi melalui teknologi digital dan yang tidak dapat mengakses informasi secara digital.
Kondisi Ini menunjukan adanya ketidakseimbangan sumberdaya manusia yang tidak memiliki kemampuan untuk mengakses informasi yang berupa digital tersebut. Wujudnya nyata dari program pemasaran Speedy berbasis pendidikan pelanggan adalah dengan  diarahkan untuk mengatasi kesenjangan ini  dengan membentuk komunitas pendidikan melalui berbagai kegiatan kepedulian sosial yang dilakukan oleh perusahaan, antara lain program kesenjangan digital antara guru dan murid melalui pelatihan guru, pelatihan santri dan pelatihan usaha kecil dan menengah.
Kedua, Speedy sebagai broadband access, yaitu layanan internet berkecepatan tinggi yang memberikan manfaat kepada masyarakat untuk mendapatkan kemudahan akses mengikuti perkembangan pendidikan secara dalam menambah pengetahuan maupun mengikuti perkembangan pendidikan, baik formal, nonformal maupun informal.
Ketiga, implementasi pemasaran Speedy dalam rangka menjadi market leader di Indonesia dilaksanakan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur, membuat paket pemasaran, melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan pendidikan informal, baik melalui media massa, pertujukan seni, kegiatan keagamaan, lembaga-lembaga, dunia kerja dan lingkungan lainnya.
“Jika akselerasi pendidikan semakin merata maka masyarakat informasi yang cerdas akan semakin  meluas sehingga pengguna akses broadband  semakin meningkat dan pada gilirannya akan berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis perusahaan, karena masyarakat berbasis informasi yang diwujudkan itu tak bisa dilepaskan dari Speedy,” katanya.
Diungkapkannya, tantangan dari konsep ini adalah produsen biasanya  selalu ingin  mendapatkan hasil yang cepat dan melupakan  pemahaman itu sebuah proses. “Bagi pelanggan, pengalaman itu sangat penting karena dalam konteks filosofis, pengalaman adalah pembelajaran dan pembelajaran itulah yang akan menentukan pelanggan menentukan pilihannya,” jelasnya.
Praktisi telematika Bayu Samudiyo mengatakan konsep yang dijalankan Telkom memasarkan Speedy sudah tepat mengingat ada kecendrungan di masyarakat akses internet digunakan bukan untuk sesuatu yang produktif.
“Saat ini kita lebih bangga menjadi negara terbesar menggunakan social media, tetapi melupakan e-education, e-health, atau e-government. Padahal yang mendorong berdampaknya penetrasi broadband bagi pendapatan satu negara adalah jika digunakan untuk hal yang produktif,” katanya.[dni]

160811 Operator CDMA Luncurkan Ponsel Ramadan

JAKARTA—Dua operator berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) meluncurkan ponsel bernuansa Ramadan untuk melayani dan meningkatkan penetrasi pangsa pasar.
Kedua operator itu adalah Bakrie Telecom dan Smartfren Telecom (Smartfren). Bakrie Telecom meluncurkan Hape Anak Muslim dan computer tablet AHA-Pad, sementara Smartfren menawarkan Hape Enduro Muslim.
“Ponsel Hape Anak Muslim melengkapi lini produk dari  Esia Hidayah. Jika sebelumnya menyasar pasar remaja dan orang dewasa, sekarang   menatap segmen anak-anak muslim,” ungkap Wakil Direktur Bakrie Telecom Erik Meijer di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya, ponsel yang dibanderol 189 ribu rupiah itu  selain menjadi piranti komunikasi antara orang tua dan anak, juga berfungsi sebagai piranti pendidikan dan permainan. Pendidikan karena di dalamnya terdapat aplikasi untuk belajar Al-Qur’an, Shalat, Dzikir dan ilmu pengatahuan. Sementara permainan meliputi games, komik, dan stiker berkarakter anak Muslim.
Diungkapkannya, selain meluncurkan ponsel berbau konten muslim, anak usaha yang bergerak di jasa data, PT Bakrie Connectivity, juga menawarkan komputer tablet dengan merek AHA-Pad yang menggunakan sistem operasi android 2.2 (froyo). Produk ini sebenarnya adalah Huawei Ideos S7 Slim 7 Inci, dengan Capacitive Touch Screen yang didukung oleh prosesor 1Ghz SnapDragon dari Qualcomm.
“Kami menargetkan pada tahap pertama tablet ini bisa terjual sebanyak 10 ribu unit. Hal ini karena harganya realistis yakni 2,8 juta rupiah, lebih murah dibanding tablet bermerek yang mencapai 5-6 juta rupiah,” ungkapnya.
Secara terpisah, Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengungkapkan, telah memangkas harga Hape Enduro dari 299 ribu menjadi 149 ribu rupiah agar penjualannya tergenjot selama Ramadan ini.
“Kami dalam menawarkan produk bundling selalu mencari mitra dari pabrikan terkenal. Ponsel ini jika dicari di negara asalnya lebih tinggi harganya. Walau ada subsidi yang dilakukan, tetapi tidak menjadi masalah asalkan pelanggan senang,” katanya.
Diungkapkannya, ponsel yang bekerja di jaringan 800 MHz ini menawarkan beragam aplikasi gratsisan, seperti bicara dan konten Islami, facebook dan twitter, SMS Adzan, serta m-commerce Uangku hasil kerjasama dengan Bank SinarMas.[dni]

 

160811 Layanan Data Telkomsel Bermasalah

 

JAKARTA—Layanan data milik Telkomsel di sejumlah titik di Jabodetabek mengalami masalah sehingga menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan pelanggannya.
”Jaringan Telkomsel di Kebon Jeruk dan Bumi Serpong Damai sangat tidak ramah bagi pelanggan data, terutama malam dan pagi hari,” ungkap seorang pelanggan Delly di Jakarta, Senin (15/8).
Diungkapkannya, dalam mengakses jasa data tampilan status sinyal adalah 3G atau 3,5G, tetapi untuk koneksi data sama sekali tidak bisa. Hal yang menyakitkan adalah kala koneksi tidak terjadi dan keluar status ”HTTP 403 Error”  yang memakan pulsa sebesar  15 rupiah. ”Jika koneksi tidak terjadi, seharusnya tidak ada pemotongan pulsa. Kalau seperti ini sama saja memakan pulsa sedikit demi sedikit dari perlanggan,” katanya.
Pelanggan lainnya, Chandra menghimbau berhati-hati dengan penarikan biaya  GPRS dari Telkomsel walaupun sudah berlanggan paket unlimited yang paling mahal sekalipun. ”Meskipun setting Access Point Name (APN)  sudah dikosongkan sesuai saran dari petugas purna jual   Telkomsel, tetap saja masih kena charge  dan selalu konsumen yang disalahkan karena menggunakan aplikasi aneh-aneh,” katanya.
Menurutnya, jika aplikasi yang diakses  tidak diperbolehkan, seharusnya diblokir oleh Telkomsel  dan selanjutnya   paket langganan diganti  menjadi limited service.”Percuma dinamakan unlimited service jika banyak larangannya,” ketusnya.
Bermasalahnya akses data ternyata juga membuat pengguna layanan e-money Telkomsel, T-Cash, mengeluh karena tidak bisa melakukan transaksi. ”Kasir yang menjadi merchant T-Cash menolak untuk bertransaksi dengan produk tersebut karena akses data yang lambat sehingga bisa membuat adanya antrian panjang di tempat pembayaran,” ungkap Sandy yang menjadi pengguna T-Cash.
Pada kesempatan lain, GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra mengklaim perseroan telah  melakukan optimalisasi sehingga  kapasitas jaringan data mencapai  17 Gbps.
”Sebagai pemimpin di pasar kapasitas jaringan data juga telah ditingkatkan sehingga kami sanggup melayani trafik hingga 88 terabyte,” katanya.[dni]

160811 Huawei Genjot Penjualan Perangkat Android

 

JAKARTA—Prinsipal telepon seluler (Ponsel) dari China,  Huawei Device, menggenjot penjualan perangkat bergerak berbasis sistem operasi Android di Indonesia dengan menggandeng  PT Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai distributor.
“TAM akan mendistribusikan produk Android generasi pertama dari Huawei, seperti IDEOS S7 Slim hingga produk selanjutnya. Kami memiliki jaringan distribusi yang kuat dan selalu memperhatikan layanan purnajual yang terbaik untuk pelanggan,”jelas Chief Commece Officer  TAM Hasan Aulia di Jakarta, kemarin.
Menurut President Director Huawei Device South Pacific  Mike Liu perkembangan cepat teknologi Android telah menghadirkan sebuah perbedaan besar bagi sejumlah pengguna gadget di Indonesia dan negara lainnya. “Inilah mengapa kami sangat fokus mengembangkan perangkat yang dapat membantu konsumen menikmati fitur terbaik dari teknologi Android,” katanya.
Diharapkannya, melalui jalur distribusi TAM yang kuat dan layanan purna jual yang baik, konsumen akan memperoleh kemudahan menikmati produk Android Huawei. Konsumen diharapkan punya lebih banyak alternatif dalam memilih perangkat dari segi desain, fitur, fungsi dan spesifikasi untuk kebutuhan masing-masing.
Diperkirakannya, industri mobile di Indonesia   akan cenderung didominasi perangkat berbasis sistem operasi Android. International Data Corporation (IDC) memprediksi perangkat Android akan lebih populer dari Symbian dan Blackberry. IDC memperkirakan di tahun 2014, 51,2 persen pasar ponsel secara global didominasi Android.
”Data-data di atas memberikan sinyal adanya  peluang  akan terus berkembangnya  perangkat berbasis  Android. Kami akan terus  melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya memperkuat posisi di pasar Indonesia,” katanya.
Berdasarkan catatan, setiap tahunnya di Indonesia terjual sekitar 25-30 juta unit ponsel di Indonesia. Sekitar 3-5 juta unit yang terjual adalah kategori smartphone dimana perangkat sistem operasi Android menguasai sekitar 35 persen, sedangkan BlackBerry hanya 14 persen.[dni]

 

160811 Garuda Bidik Rp 1,5 triliun dari Pasar Korporasi

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) membidik omset dari segmen korporasi melesat lebih dari 100 persen pada tahun ini dibandingkan 2010 mengingat perseroan kian agresif menggarap pasar tersebut.
Hingga saat ini Garuda telah melaksanakan kerjasama corporate sales dengan sekitar 1200 perusahaan besar di Indonesia dengan total pendapatan dari pasar korporasi lebih dari  580 miliar rupiah. Pada tahun 2011   Garuda   menargetkan untuk menjalin kerjasama dengan 1.250 ‘corporate partner’ dengan target pendapatan dari pasar korporasi sebesar 1.5 triliun rupiah.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjelaskan,  untuk meningkatkan pangsa pasar penumpang maupun kargo pada rute domestik dan internasional di segmen tersebut  perseroan  menggandeng Senayan City  melaksanakan  Corporate Sales.
“Kerjasama ini membuat   seluruh karyawan Senayan City beserta keluarga akan menggunakan penerbangan Garuda Indonesia baik pada rute domestik maupun internasional dengan harga dan layanan khusus berupa special net corporate fare, priority reservation, city check-in, cargo dan layanan dalam bidang perhotelan serta jasa pendukung lainnya yang disediakan oleh Garuda Indonesia dan anak perusahaannya,” katanya di Jakarta, Senin (15/8).
Menurutnya,  dengan jumlah  karyawan, tenant, resident dan pengguna office sebanyak 12.000 orang, maka Senayan City merupakan pasar potensial yang harus digarap oleh Garuda Indonesia.
Dikatakannya, sejalan dengan pengembangan market korporasi ke depan, Garuda Indonesia terus berupaya untuk memberikan kemudahan akses  bagi para partner korporasinya misalnya melalui fasilitas Garuda Online Booking Corporate dan fasilitas kemudahan lainnya. Selain di dalam negeri, Garuda juga melakukan penggarapan atas potensi pasar korporasi di kantor cabang – kantor cabang di luar negeri.
CEO Senayan City Handaka Santosa menyambut baik kolaborasi tersebut  karena bisa membuat mobilitas manajemen dan karyawan Senayan City – termasuk para tenant, resident dan pengguna officenya – akan semakin terjamin dan tentunya akan lebih hemat dan efisien.
“Dengan jaringan penerbangan yang lebih luas, frekuensi yang lebih banyak, serta penerbangan yang lebih reliable, maka bisnis kami akan semakin lancar dan tentunya akan tumbuh semakin baik”, kata Handaka.
Negoasiasi Pilot
Sementara itu, berkaitan dengan negosiasi antara manajemen Garuda Indonesia dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang di mediasi oleh Menneg BUMN Mustafa Abubakar pada Senin (15/8) pagi ini, Emirsyah mengungkapkan, menelurkan hasil yang positif setelah kedua belah pihak membuka diri.
“Hasil pertemuan hari ini sangat positif bagi kedua belah pihak. Nanti kita lanjutkan diskusinya,” katanya.
Secara terpisah, Presiden APG Captain Stephanus Gerardus Rahadi mengakui telah terjadi pembicaraan dengan manajemen Garuda. “Kita menyambut baik upaya Menneg BUMN untuk melakukan mediasi. Belum ada kesepakatan dengan pihak manajemen dari hasil tadi. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan lagi,” katanya.
Ditegaskannya, para pilot yang bernaung di bawah APG tak mengubah tuntutan kepada manajemen terkait penggunaan pilot asing dan standar kesejahteraanya. “Tuntutan kami tidak berubah karena itu agenda organisasi,” katanya.
Seperti diketahui, APG menuntut ada kewajaran kompensasi antara pilot lokal dan asing di Garuda, serta meminta manajemen untuk lebih matang dalam perencanaan armada dengan melihat ketersediaan kru. APG mengungkapkan selama ini pilot-pilot di Garuda sudah overload jam terbang karena mengejar frekuensi penerbangan sehingga bisa berdampak kepada aspek keselamatan mengingat jadwal istirahat tidak ideal. Garuda sendiri melalui Quantum Leap berencana memiliki154 pesawat hingga 2015 nanti.
Perseroan   telah melaksanakan kerjasama dan merekrut penerbang-penerbang baru dari sekolah seperti PLP Curug dan Bali International Flight Academy sebanyak 150 orang. Garuda sendiri sebenarnya membutuhkan tambahan 150-200 pilot per tahun. Namun, persoalannya setiap tahun sekolah pilot di Indonesia hanya mampu meluluskan sekitar 300-400 penerbang.
Berdasarkan data dari manajemen Garuda, gaji pilot lokal perbulan 47,7 juta rupiah sedangkan pilot asing 68,8 juta rupiah. Flight allowance untuk pilot lokal 10 juta rupiah dengan asumsi 60 jam terbang, namun penerbang asing tidak dapat.
Selain itu, masih ada benefit cash seperti THR dan lain-lain untuk pilot lokal sebesar 3,5 x gaji per tahun atau 13,9 juta rupiah per bulan. Sementara  pilot asing tak mendapatkannya.
Total monthly cash 71 juta rupiah (pilot lokal) dan sebesar 68,8 juta rupiah (pilot asing). Sedangkan annual cash senilai 860 juta rupiah diperuntukkan untuk penerbang lokal, tetapi yang asing mendapat lebih kecil sebesar 826 juta rupiah.
Masih ada lagi benefit non cash seperti Jamsostek, tunjangan pensiun, kesehatan dan lain-lain sebesar 12,3 juta rupiah setiap bulan untuk pilot lokal. Dan pilot asing cuma mendapat 2,25 juta rupiah perbulannya.
Khusus untuk pilot asing memang diberi tunjangan perumahan atau tempat tinggal sebanyak 10 juta rupiah per bulan. Kendati pilot lokal tak mendapatkan tapi pilot asing hanya dikontrak selama 12 kali gaji (satu tahun).[dni]

160811 Kemenhub Usahakan Mudik Nyaman

JAKARTA–Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengusahakan masyarakat bisa menikmati mudik lebih nyaman pada tahun ini seiring berbagai persiapan yang dilakukan secara matang.
“Saya berharap, pengaturan mudik semakin baik dari waktu ke waktu. Dengan demikian pemudik akan merasa aman dan nyaman selama perjalanan berangkat ataupun pulang. Dan yang terpenting, pemudik jangan sampai dibebani biaya yang mahal,” kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Jakarta
Dijelaskannya, hal-hal yang menjadi fokus perhatian dalam mudik Lebaran  masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari kesiapan kapasitas angkut, penjualan tiket dengan harga menjulang, praktik percaloan, kemacetan parah arus mudik, hingga pasar tumpah.
Penyelenggaraan mudik sendiri tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan titik berat pengendalian terpadu yang meliputi angkutan jalan di 12 propinsi, angkutan kereta api pada 9 daop dan 3 divre, angkutan sungai danau penyeberangan pada 7 lintasan utama, angkutan laut pada 52 pelabuhan, dan angkutan udara pada 24 bandara.
“Kami sudah intensif melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Sejauh ini, persiapan cukup baik. Posko-posko lebaran sudah siap di beberapa titik yang selama ini rawan macet,” katanya.
Dikatakannya, angkutan kereta api dan ancaman kemacetan parah di pelabuhan penyeberangan Merak juga menjadi fokus perhatian utama. Khususnya, tiket kereta api kelas eksekutif yang dikabarkan langsung habis terjual ketika loket belum lama dibuka.
Antisipasi terulangnya kembali antrian Merak,  kapal-kapal wajib melakukan docking saat ini, sehingga saat H-7 dan H+7, semua kapal harus siaga operasional penuh. Kondisi persiapan Merak hingga saat ini sudah semakin maksimal dan pemerintah menyiapkan 38-40 kapal dengan operasional setiap harinya 24-28 kapal. Apalagi, mulai H-4 mendatang, jumlah truk yang lebih dari satu sumbu tidak boleh lagi beroperasi sehingga bisa dialokasikan untuk mengangkut kendaraan pribadi dan sepeda motor selama angkutan lebaran.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) jumlah pemudik pada Idul Fitri tahun ini untuk seluruh moda transportasi mencapai 15,47 juta orang. Jumlah itu meningkat 4,14 persen dibandingkan Lebaran 2010 lalu yang berjumlah 14,85 juta orang.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub selaku koordinator angkutan mudik Lebaran 2011 Suroyo Alimoeso menyatakan bahwa peningkatan jumlah pemudik pada Lebaran tahun ini disebabkan puncak arus mudik berada pada akhir pekan, yaitu H-5 Lebaran. Adapun puncak arus balik Lebaran diprediksi terjadi pada H+5. Puncak arus mudik diperkirakan pada Jumat, Sabtu,dan Minggu, yakni 26–28 Agustus 2011.
Data menyebutkan, total kapasitas penumpang angkutan darat  untuk jalan mencapai 16,6 juta penumpang dengan total armada 34.690 unit bus. Sedangkan untuk jasa angkutan sungai danau dan penyeberangan, tahun ini akan disiapkan 123 kapal dengan total kapasitas 11,23 juta penumpang.
Sedangkan jumlah penumpang kereta api tahun ini diperkirakan turun 5,32 persen menjadi 2,91 juta dari 3,08 juta pada 2010. Penurunan ini karena berkurangnya sarana kereta api sebanyak 4,87 persen menjadi 215 kereta dengan kapasitas 2,95 juta penumpang pada Lebaran 2011 dari 226 kereta dengan kapasitas 3,08 juta pada Lebaran 2010.
Untuk angkutan laut, jumlah pemudik diprediksi akan mencapai 1.050.721 orang atau mengalami peningkatan jumlah penumpang sebanyak 59.475 orang atau 6 persen dibanding realisasi jumlah penumpang tahun 2010 sebanyak 991.246 orang.
Adapun armada kapal yang disiapkan sebanyak 733 unit dengan kapasitas daya angkut sebesar 3,19 juta orang penumpang, terhitung dari H-15 sampai dengan H+15.
Terakhir, angkutan udara  disiapkan sekitar 332 pesawat  dengan total kapasitas angkut hingga 4,17 juta penumpang. Jumlah ini meningkat tajam dibanding tahun lalu yang hanya disediakan 246 pesawat dengan total kapasitas angkut mencapai 3,49 juta penumpang.
Angkutan sepeda motor selama perjalanan mudik juga menjadi perhatian, dimana hanya diperkenankan hanya boleh mengangkut dua orang saja. “Pengguna sepeda motor agar berhati-hati karena tidak ada jalur khusus, semuanya mix traffic. Apabila dalam dua jam kelelahan sebaiknya beristirahat, jangan dipaksakan,” tegas Suroyo.
Tahun ini pemudik  sepeda motor diprediksi meningkat 7,42 persen dari 2,3 juta di tahun 2010 menjadi 2,47 juta. Sedangkan jumlah mobil pribadi diprediksi meningkat 6,08 persen, dari 1,54 juta pada tahun 2010 menjadi 1,63 juta.
Nagrek
Pada masa angkutan lebaran tahun ini, pemerintah  juga menyoroti sejumlah daerah yang nantinya akan dilewati para pemudik untuk pulang ke kampung halamannya.Untuk Pulau Sumatera akan difokuskan di sekitar Sumatera Utara, Jambi, hingga menuju Lampung. Lintas timur Sumatera diperkirakan akan lebih lancar pada mudik lebaran tahun ini. Namun, akan menemui kendala dari Medan, Sumatera Utara menuju Banda Aceh.
Sedangkan di Pulau Jawa, masih terfokus di sejumlah titik seperti di Nagreg. Setahun belakangan ini pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum membangun semi jembatan (semi tunnel) di Lingkar Nagreg. Hingga Juli, terowongan pun sudah mulai rampung, meski belum selesai pengerjaannya. Kementerian PU sendiri menjanjikan akan menghentikan pekerjaan sementara 10 hari sebelum lebaran. Sehingga Nagreg pun benar-benar bisa dilewati masyarakat untuk mudik.
Kemacetan pun akan diantisipasi juga di Cikampek. Meski jembatan layang Gebang sudah rampung pada tahun ini, masih banyak kendaraan roda dua ataupun mobil yang akan melintasi titik tersebut.
Persimpangan di sekitar Cikampek pun harus menjadi perhatian masyarakat agar dapat menghindari macet, seperti di Simpang Cikampek, Simpang Jomin, Simpang Mutiara, dan Simpang Cikopo.
Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah titik lokasi pasar tumpah. Sama seperti tahun lalu, dia mengatakan, terdapat 25 titik pasar tumpah sepanjang ruas Pantai Utara Jawa.
Di Jawa Timur, yang perlu diantisipasi jika terjadi macet adalah daerah sekitar Porong. Meski kondisi sudah semakin baik di sana, menurutnya, masih harus memerhatikan kendala lumpur di sana.[dni]

 

160811 PSO KAI Kemungkinan Cair Sebelum Lebaran

 

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menjanjikan dana Public Service Obligation (PSO) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) bisa cair sebelum Lebaran dengan kondisi semua persyaratan dipenuhi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kontrak untuk dana PSO sebesar 639 miliar rupiah antara PT KAI dengan Kemenhub akan dilakukan pada minggu ini. Setelah itu ada semacam prosedur pencairan yang harus dilalui oleh PT KAI yakni verifikasi data,” ungkap Dirjen Perkeretapian Tundjung Inderawan di Jakarta, Senin (15/8).

Diungkapkannya, biasanya dalam mengajuan pencairan tidak semua dana PSO yang diberikan tetapi bertahap dengan metode per kuartal. “Biasanya besaran per kuartal itu tidak selalu sama. kala peak season seperti Lebaran, jumlah PSO yang diminta menigkat sesuai dengan kenaikan jumlah penumpang yang diangkut,” katanya.

Ditegaskannya, pencairan dana PSO untuk musim mudik 2011 bisa saja terjadi sebelum Lebaran dengan syarat PT KAI cepat mengajukan permintaan dan menyerahkan data. “Dana sudah ada. Sebagai Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) dana itu bisa dicairkan. sekarang tergantung PT KAI, jangan lamban memberikan data,” tegasnya.

Berkaitan dengan jadwal pemberian PSO yang selalu dipertengahan tahun, Tundjung menjelaskan, karena perhitungan PSO menunggu Rancangan Kerja dan Anggaran, fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan kenaikan harga lainnya.

Sebelumnya, dana   PSO untuk PT KAI belum juga disetujui oleh pemerintah. Kementerian Keuangan menunda persetujuan pencairan karena PT KAI mengusulkan besarannya terlalu besar. Dikabarkan perusahaan BUMN tersebut mengusulkan PSO hampir  satu triliun rupiah. Pada 2010  PT KAI mendapatkan dana PSO sebesar  500 miliar  rupiah dari dana yang diusulkan sebesar 600 miliar rupiah.

Tenaga Inspektur

Lebih lanjut Tundjung mengungkapkan, perkeretaapian nasional kekurangan tenaga inspektur yang mengawasi operasional juga tenaga penguji sarana dan prasarana. Tenaga yang ada hanya mampu memenuhi sepertiga dari total kebutuhan.

“Kebutuhan akan penguji dan inspektur masih tinggi, sedangkan direktorat perkeretaapian baru lima tahun, penguji dan inspektur saat ini baru ada 94 orang, idealnya dari panjangnya rel kereta 4.000 km, jumlah tenaga yang tersedia masih sepertiganya,” katanya.

Dikatakannya,  selama ini penguji dan inspektur dilaksanakan dari tenaga fungsional atau poksi. Sekarang pengesahan sesuai amanah undang-undang, harus menempatkan orang-orang yang memiliki kecakapan, dan selanjutkan diuji. Khusus untuk inspektur, adalah orang-orang yang dari tenaga penguji yang kembali dites menjadi inspektur.

“Para penguji dan inspektur ini harus menjalani pelatihan 200 jam yang kami selenggarakan di Lembang, Bandung. Selanjutnya mereka harus menjalani tes, sehingga belum tentu yang sudah ikut pelatihan langsung lulus. Dengan demikian kita akan mendapatkan orang-orang yang memiliki kecakapan untuk meningkatkan keselamatan maupun layanan perkeretaapian,” katanya.[dni]

160811 Omset Indosat Tumbuh 4%

JAKARTA—PT Indosat Tbk (Indosat) berhasil membukukan omset sebesar 10.049,5 triliun rupiah pada semester I 2011  atau tumbuh empat persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 9.661,8 triliun rupiah.
Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengungkapkan, jasa seluler tetap menjadi andalan perseroan dalam meraih omset yakni berkontribusi sekitar 82 persen bagi total pendapatan.  “Data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing berkontribusi sebesar 12 dan 6 persen,” katanya di Jakarta, Senin (15/8).
“Kinerja Indosat selama semester I 2011 lumayan menggembirakan.  Hal ini bisa dilihat dari jasa seluler dimana mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen jika dibandingkan Year on Year, sementara jika dilihat secara pertumbuhan kuartal I dan kedua, Indosat mengalami pertumbuhan di atas industri yakni 7,5 persen, sementara industri hanya 6 persen,” jelasnya.
Sedangkan untuk laba bersih yang diraih pada semester I 2011 sebesar 681,9 miliar rupiah atau melesat 137,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) mengalami penurunan sebesar 2,1 persen dari 4.594,6 triliun rupiah menjadi 4.499, 6 triliun rupiah. EBITDA margin juga mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dari 47,6 persen pada semester I 2010 menjadi 44,8 persen pada semester I 2011.
“Apabila beban Voluntary Separation Scheme (VSS) atau pensiun dini tidak diperhitungkan sebesar 425,6 miliar rupiah, EBITDA meningkat sebesar 7,2 persen menjadi 4.925,2 triliun rupiah dengan marjin menjadi 49 persen. Program VSS ini sudah selesai pada Juni lalu, sehingga diharapkan tidak lagi menekan kinerja keuangan hingga akhir tahun nanti,” katanya.
Faktor lain yang membuat laba anak usaha Qatar Telecom (Qtel) ini melesat adalah keuntungan dari laba kurs. Beban lain-lain turun drastic 70 persen menjadi 330,6 miliar rupiah dari sebelumnya 1,1 triliun rupiah.
Sementara itu beban usaha meningkat dari 8,06 triliun rupiah menjadi 8,71 triliun rupiah atau sebesar 8,1 persen.
“Kami juga berhasil mengurangi total jumlah hutang  setelah membayar hutang jatuh tempo. Ada tujuh fasilitas hutang yang dilunasi. Jika pada semester I 2010 total hutang perseroan 24.703,8 triliun rupiah, pada semester I 2011 menjadi 22.069,2 triliun rupiah atau turun 10,7 persen,” katanya.
Berkaitan dengan hutang, perseroan menandatangani perjanjian  fasilitas pinjaman revolving dengan Mandiri  yang jumlah maksimum sebesar satu triliun rupiah dengan tingkat bunga mengambang JIBOR +1,4 per tahun dan melakukan penarikan fasilitas pinjaman revolving BCA sebesar 500 miliar rupiah dengan jumlah maksimum sebesar satu triliun rupiah dengan tingkat bunga mengambang JIBOR + 1,4 persen per tahun.
“Kemampuan membayar hutang tak bisa dilepaskan dari meningkatnya free cash flow dan mempertahankan belanja modal yang realistis. Pada semester I 2011 free cash flow mencapai 1,346 triliun rupiah atau naik 23,4 persen dari posisi semester I 2010 sebesar 1.091 triliun rupiah,” ungkapnya.
Diyakininya, jika kondisi nilai tukar kurs tetap stabil, maka pada akhir tahun nanti perseroan bisa mengalami pertumbuhan omset diatas rata-rata industri yakni 7-8 persen. “Tentunya kami juga akan menekan beban usaha dengan efisiensi. Jika pada tahun lalu beban usaha bisa ditekan hingga 250 miliar rupiah, tahun ini diharapkan bisa naik efisiensinya sebesar 10-15 persen,” katanya.
Sebelumnya, XL Axiata mengumumkan  pada   semester pertama 2011 perseroan  memiliki  pendapatan usaha 9,1 triliun rupiah atau meningkat 8 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 8,5 triliun rupiah.  Sedangkan   normalisasi laba bersih sebesar  1,6 triliun rupiah atau naik 18 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 1,3 triliun rupiah.
Sementara Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortizatiobn (EBITDA) mencapai  4,8 triliun rupiah atau naik 7 persen dibandingkan periode sama 2010  dan EBITDA margin stabil di level 52 persen pada akhir Juni 2011.
Sedangkan Telkom mencatat pendapatan usaha perseroan  pada semester I 2011 sebesar 34,46 triliun rupiah atau naik  2,2 persen dari periode sama 2010 sebesar 33,71 triliun rupiah.
Sedangkan EBITDA mengalami penurunan 3,7 persen dari sebelumnya 18,76 triliun menjadi 18,07 triliun rupiah.  Sementara laba bersih  turun sebesar 1,5 persen dari 6,03 triliun menjadi 5,94 triliun rupiah.[dni]