290711 Layanan Garuda Tidak Terkendala

JAKARTA—Layanan yang diberikan oleh PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tidak terkendala pada Kamis (28/7) meskipun ada aksi mogok yang dilakukan oleh para pilot lokal yang tergabung di Asosiasi Pilot Garuda (APG).
“Kami sudah menyiapkan strategi sejak kemarin untuk menghadapi aksi mogok ini agar tidak mempengaruhi pelayanan ke masyarakat,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Kamis (28/7).
Dijelaskannya, perseroan menggabungkan enam penerbangan karena ada sejumlah pesawat yang dibatalkan. Keenam rutenya adalah Jakarta-Medan, Medan-Jakarta, Jakarta-Denpasar, Denpasar-Jakarta. Untuk Jakarta-Medan digunakan pesawat berbadan lebar Airbus 330 yang berkapasitas 300-an penumpang. Sebelumnya menggungakan Boeing 738 berkapasitas 160 penumpang.
Sedangkan yang Jakarta-Denpasar seharusnya menggunakan Boeing 738 diganti menjadi Boeing 744 berkapasitas 450 penumpang. “Bisa dikatakan kita bukannya merugi malah untung karena sekali terbang bisa mengangkut penumpang banya dengan menggunakan pesawat berbadan lebar,” jelasnya.
Dikatakannya, selain melakukan penggabungan, ada satu penerbangan yang dibatalkan yakni dari Bangkok ke Jakarta dialihkan ke Thai Airways. “Kami agak bingung dengan aksi APG. Sebelumnya dikatakan mogok hanya untuk penerbangan dari Cengkareng keluar, tetapi kenyataanya untuk penerbangan dari luar ke Cengkareng pun ada yang mogok,” katanya.
Berkaitan dengan berhentinya aksi mogok yang dilakukan APG pada Kamis siang alias lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan, Elisa mengaku itu berkat mediasi  Menneg BUMN  Mustafa Abubakar. “Belum ada jawaban manajemen soal tuntutan pilot terkait perbedaan kompensasi dengan pilot asing. Dalam mediasi itu menteri mengatakan tidak mungkin keputusan diambil cepat-cepat. Harus ada diskusi,” katanya.
Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Stefanus Gerardus mengakui, mengambil langkah untuk menghentikan aksi mogok pada Kamis siang karena adanya mediasi dari Menneg BUMN Mustafa Abubakar. “Selama ini yang menjadi masalah hanya masalah komunikasi. Sekarang setelah komunikasi dibuka, kita harapkan semuanya terbuka untuk memajukan Garuda,” katanya.
Sementara Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Herry Bhakti menilai aksi yang dilakukan  APG tak layak dilakukan.  “Kalau permasalahannya masih berkisar soal gaji, aksi mogok itu kurang masuk akal. Wajar ada perbedaan perhitungan sistem penggajian antara pilot lokal dan asing,” kata Herry.
Berdasarkan data dari manajemen GIA, gaji pilot lokal perbulan 47,7 juta rupiah sedangkan pilot asing 68,8 juta rupiah. Flight allowance untuk pilot lokal 10 juta rupiah dengan asumsi 60 jam terbang, namun penerbang asing tidak dapat.
Selain itu, masih ada benefit cash seperti THR dan lain-lain untuk pilot lokal sebesar 3,5 x gaji per tahun atau 13,9 juta rupiah per bulan. Sementara  pilot asing tak mendapatkannya.
Total monthly cash 71 juta rupiah (pilot lokal) dan sebesar 68,8 juta rupiah (pilot asing). Sedangkan annual cash senilai 860 juta rupiah diperuntukkan untuk penerbang lokal, tetapi yang asing mendapat lebih kecil sebesar 826 juta rupiah.
Masih ada lagi benefit non cash seperti Jamsostek, tunjangan pensiun, kesehatan dan lain-lain sebesar 12,3 juta rupiah setiap bulan untuk pilot lokal. Dan pilot asing cuma mendapat 2,25 juta rupiah perbulannya.
Khusus untuk pilot asing memang diberi tunjangan perumahan atau tempat tinggal sebanyak 10 juta rupiah per bulan. Kendati pilot lokal tak mendapatkan tapi pilot asing hanya dikontrak selama 12 kali gaji (satu tahun).
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit  menyarankan, jalan keluar  permasalahan kisruh antara manajemen  Garuda dengan APG harus melalui langkah tripartit atau turut andilnya pihak ketiga sebagai penengah.

“Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) harus menjadi mediator.
“Harus ada tindakan tripartit dari Kemenakertrans sebagai pihak ketiga antara APG dan manajemen Garuda, ini kan sebenarnya permasalahan internal  Garuda,” katanya.

Disayangkannya,   tindakan APG yang benar-benar melakukan aksi mogok terbang pada hari Kamis kemarin. Pasalnya, Pilot bertugas sebagai pengabdi masyarakat dan harus melayani masyarakat. “Pilot dan Co Pilot adalah para pekerja layanan publik tidak boleh mogok, ini kan yang dirugikan masyarakat khususnya penumpang Garuda,” jelasnya.[dni]

 

Iklan

290711 Telkom Komersialkan Jasa Pengiriman Uang

 

JAKARTA— PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akhirnya  mengkomersialkan secara resmi jasa pengiriman uang  (money remittance) melalui produk   Delima atau Delivery Money Access.
Direktur Konsumer Telkom I Nyoman G. Wiryanata menjelaskan Delima menjanjikan  kemudahan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengiriman  uang ke mana saja semudah   mengirim pesan singkat atau SMS.
“Kami masuk  ke  bisnis keuangan seiring dengan perubahan portofolio bisnis menjadi   Telecommunication, Information, Media, Edutainment (TIME) di mana salah satu strategi bisnis di bidang informasi adalah masuknya Telkom dalam bisnis finansial diantaranya melayani kegiatan  pengiriman uang,” jelasnya di Jakarta, Kamis (28/7).
Dijelaskannya, Telkom memilih bisnis money remittance dengan pertimbangan bisnis ini mengalami pertumbuhan yang baik secara global maupun nasional. Di samping bisnis money remittance belum begitu kompetitif dibandingkan dengan bisnis telekomunikasi.
Diungkapkannya, salah satu keunggulan dari Delima adalah proses pengiriman bisa secara Person to Person (P2P). Caranya si pengirim mendatangi Plasa Telkom atau Mitra Cash Point dengan membawa identitas diri (KTP, SIM, Pasport), kemudian mengisi formulir pendaftaran Delima e-Money yang akan dipandu oleh petugas  dan sekaligus melakukan top up.
Delima didukung oleh  sekitar 731 Plasa Telkom di seluruh Indonesia dan kurang lebih 20.000 outlet mitra Delima dan akan terus bertambah. Pengiriman maupun pengambilan uang dapat dilakukan di outlet mana saja yang berlogo Delima, antara lain di Plasa Telkom, dan outlet-outlet lain yang telah bergabung dengan Telkom seperti Perum Pegadaian, BPR KS (BPR Karya Jatnika Sadaya), Koperasi Telkom, JPLN (Jaring Lintas Palapa Nusantara), Arindo.
Pengiriman uang melalui Delima menggunakan sistem Agent to Agent (A2A), Person to Person (P2P) dan Person to Agent (P2A).   Delima memberikan kemudahan pengiriman/penerimaan uang maksimal  5 Juta rupiah dalam sekali kirim.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, perseroan membenamkan investasi  sebesar 15-20 miliar rupiah untuk mengembangkan Delima.
Diungkapkannya, bisnis pengiriman uang ini lumayan besar nilainya. Diperkirakan dari luar negeri ada uang sebesar 154 triliun rupiah yang dikirimkan ke negeri ini. Sedangkan di dalam negeri  yang dikirimkan mencapai 1,4 miliar dollar AS. Semua itu terjadi melalui 300 juta transaksi setiap tahunnya.
“Kami mengharapkan dalam waktu tiga tahun pertama akan ada 20 persen dari 300 juta transaksi itu yang menggunakan Delima.  Hal ini agar dalam jangka waktu tiga-empat tahun investasi yang ditanamkan untuk Delima bisa kembali,” jelasnya.[dni]

290711 Singapore Airlines Tambah Frekuensi Penerbangan

 

JAKARTA—Singapore Airlines (SIA) menambah  frekuensi penerbangan  rute Singapura Jakarta dari 7 kali sehari menjadi 8 kali sehari mulai 15 September 2011 dengan  menggunakan pesawat Boeing B777-200 melalui nomor penerbangan SQ950.
“Kami sebenarnya beberapa tahun lalu sudah memiliki frekuensi 8 kali sehari, tetapi karena krisis ekonomi kita kurangi menjadi 7 kali sehari. Sekarang berhubung kondisi ekonomi membaik, kita kembali pada 8 kali sehari mulai 15 Septemeber nanti,” ungkap General Manager Indonesia Singapore Airlines. David Lau di Jakarta, Kamis (28/7).
Diungkapkannya, langkah untuk menambah frekuensi penerbangan karena potensi untuk berpergian dari dan ke Indonesia sangat tinggi. “Pasarnya tidak hanya wisatawan, tetapi juga kalangan bisnis,” katanya.
Juru bicara SIA Glory Henriette mengungkapkan, saat ini tingkat isian dari maskapainya untuk rute dari Jakarta sekitar 70 persen dan diharapkan terus naik seiring bertambahnya frekuensi.
“Kami menawarkan  promo tiket dengan tarif yang sangat menarik dengan nama “First 8th Flight Promo”.  Program promosi ini mencakup penerbangan dengan rute Jakarta–Singapura pulang pergi, dan berlaku untuk Kelas Utama (First Class), Kelas Bisnis (Business Class), dan Kelas Ekonomi (Economic Class) dengan minimum 2 orang penumpang terbang secara bersama-sama. Untuk mendapatkan tarif promosi ini, tiket harus diterbitkan pada periode 21 Juli – 15 September 2011 untuk tanggal penerbangan 15 September 2011,” katanya.
Tarif promosi yang ditawarkan oleh Singapore Airlines ini sudah termasuk biaya bahan bakar dan pajak bandara (airport tax), dengan harga promo sebagai berikut, Kelas Utama: 888 dollar AS, Kelas Bisnis: 588 dollar AS, dan Kelas Ekonomi 188 dollar AS.
Berkaitan dengan rencana dari anak usaha (Silk Air) yang akan membuka penerbangan Bandung-Singapura, Glory mengatakan, baru mungkin terjadi pada akhir tahun nanti. “Kita sudah ajukan ke regulator. Tinggal menunggu proses,” katanya.
Sementara untuk menghadapi lonjakan dari arus mudik selama Lebaran nanti, SIA telah meminta tambahan 15 penerbangan ekstra ke regulator untuk periode 26 Agustus-4 Septemeber 2011. “Kita sudah ajukan itu cukup lama dan disetujui,” katanya.
Sebelumnya, otoritas penerbangan sipil Indonesia sedang mengaji penambahan kuota untuk rute Jakarta-Singapura seiring telah habis alokasinya beberapa bulan lalu.
Saat ini, sebanyak enam maskapai dalam negeri telah melayani penerbangan ke Singapura, yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Indonesia AirAsia, Mandala Airlines, Sriwijaya Air, dan Batavia Air. Adapun terdapat tiga maskapai asal Singapura yang melayani penerbangan ke Indonesia yakni Singapore Airlines, Valueair/Jetstar, dan Tiger Airways.[dni]

280711 Kemenkominfo Desak Telkomsel Pindah Kanal 3G

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tetap mendesak Telkomsel untuk pindah dari kanal 3G yang ditempatinya agar penataan di frekuensi 2,1 GHz berjalan lancar.
“Kami tetap mendesak Telkomsel untuk pindah dari kanal 4 dan 5 diminta pindah ke kanal 5 dan  6 agar operator lainnya bisa mendapatkan kanal yang bersebelahan demi adanya efisiensi investasi bagi semua  pelaku usaha,” tegas Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika M.Budi Setyawan di Jakarta, Rabu (27/7).
Dikatakannya, sesuai rapat pleno Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) belum  lama ini Telkomsel  yang telah datang duluan di kanal 4 dan 5 diminta pindah ke kanal 5 dan  6 agar Tri bisa berada di kanal 1 dan 2, sedangkan Axis di 3 dan 4. Posisi  sekarang adalah Tri berada di kanal 1, NTS (3), Telkomsel (4 dan 5), Indosat (7 dan 8), XL (9 dan 10). Sementara kanal nomor 2, 6, 11, dan 12 lowong
Diungkapkannya, pemerintah saat ini masih mempercayai itikad baik dari Telkomsel untuk pindah kanal dan belum  memikirkan sanksi. “Kami harapkan selama bulan Ramadan nanti manajemen Telkomsel mendapatkan hidayah agar tidak takut bersaing dengan operator lainnya dan rela pindah kanal. Kita punya target pada akhir tahun ini masalah penataan ini selesai,” katanya.
Dijelaskannya, jika masalah penataan kanal kedua dari masing-masing pemain 3G selesai, langkah berikut yang dilakukan oleh pemerintah adalah menyiapkan tender untuk dua kanal tersisa pada tahun depan. “Dua kanal lowong akan kita tender. Saat ini sudah ada dua operator yang menyatakan minat yakni Telkomsel dan XL,” jelasnya.
Untuk diketahui, Telkomsel, Indosat, dan XL telah memiliki dua kanal (10 Mhz) 3G, sementara Tri dan Axis baru memiliki satu kanal (5 Mhz), dimana saat ini dalam proses mendapatkan kanal kedua. Pemerintah mengalokasikan 60 MHz di pita 2,1 GHz yang digunakan untuk teknologi 3G. Saat ini 40 MHz telah terpakai, dan tersisa 20 Mhz.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menegaskan enggan untuk pindah kanal karena sudah terlanjur berinvestasi. Jika pun dipaksakan pindah, ada konsekuensi penurunan kulaitas layanan dan harus mengeluarkan dana sekitar 34 miliar rupiah.
“Kami bukan memaksakan kehendak, tetapi frekuensi harus dikelola oleh operator yang benar-benar serius memanfaatkan spektrum untuk kepentingan masyarakat. Kanal yang sudah ada saja belum dimanfaatkan secara optimal oleh satu operator, lantas minta tambahan.  Regulator harus bijaksana dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Direktur Government Relations HCPT Sidarta Sidik mengungkapkan, Tri harus mendapatkan tambahan kanal pada tahun ini agar kualitas layanannya tidak menurun. ”Kami sudah mengirimkan surat kepada regulator tentang kesediaan membayar kanal kedua untuk 10 tahun mendatang. Pemerintah harus tegas menata hal ini demi kepastian berinvestasi,” ketusnya.[dni]

 

280711 Garuda Jamin Layanan Tak Terganggu

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menjamin layanan penerbangannya ke pelanggan tak akan terganggu  meskipun sejumlah pilot lokal yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG) melancarkan aksi mogok pada Kamis (28/7).”Kami jamin penerbangan Garuda akan lancar esok hari. Hal ini karena manajemen telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi aksi yang diwacanakan oleh para pilot yang tergabung dalam APG,” tegas Direktur Operasi Garuda Ari Sapari di Jakarta, Rabu (27/7).

Dijelaskannya, Garuda telah menyiapkan para penerbang yang selama ini bertugas sebagai instruktur dan para penerbang yang duduk sebagai struktural dalam manajemen perusahaan untuk melaksanakan penerbangan pada Kamis (28/7).

Selain itu, Garuda juga telah menyiapkan akomodasi bagi para penerbang di hotel-hotel terdekat di area bandara Soekarno-Hatta untuk standby, apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk menerbangkan pesawat.

“Sehari itu Garuda mempunyai 365 penerbangan, sebanyak 154 diantaranya dari Jakarta. Untuk Kamis (28/7) ada 230 pilot dijadwalkan akan terbang. Saat ini kami sudah recall para pilot yang akan terbang dan mengkonfirmasi akan menjalankan tugasnya besok,” katanya.

Berkaitan dengan tuntutan dari APG yang meminta peninjauan penggunaan pilot asing dan kesejahteraan yang dimiilikinya, Ari menjelaskan,  Garuda mulai merekrut para penerbang asing sejak bulan Oktober 2010, dan  melaksanakan sosialisasi mengenai hal tersebut kepada karyawan, khusus para penerbang, sejak bulan Januari 2011 lalu.

“Menjadi hal yang agak aneh apabila penggunaan pilot kontrak termasuk pilot asing menjadi baru dipermasalahkan pada saat ini,” katanya.

Berdasarkan catatan,  saat ini Garuda mempekerjakan sebanyak 43 pilot kontrak dan 34 diantaranya adalah pilot asing. 36 diantara 43 pilot kontra tersebut akan berakhir masa kontraknya pada pada bulan Oktober – November 2011, dan sisanya 7 pilot akan berakhir pada bulan Februari 2012. Garuda sendiri memiliki 864 pilot.

Pilot asing  digaji berupa paket 12 kali per tahun (sekitar 7.200 dollar AS), temasuk di dalamnya jam terbang dalam satu bulan.

Sementara  pilot  tetap (lokal) sebanyak  14.5 kali per tahun, selain itu   masih ada flight allowance yang dibayar progresif sesuai dengan jam terbang per bulan atau sekitar 40 juta rupiah.

Belum lagi kompensasi dan benefit lainnya, seperti tunjangan pra pensiun, tunjangan pensiun, tunjangan kesehatan, dan kesehatan pensiun. Ditambah  hak cuti, hak konsesi terbang, dan lainnya.

Menurut Ari, jika pilot yang tergabung di APG meminta kesetaraan dengan pilot asing, manajemen memberikan dua opsi.

Pertama, pilot lokal diberikan kenaikan gaji tetapi dengan status dikontrak per tahun. Kedua, gaji tetap dan pilot asing ditiadakan, namun akan berimbas dengan frekuensi penerbangan.”Jika diambil opsi kedua yang dirugikan itu pilot lokal karena jam terbangnya menjadi kurang sehingga jenjang karir sebagai penerbang terhambat,” ketusnya.

Secara terpisah, Presiden APG Captain Stephanus Gerardus Rahadi  menegaskan, akan melakukan aksi mogok  pada Kamis (28/7)  karena menilai manjemen arogan. “Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, untuk berunding saja dengan APG sangat sulit. harusnya, sebagai “bapak” dari APG suara kami di dengar,” katanya.

Ditegaskannya, aksi mogok bukanlah masalah permainan adu kuat antara manajemen dengan APG. “Kami jangan dipecah belah dengan mengatakan APG hanya segelintir dari pilot Garuda. Anggota APG ada 650 orang dan semua solid untuk menjalankan aksi mogok esok hari,” tegasnya.

Diingatkannya, manajemen Garuda harus belajar dari kesalahan pada 2007 dimana perusahaan sempat kehilangan 200 penerbang karena tidak puas dengan kinerja manajemen.

“Pak Emirsyah kita minta kelegawaan hatinya untuk duduk bersama. Ini masalah komunikasi yang timpang dan harus diselesaikan. Jangan pandang kami sebagai alat produksi, dimana kondisi sekarang pilot suka overload dalam bekerja tanpa istirahat,”ketusnya.

Pengacara APG Adnan Buyung Nasution menilai tawaran dari manajemen melalui dua opsi bagi APG merupakan satu pelecehan karena tidak memandang masa bakti dari para penerbang ke perusahaan.

“Bagi saya opsi menawarkan kontrak itu pelecehan. Para pilot ini membangun perusahaan bersama-sama. aksi mogok ini juga koreksi dari kesalahan manajemen yang dilakukan oleh para direksi. Seharusnya mereka ini diajak berbicara dengan melepaskan arogansi,” ketusnya.

Sekjen Serikat karyawan Garuda Ahmad Irvan mendukung langkah yang dilakukan oleh APG. “Ini hanya puncak gunung es karena miss managemen dan arogansi kekuasaan. Pokok masalah adalah hingga sekarang Perjanjian Kerja Bersama (PKB) sejak 2007 belum diperbaharui. Garuda jika dibiarkan dikelola oleh orang-orang arogan akan tinggal nama saja,” katanya.

Ketua ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) Zainudin Malik juga mendukung aksi dari APG. “kami mendukung, tetapi anggota diharapkan tetap masuk bekerja dan menjalankan fungsinya secara profesional,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, juru bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan meminta proses mediasi antara manajemen dan APG terus dilakukan.

“Jika besok tetap ada mogok, kami sudah meminta Garuda melakukan pembahasan dengan sesama maskapai agar penumpang yang sudah membeli tiket dialihkan ke maskapai lain yang memilki rute sama. Pilot di Hubungan Udara sebanyak 8-9 orang dengan rating Boeing juga siap membantu,” katanya.[Dni]

280711 Telkom Kaji Borong Proyek Palapa Ring

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) tengah mengaji untuk memborong pengerjaan semua proyek pembangunan serat optik di kawasan timur Indonesia yang dikenal dengan nama Palapa Ring untuk memperkuat tulang punggung jaringan broadband nasional.
“Kami sedang mengaji mengerjakan semua rute yang ada di Palapa Ring itu setelah tahap pertama selesai dikerjakan kuartal I 2011. Saat ini kita sedang menyiapkan tender untuk pembangunan tahap II,” ungkap EGM Infratel Telkom David Bangun di Jakarta, kemarin.
Diungkapkannya, untuk tahap II dari pengerjaan Palapa Ring diperkirakan akan menelan investasi sekitar 2,4 triliun rupiah dengan panjang serat optic sekitar 4 ribu km. Rute yang akan dilalui adalah Menado, Ternate, Halmahera, Ambon, Fak-fak, Timika, hingga Sorong.
“jalur ini melanjutkan tahap pertama yang dikenal dengan nama  Mataram-Kupang Cable System (MKCS)  sepanjang 1.041 km yang menelan biaya sekitar 600 miliar rupiah,” katanya.
Dikatakannya, Telkom saat ini sedang mengaji kelayakan secara bisnis jika semua tahapan pembangunan dari proyek Palapa Ring dikerjakan sendirian oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut. “Setelah hasil studi kami selesai, kami akan berbicara dengan anggota lainnya dari konsorsium Palapa Ring. Hingga saat ini anggota konsorsium itu belum bubar. Secara etika tentu harus ada pemberitahuan,” katanya.
Palapa Ring sendiri merupakan megaproyek pembangunan tulang punggung (backbone)  yang terdiri dari 35.280 kilometer serat optik bawah laut (submarine cable) dan 21.708 kilometer serat optik bawah tanah (inland cable) pada 7 cincin (ring) melingkupi 33 provinsi dan 460 kabupaten.
Di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sendiri pembangunan Palapa Ring terdiri dari submarine cable dan inland cable sepanjang 10.812 km yang menghubungkan Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Ketua Tetap Bidang Telekomunikasi Kadin Johnny Swandi Sjam mengatakan, sebagai perusahaan dimana  sahamnya  mayoritas dimiliki pemerintah merupakan hal yang wajar Telkom  mengambil inisiatif untuk memulai pembangunan Palapa Ring.
“Telkom telah memulai pembangunan proyek yang sarat dengan tarik ulur ini. Rasanya wajar diberikan penghargaan.,“ katanya.[dni]

 

280711 Smartfren Optimistis Capai Omset Rp 1 Triliun

JAKARTA–PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) optimistis mencapai target omset satu triliun rupiah pada akhir tahun nanti seiring semakin agresifnya ekspansi perseroan memperluas area layanan.
“Kami banyak kemajuan dalam berjualan dan mengekspansi area layanan. Jika kondisi ini berjalan sesuai rencana, target mendapatkan omset satu triliun rupiah bisa dicapai tahun ini atau tahun depan,” ungkap CEO Smartfren Rodolfo Pantoja di Jakarta, kemarin.
Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim menambahkan, perseroan baru saja  merambah ke  wilayah Bangka belum lama ini untuk meningkatkan ekspansi pasar.  “Wilayah Bangka secara ekonomi lumayan menjanjikan. Apalagi  gaya hidup masyarakatnya sudah familiar dengan mobile data. Ini peluang bagi produk Smartfren yang bermain di tarif murah untuk jasa data dan suara,” katanya.
Diungkapkannya, Smartfren telah membangun 15 Base Transceiver Station (BTS) serta menghadirkan teknologi EVDO Rev.A yang memungkinkan  perseroan  menjangkau hampir seluruh wilayah Bangka dengan kualitas layanan memuaskan. “Sekitar 90 persen wilayah Bangka sudah terlayani Smartfren. Jangkauan ini tentu saja akan terus ditingkatkan selaras dengan komitmen  memperluas cakupan layanan dan wilayah bisnis Smartfren,” tuturnya.
Diharapkannya, dijangkaunya wilayah Bangka sebagai area baru bagi Smartfren akan menguatkan posisi kepemimpinan Smartfren di industri layanan telekomunikasi berteknologi CDMA di Indonesia. Hingga saat ini, Smartfren telah menjangkau beberapa wilayah penting di Jawa, Bali, Lombok, serta beberapa kota utama di Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi.
Dikatakannya, dalam rangka meningkatkan berpromosi di area Bangka  Smartfren menawarkan  paket layanan data Smartfren Connex & USB Modem Smartfren AC682 serta telepon genggam Hape SUMO (Super Modem).
USB Modem CDMA Smartfren AC682 diperuntukkan bagi kalangan muda, pelajar, mahasiswa dan masyarakat Bangka dengan harga promo yang sangat terjangkau yaitu  199 ribu dari harga normal 299 ribu rupiah, dengan benefit Gratis Unlimited selama 30 hari.
Hape SUMO Super Modem   terdiri dari dua pilihan Smartfren C36X dan Smartfren CM100. Smartfren C36X berteknologi CDMA 2000 1x 800 Mhz, dapat berfungsi sebagai modem dengan kecepatan 153,6 Kbps, Multimedia Player, dilengkapi dengan WAP 2.0 dan Brew 31.5 serta slot kartu Micro SD .
Sementara itu Smartfren CM100 adalah telepon genggam berteknologi CDMA 2000 1x 800 Mhz, dapat berfungsi sebagai modem dengan kecepatan 153,6 Kbps, Radio FM, Multimedia Player, dilengkapi dengan WAP 2.0 dan Brew 31.5 serta slot kartu Micro SD.[dni]