281111 KAI Dapat Subsidi Angkutan Barang

JAKARTA—PT Kereta Api Indonesia (KAI)  akan mendapatkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kereta barang  mulai Januari 2012 mendatang.

Wamenhub Bambang Susantono mengungkapkan, kebijakan ini diambil karena semua angkutan harus ada kesetaraan dalam subsidi.

“Bila truk ada subsidi, maka kereta barang juga harus ada subsidi. Kebijakan ini akan efektif pada 1 Januari 2012 mendatang,” katanya di Jakarta, Jumaat (25/11).

Diungkapkannya, keputusan pemberian subsidi ini diputuskan dalam rapat di Kementerian Keuangan yang dipimpin Wamenkeu  Anny Ratnawati, dan diikuti oleh  , Wakil Menteri BUMN Mahmuddin, Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo, Kepala BP Migas R Priyono di Jakarta, Jumat (25/11).

”Aturan ini nantinya berupa peraturan presiden (perpres) yang akan ditandatangani Presiden,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini truk barang mendapatkan subsidi sebesar 50 persen. Dimana harga solar sebesar  9 ribu rupiah per  per liter sehingga harga solar untuk truk barang saat ini sebesar 4.500 rupiah  per liter, sementara harga BBM untuk kereta sehingga tidak bisa ber saing dengan truk barang.

Menurutnya,  subsidi yang diberikan kepada PT KAI untuk kereta barang, bisa memberikan efisiensi yang cukup besar. Sebagai contoh, jelasnya, satu truk kontener menghabiskan BBM sebesar 0,5 liter per kilometer, sedangkan kereta barang hanya menghabiskan 0,5 liter per kilometer per kontener.

Dengan tingkat keiritan lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan truk barang, kereta barang bakal menjadi angkutan barang yang diminati oleh pengusaha untuk mengirimkan barangnya.

“Kalau itu terjadi, maka akan terjadi efisiensi terhadap angkutan. Ini juga untuk menghindari penggunaan  angkutan kontener di jalan raya. Satu rangkaian kereta bisa mengangkut 40-60 kontener, tapi kalau lewat jalan akan diangkut oleh truk sejumlah itu juga,” katanya.

Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia  Kurniadi Atmosasmito mengungkapkan, selama ini dengan membeli  BBM non subsidi, pihaknya merugi 60 juta liter atau senilai 300 miliar rupiah. “Sejak 2006, kami harus nombok 300 miliar rupiah  per tahun, untuk membeli BBM non subsidi,” tuturnya.

Sebelumnya,  SPKA mengancam mogok pada 6 Desember 2011. Melalui surat bernomor 674/DPP.SPKA/UM/XI/2011 pada 17 November 2011 telah berkirim surat kepada Kapolri guna memberitahukan aksi mogok kerja tidak menjalankan perjalanan KA. Surat ditandatangani oleh Ketua Umum SPKA Sri Nugroho dan Sekjen SPKA S. Janung Widagdo.

Dalam surat itu disebutkan, mogok kerja tidak menjalankan perjalanan kereta api penumpang dan barang di Jawa dan Sumatera selama tiga jam, dari pukul 05.00-08.00 WIB, pada Selasa (6/12). Mogok dilakukan untuk menuntut pemberian BBM bersubsidi sesuai Perpres No.9/2006 dan ROW sebagaimana diatur Kepmenhub No. KP 219/2010. Aksi mogok diklaim sudah sesuai UU No. 21/ 2000 dan UU No.13/ 2003.

Anggota Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia  menyambut baik keputusan pemerintah yang akan memberlakukan subsidi BBM untuk kereta mulai 1 Januari 2012.

“Meski baru kereta barang yang diberi subsidi, itu merupakan langkah maju,” katanya.

Diharapkannya, Serikat Pekerja Kereta Api  mengurungkan niatnya melakukan mogok massal pada 6 Desember 2011 nanti. Menurut Yudi, langkah maju pemerintah dengan memberikan subsidi BBM untuk angkutan kereta api secara bertahap perlu dihargai.

“Mulai saat ini PT Kereta Api Indonesia  sebagai operator perkeretaapian di Indonesia harus berbenah terutama dari segi pelayanan maupun peningkatana kondisi sarana prasarana kereta api,” ujar Yudi.[Dni]

Iklan

281111 Kapasitas Bandara Husein Sastranegara akan Meningkat

JAKARTA—Kapasitas bandara  Husein Sastranegara Bandung akan ditingkatkan oleh PT Angkasa Pura II (API II) dari biasanya menampung 600 ribu penumpang menjadi dua juta penumpang per tahun yang menelan investasi  sekitar  354 miliar rupiah.

VP Civil Construction AP II Agung Sedayu mengungkapkan, rencana pembangunan  dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama akan menelan dana sebesar  84 miliar rupiah, serta  tahap kedua dan ketiga menelan  270 miliar rupiah. “Dana itu dari internal perusahaan,” katanya  di Jakarta, akhir pekan lalu.

Menurutnya, setelah  luas   bandara Husein Sastranegara ditingkatkan dari  5.000 meter persegi menjadi 18.000 meter persegi  maka kapasitas yang dimiliki bisa menampung   2 juta orang per tahun.

“Kami harus memperbaiki layanan dan fasilitas di Terminal Husein Sastranegara   karena yang datang kebanyakan turis dari luar negeri,” jelasnya.

Diungkapkannya,  pembangunan terminal baru tersebut saat ini sedang menunggu selesainya  proses pembebasan lahan. AP II akan membebaskan lahan milik PT Dirgantara Indonesia. “Ini kan sesama BUMN, jadi diharapkan proses pembebasannya bisa cepat dilaksanakan,” ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Bandung menjadi salah satu tujuan wisatawan asal negeri Jiran, Malaysia dan Singapura. Maskapai asal negeri itu yaitu Malaysia Airlines dan Indonesia AirAsia telah memiliki penerbangan rutin ke kota kembang. Dari Bandung, Indonesia Air Asia memiliki penerbangan langsung ke Bali, Medan, dan Kuala Lumpur. Sedangkan maskapai Singapura Slik Air memiliki penerbangan sebanyak lima kali seminggu ke Bandung.

Sedangkan pemain lokal yang sudah terbang ke bandara Husein Sastranegara adalah Merpati Nusantara Airline, Susi Air, Sriwijaya Air, Sky Aviation, dan Wings Air. Ramainya maskapai melayani rute ke Bandung tak bisa dilepaskan dari diperpanjangnya runway bandara sehingga bisa darati oleh pesawat berbadan lebar.[dni]

281111 Damri Incar Angkutan Barang

JAKARTA— Perum Damri mengincar angkutan barang  dengan mengembangkan moda terusan di pasar domestik dan regional agar dapat menutup kerugian perseroan dari angkutan kota  sebesar 22 miliar rupiah per tahun
“Kami akan memanfaatkan  pertemuan sinergi BUMN di Bali yang dipimpin deputi bidang infrastruktur Kementerian Negara BUMN untuk untuk menjalin sinergi antar BUMN khusus konektivitas angkutan barang di wilayah-wilayah tertentu,” ungkap  Direktur Teknik Perum Damri Bagus Wisanggeni di Jakarta, Kemarin.
Dijelaskannya,  moda terusan yang  dinilai cukup menjanjikan itu dikembangkan melalui pola kerjasama antar operator transportasi laut dan udara. Diantaranya, memaksimalkan potensi rute perintis Damri di 23 provinsi yang sampai saat ini melayani di kota-kota kabupaten ke desa-desa terpencil.
Menurutnya, alat produksi, berupa bus angkutan penumpang, truk dan trailer, sangat potensial dalam mendukung angkutan barang. Pengembangan bisnis itu dapat dilakukan melalui pola kerjasama antar sesama BUMN, swasta dan pemerintah daerah (Pemda).
“Sinergi antar BUMN itu penting sekali untuk mendukung terlaksananya angkutan khusus barang dengan mengembangkan moda terusan di pasar domestik dan regional. Selama ini kami banyak mengalami kesulitan soal sinergi ini karena banyak hal-hal dilapangan yang perlu penanganan serius,” katanya.
Masih menurutnya, Damri memiliki potensi untuk mengembangkan angkutan barang ini karena sudah menguasai jaringan layanan di seluruh Indonesia dan regional itu. Sampai saat ini, hanya Perum Damri sebagai operator transportasi darat yang menguasai layanan antar pulau di seluruh Indonesia dan di lintas negara.
“Aset yang kami miliki bukan hanya armada angkutan, bus, truk dan trailer tetapi juga jaringan rute. Kami bukan hanya melayani pasar domestik, juga regional seperti ke Malaysia, Brunai Darussalam dan Papua Neugini,” tuturnya.
Diungkaokannya,  soal jaringan rute ini juga pihaknya melayani rute perintis di daerah-daerah Kabupaten yang belum dilayani pihak lain. “Saat ini kami melayani rute perintis di 23 provinsi dari Aceh sampai Merauke. Terakhir dapat tender perintis untuk angkutan di Medan, yakni di Tani Jaya Besitang, perbatasan Singkil-Medan. Setiap tahun hampir ada tambahan rute perintis baru,” katanya.
Diperkirakannya,   jika tercapai ekspansi angkutan barang ini, pihaknya dapat menutupi kerugian dari angkutan bus kota sebesar 22 miliar rupiah per tahun. Kerugian ini disebabkan tarif yang sangat rendah sebagai bentuk pelayanan ke masyarakat.
Saat ini bus kota Damri melayani di 10 kota di Indonesia dengan jumlah bus kota 550 unit, yakni Surabaya, Jember, Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Bandar Lampung, Medan, Makassar, dan Batam.[dni]

191111 Lion Air Tambah Pesawat Boeing

JAKARTA–Maskapai swasta nasional, Lion Air, menambah pesawat baru dari pabrikan Boeing Company sebanyak  230 unit.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait melalui keterangan tertulisnya mengungkapkan, penambahan pesanan tersebut menjadikan maskapainya sudah memesan 408 pesawat terdiri dari pesanan  pertama 178 pesawat dan  kedua 230 pesawat.

“Tipe pesawat pertama seluruhnya Boeing 737 – 900 ER,  sedangakan order kedua terdiri dari 29 pesawat Boeing 737 – 900 ER dan 201 Boeing 737 MAX,” ungkapnya di Jakarta, Jumaat (18/11).

Diungkapkannya, total nilai pesanan  yang dilakukan berjumlah  37,7 miliar dollar AS  terdiri dari order pertama  16 miliar dollar AS dan order kedua  21,7 miliar dollar AS. Pendanaan pengadaan dana tersebut akan dilakukan oleh beberapa bank termasuk Bank Eksport Import Amerika Serikat (US Exim Bank).

“Pengiriman pesawat dari order pertama dimulai pada April 2007 dan berakhir pada akhir 2016. Sedangkan pengiriman pertama order kedua akan dilaksanakan pada  2017 dan akan berakhir 2025,” jelasnya.

Dikatakannya, pesawat-pesawat tersebut akan digunakan untuk melayani pasar domestik dan pasar regional dimana pertumbuhan penumpang pada wilayah tersebut cukup besar dari tahun ke tahun.

Diharapkannya,  dengan pengadaan pesawat tersebut kebutuhan penerbangan dalam negeri pada masa
yang akan datang dapat dipenuhi oleh perusahaan penerbangan nasional dan dapat bersaing pada saat dilaksanakannya kebijakan Open Sky Asia Tenggara yang tidak lama lagi.[dni]

191111 Daily Deal Mulai Dilirik

Pada awal November ini, pasar bursa global tersentak dengan aksi penguasa layanan daily deal dari Amerika Serikat, Groupon. Perusahaan yang menawarkan berbagai kupon dan diskon itu kini bernilai hampir 13 miliar dollar AS.

Angka itu didapat setelah menjual 35 juta saham dengan nilai 20 dollar AS per lembar saham. Penawaran ini di atas harga awal kala Initial Public offering (IPO) yang sebelumnya ditetapkan 16 hingga 18 dollar AS per lembar saham. Diperkirakan dari hasil IPO perusahaan yang menghubungkan 150 juta konsumen setiap hari itu berhasil meraup keuntungan sekitar 700 juta dollar AS.

Sontak keberhasilan Groupon ini mengangkat gengsi dari bisnis daily deal yang baru hangat kembali dua tahun lalu secara global. Untuk diketahui, Daily Deal adalah bagian dari e-commerce. Daily deal memiliki kekuatan sebagai mediator dari merchant dengan konsumen yang menawarkan diskon sebagai alat dari pemasaran.

Laporan dari lembaga riset pemasaran Daily Finance belum lama ini mengungkapkan secara global pada tahun ini omset dari e-commerce bisa mencapai 680,6 juta dollar AS atau naik 19 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2015 diperkirakan bisa mencapai 1,4 triliun dollar AS. Negara Asia yang menjanjikan untuk pengembangan e-commerce adalah India, Arab Saudi, dan Indonesia. Di Asia sendiri diperkirakan pertumbuhan omset e-commerce mencapai 27 persen.

Business Stragetgy Director DealKeren Indonesia Sandra Tristiani menjelaskan, konsep bisnis dari daily deal itu ada 9 model. “Masing-masing model ada keunikan sendiri. Di dunia pemain daily deal ini naik sekitar 500 persen, tetapi banyak juga yang berguguran,” katanya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, 9 tren dari daily deal itu adalah, produsen besar yang menawarkan daily deal, daily deal yang hanya menawarkan konser tiket, daily deal dengan waktu yang dibatasi, daily deal untuk orang yang ingin berbelanja, daily deal untuk hal yang dibutuhkan, daily deal dari par retailer, daily deal untuk special interest, daily deal agregator, dan daily deal untuk barang-barang yang dibeli dari hasil daily deal.

Managing Director DealKeren Adrian Suherman mengatakan, konsep daily deal masih baru di Indonesia yakni setahun lalu dengan jumlah pemain sekitar 30 perusahaan. DealKeren sendiri hadir di Indonesia pada Agustus lalu.

Setelah diakuisisi oleh LivingSocial dari Amerika Serikat, perusahaan ini kian maju dengan menguasai 40-50 persen pangsa pasar. Saat ini DealKeren memiliki 800-900 ribu member dengan 700 merchant yang menawarkan 10 deal per hari. Sekitar 100 ribu voucher terjual tiap bulannya dimana transaksi per orang mencapai 150-200 ribu rupiah.

Menurutnya, model bisnis daily deal membutuhkan waktu dan edukasi untuk berkembang terutama memberikan pemahaman bagi merchant bahwa ini bukan saluran distribusi tetapi pemasaran, sehingga bisa mengakuisisi segmen baru dan retensi pelenggan lama.

“Jika ini dilihat sebagai saluran pemasaran ada pergeseran dari tadinya menempatkan iklan di media ke daily deal. Jadinya, harga yang ditawarkan walau dibanting tidak dilihat sebagai suatu kerugian,” katanya.

Raksasa Bermain
Melihat gurihnya bisnis daily deal, raksasa telekomunikasi lokal, Telkom pun tertarik ikut bermain melalui anak usaha Infomedia yang meluncurkan soft launching http://www.goodizz.com sebagai situs diskon pada 1 November lalu. Grand launching akan dilakukan pada 17 Desember 2011.

Presiden Direktur Infomedia M. Awaluddin mengungkapkan, perseroan membenamkan investasi sebesar satu miliar rupiah untuk membangun situs tersebut. Ditargetkan hingga akhir tahun nanti 100 ribu member dan 100 merchant terdaftar. Posisi saat ini terjaring 5.000-an member dengan 26 merchant 26 merchant. Pada 2012 diharapkan adasatu juta member dan 1000 merchant terdaftar dengan omset sekitar 3 miliar rupiah.

“Merchant yang dijaring tidak dengan segmentasi khusus karena fokus kepada memperbesar komunitas merchant. Secara umum segmentasi merchant adalah kuliner, life style, gadget elektronik, kesehatan, fashion dan traveling package. Transaksi daily deal targetnya di angka 200 pieces per item produk, dengan transaksi per hari paling tidak harus laku 10 item produk,” katanya.

Awal optimistis, target merchant bisa tercapai mengingat Infomedia memiliki Yellow Pages dengan 200 ribu pelanggan, dimana identik dengan potensial merchant buat GooDizz. Kekuatan merchant existing buat Infomedia adalah karena merchant tersebut akan di Up Sell dengan produk produk digital services lainnya dari Infommedia, seperti yellowpages.co.id, yp trading.co.id, infojajan, dan call my name

“GooDizz secara prioritas akan menjadi media belanja diskon online untuk produk-produk dari Telkom group. Sejauh ini GooDizz sudah menawarkan handset dan gadget elektronik dari PINs (tablet, handset flexi, modem USB, dll). Saat ini GooDizz sedang menyiapkan kerja sama dengan Insing (anak usaha Singtel Digital Media) di Singapura untuk Cross selling berbeda territory antar merchant,” jelasnya.

Praktisi telematika Wvgen Wong mengingatkan, hingga sekarang daily deal belum bisa dianggap sebagai mesin uang. “Perusahaan lebih menganggap ini sebagai alat pemasaran karena jumlah pelanggannya yang besar. Perusahaan menggandeng daily deal agar mereknya dikenal dan sebagai alternatif media iklan. Jika IPO Groupon itu sukses lebih pada bublle,” katanya.

Menurutnya, tantangan terberat bagi pengelola daily deal adalah membuat merchant mau bekerjasama secara lama karena biasanya pelanggan hanya mau mencoba sebanyak dua hingga tiga kali. “Di Indonesia mengingat masyarakatnya sangat sosial, akan diminati. Tetapi tantangannya bagaimana membuat masyarakat terikat. Saya rasa jumlah pemain akan berkurang dan terkonsilidasi nantinya,’’ katanya.

Sedangkan menurut Praktisi telematika Mochammad James Falahuddin pasar daily deal di Indonesia mulai ramai dan banyak pemain yang kloning pemimpin pasar. ‘’Kuncinya jika ingin sukses adalah volume merchant, member, dan deal-nya. Infomedia memiliki kans besar karena memiliki data direktori,’’ katanya

Hal lainnya yang harus dilakukan oleh Infomedia adalah mendongkrak rating goodizz mengingat hingga sekarang belum tercatat di Alexa. ‘’Para pemimpin di Infomedia tidak bisa lagi menerapkan gaya pemasaran standar mengembangkan situs. Mereka harus mencoba sesuatu yang berbeda karena masuk ke bisnis yang sudah dikuasai oleh pemain internet dengan dukungan pemodal global,’’ katanya.

Sementara Adrian menyakini, para pemain daily deal akan berguguran nantinya kala menerjuni bisnis ini mengingat tidak mudah mengembangkannya. ‘’Terlihat dari luar ini bisnis yang mudah, tetapi sebenarnya tidak gampang. Di China dan Amerika Serikat setiap hari ada yang tutup. Saya yakin di Indonesia akan mengalami hal yang sama. Nantinya mereka yang serius akan bertahan,” tegasnya.[dni]

191111 Jualan Gadget via Situs

Bisnis e-commerce di Indonesia masih menjadikan gadget (perangkat elektronik) sebagai pemikat utama barang dagangan.

“Indonesia salah satu negara yang pendapatan domestik bruto-nya tertinggi di Asia Tenggara. Sekitar 20 sampai 30 persen pengeluaran konsumsi digunakan untuk membeli gadget. Itu sebabnya gadget jadi bisnis yang tak pernah mati,” kata ungkap Presiden Direktur Satusolusi Intermedia Utama Abbi Angkasa Perdana di Jakarta, belum lama ini.

SatuSolusi baru saja meluncurkan portal juragangadget.com. Keluarnya situs jual beli dan forum komunitas pecinta gadget salah satu aksi korporasi untuk menopang penjualan offline. Hal ini karena di Jabodetabek saja penjualan gadget dari produk bermerk per bulan bisa mencapai 20 ribu sampai 30 ribu unit.

Apalagi, mulai tumbuhnya kepercayaan masyarakat akan jual beli online di Indonesia menjadikan perseroan kian percaya diri untuk melangkah “Saat ini, direct selling untuk online transaction kita naik 170 persen. Sementara yang walk-in ke pusat perbelanjaan fisik seperti di mal dan toko-toko penjualan alat elektronik cenderung flat, itu sebabnya kita menghadirkan lini khusus untuk belanja online,” ungkapnya.

Diungkapkannya, perseroan menginvestasikan sekitar 1,5 miliar rupiah untuk mengembangkan situs ini. Saat ini sudah ada 850 orang menjadi member dan 1500 barang di-listing dari 20 merchant. Sementara follower twitter sekitar 4 ribu orang,” ungkapnya.

Ditargetkan hingga akhir tahun nanti ada sekitar 100 ribu member dimana 20 persen aktif melakukan pembelian. ”Kita harapkan ada 100-200 penjualan setiap minggunya dengan nilai transaksi mencapai 5 miliar rupiah. Angka ini masih dibawah pemain lama yang bisa mencapai 10-16 miliar rupiah setiap bulannya,” katanya.

Dikatakannya, keunikan dari situsnya adalah menawarkan produk dengan harga jual lebih murah sekitar 2-7 persen untuk gadget, sementara aksesori sekitar 10 persen dibawah harga pasar. “Kami membeli barang itu dari merchant, bukan merchant membuka toko di situs ini. Selain itu juga ada layanan antar langsung ke pelanggan, pembayaran bisa melalui Pay Pal atau Bank Syariah Mandiri secara internet banking, dan layanan purnajual,” katanya.

Secara terpisah, CEO Multiply.com Peter Pezaris mengungkapkan, terus meningkatkan layanan bagi pelanggan yang bertransaksi dis situsnya dengan memberikan gratis biaya kirim untuk listing produk dengan model “Beli Sekarang”.

“Kami memiliki lebih dari 1 juta produk, sehingga menjadikan Multiply tujuan belanja yang menggiurkan,” katanya.

Diungkapkannya, per awal November 2011, Multiply di Indonesia telah dihuni lebih dari 50.000 penjual yang menawarkan ragam pilihan produk, mulai dari perlengkapan bayi, pakaian, gadget, sepeda, kerajinan tangan hingga jasa profesional. Multiply akan selalu ada penawaran terbaik ketika berbelanja online, interaksi yang akrab antara penjual dan pembeli agar transaksi lebih nyaman, sistem pembayaran yang terintegrasi dan perlindungan pembeli.

Untuk penawaran gratis biaya kirim berlaku bagi transaksi minimal 100 ribu rupiah 0 dan biaya pengiriman maksimal sebesar 100 ribu rupiah per transaksi yang juga sudah mencakup biaya asuransi. Penawaran bebas ongkos kirim ke seluruh Indonesia ini berlaku hingga 29 Februari 2012.

Praktisi telematika Bayu Samudiyo mengatakan, kondisi e-commerce di Indonesia saat ini masih terkendala dalam metode pembayaran. Sedangkan untuk pengembangannya dibutuhkan kolaborasi, harga produk yang ramah kantong, dukungan ekosistem, dan adanya kepercayaan.

“Gadget memang senjata utama untuk memikat pelanggan berbelanja online karena penggunanya umumnya sudah akrab dengan internet. Para pengembang situs ini harus mulai mencipatakan ekosistem yang lebih inovatif untuk mengembangkan jual beli melalui perangkat bergerak,” katanya.[dni]

191111 Maskapai Sebaiknya Berbasis Layanan Terintegrasi

JAKARTA–Maskapai nasional disarankan untuk mulai berfikir memberikan layanan yang terintegrasi bagi para penumpangnya, khususnya pelaku usaha yang mengantongi rute domestik dan internasional agar pengguna jasa semakin nyaman.

“Maskapai harus melihat pelayanan yang komprehensif merupakan basis pengembangan perusahaan. Pelayanan domestik dan internasional dalam satu terminal seperti yang dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Indonesia Air Asia akan memberikan nilai lebih dalam pelayanan. Maskapai lain yang mengantongi rute layaknya dua maskapai itu selayaknya memiliki pola pikir yang sama,” kata Juru Bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan di Jakarta, Kamis (17/11).

Disarankannya, walaupun untuk mewujudkan layanan yang terintegrasi tersebut memerlukan usaha besar terutama dalam investasi, tetapi manfaat yang dirasakan baik oleh penumpang atau pelaku usaha di masa mendatang akan besar baik dari sisi investasi atau kenyamanan.

“Masterplan Bandara Soekarno Hatta sudah ada, begitu juga rencana bandara alternatif di Jabodetabek. Maskapai tinggal menyesuaikan dengan rencana ke depannya,” sarannya.

Berkaitan dengan masalah dikuasainya untuk sementara waktu Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta oleh Indonesia Air Asia (IAA) untuk penerbangan domestik dan internasional, Bambang melihat, kapasitas dari terminal itu masih ada ruang untuk maskapai lain, tinggal kemauannya untuk memanfaatkan.

“Penggunaan Terminal 3 oleh Indonesia Air Asia murni masalah business to business antara Angkasa Pura II dan maskapai itu.Kami sebagai regulator hanya mengatur masalah safety, security dan services. Masalah terminal ingin digunakan oleh maskapai mana, itu kewenangan penuh operrator. Hanya untuk penerbangan internasional diatur harus ada pelayanan custom, imigration and Quarantine (CIQ),” katanya.

Sementara itu, Corporate Secretary Angkasa Pura II RP Hari Cahyono mengungkapkan, mulai pukul 00.00 WIB tanggal 17 November 2011 ini Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, yang sebelumnya hanya melayani penerbangan domestik akan juga melayani penerbangan Internasional.

Pemberlakuan ketentuan ini berdasarkan persetujuan dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara nomor AU/12632/DBU2361/XI/2011 tanggal 10 November 2011. Sebelum persetujuan pengoperasian dikantongi Angkasa Pura II, beberapa tahap kegiatan telah dilakukan mulai dari konstruksi, rekonstruksi, dan verifikasi dimana bertujuan untuk mengetahui level of service atau tingkat pelayanan di Terminal 3, untuk penerbangan domestik dan internasional. Proses verifikasi dilakukan pada tanggal 2 November 2011 oleh Direktorat Angkutan Udara, Direktorat Bandar Udara, Direktorat Keamanan Penerbangan, dan Otoritas Bandara Wilayah I Bandara Soekarno Hatta,

Hal yang diverifikasi adalah fasilitas sisi darat seperti area parkir umum, check-in area, meeting point, area komersial, ruang tunggu, area kedatangan, tempat pengambilan bagasi serta peralatan keselamatan dan keamanan. Berikutnya, Sarana dan prasarana pelayanan kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan (fasilitas kesehatan penumpang dan karantina tumbuhan, hewan, dan ikan). Terakhir, sarana dan prasarana fasilitas utama dan penujang pendukung lainnya seperti toilet, penyejuk ruangan, hand held metal detector, x-ray baggage dan lainnya.

Saat ini, hanya Air Asia dengan 18 penerbangan internasional dan 8 penerbangan domestik per hari yang siap melayani penumpangnya di Terminal 3, namun sudah ada tiga perusahaan penerbangan yang telah menyatakan keinginannya untuk beroperasi di Terminal 3. “Kami pun menyambut baik keinginan tiga perusahaan penerbangan itu. ketiganya adalah Wings Air, Mandala Airlines dan Royal Pacific,” ungkapnya.

Diharapkannya, berpindahnya penerbangan internasional Air Asia dari Terminal 2D ke Terminal 3, maka beban Terminal 2 berkurang dan diharapkan dapat lebih memberikan kenyamanan kepada penumpang di terminal tersebut. Sedangkan Terminal 3 yang mempunyai kapasitas 4 juta penumpang per tahun dan tingkat okupansi sekitar 820 ribu penumpang per tahun, masih mampu menerima tambahan penumpang internasional Air Asia yang rata-rata 4.215 orang per hari.

Secara terpisah, Presiden Direktur Indonesia Air Asia Dharmadi mengatakan, pengintegrasian operasional maskapainya di Terminal 3 akan memungkinkan penumpang untuk melakukan perpindahan dari penerbangan domestik ke internasional, dan sebaliknya, dengan lebih nyaman. Tersedianya fasilitas Fly Thru membuat Jakarta terhubung dengan berbagai destinasi menarik seperti Melbourne, Gold Coast, Chengdu, Hangzhou (Shanghai), Bombay, Christchurch, New Delhi, Seoul, Tokyo, Osaka, Taipei, Paris, dan London.

“Dalam jangka panjang, kami berharap dapat mentransformasi Jakarta menjadi salah satu hub penting dalam lalu lintas penerbangan internasional,” harapnya.

Diungkapkannya, Indonesia Air Asia segera mengoperasikan satu tipe pesawat, yakni Airbus A320, jelang akhir tahun ini. Pada tahun depan akan tiba lima buah pesawat lagi, sehingga AirAsia Indonesia secara total mengoperasikan sebanyak 21 unit Airbus A320. Pada 2012, maskapai peberbangan hemat biaya ini menargetkan untuk menerbangkan sekitar 4 juta penumpang dari hub Jakarta, meningkat sekitar 33 persen dari jumlah tahun ini yaitu sekitar 3 juta penumpang.[dni]