301210 Telkomsel Perkenalkan Purnajual dengan Konsep Store Mobile Lifestyle

JAKARTA—Telkomsel terus memperbaiki kualitas layanannya sebagai  dengan mengenalkan konsep layanan purnajual berkonsep store mobile lifestyle di GraPARI Gandaria City.

Pusat purnajual ini  menempati areal sekitar 1.000 m2 yang dilengkapi dengan showcase dan penjualan produk-produk mobile lifestyle terkini seperti modem Flash, BlackBerry, iPhone, T-Cash, dan lain sebagainya. GraPARI ini juga melayani pelanggan dengan jam buka lebih lama, mengikuti jam operasional mall yakni 10.00 – 21.00 malam untuk hari biasa serta 10.00 – 22.00 untuk akhir pekan.

“Konsep desain GraPARI Gandaria City memang berbeda dengan GraPARI sebelumnya, yang mengedepankan nuansa clean, high-tech, dan friendly. Kami menyediakan area khusus untuk self service, dimana pelanggan bisa mendapat informasi tanpa melalui customer service, serta ruangan khusus penjulalan dan quick service,yang memungkinkan pelanggan mendapat solusi dengan cepat tanpa perlu antri,” ungkap GM Sales & Customer Service Metro Jakarta Daniel Azhari di Jakarta, Senin (29/12).

Diharapkannya, melalui kehadiran  GraPARI itu  pelanggan bisa merasakan pengalaman baru dalam pelayanan. Mulai dari pintu masuk yang dibuat tanpa penutup hingga ke bagian dalam pelayanan yang didukung 19 counter dengan lebih dari 40 orang tenaga berpengalaman. “Ke depan GraPARI Gandaria City ini akan menjadi cikal bakal (concept store) bagi pengembangan GraPARI lainnya,” paparnya.

Diungkapkannya, konsep GraPARI saat ini telah dikembangkan menjadi lebih lengkap yakni store/toko, yang bukan hanya sekedar pelayanan tetapi juga penjualan. “Sering kami temui di lapangan pelanggan yang membeli atau berlanggan SIM card langsung ingin bisa memakainya di handset atau modem barunya, demikian juga sebaliknya orang membeli ponsel/smartphones membutuhkan kartu agar device yang dibeli dapat langsung dipakai, disinilah tempat one stop solution yang tepat, ” ungkapnya.

Menurutnya, konsep mobile lifestyle semacam ini terbukti mendapat respon positif dari pelanggan, sejak diperkenalkan 3 bulan lalu, pengunjung GraPARI Gandaria terus meningkat hingga 3 kali lipat, dimana per harinya bisa mencapai 200 orang. “Hal ini tentunya menjadi sebuah arti tersendiri seiring dengan visi Telkomsel untuk menjadi the best mobile lifestyle provider lewat produk dan layanannya.”

Ditegaskannya, seluruh GraPARI di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bekasi yang telah memperoleh sertifikasi mutu International Organisation for Standardization (ISO) 9001:2008. GraPARI Gandaria juga akan segera memperoleh sertifikasi ini.

“Sertifikasi ISO ini nantinya akan semakin memberikan keuntungan yang dirasakan langsung oleh pelanggan, seperti kecepatan layanan maximal 15 menit, serta First Call Resolution yaitu solusi pada panggilan atau kunjungan pertama pelanggan,” katanya.[dni]

301210 RIM Kecewakan Regulator

JAKARTA–Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengaku kecewa dengan sikap prinsipal BlackBerry, Research In Motion (RIM) yang tidak memenuhi keinginan regulator secara sepenuh hati.

“RIM setengah hati memenuhi keinginan regulator. Pembukaan pusat purna jual memang dipenuhi, tetapi permintaan lainnya jauh panggang dari api,” keluh Ketua BRTI yang juga PLT Dirjen Postel M.Budi Setyawan di Jakarta, (29/12).

Diungkapkannya, permintaan yang belum bisa dipenuhi oleh perusahaan asal Kanada itu berkaitan dengan penyensoran konten porno via akses perangkat BlackBerry, pembayaran Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, dan menggandeng rekanan lokal untuk mendirikan perusahaan di Indonesia.

“Untuk penyensoran konten porno kita berikan waktu satu hingga dua minggu ini menyelesaikan hutangnya. Jika tidak dilakukan ada tindakan tegas. RIM enggan melakukan sensor konten porno karena membutuhkan investasi tambahan, mereka meminta operator yang menjadi rekanan untuk melakukan itu,” katanya.

Sementara untuk penarikan BHP frekuensi, regulator menginginkan RIM dianggap sebagai penyelenggara multimedia berbasis Internet Service Provider (ISP). ” Jika sebagai ISP tentu kewajiban BHP tak bisa dihindari. Sayangnya, RIM ingin memanfaatkan celah sebagai penyelenggara multimedia dengan menyatakan sebagai pemain Sistim Komunikasi Data (Siskomdat) atau server center,” keluhnya.

Dijelaskannya, jika sebagai Siskomdat atau server center, maka RIM lolos dari kewajibannya membayar BHP frekuensi.

“Kewajiban itu dialihkan ke operator yang menjadi rekanan. Bernegosiasi dengan RIM pun masih susah karena kantor yang dibuka di Indonesia hanyalah perwakilan. Padahal, keinginan regulator, perusahaan itu menggandeng mitra lokal untuk membuat perusahaan di Indonesia,” sesalnya.[Dni]

301210 Kemkominfo Optimistis Setoran PNBP Naik 15%

JAKARTA–Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) optimistis setoran Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) pada tahun depan mencapai 11,8059 triliun rupiah atau naik 15 persen dari target  tahun ini sebesar 10,266 triliun rupiah.

“Pada tahun ini kami melebihi target yang ditetapkan. Per 20 November saja sudah didapat PNBP sebesar 11,131 triliun rupiah. Sedangkan anggaran yang dialokasikan untuk tahun ini oleh negara ke instansi ini sekitar 2,8 triliun rupiah,” ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Rabu (29/12).

Diungkapkannya, sumber utama  PNBP datang dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi. Selanjutnya dari  pembuatan sertifikasi, biaya Jasa Telekomunikasi (Jastel), dan kontribusi Universal Service Obligation (USO). Jastel biasanya ditarik satu persen dari pendapatan operasional penyelenggara telekomunikasi. Sedangkan USO sebesar 1,25 persen dari pendapatan kotor operator.

Berkaitan dengan  belum selesainya pembayaran BHP frekuensi milik Smart Telecom sebesar 600 miliar rupiah, restitusi yang dilakukan terhadap Bakrie Telecom sebesar 80 miliar rupiah, atau kekurangan pembayaran dari Telkom dan Mobile-8 diyakini mantan Presiden PKS itu tidak mempengaruhi raihan PNBP pada tahun ini. “Realisasi per 20 November itu sudah menghilangkan setoran dari WTU dan Internux sebagai pemenang tender Broadband Wireless Access (BWA) yang dicabut lisensinya,” jelasnya.

Ditegaskannya, walau mulai tahun depan BHP frekuensi  berbasis pita dilaksanakan tetapi tidak akan mempengaruhi besaran PNBP karena pemasukan akan datang dari hasil refarming frekuensi milik penyiaran.

BHP berbasis pita adalah penarikan frekuensi berdasarkan lebar pita yang dimiliki pelaku usaha. Sebelumnya penarikan berbasis izin stasiun radio (ISR).

“Implementasi TV digital akan memberikan lowong frekuensi. Nanti akan diprioritaskan untuk sektor telekomunikasi. Selain itu ada satu ijin TV digital yang dikeluarkan. Jadi pemasukan tetap besar,” katanya.

Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Santosa meminta  peraturan BHP berbasis pita harus diikuti oleh penghapusan berbagai pungutan bagi operator sehingga akan lebih efisien dalam  mengembangkan jaringan untuk memperbaiki kualitas.

Sedangkan Pendiri Center for Indonesia Telecommunications Regulation Study (Citrus)  Asmiyati Rasyid meminta masa transisi diperpendek menjadi dua tahun  karena beberapa operator sudah menguasai frekuensi sejak lama tanpa ada niat membangun.

“Harusnya ada ketegasan dari pemerintah untuk operator yang telah lama mengangkangi frekuensi seperti Axis atau Tri. Jika alasan terbatas dana,  rasanya tidak masuk akal karena keduanya mengajukan tambahan frekuensi untuk 3G,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan BHP pita di masa depan berpotensi menurunkan setoran PNBP bagi pemerintah karena para pembayar terbesar seperti Telkomsel akan turun pungutannya. “Adanya  masa transisi ini memperlihatkan operator besar menjadi penopang operator kecil. Jika mau kompetisi yang adil, BHP pita langsung diterapkan tanpa ada masa transisi,” ketusnya.[dni]

301210 Datar Tanpa Kejutan

Tahun 2010 segera ditutup.  Sejumlah asa sudah disiapkan oleh pemangku kepentingan di industri telekomunikasi  untuk dijemput pada 2011.

Sektor  telekomunikasi sendiri selama tahun ini bisa dikatakan tidak mengalami kejutan alias berjalan datar. Simaklah kinerja dari operator telekomunikasi. Pertumbuhan pendapatan masih terjadi di bawah tekanan semakin tingginya penetrasi Sim Card yang sudah mencapai 80 persen dari populasi penduduk.

Masih tumbuhnya industri telekomunikasi sudah diperkirakan oleh banyak pihak seperti jasa data yang mulai berbicara banyak dalam menyumbang omset  operator. Umumnya untuk  operator dengan pelanggan di atas 10 juta nomor maka pertumbuhan omset dari jasa datanya mencapai 100 persen.

Semakin jelasnya bentuk model bisnis dari jasa data  menjadikan sejumlah operator bersemangat untuk menguji coba teknologi 4G yakni Long Term Evolution (LTE). Sayangnya, operator Wimax yang sudah mengantongi lisensi justru molor menggelar layanan karena sibuk tarik menarik standar dengan regulator.

Kondisi ini pun sudah diprediksi banyak kalangan mengingat harapan munculnya ketegasan dari  regulator untuk bersikap tentang standar yang akan dijalankan  seperti jauh panggang dari api.

ketidaktegasan dari regulator juga menjadikan kualitas layanan hanya sekadar pemanis di industri. Lihatlah kasus potong pulsa nada sambung pribadi kala Piala Dunia lalu, salah penagihan layanan data, dan terakhir meninggalnya seorang pelanggan di Menado karena tidak puas dengan cara melayani dari petugas purna jual. Semua peristiwa ini terjadi dengan operator paling Indonesia, Telkomsel.

Regulator hanya mampu beriak di tepian menghadapi semua  kejadian tersebut dengan sibuk berkomentar di media tanpa ada tindakan yang tegas. Pekerjaan rumah tentunya makin berat tahun depan bagi regulator jika taringnya tidak muncul membereskan kualitas layanan mengingat  biaya interkoneksi kembali dikoreksi yang berujung tarif semakin murah.

Peran regulator sendiri selama setahun ini bisa dikatakan datar tanpa ada gelombang kejutan. Jika pun ada gempa-gempa kecil yang dibuat oleh regulator, tidak berpotensi hadirnya tsunami bagi industri.

Keluarnya  Peraturan Menteri (PM) No. 01/2010 tentang Penyelenggaraan Jaringan  Telekomunikasi pada 25 Januari lalu ternyata hanya menarik minat  PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengajukan lisensi seluler pada Mei.

Begitu juga dengan ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekeunsi berbasis pita yang tidak membawa perubahan bagi industri dalam jangka pendek.

Pasalnya, masa transisi yang diberikan masih menjadikan Telkom grup sebagai pemasok besar sumbangan bagi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sementara pelaku usaha lain yang menguasai frekuensi nyaris sama banyaknya masih nyaman dengan membayar ala kadarnya.

Dalam pembangunan infrastruktur pun regulator selama setahun ini tidak berhasil menstimulus hadirnya  satu proyek yang fenomenal. Bahkan lanjutan dari proyek Palapa Ring II  tidak terdengar lagi gaungnya.
Konsep ICT Fund yang telah diapungkan sejak tahun lalu seperti ditelan bumi. Padahal, pelaku usaha sangat berharap ICT Fund bisa menjadi penggerak hadirnya backbone di area kering secara komersial.

Pada 2011 banyak analis memprediksi pertumbuhan pelanggan dan pendapatan dari industri telekomunikasi tak lebih dari 9 persen. Artinya, sinyal  masa saturasi di Indonesia mulai terlihat.

Pemain kecil seperti Smart Telecom dan Mobile-8 telah mengantisipasi dengan melakukan konsolidasi. Berikutnya menyusul Flexi dengan Esia. Peran regulator  yang lebih agresif dan tegas sangat dibutuhkan agar  industri bergairah menjemput asa. Semoga [dni]

301210 Lonjakan Trafik Akhir Tahun Jasa Data Semakin Diminati

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengeluarkan hasil monitoring  lonjakan trafik  menyambut  Natal 2010 belum lama ini. Hasil pantauan menegaskan semakin diminatinya jasa data oleh pelanggan. Hal itu terbukti dengan adanya kenaikan penggunaan jasa itu  sebesar 10-12 persen.

“Hampir sebagian besar operator telekomunikasi mencatat kenaikan trafik secara beragam. Khususnya pada tanggal 25 Desember 2010, komunikasi data  naik  berkisar antara 10 hingga 12 persen,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo  Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya,  trafik percakapan (voice) dibandingkan rata-rata di hari-hari biasa mencatat kenaikan antara 5 dan 8 persen. Sedangkan pengiriman SMS lonjakannya berkisar 7 dan 9 persen dibandingkan  hari biasa.

Untuk konsentrasi penggunaan layanan suara dan pengiriman SMS tertinggi secara umum tercatat di wilayah Jabodetabek, kemudian dari dan ke arah sebagian Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, Papua, Irian Jaya Barat, dan NTT.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, kala Natal lalu lonjakan tajam terjadi untuk layanan Multimedia Messages Services (MMS) yang mencapai 1.150 ribu MMS atau naik 83 persen dibandingkan hari biasa. “Kenaikan lainnya terjadi di SMS yakni 817 juta pesan pendek atau naik 7 persen dibandingkan hari biasa sebesar 763 juta SMS dari sekitar 94 juta pelanggan,” ungkapnya di Jakarta, belum lama ini.

Sementara untuk jasa akses data hanya sebesar 57 terra bytes atau turun 9 persen dibandingkan hari biasa 63 terra bytes. Jasa suara juga mengalami penurunan 3 persen dibandingkan hari biasa yakni dari 960 juta menit menjadi 931 juta menit.

Head of Corporate Communication  XL Axiata Febriati Nadira,, mengungkapkan, terjadi lonjakan trafik percakapan dan SMS  pada hari H Natal dari 40 juta pelangganya. “Trafik percakapan naik 6 persen menjadi 635 juta menit, SMS naik 7 persen (695 juta SMS) dan data  naik 11 persen menjadi 18,9 terrabytes per hari dibandingkan hari biasa,” paparnya.

Group Head Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengatakan, jika dibandingkan dengan trafik periode sama tahun lalu di kala natal, untuk trafik SMS  terdapat  647.44 juta SMS atau naik  265.02 persen.  Untuk  suara  mengalami kenaikan menjadi sekitar 5.59 Juta Erlang (335 Juta Minutes Production), atau  121.46 persen. Sedangkan trafik data tertinggi terjadi pada H-1 menjelang Hari Natal sekitar 21.69 Terabyte atau naik 7% dibandingkan trafik pada hari yang sama tahun lalu

“Pengiriman SMS, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Jawa Timur dan Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampapua). Sedangkan untuk suara di Sumatera bagian Selatan, disusul kemudian dengan Jabotabek, Banten serta  Jawa Timur,” katanya.

Sementara Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2) Indar Atmanto mengungkapkan, trafik akses broadband selama Natal lalu relatif  stabil alias sama dengan hari biasa yakni sekitar 10 Terra byte.  “Saya rasa relative stabilnya akses data dari IM2 karena masa libur banyak dimanfaatkan untuk mengunjungi tempat wisata. Kalau di tempat serpti itu biasanya perangkat yang digunakan mengakses data adalah ponsel,” jelasnya.

Persiapan Akhir Tahun
VP Network Operation XL Robert Dedi Purwanto memperkirakan, untuk trafik menyambut datangnya pergantian tahun nanti terjadinya kenaikan  penggunaan  suara dan SMS  sebesar 20-30 persen.

“Kami perkirakan akan naik sebesar 20-30 persen karena adanya pengiriman ucapan selamat dari pelanggan ke kerabatnya. Tetapi itu tidak akan terjadi di semua area. Biasanya yang tinggi di Jabodetabek atau Bali,” ungkapnya.

Dijelaskannya, untuk mengantisipasi kenaikan trafik, perseroan sudah menyiapkan 21.623 BTS dan serat optik di sepanjang Pulau Jawa yang tersambung melalui kabel bawah laut ke Pulau Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.

XL sendiri dengan infrastruktur yang tersedia memiliki kapasitas melayani jasa suara sebesar 940 juta menit per hari. Sedangkan jasa SMS  bisa terlayani 59 ribu SMS per detik atau 650 juta SMS per hari. Terakhir, untuk data kapasitas yang dimiliki sebesar 173 terabyte.

“Kapasitas untuk suara baru terpakai 60 persen, sementara SMS sekitar 40 persen, dan jasa data hanya 10 persen. Adanya lonjakan masih di ruang yang bisa terlayani,” jelasnya.

Sedangkan Sarwoto memperkirakan, untuk jasa suara di kala pergantian tahun baru akan terjadi peningkatan sebesar 10-15 persen dibandingkan hari biasa yang hanya 960 juta menit. Untuk SMS naik 130-140 persen dari hari biasa dengan 763 juta SMS dan data di hari biasa menghantarkan 63 Terra bytes naik 30-40 persen.

“Kami telah menyiapkan  berbagai elemen jaringan untuk memberikan kenyamanan berkomunikasi bagi seluruh pelanggan sepanjang musim liburan Natal dan Tahun Baru.
Salah satunya adalah  meningkatkan kapasitas menjadi 80.000 SMS perdetik,” katanya.

Executive General Manager Divisi Telkom Flexi Triana Mulyatsa,  mengungkapkan,  untuk kebutuhan akses ke dunia maya bagi 16,8 juta penggunanya  disediakan 5  koneksi gerbang Internet di Medan, Jakarta, Semarang, Surabaya dan  Banjarmasin dengan total kapasitas bandwidth sebesar 3,2 Gbps.

“Animo  masyarakat untuk menggunakan layanan data Telkom Flexi, khususnya FlexiNet, cukup besar khususnya pada hari libur dan periode Natal  2010 dan menjelang tahun baru 2011. Hal itu terlihat dari kenaikan  trafik sekitar 2 Mbps setiap harinya. Saat ini pengguna aktif layanan FlexiNet sekitar 400 ribu pengguna,” ungkapnya.

Sementara Djarot menjelaskan, persiapan  yang dilakukan saat pergantian tahun nanti adalah  meningkatkan kapasitas jaringan, optimalisasi jaringan di Jabotabek dan berbagai kota lainnya dengan fokus pada wilayah-wilayah wisata dan pusat perayaan tahun baru, penerapann  Single Network Operation Center yang baru, serta pengoperasian Command Center untuk pemantauan kondisi jaringan secara terintegrasi.

“Indosat telah meningkatkan kapasitas suara 17 persen  dibandingkan dengan Tahun Baru  tahun lalu. Sementara untuk kapasitas SMS ditingkatkan sebesar 100 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk data memiliki kapasitas 17,1 Gbps yang mampu menyediakan volume data kurang lebih 100 Terabyte/hari,” katanya.

Gatot mengingatkan, Kominfo  tetap melakukan monitoring dan bersikap responsif seandainya terdapat pengaduan laporan buruknya layanan telekomunikasi kala pergantian tahun baru nanti.

” Tujuannya untuk mendorong operator  mempertahankan kualitas layanan dan meminimalisasi kemungkinan buruknya kualitas layanan serta apalagi terjadinya drop call cukup lama yang dapat mengganggu kenikmatan para pengguna layanan telekomunikasi. Kominfo tidak ingin kemeriahan perayaan Tahun Baru  terpaksa mengalami gangguan layanan telekomunikasi yang kecil sekalipun,” tegasnya.[dni]

301210 RAL Disarankan Usulkan Rute Baru

JAKARTA—Kementerian Perhubungan menyarankan maskapai Riau Airlines (RAL)
segera mengusulkan rute-rute baru yang akan dijalankannya jika ingin beroperasi kembali.

“Pemerintah tidak akan memberikan izin rute bila RAL tidak mengusulkan izin rute. Sampai sekarang saya belum terima usulan rute baru. Bagaimana izin rutenya dikasih, kalau RAL-nya juga belum mengusulkan,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti Singayudha Gumay  di Jakarta, Rabu (29/12).

Dijelaskannya, izin rute akan diberikan oleh Kemenhub sepanjang usulannya tersebut memenuhi persayaratan yang ada. Sebagai contohnya, bila mengoperasikan pesawat besar, maka rute yang diusulkan harus bandara dengan runway panjang.

Selain itu, Kemenhub akan memberikan izin rute sepanjang load factor maskapai lain yang memiliki rute sama memiliki load factor (tingkat penumpang) sebanyak minimal 70 persen. “Untuk memberikan izin rute tidak butuh waktu lama, paling lama seminggu juga selesai. Itu kalau memenuhi syarat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Yurlis Hasibuan menyatakan, meskipun RAL telah melakukan proving flight dengan pesawat Boeing 737-500, namun maskapai itu harus melakukan kontrak pesawat cadangan dengan maskapai lain.

Diungkapkannya, pesawat yang dioperasikan maskapai itu cuma satu unit saja. “Pemerintah memaklumi kondisi RAL. Namun demi keselamatan, RAL juga harus mengontrak satu pesawat untuk pesawat cadangan, bila dibutuhkan pesawat tersebut bisa dijadikan pengganti,” tuturnya.

Mengenai kontrak pesawat cadangan, jelasnya, pesawat itu tidak mesti standby di satu tempat atau tidak dioperasikan untuk cadangan pesawat RAL, namun maskapai yang dikontrak bisa setiap saat mendatangkan pesawat bila dibutuhkan.

Sebelumnya, RAL telah mengajukan izin rute kepada Kemenhub. Namun izin tersebut dicabut karena hingga sebulan izin tersebut diberikan, RAL tidak bisa merealisasikan operasi penerbangan rute tersebut. Rute itu antara lain ke dari Pekan baru ke Malaka, Medan, Batam dan Tanjungpinang.

Masalah RAL mengemuka sejak dua bulan lalu  dimana Aero Century Corps (ACY) sebagai perusahaan yang menyewakan dua pesawat Fokker 50 menagih RAL untuk segera melunasi tunggakan pembayaran sewa pesawatnya. Diperkirakan  RAL memiliki utang sebesar  1,9 juta dollar AS kepada ACY. Utang tersebut meliputi biaya sewa pesawat, biaya perawatan dan bunga utang.[dni]

291210 Kemhub Ajukan 3 Maskapai Carter Ke Uni Eropa

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemhub) mengajukan tiga maskapai carter (sewa) ke Uni Eropa untuk dicabut izin larangan terbangnya ke benua biru itu pada April 2011.
“Kami mengajukan tiga maskapai carter kali ini. Tiga maskapai dipilih karena menyatakan diri sudah siap untuk diajukan ke Uni Eropa,” ungkap Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kemhub Yurlis Hasibuan di Jakarta, Selasa (28/12).
Diungkapkannya, tiga maskapai  yang diajukan adalah Cardig Air, National Utility Helicopters, Dan Travira Air. “Maskapai carter memiliki kepentingan untuk dicabut larangan terbang oleh Uni Eropa karena banyak mengangkut tenaga kerja asing. Adanya kebijakan larangan terbang itu membuat para tenaga kerja asing menggunakan maskapai asing sehingga ada potensi pendapatan yang hilang bagi pemain lokal,” jelasnya.
Sedangkan untuk maskapai berjadwal, Yurlis menegaskan, sudah ditawari untuk diajukan ke Uni Eropa agar bisa dicabut pada siding April 2011, tetapi belum ada yang bersedia dimasukkan dalam daftar pemerintah. “Kami harus menanyakan dulu kesiapan maskapai berjadwal untuk ikut program terbang ke Eropa. Semuanya menyatakan ingin memperbaiki diri dulu untuk memenuhi semua persyaratan. Tidak mungkin kami ajukan kalau maskapainya belum siap,” katanya.
Berkaitan dengan konsep pengajuan yang kembali menggunakan pola lama dimana daftar maskapai yang diajukan secara bergelombang tidak pencabutan secara keseluruhan, Yurlis mengatakan, Uni Eropa tidak bersedia pencabutan dilakukan dengan cara keseluruhan. “Kita sudah konsultasi dan mekanisme yang diinginkannya seperti ini. Kita ajukan daftar maskapai yang siap untuk dicabut larangan terbangnya,” katanya.
Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti S. Gumay mendesak,  pola pencabutan larangan terbang yang dilakukan oleh Uni Eropa  untuk Indonesia diubah demi menjunjung azas kesetaraan dalam dunia penerbangan.
“Kita tidak mau lagi pencabutan larangan terbang itu melihat per masakapai. UE sebaiknya melihat sistem yang dikembangkan oleh Kementrian Perhubungan (Kemhub) dalam memenuhi catatan International Civil Aviation Organization (ICAO),” tegas Herry.
Alasannya,  pemerintah Indonesia sudah memenuhi 100 persen catatan dari ICAO yang harus dijalankan oleh regulator penerbangan. “Pada posisi lalu 80 persen dari temuan ICAO itu sidah dipenuhi. Sekarang sudah 100 persen,” katanya.
Menurutnya, jika UE bisa melihat secara obyektif sistem yang telah dijalankan oleh regulator Indonesia, maka untuk masuk ke satu negara Eropa, maskapai lokal cukup melakukan perizinan secara langsung. “Ini tentu membuat tidak ada perbedaan perlakuan. Soalnya pola ini yang lazim dilakukan di dunia penerbangan internasional,” katanya.
Berdasarkan catatan, pada 2009 empat maskapai Indonesia dicabut larangan terbangnya ke UE. Keempat maskapai itu adalah Garuda Indonesia, Mandala Airlines, Premi Air, dan Airfast. Pada tahun ini dua maskapai lokal menyusul yakni Batavia Air dan Indonesia Air Asia (IAA).[dni]

281210 Telkomsel Bidik 1 juta Pengguna BlackBerry

JAKARTA—Telkomsel menargetkan pada akhir tahun nanti jumlah pengguna BlackBerry di jaringannya mencapai satu juta pelanggan melalui  dua bundling andalan terbaru, yakni varian BlackBerry Torch dan Onyx 2.

“Kami sangat optimistis dalam waktu dekat mampu melayani 1 juta pelanggan dengan tetap mengedepankan kualitas layanan dengan harga yang semakin terjangkau,” kata VP Channel Management Telkomsel Gideon Edie Purnomo di Jakarta, akhir pekan lalu.

Diungkapkannya, saat  ini ada 960.000 pelanggan BlackBerry yang menggunakan akses jaringan data selulernya.

Dalam upaya memperluas penyebaran titik layanan BlackBerry, Telkomsel pun menggandeng Comtech, distributor resmi smartphone BlackBerry yang mempunyai jaringan layanan purna jual BlackBerry Authorized Customer Care Center di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

“Titik-titik layanan tersebut berlokasi di wilayah strategis, yakni di gerai OkeShop yang merupakan mitra ritel Comtech,” kata Gideon.

Telkomsel dan OkeShop pun menggelar BlackBerry Christmas Year End Sale pada tanggal 24-26 Desember 2010 di Mall Taman Anggrek, Jakarta. Disediakan berbagai varian paket bundling BlackBerry, termasuk dua produk BlackBerry White Edition terbaru, yakni BlackBerry Torch 9800 seharga  6.099 juta rupiah  dan BlackBerry Bold 9780 sekitar  4.999 juta rupiah.

Bagi pemegang kartu kredit Citibank, BCA, Mandiri, BNI, HSBC, Mega, dan UOB bisa memperoleh cicilan 0 persen  selama enam hingga 12 bulan untuk pembelian paket bundling BlackBerry Telkomsel apa pun. Sementara, pemegang kartu kredit Citibank, BCA, BNI, HSBC, dan UOB juga bisa melakukan penukaran poin untuk mendapatkan diskon spesial 25  hingga 100 persen.

Pada event tersebut Telkomsel juga menyediakan layanan trade in, di mana pelanggan bisa menukarkan smartphone BlackBerry yang lama dengan model terbaru. BlackBerry lama dihargai mulai dari 400 ribu  hingga  2.7 juta rupiah  tergantung dari tipe, kondisi fisik, dan kelengkapan syarat garansi.[dni]

281210 PP BHP Pita : Dorongan untuk Optimalisasi Frekuensi

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pada pertengahan Desember ini mendapatkan kado istimewa. Kado itu adalah ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) tentang Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi Berbasis Pita oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Regulasi ini sudah ditunggu lama oleh Kemkominfo sebagai pengganti pola perhitungan penggunaan frekuensi berbasis Izin Stasiun Radio (ISR) yang dianggap memberatkan industri serta memicu  tidak optimalnya  pemanfaatan  sumber daya alam terbatas itu.

BHP  berdasarkan  ISR adalah besaran pungutan  tergantung kepada jumlah pemancar stasiun radio, sedangkan BHP berbasis pita adalah penarikan biaya frekuensi  berdasarkan lebar pita (bandwidth).

“Penerapan BHP Pita sudah bisa dilakukan untuk pungutan 2010 karena efektif berlaku pada 15 Desember lalu. Pola pungutan ini berlaku  bagi operator seluler dan Fixed Wireless Access (FWA).
Ke depan juga akan berlaku bagi penguasa frekuensi lainnya yang menggunakan secara eksklusif dan memiliki nilai strategis seperti penyiaran dan TV digital,” ungkap Direktur Pengelolaan Spektrum Frekuensi Radio Kementerian KemKominfo  Tulus Rahardjo di Jakarta, belum lama ini.

Diungkapkannya, hadirnya BHP pita akan memudahkan operator dalam menambah  base transceiver station (BTS) karena tidak perlu lagi mengeluarkan dana setiap penambahan satu site. “Secara administrasi tim Balai Monitoring akan dimudahkan. Ini juga mendorong  ekspansi karena operator akan rugi bila menguasai frekuensi besar tetapi tidak membangun mengingat pungutan yang dikenakan sama,” katanya.

Dijelaskannya, cara penghitungan dari BHP pita untuk setiap operator adalah dengan menjadikan  pungutan frekuensi selama 2009 sebagai referensi ditambah dengan harga dasar frekuensi 3G (Rp 160 miliar). Setelah angkanya di dapat, akan ada penambahan  dengan melihat index konsumen dan populasi yang diasumsikan naik sebesar dua persen setiap tahun.  Sedangkan bagi pemilik frekuensi 900 Mhz ada beberapa tambahan mengingat alokasi yang dimiliki lebih strategis.

“Tetapi besaran BHP pita secara ideal itu baru terjadi lima tahun ke depan. Selama lima tahun ini ada masa transisi yang dilakukan mengingat belum semua operator menjangkau area nasional. Selain itu, kita  ingin  menjaga capaian target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP),” jelasnya.

Dikatakannya, dalam masa transisi ini operator membayar secara gradual setiap tahunnya agar mencapai angka ideal sesuai rumusan BHP pita. Misal, untuk pembayaran 2010 rumusannya BHP 2009 + 20% (BHP 2014-BHP 2009). Sedangkan untuk tahun 2011 besaran berubah menjadi  40 persen, 60 persen (2012), dan 80 persen (2013).

Ditegaskannya,  regulasi baru ini tidak akan mengubah tarif ritel ke masyarakat mengingat pemerintah akan menyesuaikan nilai yang menjadi pendapatan negara dan nilai dari pengelolaan sumber daya itu, termasuk nilai yang dibebankan ke masyarakat. “Perhitungan BHP berdasarkan lebar pita akan dievaluasi per tahun sesuai dengan perubahan nilai tukar rupiah dan hitungan ekonomis lainnya, termasuk zonasi,” jelasnya.

Menolong
Presiden Direktur  XL Axiata Hasnul Suhaimi mengakui penerapan BHP berbasis pita menolong beban operasi dari operator yang berniat mengoptimalkan frekuensi. “Bagi XL ini sangat membantu perluasan atau peningkatan kapasitas jaringan. Jika berbasis ISR kita harus hitung biaya setiap BTS, sekarang kalau mau bangun tidak perlu repot kalkulasi. Kami pastikan tahun depan agresif mengembangkan jaringan dengan membangun 1.500- 2.000 BTS,” tegasnya.

Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E Marinto menambahkan, regulasi baru itu  sangat membantu dalam upaya penyehatan industri khususnya bagi operator yang berkeinginan untuk memperluas dan menambah kapasitas jaringannya sehingga  akan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada pelanggan.

“Kami akui dalam masa transisi ini beban Telkomsel tidak berkurang secara siginifikan. Tetapi ini adalah jalan keluar terbaik untuk mengatasi kecemburuan dari pelaku usaha yang merasa membayar kebanyakan atau kurang untuk frekuensi yang digunakan,” katanya.

Head Of Corprate Communication Telkom Eddy Kurnia mengakui dibutuhkan masa transisi untuk  penyesuaian kemampuan antara operator  besar dan kecil.  “Prinsipnya mencari keseimbangan sehingga perlakuannya menjadi adil. Selain itu secara Telkom grup, kami selalu melihat ada peluang,” jelasnya.

Sementara Head of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengatakan, bisa mengambil keuntungan dari masa transisi karena nilai yang dibayarkan oleh perseroan menjadi lebih rendah. “Kami pun bisa mengembangkan teknologi netral sejauh tidak adanya interferensi. Jasa FWA seperti StarOne akan lebih digenjot pembangunannya,” tuturnya.

Direktur  Korporasi Bakrie Telecom Rakhmat Junaidi mengingatkan, walaupun pungutan frekuensi telah berbasis pita, tetapi untuk tahun depan ekspansi jaringan masih melihat perkembangan ekonomi.

Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Dian Siswarini menegaskan,  penerapan BHP frekuensi  berbasis pita  memberikan kepastian tentang biaya yang harus ditanggung oleh operator. “Skema ini menuntut operator  memanfaatkan spektrum frekuensi seefisien mungkin. Sedangkan dampak terhadap keuangan tidak langsung terasa karena adanya masa transisi selama beberapa tahun,” katanya.

Ketua Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Setyanto P Santosa meminta  peraturan baru ini diikuti oleh penghapusan berbagai pungutan bagi operator sehingga akan lebih efisien dalam  mengembangkan jaringan untuk memperbaiki kualitas.

Sedangkan Pendiri Center for Indonesia Telecommunications Regulation Study (Citrus)  Asmiyati Rasyid meminta masa transisi diperpendek menjadi dua tahun  karena beberapa operator sudah menguasai frekuensi sejak lama tanpa ada niat membangun. “Harusnya ada ketegasan dari pemerintah untuk operator yang telah lama mengangkangi frekuensi seperti Axis atau Tri. Jika alasan terbatas dana,  rasanya tidak masuk akal karena keduanya mengajukan tambahan frekuensi untuk 3G,” tegasnya.

Menurutnya, penerapan BHP pita di masa depan berpotensi menurunkan setoran PNBP bagi pemerintah karena para pembayar terbesar seperti Telkomsel akan turun pungutannya. “Adanya  masa transisi ini memperlihatkan operator besar menjadi penopang operator kecil. Jika mau kompetisi yang adil, BHP pita langsung diterapkan tanpa ada masa transisi,” ketusnya.[dni]

281210 Layanan Data Semakin Diminati

JAKARTA—Layanan data semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Hal itu terlihat dari pantauan trafik dalam menyambut hari Natal 2010 dimana  operator telekomunikasi mengalami kenaikan penggunaan jasa data sebesar 10-12 persen.

“Hampir sebagian besar operator telekomunikasi mencatat kenaikan trafik secara beragam. Khususnya pada tanggal 25 Desember 2010, komunikasi data  naik  berkisar antara 10 hingga 12 persen,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo  Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Senin (27/12).

Diungkapkannya,  trafik percakapan (voice) dibandingkan rata-rata di hari-hari biasa mencatat kenaikan antara 5 dan 8 persen. Sedangkan pengiriman SMS lonjakannya berkisar 7 dan 9 persen dibandingkan  hari biasa.

Untuk konsentrasi penggunaan layanan suara dan pengiriman SMS tertinggi secara umum tercatat di wilayah Jabodetabek, kemudian dari dan ke arah sebagian Jawa, Sumatera Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan, sebagian Maluku, Papua, Irian Jaya Barat, dan NTT.

Vice President Network & Service Quality Telkomsel Anky A. Priyagung,  mengakui,  pada libur dan perayaan Natal tahun ini terjadi peningkatan lonjakan trafik data sampai sekitar 5 persen dibandingkan hari-hari biasa. “Kami mencatat kenaikan lonjakan trafik data sekitar 5 persen  yang paling banyak dikontribusi dari layanan BlackBerry,” ujarnya.

Menurut Anky, lonjakan trafik komunikasi seperti percakapan (voice) dan SMS tidak terlalu besar dan cenderung seperti lonjakan pada akhir pekan biasanya.

Head of Corporate Communication  XL Axiata Febriati Nadira,, mengungkapkan, terjadi lonjakan trafik percakapan dan SMS  pada hari H Natal. “Trafik percakapan naik 6 persen menjadi 635 juta menit, SMS naik 7 persen (695 juta SMS) dan data  naik 11 persen menjadi 18,9 terrabytes per hari dibandingkan hari biasa,” paparnya.

Executive General Manager Divisi Telkom Flexi Triana Mulyatsa,  mengungkapkan,  animo masyarakat untuk menggunakan layanan data  FlexiNet cukup besar. “Khususnya pada hari libur dan periode Natal  2010 dan menjelang Tahun Baru 2011. Ini terlihat dari kenaikan trafik sekitar 2  Mbps setiap harinya,” ujarnya.[dni]