280711 Memanfaatkan Momentum Ramadan


Indonesia berdasarkan sensus penduduk 2000 memiliki 85,2 persen penduduk muslim, dan kala sensus 2010 dinyatakan dihuni 237,5 juta jiwa. Dengan asumsi komposisi agama penduduk Indonesia saat ini tidak berubah dibandingkan 2000, Indonesia masih merupakan negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia yaitu 202,4 juta jiwa.
Jika dilihat secara peluang ekonomi, datangnya bulan suci Ramadan selalu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha. Pasalnya, di bulan ini  tidak hanya  umat Islam menjadikan Ramadan  sebagai latihan untuk meningkatkan iman. Bagi pelaku usaha, seperti  operator telekomunikasi, momentum Ramadan dijadikan ajang untuk mencari “berkah” meningkatkan pendapatan.
Biasanya bulan Ramadan berkontribusi hingga   30 persen dari pendapatan satu tahun sebuah operator telekomunikasi. Setelah bulan Ramadan, masa-masa indah bagi operator adalah  Natal dan Tahun Baru yang menyumbang 20 persen bagi total pendapatan, serta liburan sekolah 15 persen, sisanya operator berharap dari hari-hari biasa.
Sejauh ini sudah ada beberapa  operator yang meluncurkan layanan khusus menyambut Ramadan. Telkom grup menyiapkan berbagai program dan konten menarik yang sejalan dengan semangat bulan Ramadhan.  Misalnya, konten   Sahabat Hati Ramadhan 1432H  yang   menyajikan cuplikan ayat suci Al Quran, hadist-hadist pilihan, tausiah, doa Ramadhan, Infaq dan FlexiTone.
Ada juga Speedy Home Monitoring yang memungkinkan pengguna akses internet Speedy bisa memonitor kondisi rumah yang ditinggalkannya dengan fasilitas  .
Pelanggan Telkomsel juga  dapat memperoleh berbagai paket konten Ramadhan, antara lain akses petasiaga.telkomsel.com, mengakses konten-konten bernuansa Islami melalui akses *123#.
Pilihan layanan ini terdiri dari Registrasi Mudik, Tausiah dan Doa, Nada Sambung Pribadi (NSP) berhadiah, Berkah Bulan Ramadhan, Muslim Siaga *123#  dan Bubbly Celeb.
Operator besar yang siap meladeni aksi Telkom grup adalah XL Axiata  (XL) yang  menawarkan  promo tarif murah   prabayar dan pasca Bayar untuk menelpon,  SMS, internet murah, dan  berbagai konten inovatif serta Islami.
Untuk promo prabayar  XL mengeluarkan kartu perdana baru yakni   XL Ampuh yang menawarkan gratis 200 menit menelpon ke sesama XL dan gratis 500 SMS ke semua  operator setelah melakukan penggunaan dalam jumlah tertentu dan berlaku 24 jam.
Pemain medioker seperti Axis pun tak ketinggalan. Operator ini malah curi start sebelum pemain besar mulai berpromosi untuk program Ramadan pada awal bulan ini    “Berkah Blak-Blakan” AXIS.
Pada progam ini Axis menawarkan  gratis menelpon sahur  ke semua Axis, gratis SMS sahur ke semua operator, dan gratis  Facebook sepuasnya. Semuanya berlaku setiap hari dari jam 24.00 – 06.00 pagi, masing-masing setelah pemakaian 300 rupiah. Selain itu, Axis   menawarkan tarif paling hemat untuk menelpon ke semua operator lain hanya dengan 390 rupiah per menit.
Axis juga   menawarkan kesempatan bagi pelanggannya untuk menikmati tarif yang paling terjangkau dan layanan VoIP (Voice over Internet Protocol) bekualitas dibanderol 87 rupiah menit ke Kanada,  Singapura (Rp175/per menit),   Hong Kong (Rp250/menit), dan   Brunei  (Rp777/menit).
Sedangkan untuk data bagi pelanggan kala di luar negeri dibanderol   49 rupiah per kb di Australia, Bahrain, India, Israel, Kuwait, Malaysia, Selandia Baru, Oman, Singapura, Afrika Selatan, Srilangka, Thailand, Turki, dan Amerika Serikat.
Moderat
VP Marketing Integration and Customer Experience XL Asni Juita mengungkapkan, perseroan menetapkan target moderat pada Ramadan kali ini karena kompetisi kian ketat.
“Biasanya selama Ramadan itu terjadi peningkatan penjualan 30 persen dari eksisting pelanggan yang ada. Kali ini dipatok target moderat yakni mendapatkan pelanggan baru sebesar  20 persen dari eksisting pelanggan sebesar 39,3 juta nomor atau lima sampai enam juta nomor baru ,” ungkapnya.
Direktur Marketing XL Joy Wahjudi mengharapkan tidak terjadi perang tarif  selama Ramadan walau  perseroan mengeluarkan program promosi. ”Kami hanya mengemas lebih atraktif kartu perdana dan bonus di modifikasi menjadi 24 jam. Kita harapkan kompetitor tidak panik dan langsung main hantam dengan banting harga,” katanya.
Sementara Direktur Penjualan Axis Syakieb A Sungkar memasang target optimistik selama Ramadan ini dengan terjadi kenaikan penjualan 100 persen dibanding bulan biasa. ”Biasanya kami bisa mendapatkan penjualan sekitar satu juta nomor, kita harapkan bisa naik dua kali lipat,” katanya.
Sedangkan Manager Brand Kartu simPATI Tengku Ferdi Febrian mengungkapkan, perseroan tengah menggodok tarif khusus selama Ramadan.
”Kami sengaja tidak buru-buru mengeluarkan tarif khusus Ramadan seperti tahun sebelumnya karena khawatir ditiru dan dimodifikasi oleh pesaing.   Produk simPATI jika mengeluarkan promo tidak pernah untuk jangka pendek, biasanya  fighting brand di Telkomsel itu adalah Kartu As,” jelasnya.
Pada kesempatan lain, pengamat telekomunikasi Guntur S Siboro mengungkapkan, kenaikan penjualan kartu perdana dan voucher isi ulang biasanya terjadi   2 minggu sebelum Lebaran sesuai dengan jadwal dibaginya Tunjangan Hari Raya (THR).
”Paling tidak isi ulang meningkat drastis khususnya satu minggu terakhir Ramadan. Kalau penjualan kartu perdana  biasanya dibeli diler dan pasar dibanjiri. Pelanggan hanya beli kartu perdana untuk memanfaatkan pulsa dan bonus karena harga kartu perdana bisa turun mengingat distribusi melimpah,” katanya.
Menurut pengamat lainnya, Bayu Samudiyo, promosi selama Ramadan hanya efektif untuk operator lima besar karena masih ada peluang mengakuisisi pelanggan milik kompetitor.
”Sebenarnya target pasar yang disasar itu-itu saja.  Potensi hanya ada di segmen swinger dan pengguna yang baru punya ponsel. Saya rasa margin promo Ramadan kali ini tidak sebesar tahun lalu karena pasar yang mengerut. Apalagi penawaran yang diberikan tidak beda-beda jauh,” katanya.
Sementara praktisi telematika  Teguh Prasetya  menilai aksi promosi selama Ramadan tidak bisa dilepaskan dari masalah perang persepsi di pasar. ”Ini eranya kompetisi, jika tidak ditawarkan paket khusus Ramadan bisa dianggap tidak mampu lagi bersaing. Padahal operator paham, pelanggan yang didapat selama Ramadan itu tidak akan bertahan lama di jaringannya  setelah Lebaran,” katanya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s