280711 Kemenkominfo Desak Telkomsel Pindah Kanal 3G

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tetap mendesak Telkomsel untuk pindah dari kanal 3G yang ditempatinya agar penataan di frekuensi 2,1 GHz berjalan lancar.
“Kami tetap mendesak Telkomsel untuk pindah dari kanal 4 dan 5 diminta pindah ke kanal 5 dan  6 agar operator lainnya bisa mendapatkan kanal yang bersebelahan demi adanya efisiensi investasi bagi semua  pelaku usaha,” tegas Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika M.Budi Setyawan di Jakarta, Rabu (27/7).
Dikatakannya, sesuai rapat pleno Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) belum  lama ini Telkomsel  yang telah datang duluan di kanal 4 dan 5 diminta pindah ke kanal 5 dan  6 agar Tri bisa berada di kanal 1 dan 2, sedangkan Axis di 3 dan 4. Posisi  sekarang adalah Tri berada di kanal 1, NTS (3), Telkomsel (4 dan 5), Indosat (7 dan 8), XL (9 dan 10). Sementara kanal nomor 2, 6, 11, dan 12 lowong
Diungkapkannya, pemerintah saat ini masih mempercayai itikad baik dari Telkomsel untuk pindah kanal dan belum  memikirkan sanksi. “Kami harapkan selama bulan Ramadan nanti manajemen Telkomsel mendapatkan hidayah agar tidak takut bersaing dengan operator lainnya dan rela pindah kanal. Kita punya target pada akhir tahun ini masalah penataan ini selesai,” katanya.
Dijelaskannya, jika masalah penataan kanal kedua dari masing-masing pemain 3G selesai, langkah berikut yang dilakukan oleh pemerintah adalah menyiapkan tender untuk dua kanal tersisa pada tahun depan. “Dua kanal lowong akan kita tender. Saat ini sudah ada dua operator yang menyatakan minat yakni Telkomsel dan XL,” jelasnya.
Untuk diketahui, Telkomsel, Indosat, dan XL telah memiliki dua kanal (10 Mhz) 3G, sementara Tri dan Axis baru memiliki satu kanal (5 Mhz), dimana saat ini dalam proses mendapatkan kanal kedua. Pemerintah mengalokasikan 60 MHz di pita 2,1 GHz yang digunakan untuk teknologi 3G. Saat ini 40 MHz telah terpakai, dan tersisa 20 Mhz.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menegaskan enggan untuk pindah kanal karena sudah terlanjur berinvestasi. Jika pun dipaksakan pindah, ada konsekuensi penurunan kulaitas layanan dan harus mengeluarkan dana sekitar 34 miliar rupiah.
“Kami bukan memaksakan kehendak, tetapi frekuensi harus dikelola oleh operator yang benar-benar serius memanfaatkan spektrum untuk kepentingan masyarakat. Kanal yang sudah ada saja belum dimanfaatkan secara optimal oleh satu operator, lantas minta tambahan.  Regulator harus bijaksana dan memikirkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Direktur Government Relations HCPT Sidarta Sidik mengungkapkan, Tri harus mendapatkan tambahan kanal pada tahun ini agar kualitas layanannya tidak menurun. ”Kami sudah mengirimkan surat kepada regulator tentang kesediaan membayar kanal kedua untuk 10 tahun mendatang. Pemerintah harus tegas menata hal ini demi kepastian berinvestasi,” ketusnya.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s