XL Batalkan Tender Menara

xl-35PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) memutuskan untuk membatalkan tender menara yang dilakukannya sejak tahun lalu karena kondisi perekonomian yang tidak kondusif

“Kami terpaksa membatalkan tender menara meskipun sudah memasuki tahap akhir dimana menyisakan enam perusahaan untuk menjadi pemilik 7 ribu menara milik XL,” ujar Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi kepada Koran Jakarta, Jumat,(5/2).

Dikatakannya, menjelang penutupan tender pada kuartal keempat 2008, krisis perekonomian menghantam dunia, hal itu berdampak kepada kemampuan pendanaan dari peserta tender. Para peserta tender mendapatkan pendanaan umumnya dari lembaga pembiayaan luar negeri yang sedang mengalami krisis ekonomi.

“Kami tetap pada target awal ingin mendapatkan dana segar sekitar satu triliun rupiah dari penjualan menara, sementara kemampuan peserta tender tidak sebesar itu. Win-win solustion-nya kita batalkan tender dengan tidak ada pemenang. Jika kondisi membaik dibuka kembali tendernya,” tuturnya.

Hasnul mengaku tidak khawatir perseroan kehilangan kemampuan memenuhi belanja modal tahun ini sebesar 700 juta dollar AS, meskipun tender menara gagal.

“Sebelumnya kita mengharapkan dana penjualan itu untuk memnuhi capex. Tetapi, itu tidak menjadi masalah karena kita punya sumber keuangan lain yakni hutang dan kas internal,” jelasnya.

Belum lagi, lanjutnya, pada kuartal pertama ini perseroan berniat untuk melakukan right issue 10-15 persen sahamnya ke publik. “‘Biasanya komposisi kas internal dengan pembiayaan lain itu 50:50,” jelasnya.

XL sejak dipimpin oleh urang awak tersebut tiga tahun lalu berubah menjadi kekuatan yang menakutkan di kancah seluler Indonesia. Dalam waktu dua tahun dipimpin Hasnul, jumlah BTS-nya menyalip pemain nomor dua, Indosat.

XL saat ini memiliki 16.500 BTS dengan total pelanggan 26 juta nomor. Dan tahun ini perseroan menargetkan meraih 4 juta pelanggan baru.[ Dni]

111108 XL Belum Berhasil Lego Menara

xljadiPT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) hingga saat ini belum berhasil melelang tujuh ribu
menara miliknya.

Padahal, perseroan menargetkan awal November ini proses tender telah selesai sering
peserta lelang tersisa enam perusahaan. Rencananya, dari penjualan menara tersebut
XL akan mendapatkan dana segar sebesar 700 juta hingga satu miliar dollar AS.

“Hingga saat ini kami belum berhasil memutuskan pemenang tender. Semua ini karena
adanya perubahan kondisi ekonomi global yang membuat perseroan harus hati-hati
sebelum mengambil keputusan,” ujar  Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi kepada
Koran Jakarta, Senin (10/11).

Meskipun menara belum berhasil dijual, lanjutnya, aksi korporasi tersebut tidak
mempengaruhi kinerja keuangan XL pada kuartal ketiga tahun ini. Tercatat, perseroan
memperoleh laba bersih sebesar 891 miliar rupiah.

Sedangkan marjin EBITDA meningkat tiga persen menjadi 45 persen dan
laba bersih normal sebesar Rp754 miliar atau naik 64 persen dibanding
kurun waktu yang sama 2007.

Laba bersih normal (normalized net income) adalah pendapatan bersih
yang telah disesuaikan dengan selisih kurs yang belum direalisasi setelah pajak dan
pengaruh dari pajak penghasilan atas bunga dari obligasi Dolar Amerika Serikat
setelah pajak untuk periode Januari – September.

Dijelaskannya, kinerja yang postif tersebut karena perseroan   berhasil
mendapatkan pelanggan   sebanyak 25,1 juta orang atau naik 96 persen dibandingkan
periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan jumlah pelanggan tersebut juga ditopang oleh  jumlah “outgoing minutes”
dari pelanggan  yang  meningkat 1.076 persen menjadi sebesar 37,9 milliar menit.

“Tingginya trafik karena  tarif menelepon menurun sebesar 82 persen  dari 740
rupiah  pada periode Januari – September 2007 menjadi 130 pada periode yang sama
tahun ini,” katanya.

Sementara untuk infrastruktur, lanjutnya, mengalami pertumbuhan yang signifikan.
Tercatat, hingga  September 2008, XL memiliki 15.111 BTS. Angka itu akibat adanya
penambahan  5.164 BTS sepanjang 12 bulan terakhir alias  meningkat 52 persen
dibandingkan periode Januari – September 2007.

Jika dirujuk, XL tahun ini mencatat kinerja perseroan yang lebih positif
dibandingkan Indosat. Tercatat, Indosat pada tahun ini dengan belanja modal hampir
setara XL yakni sekitar 1,2 miliar dollar AS hanya menargetkan membangun 3.000 BTS.

Dan pada kuartal ketiga tahun ini jumlah BTS Indosat pun kalah dari XL yang hanya
sekitar  13.096 site dengan 35,5 juta pelanggan.[dni]