221008 Industri MICE akan Topang Target VIY 2008

Industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) dipercaya akan menopang
target jumlah wisatawan yang masuk ke Indonesia selama tahun kunjungan wisata 2008
(Visit Indonesia Year 2008).
 
CEO Royalindo Convention International Iqbal Alan Abdullah, menjelaskan, dengan
mengintensifkan program MICE akan mematahkan prediksi banyak kalangan yang menyebut
target tujuh juta wisatawan mancanegara (Wisman) tahun ini tidak akan tercapai.
 
“Saya mendengar banyak kalangan pesimistis dengan target wisman VIY. Ada yang
menyebut hanya meraih 6,3 atau 6,5 juta pelanggan. Tetapi jika MICE diintesifkan,
tetap angka 7 juta itu tercapai. Bahkan bisa lebih sedikit,” ujar Pria yang juga
menjadi Ketua Panitia Bidang Event (PCO) dalam rangka Visit Indonesia Year 2008,
kepada Koran Jakarta, Rabu(22/10).
 
Dijelaskannya, dalam menjual MICE, para pemain di bisnis pariwisata tidak hanya
mengandalkan pada kegiatannya. Tetapi juga pada momen liburan akhir tahun yang akan
datang.
 
“Kegiatan yang bisa menarik peserta dari luar negeri datang adalah konferensi
keuangan, bahari, dan lainnya,” katanya.
 
Sedangkan pasar yang dibidik,  adalah wisman dari Asia dan Australia. “Dua negara
itu adalah pasar loyal kita. Sedangkan AS dan Eropa yang sedang krisis, hanya perlu
diretensi,” jelasnya.
 
Dikatakannya, dampak dari satu kegiatan konferensi adalah nilai pendapatan yang
diterima negara karena selama ajang tersebut peserta mengeluarkan uang segar.
 
Untuk satu kegiatan, biasanya menghasilkan devisa bagi negara sekitar satu hingga 10
juta dollar AS. 
 
Angka tersebut didapat dari pengeluaran per hari dari para peserta sekitar  100
hingga 500 dollar AS. Sementara untuk wisman yang hanya ingin berlibur 
Rata-rata   menghabiskan uang  75 sampai 100 dollar AS per hari. 
 
“Tahun ini selama VIY 2008 sudah ada 400 kegiatan yang kita laksanakan. Skalanya
diikuti 300 hingga 400 peserta. Target kita hingga akhir tahun melaksanakan 450
kegiatan,” ungkapnya.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkiriakan target wisman VIY 2008 tidak
akan tercapai sebanyak 7 juta jiwa karena krisis global yang melanda dunia.
 
Namun, hal itu dibantah oleh Dirjen Pemasaran Budpar Sapta Nirwanda yang mengatakan
akan menggenjot wisata khusus untuk mendatangkan wisman. Wisata khusus itu adalah
MICE dan bahari.
 
Sementara itu, tentang dampak dari krisis global, Wakil Ketua Umum Asita HM Dahlan
Sulaiman mengatakan, tidak akan terasa hingga enam bulan ke depan bagi industri
pariwisata. “Namun, jika berkelanjutan kondisi ini hingga pertengahan tahun depan,
barulah ada dampaknya,” katanya.[dni]