131208 Sepak Bola Mengubah Segalanya

Sepak bola. Olahraga ini memang tidak ada matinya. Saya sendiri sebagai penggila bola, sudah belajar menyepak si kulit bundar sejak dalam kandungan.

Tidak percaya? Jika banyak orang bertanya kenapa nama belakang saya Ismanto, padahal sebagai urang awak yang asli tanpa rekayasa tentunya bertentangan dengan mazhab orang minang memberikan nama anak.

Sebagai orang Minang, Bapak saya seharusnya memberikan nama Darwin (Ini adalah nama depan Bapak saya). Tetapi tidak, ternyata kedua orang tua saya lebih suka menggunakan nama Ismanto.

Alasannya apalagi kalau bukan sepak bola. Ya, jika teman-teman mengenal nama Hadi Ismanto yang menjadi pemain bola nasional paling terkenal di era 70-an tentunya akan mengerti kenapa nama Ismanto melekat di belakang nama saya.

Kedua orang tua saya gila sepak bola. Dan ibu saya sangat mengidolakan Hadi Ismanto. Bahkan, ketika usia kandungan sudah 7 bulan. Kedua orang tua saya menonton langsung Hadi Ismanto beraksi di Singapura.

Jadi, jangan heran jika teman-teman susah menghubungi saya setiap Rabu malam. Hal itu karena saya menyalurkan hobi yang tak kunjung padam yakni bermain sepak bola. Bedanya jika dimasa kuliah saya bermain di lapangan besar atau di Hall kampus. Sekarang saya bermain futsal di seputaran Kuningan, Jakarta Selatan.

Nikmatnya bermain futsal yang saya rasakan tidak hanya membuat badan sehat (meskipun harus pulang tengah malam) tetapi bisa mengembalikan persahabatan yang hilang. Ya, saya bermain dengan teman-teman kampus yang sempat putus hubungan dan sekarang kami berkumpul kembali. Semua karena sepak bola yang menjadikan persahabatan kami bagai kepompong.

Magis dari sepak bola inilah yang menurut saya harus ditularkan ke para direksi operator telekomunikasi. Akhirnya semua itu terwujud dengan adanya turnamen Futsal Menkominfo pada Sabtu (13/12) kemarin.

dokumentasi13

Luar biasa, pada Minggu kemari Dirjen Postel Depkominfo, Basuki Yusuf Iskandar, bermain bola bersama I Nyoman G Wiryanata (Direktur Telkom), playmaker Heru Sutadi (anggota BTI), Teguh Prasetya (VP Indosat), l Gatot S Dewa Broto, Fabrice Raynaud (Director Alcatel Lucent Indonesia) dan Usun Pringgodigdo (GM Nokia), serta Rakhmat Junaidi (Direktur Bakrie Telecom).


Mereka bersatu melawan tim Putih Oranye yang dimotori duet penyerang andal Wityasmoro “Zizou” Sih Handayanto (Dirut Mobile-8) dan Rinaldi “Rinaldinho” Firmansyah (Dirut Telkom). Duet dirut ini disokong permainan apik gelandang stylish Fadzri Sentosa (Direktur Indosat), libero Arief Yahya (Direktur Telkom), winger Sutrisman (VP Excelcomindo) dan Gatot Tetuko (Indonesian Tower), serta kiper Sudiro Asno (Direktur Telkom).

Sementara direksi lain seperti Hasnul Suhaimi (Dirut Excelcomindo), Johnny Swandi Sjam (Dirut Indosat), Hasan Aula (Country Manager Nokia Indonesia ), Ermadi Dahlan (Direktur Telkom), serta Willem Lucas Timmermans (Direktur Excelcomindo), menjadi penonton setia.


Sungguh luar biasa. Jika di bisnis nama-nama tersebut terkenal sebagai orang-orang di belakang program promosi dan perang pemasaran yang seolah tak ada henti-hentinya. Saat turnamen tersebut suasana sangat cair.

dokumentasi4

Perkiraan saya selain semuanya cinta bola, ada faktor lain yang membuat para direksi operator gampang akrab. Apalagi kalau bukan kedekatan suku yang juga sama-sama rang minang. Tercatat, Hasnul, Johnny, Rinaldi, Ermady, dan Fadzri rang minang asli.

dokumentasi5

Ayah saya pernah berkata,”Rang minang kalau jauh akan keras. Tetapi kalau dekat seperti saudara”.

dokumentasi9

dokumentasi22

Ternyata itulah yang terjadi ketika semuanya berada dalam satu tempat, tidak ada lagi pembicaraan bisnis yang dibicarakan. Semuanya kembali sebagai manusia biasa yang juga rindu untuk dicela dan tanpa ada rasa hormat berlebihan dari anak buahnya. Sungguh luar biasa sepak bola dengan magisnya. Semoga semangat ini bisa dibawa untuk berkompetisi di tahun depan tanpa ada aksi menghambat pembukaan interkoneksi atau membakar umbul-umbul lawan[doni ismanto]