050510 Maskapai Serahkan Soal Pengumuman ke Regulator

JAKARTA–Maskapai nasional menyerahkan masalah pengumuman kategorisasi maskapai ke regulator karena bagian dari wewenangnya.

“Itu hak dari regulator masalah harus diumumkan atau tidak. Kami ikut saja,” tegas juru bicara Garuda Pudjobroto di Jakarta, Selasa (4/5).

Menurutnya, terlepas dari ada atau tidaknya pengumuman maskapai tetap akan memperhatikan aspek keselamatan karena syarat dalam penerbangan.

“Apalagi kita juga menjalankan penerbangan internasional. Itu standarnya sertifikat IOSA,” katanya.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo menegaskan, ada atau tidak pengumuman audit tetap berjalan.

Menurutnya, masalah pemeringkatan itu tidak perlu diumumkan karena tidak memberikan efek.

“Diumumin buat apa? Safety itu harusnya ada dua. Selamat atau tidak,” tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memutuskan untuk tidak mengumumkan ke publik hasil audit terhadap maskapai yang dilakukan periodik setiap 3 bulan sekali, guna menghindari adanya justifikasi terhadap maskapai.

Adapun audit terhadap kinerja operasional maskapai berjadwal maupun sewa (carter) mencakup aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan pemenuhan (safety, security, service, dan compliance).

Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub Yurlis Hasibuan,  mengatakan pihaknya tetap melakukan audit dan pemeringkatan maskapai, namun hasilnya kini tidak dipublikasikan.

“Pemeringkatan maskapai tetap jalan. Kami tidak ingin ada justifikasi terhadap maskapai,” katanya.

Keputusan tersebut dipilih oleh Kemenhub sendiri tanpa adanya usulan atau tekanan dari maskapai. Sebelumnya, secara rutin Kemenhub mengumumkan audit kinerja. Hasil audit akan berbentuk peringkat maskapai, mana yang masuk kategori I dan II. Publik dapat mengetahui pemeringkatan maskapai melalui situs resmi Kemenhub.

Saat ini Kemenhub sedang menggodok manajemen keselamatan penerbangan yang

Baru yang   mengarah pada evaluasi sesuai standar ICAO

(International Civil Aviation Organization)

Pendekatan yang dilakukan oleh ICAO adalah dengan membagi-bagi wilayah-wilayah benua dan negara bersangkutan. Nantinya ICAO akan melihat rata-rata kecelakaan di wilayah tersebut. Dari rasio kecelakaan yang ada itu nantinya akan dipampang dalam pengumuman ICAO, sehingga masyarakat akan tahu negara mana yang kecelakaan penerbangannya paling banyak. Negara tersebut akan dimasukkan dalam kategori Significant Safety Consent (SSC).[Dni]

100208 Maskapai Penerbangan Diperkirakan Alami Kerugian Puluhan Ribu Dollar AS

JAKARTA —Maskapai penerbangan di Indonesia diperkirakan mengalami kerugian puluhan ribu dollar AS akibat ditutupnya Bandar Udara A Yani, Semarang Jawa Tengah karena banjir sejak Minggu (8/2).

“Satu penerbangan untuk Jakarta-Semarang dan sebaliknya itu membutuhkan biaya sekitar tujuh ribu hingga 10 ribu dollar AS. Itu jika kita ambil rata-ratanya terlepas dari jenis pesawat yang digunakannya. Kemarin (Minggu) kan banyak yang tidak bisa terbang, berarti satu maskapai kerugiannya bisa puluhan ribu dollar AS,” ungkap Kepala Humas Sriwijaya Air, Ruth HannaSimatupang kepada Koran Jakarta, Senin (9/2).

Sriwijaya sendiri memiliki enam penerbangan seharinya ke wilayah tersebut dari Jakarta dan sebaliknya. Jika menggunakan kalkulasi Hanna, maka maskapai tersebut pada Minggu kemarin mengalami kerugian sekitar 60 ribu dollar AS.

Pada Minggu (8/2) tercatat beberapa maskapai tidak bisa melakukan aktifitas untuk rute Jakarta-Semarang atau sebaliknya. Garuda Indonesia tidak mengaktifkan 12 kali penerbangan dan Mandala terpaksa membatalkan delapan penerbangan

“Angka itu hanya untuk penerbangan langsung Jakarta-Semarang. Masalahnya, Semarang itu juga menjadi hub (pengumpul) ke wilayah timur Indonesia . Karena itu kami mau kalkulasi terlebih dulu secara tepat kerugian yang diderita,” katanya.

Juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan, konsentrasi dari maskapainya saat ini adalah memberangkatkan penumpang yang terlantar untuk tujuan Semarang . “Kita terpaksa mengalihkan penerbangan ke kota yang dekat Semarang seperti Yogyakarta dan Solo. Untuk kerugian belum dihitung,” katanya.

Pujo mengungkapkan, mulai jam 5 sore hingga 9 malam pada Senin (9/2) Garuda memaksimalkan lima penerbangan untuk mengangkut 500 penumpang dengan tujuan Jakarta-Semarang. “Hingga jam 8.30 malam sudah ada empat penerbangan menyelesaikan tugasnya,” katanya.

Head Corporate Communication Mandala, Trisia Megawati mengatakan, penutupan bandara menyebabkan penerbangan Mandala terganggu. “Penutupan tersebut membuat ptensi penumpang ebanyak 1.440 orang pun hilang,” katanya.

Dikatakannya, efek domino dari penutupan bandara A Yani terjadi pada keterlambatan penerbangan di bandara lainnya yang terhubung langsung dengan rute ke Semarang . “Akibat penutupan bandara ini telah menyebabkan keterlambatan penerbangan untuk rute

dari Jakarta ke Balikpapan , Denpasar, Padang , Pekanbaru dan Surabaya ,” kata Trisia.

Juru Bicara Departemen Perhubungan Bambang S Ervan mengatakan pemerintah berusaha keras membuka kembali bandara A. Yani. “Sekarang digunakan sistem buka-tutup. Tadi pagi sempat dibuka, tetapi karena hujan deras, terpaksa ditutup kembali,” katanya.

Secara terpisah, pengamat penerbangan Suharto Madjid mengatakan, pengelola bandara seharusnya bisa mengantisipasi kejadian tergenangnya landasan pacu karena peristiwa itu sudah pernah terjadi sebelumnya.

“Saya dengar drainase-nya yang tidak beres. Karena ini sudah pernah terjadi seharusnya bisa diantisipasi oleh pengelola,” katanya.

Berkaitan dengan penutupan akibat cuaca buruk, Suharto mendukung keputusan tersebut karena sudah sesuai dengan regulasi. “Jika cuaca ekstrimmemang tidak diperbolehkan ada penerbangan. Dan ini harus dipahami oleh pengguna bandara,” katanya.[dni]

241008 Enam Maskapai Perbangan Asing Tambah Rute

JAKARTA-Departemen Perhubungan (Dephub) mengeluarkan izin khusus kepada enam maskapai penerbangan asing menambah rute penerbangan ke beberapa kota di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk mendukung program Visit Indonesia 2008.

  

Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubungan Udara Departemen Perhubungan Tri Sunoko menjelaskan enam maskapai penerbangan tersebut ialah  Singapore Airlines, Shanghai Airlines, China Eastern Airlines, Transaero (Rusia), Firely (Malaysia) dan Hongkong Express.

  

Singapore Airlines menambah rute Singapura-Denpasar PP sebanyak 7 kali seminggu dengan kewajiban bekerjasama dengan Garuda Indonesia. Dengan demikian maka total penerbangan maskapai Singapura tersebut menjadi 28 kali per minggu.

  

Sementara maskapai penerbangan dari China seperti China Eastern Airlines dan Shanghai Airlines diijinkan menambah penerbangan dari Shanghai-Denpasar PP sebanyak 2 kali setiap minggu. Sedangkan untuk maskapai Firefly dari Malaysia diizinkan menambah penerbangan untuk rute Subang-Pekanbaru, Penang-Medan dan Penang-Banda Aceh.

  

Khusus maskapai Transaero dari Rusia diberikan ijin penerbangan charter ke Denpasar hingga akhir tahun ini. “Dengan adanya penambahan izin rute penerbangan maskapai asing ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia,” kata Tri Sunoko di Jakarta, Jumat (24/10).

 

Secara terpisah Juru bicara Singapore Airline Glory Henriette mengakui, izin untuk menambah frekuensi dan rute tersebut sudah diajukan sejak lama. ”Masalahnya izin untuk menambah frekuensi tersebut baru keluar dan hanya berlaku hingga Desember 2008. Jadi, tinggal satu bulan lagi kesempatan bagi kami memaksimalkannya,” ujarnya.

 

Glory mengharapkan, regulator berkenan untuk memperpanjang jumlah frekuensi tersebut hingga tahun depan agar maskapai asing semakin banyak membawa wisatawan asing ke Indonesia.

 

Sementara itu, CEO Royalindo Convention International Iqbal Alan Abdullah, mengungkapkan, semakin banyaknya frekuensi penerbangan asing ke Indonesia akan semakin menggairahkan bisnis  Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) tahun ini.

 

“Kita memang memiliki program untuk menunjang target 7 juta wisman selama VIY 2008 digenjot melalui MICE. Baguslah kalau didukung oleh Dephub,” katanya.

 

Dijelaskannya,   pasar yang dibidik oleh industri MICE adalah wisman dari Asia dan Australia . “Dua negara itu adalah pasar loyal kita. Sedangkan AS dan Eropa yang sedang krisis, hanya perlu diretensi,” jelasnya.

 

Menurut dia, dampak dari satu kegiatan konferensi adalah nilai pendapatan yang diterima negara karena selama ajang tersebut peserta mengeluarkan uang segar.

 

Untuk satu kegiatan, biasanya menghasilkan devisa bagi negara sekitar satu hingga 10 juta dollar AS. 

 

Angka tersebut didapat dari pengeluaran per hari dari para peserta sekitar  100 hingga 500 dollar AS. Sementara untuk wisman yang hanya ingin berlibur  Rata-rata   menghabiskan uang  75 sampai 100 dollar AS per hari. 

 

“Tahun ini selama VIY 2008 sudah ada 400 kegiatan yang kita laksanakan. Skalanya diikuti 300 hingga 400 peserta. Target kita hingga akhir tahun melaksanakan 450 kegiatan,” ungkapnya.

 

Cabut SIUP

Berkaitan dengan banyaknya perusahaan yang tidak mengoptimalkan  Surat Ijin Usaha Penerbangan (SIUP) miliknya, Tri Sunoko menegaskan, regulator memberikan batas waktu hingga  25  Juli  2009 bagi para maskapai tersebut untuk  menunjukan  perkembangan kinerja. 

 

Ancaman  itu  juga berlaku bagi  sejumlah  maskapai penerbangan   baru  berjadwal  dan  carter.

 Maskapai yang  bakal  dicabut  SUP-nya  itu   diantaranya Golden Air, Asia Avia Megantara, Bali Inter Air Service, Star Air, Ekasari Lorena, Air Paradise, Indonesian Airline, Bayu Indonesia, Bouraq Airline, Selawah, Top Sky International, Efata Papua Airline, Eagle Transport Air Service, Adam Sky Conection Airline.

 Selain  akan mencabut  SIUP, dia   juga mengungkapkan, pihaknya  telah   menerima  proposal pengajuan  izin 10  maskapapi penerbangan  baru .

Diantaranya, delapan penerbangan niaga dan dua untuk sekolah penerbangan.  Diantaranya   Asia Link Cargo, Armindo, Enggang, Global Madya, Atlas Delta Aviation, Jhonlin Air Transport.

Sedangkan yang mengajukan angkutan udara niaga berjadwal adalah, Travira dan  North Aceh. “Yang mengajukan untuk sekolah adalah National Aviation Management dan Dirgantara Indonesia,” ungkapnya.   

Menurutnya, banyaknya perusahaan yang mengajukan izin penerbangan, karena bisnis penerbangan adalah bisnis prestise dan banyak mendatangkan keuntungan besar.[dni]