240409 Garuda Minta Jaminan ke Northern Teritory

JAKARTA–Garuda Indonesia meminta jaminan ke pemerintah Northern Teritory akan kepastian dari tingkat isian (load factor) jika kembali membuka rute Jakarta-Darwin.

“Jika memang pemerintah setempat bisa memberikan jaminan akan ada load factor yang tinggi tentunya Garuda tidak akan keberatan untuk membuka rute yang baru ditutup belum lama ini,” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Kamis (23/4).

Dikatakannya, alasan dari Garuda menutup rute tersebut karena selama ini selalu mengalami kerugian. Hal ini karena dari total 200 ribu jiwa penduduk di wilayah tersebut hanya setengahnya yang suka berpergian.

Apalagi banyak penerbangan internasional yang telah menutup rute tersebut seperti Silk Air dan Royal Brunei. Bahkan Australia hanya menggunakan maskapai low cost carrier, Jet Star, untuk melayani rute tersebut.

“Terus terang daripada rugi terus lebih baik ditutup. Ini justru membantu Garuda mengoptimalkan armada ke rute lainnya. Hal ini karena Garuda kekurangan armada,” katanya.

Dikatakannya, selama ini Garuda mengalami masalah dengan minimnya frekuensi rute internasional. “Jika hanya sekali sehari itu tidak menguntungkan. Karena itu yang tidak menguntungkan ditutup untuk dialihkan ke rute internasional yang gemu seperti Malaysia,” katanya.

Optimalisasi
Direktur Komersial Garuda Agus Prijanto mengungkapkan, Garuda sedang melakukan optimalisasi armada untuk menunjang restrukturisasi rute.

“Ini dilakukan karena sebentar lagi akan diberlakukan ruang udara Asean yang terintegrasi. Kita tidak mau Garuda hanya akan menjadi penonton,” katanya.

Startegi yang dilakukan diantaranya mengoptimalkan empat armada Airbus 330-200 baru untuk penerbangan regional diantaranya ke Tokyo, Incheon (Korea), dan Sydney.

“Jika masih ada idle capacity rencananya akan digunakan untuk rute domestik baru,” katanya.

Berdasarkan catatan, Garuda memiliki 51 unit pesawat dan tahun ini ditargetkan menjadi 67 unit pesawat.

Garuda pada tahun lalu meraih laba bersih sebesar 669 miliar.
Pencapaian tersebut dapat diraih berkat berbagai langkah dan program dalam aspek komersial, operasional, keuangan, peningkatan produktifitas karyawan serta program efisiensi yang dilaksanakan Garuda Indonesia pada tahun 2008.

Perseroan juga berhasil meningkatkan pendapatan usaha (operating revenue) secara signifikan, dimana pada tahun 2007 pendapatan usaha mencapai sebesar 14,2 triliun rupiah dan pada tahun 2008 meningkat hingga 37 persen menjadi 19,4 triliun rupiah.

Pada tahun lalu, maskapai tersebut berhasil mengangkut 10,1 juta penumpang atau meningkat sebanyak 9 persen ketimbang tahun sebelumnya.

“Tahun ini Garuda menargetkan jumlah penumpang dan keuntungan tumbuh sekitar 37 persen alias sama dengan tahun lalu,” kata Emirsyah.

Restrukturisasi Hutang
Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan Garuda Eddy Porwanto mengungkapkan pada Juni nanti masalah restrukturisasi hutang Garuda dengan kreditur (ECA dan Bank Mandiri) akan selesai.

“Dengan ECA sudah selesai. Sedangkan dengan Bank Mandiri tahap pembuatan dokumen,” katanya.

Garuda tercatat memiliki total hutang 650 juta dollar AS. Sebanyak 60 persen atau 450 juta dollar AS dalam mata uang Dollar AS dan sisanya rupiah.

Eddy menjelaskan, molornya masalah negosiasi restrukturisasi karena adanya krisis global yang membuat fundamental keuangan berubah.

“Tapi ini tidak mengubah belanja modal Garuda tahun ini sebesar 100 juta dollar AS. Pemenuhannya melalui kas internal,” jelasnya.

Berkaitan dengan rencana Initial Public Offering (IPO) Eddy mengatakan, sudah dalam tahap finalisasi. ” Tinggal menunggu situasi pasar. Masuk saat kondisi indeks melemah merugikan Garuda,” katanya.

Dikatakannya, sesuai kajian maksimal jumlah saham yang akan dilepas ke pasar hingga 40 persen sesuai persetujuan pemegang saham yang diwakili kementrian BUMN dan DPR.[Dni]

021208 Garuda Indonesia Akan Terbangkan WNI dari Bangkok

garudaMaskapai nasional, Garuda Indonesia, akan menerbangkan warga negara Indonesia (WNI) yang ingin ke Tanah Air dari Bangkok, Thailand, melalui bandara militer Utha Pao mulai tanggal 3 dan 5 Desember nanti.

Juru bicara Garuda Indonesia , Pujobroto melalui keterangan tertulis yang diterima Senin (1/12),  mengatakan,  penerbangan pada tanggal 3 dan 5 Desember 2008 tersebut menggunakan pesawat dengan nomor GA-867 dan berangkat dari Bangkok masing – masing pada pukul 01.50 waktu setempat dan tiba di Jakarta pada pukul 05.20 WIB.

“Dengan dua penerbangan yang berkapasitas 320 tempat duduk tersebut, maka diharapkan 305 warga negara Indonesia yang saat ini masih berada di Bangkok akan dapat segera kembali ke Tanah Air,” ujarnya sambil menambahkan armada yang digunakan B-737 800 dengan kapasitas 160 tempat duduk.

Pujo meminta, kepada para calon penumpang Garuda Indonesia yang akan menggunakan penerbangan tersebut dapat melakukan proses check-in di Bitech Expo (Kawasan Bangna), yaitu lokasi khusus yang disiapkan oleh pemerintah untuk melakukan check-in bagi seluruh penerbangan. Dari Bitech Expo selanjutnya para calon penumpang akan diangkut dengan bus khusus menuju bandara Utha Pao.

“Garuda Indonesia juga akan memberikan kesempatan kepada penumpang yang

memegang tiket bukan Garuda, untuk terbang dengan Garuda Indonesia ke Jakarta ,” tuturnya.

Seperti diketahui, bahwa akibat krisis politik yang terjadi di Thailand saat ini, dua bandara utama di Bangkok yaitu Airport Suvarnabhumi dan Don Muang tidak dapat beroperasi karena diduduki oleh para demonstran.

Sesuai dengan Notification to Airman (Notam)” atau pemberitahuan yang dikeluarkan oleh ”Air Traffic Controller” di Bangkok kepada perusahaan penerbangan bahwa mulai tanggal 25 Nopember tidak dapat dilaksanakan kegiatan penerbangan dari dan menuju bandara Suvarnabhumi dan Don Muang, maka Garuda Indonesia telah menghentikan kegiatan penerbangannya ke Bangkok mulai tanggal 25 hingga 30 Nopember 2008.

Setelah melakukan berbagai upaya dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan, Garuda Indonesia akhirnya mendapatkan ijin terbang dari Bandara Militer Utha Pao yang berjarak sekitar tiga jam perjalanan dengan kendaraan dari Bangkok.[dni]

281108 Garuda Kuasai 60 Persen Pangsa Pasar TKI

garudaMaskapai nasional, Garuda  Indonesia, menjadi penguasa di pasar angkutan yang digunakan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Maskapai tersebut menguasai 60 persen  pangsa  pasar  TKI .

Saat  ini  tercatat  ada  sekitar  tujuh  juta   TKI  yang tersebar  di  seluruh  dunia. Negara terbesar yang menyerap TKI adalah Arab  Saudi  dan Malaysia,  masing-masing  sekitar  dua juta  orang TKI.

Direktur  Pemasaran Garuda Indonesia, Agus  Prijanto  mengatakan, segmen tersebut merupakan salah satu sektor yang akan  dikelola  secara  maksimal  untuk  mendongkrak pendapatan  perusahaan. 

“Jumlah  tujuh  juta  orang TKI  di luar  negeri  memang  cukup  besar.  Dan itu  pasar potensial  bagi  Garuda  untuk  terus  menggarapnya,” kata  Agus seusai   menyaksikan peresmian  Layanan Counter Khusus yang disiapkan bagi para TKI,  di  terminal  II-F  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Kamis, (27/11).

Loket yang berfungsi    sebagai pelayanan satu  atap  bagi  para  TKI  tesebut pengoperasiannya  diresmikan  oleh Menneg  BUMN   Sofyan  Djalil  dan disaksikan   Direktur  Utama   Garuda  Emirsyah  Satar  dan sejumlah pejabat  Depnaker.

Emir  menyebutkan,  loket ini  bukan sekadar  tempat pelayanan  tapi sebagai  wujud  untuk  melindungi  para  TKI  yang baru  datang  dari  luar negeri.  Selama  ini  ada  para  pembawa  devisa  itu  selalu menjadi korban  pemeresan  kelompok masyarakat  dan oknum-oknum petugas.

Disebutkan,  bagi TKI  yang baru  datang ke tanah air  dan akan melanjuitkan perjalanan,  dapat melakukan  pembelian  tiket langsung  di loket itu, sekaligus  juga check-in, dan melaporkan bagasi  tanpa  harus  keluar  dari  terminal.

Loket tersebut terletak di antara terminal kedatangan II-F (domestik) dan II-E (kedatangan internasional) ini adalah lokasi   steril  (restricted area) sehingga aman dan nyaman bagi para penumpang TKI.

Selain itu, fasilitas ini juga menjadi Meja Periksa Transit yang khusus diperuntukkan bagi pemeriksaan bagasi TKI yang Check-In langsung dari negara asal. “Layanan ini membuat para TKI yang bepergian dengan Garuda tidak  perlu lagi harus keluar dari terminal kedatangan untuk menuju loket penjualan tiket yang berada di area umum seperti yang terjadi selama ini. Saya  jamin,   mereka  sekarang ini akan jauh lebih aman ,” kata  Emir.[dni]