251108 Pemerintah Diminta Untuk Menghapus Ekonomi Biaya Tinggi

200711_800px-apec_logo_2003Pemerintah diminta untuk menghapus ekonomi biaya tinggi agar pengusaha lokal mampu bersaing menghadapi perdagangan global.

“Jika pemerintah ingin menghapus semua proteksi seperti permintaan Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (Apec), sebaiknya persiapkan dulu pengusaha dalam negeri untuk bersaing dengan menghilangkan ekonomi biaya tinggi,” kata Deputy Chairman Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto kepada Koran Jakarta, Senin (24/11).

Dikatakannya, ekonomi biaya tinggi yang menyusahkan pengusaha adalah keterbatasan infrastruktur seperti seretnya pengadaan listrik dan buruknya kondisi jalan raya, serta banyaknya pungutan liar.

“Jika hal semacam itu masih ada, maka pengusaha lokal susah bersaing dengan produk luar negeri nantinya,” tuturnya.

Menurut dia, penghapusan proteksi merupakan hal yang biasa dan harus dilakukan secepat mungkin agar pengusaha bisa mandiri. “Itu hal yang wajar. Jika diberlakukan lebih cepat akan membuat pengusaha siap menghadapi krisis global tahun depan,” katanya.

Ketua Umum Apindo Sofian Wanandi mengingatkan, negara-negara besar tidak sepenuhnya secara konsisten menjalankan pembukaan proteksi. Hambatan non tarif masih dilakukan untuk menghambat barang masuk ke negaranya. Contohnya, Amerika Serikta yang mensyaratkan adanya barang bebas pengaruh terorisme ketika akan diekspor.

“Itu kan hambatan non tarif, karena itu saya bilang mereka mendiskusikan masalah proteksi itu hanya normatif saja. Sementara di Indonesia malah bebas dengan bea masuk yang rendah. Ini harus diwaspadai,”jelasnya.

Secara terpisah Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismi menyarankan, pemerintah Indonesia lebih insentif berbicara bilateral dengan negara tujuan ekspor dibandingkan ikut dalam forum besar. “Berbicara dengan negara yang menjadi tujuan ekspor itu lebih efektis. Selama ini proteksi itu masih ada,” katanya.

Ernovian menyangsikan, pembukaan proteksi akan membuat pasar produk Indonesia akan bertambah.”Tidak akan ada pertambahan pangsa pasar. Sekarang saja lagi krisis,” tegasnya.[dni]