Telkom Bidik Omset Anak Usaha di Bidang IME Capai Rp 7,15 triliun

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menargetkan anak-anak usaha yang bergerak di bidang Information (IT Services) , Media, dan Edutainment (IME) bisa meraih omset sekitar 7,15 triliun rupiah pada akhir 2012 atau tumbuh 30 persen dibandingkan 2011 yang sebesar 5,5 triliun rupiah.

 

“Pada tahun lalu bisnis IME berkontribusi sekitar 9 persen bagi total omset perseroan. Kita optimistis anak-anak usaha di bidang IME itu bisa mencapai target, karena tahun lalu tumbuh di atas rata-rata industri,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, Selasa (8/5).

 

Berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012, Telkom memasang target pendapatan  sebesar Rp 76,4 triliun. Sedangkan pada 2011, perseroan   mencatat pertumbuhan realisasi pendapatan sebesar 3,8 persen menjadi Rp 71,25 triliun.

 

Diungkapkannya, anak-anak usaha yang bergerak di bidang IME adalah Telkom Sigma, Finnet, Ad Medika, Infomedia, Melon Music, Telkom Vision, Metrasat, dan Plasa.com. “Kami mengalokasikan investasi sekitar  3,285 – 4,285 triliun rupiah. Sekitar 285 miliar rupiah dialokasikan untuk mengembangkan konten, aplikasi, dan  membangun 50 ribu titik WiFi. Sementara tiga hingga empat triliun rupiah untuk memodernisasi kabel dan infrastruktur,” ungkapnya.

 

Direktur IT Solution and Strategic Indra Utoyo posisi yang ada sekarang bisnis IME belum bisa menggantikan kontribusi jasa telekomunikasi atau memberikan akses, terutama seluler bagi total omset Telkom grup.

 

“Namun  jika melihat dari sisi pertumbuhan, bisnis IME pada 2011 tumbuh 80%, internet 34%, fixed line turun 8%, dan seluler hanya 7%. Bisnis IME itu memberikan nilai sinergi yang tinggi bagi Telkom grup. Misalnya, Telkom Sigma, dari solusi IT Services-nya bisa memberikan multiplier effect hingga 6 kali bagi bisnis akses,” jelasnya.

 

Dijelaskan Indra, untuk mengakselerasi bisnis IME, Telkom menerapkan strategi invention dan investasi, partnership, Intergrated dengan akuisisi, atau membentuk perusahaan patungan. “Kami juga melakukan pendekatan ekosistem secara grup dimana setiap anak-anak usaha harus paham dan mengerti tugas dan porsinya dalam mengembangkan IME agar tidak terjadi saling tindih dalam berbisnis,” katanya.

 

Rinaldi menambahkan, dari sisi infrastruktur juga akan digeber pembangunan serat optik sebagai tulang punggung untuk akses broadband agar konten yang dihasilkan bisnis IME bisa dinikmati dengan nyaman.

 

“Kami sedang melakukan pelelangan proyek Palapa Ring tahap II. Satu atau dua bulan ke depan akan dilakukan e-auction. Paket pengerjaannya bisa satu atau dua. Salah satu pesertanya yang dulu mengerjakan Palapa Ring I, Huawei Marine,” ungkapnya.

 

Berdasarkan catatan, proyek Palapa Ring tahap II  diperkirakan akan menelan investasi sekitar 2,4 triliun rupiah dengan panjang serat optic sekitar 5.300 km. Rute yang akan dilalui adalah Menado, Ternate, Halmahera, Ambon, Fak-fak, Timika, hingga Sorong. Sedangkan Palapa Ring Tahap I telah selesai dibangun  dengan nama proyek Mataram-Kupang Cable System (MKCS)  sepanjang 1.041 km yang menelan biaya sekitar 600 miliar rupiah.

 

Isu Akuisisi

 

Indra mengatakan, dalam mengembangkan backbone dan last mile berbasis serat optic, perseroan menerapkan dua strategi. Pertama, tukar guling kabel tembaga dengan serat optic seperti yang dilakukan sejak tahun lalu dengan PT Inti, atau membeli serat optic baru.

 

Kala ditanya tentang rencana akuisisi perseroan terhadap operator kabe laut,   Pacnet Ltd, Indra enggan berkomentar lebih jauh. “Saya tidak tahu isu itu dan baru mendengar dari Anda,” kilahnya.

 

Sebelumnya, seperti diberitakan Reuters, Telkom diisukan memasukkan proposal untuk mengambil sebagian saham Pacnet dengan nilai satu miliar dollar AS termasuk hutang dari operator itu.

 

Dikabarkan, transaksi akan selesai pada  akhir kuartal kedua 2012.  Pacnet diinformasikan telah menunjuk  Credit Suisse dan  Goldman Sachs untuk konsultan penjualan. Isu Pacnet akan dijual sebenarnya telah beredar di pasar global sejak November 2011. Perusahaan ini memiliki equity value  sekitar 600 juta dollar AS, hutang sekitar 300 juta dollar AS, dan uang kas 100 juta dollar AS.

 

Pada 2011, Pacnet mencatat omset  528.6 juta dollar AS atau naik  4.4  persen dibandingkan 2010.  Saham Telkom sendiri pada Selasa (8/5) diperdagangkan di kisaran terendah 8.200, dan tertinggi 8.400 rupiah, sejak isu ini beredar Selasa (8/5) pagi.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s