Merpati Kembali Rujuk dengan Garuda

JAKARTA–PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) akan lebih intensif menjalin kerjasama dengan salah satu pemegang sahamnya, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), baik dari sisi bisnis atau sumber daya manusia (SDM).

“GIAA adalah pemilik 10 persen saham Merpati. Kami tidak akan berkompetisi atau saling berhadapan dengan Garuda. Kita akan jalan beriringan,” ungkap President Director  Merpati Nusantara Rudy Setyopurnomo di Jakarta, Jumaat (25/5).

Dijelaskannya, aliansi dengan Garuda adalah langkah realistis yang dilakukan perseroan mengingat sumber daya yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu sangat besar.

Misalnya, dari sisi SDM, para pilot Merpati yang ingin promosi menerbangkan pesawat tipe jet, akan ditawarkan ke Garuda yang membutuhkan pilot lokal.

“Para pilot Merpati hebat-hebat, sementara pesawat tipe jet hanya 10 unit. Bagi pilot menerbangkan pesawat jet itu satu kebanggaan,” jelasnya.

Sementara aliansi secara bisnis adalah menjadi feeder dari Garuda untuk rute-rute kota-kota kabupaten atau kecil yang tidak bisa dimasuki oleh pesawat besar.

“Kita akan bantu para turis yang dibawa Garuda ke Raja Ampat atau daerah-daerah wisata lainnya. Daerah-daerah itu biasanya dimasuki oleh pesawat kecil. Ini juga akan menyukseskan industri wisata lokal,” jelasnya.

Aliansi secara bisnis lainnya adalah membidik pekerjaan pemeliharaan pesawat yang dilakukan oleh anak usaha Garuda Indonesia, yakni Garuda Maintenance Facilities (GMFY).

“Merpati Maintenance Facilities (MMF) memiliki kompetensi memperbaiki pesawat tipe propeller dan jet. Belum lama ini MMF memiliki sertifikat dari European Aviation Safety Aagency (EASA). Nilai bisnis pemeliharaan pesawat itu di Indonesia 10 miliar dollar AS, GMF hanya menggarap 10 persen karena kurang kapasitas. Jika MMF dan GMF beraliansi tentu akan besar pasarnya,” katanya.

Rudy optimistis, hubungan manis antara kedua BUMN akan kembali terjadi karena dirinya sebelumnya lama menjadi eksekutif di Garuda Indonesia dan masakpai itu juga yang ikut mengangkat dirinya menggantikan Sardjono Jhonny pada pertengahan Mei 2012.

“Saya optimistis berbagai kerjasama itu akan terwujud. Bahkan ada wacana GIAA akan memberikan pesawat tipe ATR ke Merpati kok,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rudy mengaku tetap optimistis laba operasi dari maskapainya akan positif pada Oktober 2012 atau enam bulan usai dirinya diangkat menjadi orang nomor satu di maskapai itu.

“Saya sudah siapkan banyak program yang dikemas dalam Patriotic Action. Pada tanggal 20 dan 21 Mei 2012, Merpati sudah mulai positif. Bayangkan sebelumnya setiap hari rugi 3 miliar,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada 2011 Merpati mengalami rugi usaha 458 miliar rupiah, rugi bersih 745 miliar rupiah, dan negatif equity 2.791 triliun rupiah.
Sementara pendapatan usaha hanya 1,6 triliun rupiah, jauh dari target yang ditetapkan 3 triliun rupiah.

Hingga April 2012 Merpati mengalami kerugian 350 miliar rupiah.

Secara terpisah, Direktur Pemasaran Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengaku terbuka untuk bekerjasama dengan Merpati.

“Kita sambut gembira rencana itu,” katanya.

Sebelumnya, di era kepemimpinan Sardjono Jhonny, Merpati terkesan berkompetisi dengan GIAA, walaupun keduanya adalah BUMN transportasi.

Hal itu terlihat jelas kala Merpati ikut-ikutan membeli pesawat kelas Sub-100 dari China dengan merek ARJ 72-100,  setelah GIAA memborong 18 unit Bombardier kala Singapore Airshow Februari 2012.

“Kami belum ada rencana menambah pesawat, kecuali yang sudah deal atau akan datang 8 jet tahun ini. Tetapi kalau untuk tipe Sub 100 harus direview semua. Kemarin itu baru sebatas Memorandum of Understanding,” katanya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s