Mengalir Seperti Air

Elvizar KH adalah salah seorang anak muda yang menjadi andalan di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) guna mengembangkan bisnis media melalui anak usaha PT  Indonusa Telemedia (TelkomVision).

Hal itu dibuktikan oleh urang awak ini pada 2011 dimana  secara performa kinerja TelkomVision melewati semua anak usaha Telkom jika mengacu pada pencapaian Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).

Pada tahun itu, perseroan yang terkenal dengan produk YesTV dan Groovia itu berhasil membukukan pendapatan 500 miliar rupiah, memiliki satu juta pelanggan, dan keuntungan 100 miliar rupiah.

Pada tahun Naga Air ini, TelkomVision membidik keuntungan 200 miliar rupiah dengan dukungan pendapatan satu triliun rupiah dan 2,5 juta pelanggan. Sedangkan belanja modal yang disiapkan 650 miliar rupiah

Angka-angka positif itu berbanding terbalik jika melongok keadaan TelkomVision tiga tahun lalu kala Pria yang akrab disapa EL ini masuk ke pemain kedua terbesar TV berbayar itu pada  November 2009. Saat itu  perseroan mengalami arus kas negatif dengan pelanggan hanya sekitar 180 ribuan.

“Kala itu kondisi perusahaan jika diibaratkan warung yang menjual satu barang, tetapi uang di kantong tidak ada alias arus kas negatif. Kami harus bekerja keras untuk melakukan turn around,” katanya kala ditemui di kantornya belum lama ini.

Timbulkan Antusiasme
Diungkapkan oleh pria yang hobi bermain golf ini, aksi yang dilakukan pertama kali adalah melakukan restrukturisasi biaya khususnya untuk  konten dan pembelian decoder. Pasalnya, dua komponen ini sangat dominan berkontribusi ke total biaya operasional.

“Setelah itu saya harus membenahi Sumber Daya Manusia (SDM). Kala itu SDM di TelkomVision tingkat turn over-nya sangat  tinggi. Saya harus menimbulkan antusiasme, semangat, dan kepercayaan karyawan kepada  TelkomVision, bahwa ini adalah pemain besar yang berada di grup perusahaan raksasa,” katanya.

Diungkapkannya, untuk menunjukkan tiga hal tersebut kepada para karyawan, maka sejumlah aksi korporasi dilakukan. Misalnya, mengubah logo dari perusahaan yang menunjukkan hanya satu payung merek yakni TelkomVision dengan dua produk yakni YesTV dan Groovia.

Selain itu, tagline Nice & Easy baru saja diperkenalkan sebagai strategi perusahaan untuk menjadi pemimpin pasar dengan menggaet pelanggan baru.

Nice yang berarti menyenangkan merupakan komitmen memberikan pelayanan prima kepada pelanggan berupa produk, pelayanan, dukungan, dan pengembangan. Sedangkan Easy yang berarti mudah merupakan komitmen perusahaan untuk memberikan kemudahan dalam memberikan layanan.

“Tagline  Nice & Easy  bukan  sekadar slogan  namun  dapat menjadi roh bagi jiwa masing-masing  individu  karyawan  untuk bekerja dengan  tulus, ikhlas serta berkomitmen  memberikan  pelayanan  terbaik bagi pelanggan.” Katanya.

Aksi lainnya adalah menggandeng perbankan, pembiayaan, Telkom grup, dan penyedia perangkat untuk memperluas jumlah pelanggan melalui bundling produk.  “Kami menyakinkan semuanya untuk bersama-sama melakukan penetrasi pasar.  Khusus kerjasama dengan Telkom Grup itu punya dua makna, satu mencari tambahan pelanggan, kedua menunjukkan kepada karyawan, TelkomVision itu ada di grup perusahaan besar,” katanya.

Menurutnya, potensi pasar TV berbayar di Indonesia sangat besar karena penjualan televisi terus tumbuh.
“Rumah tangga yang memiliki televisi itu besar. Kita jangan terus terkungkung dengan persepsi melawan siaran televisi free to air atau parabola di daerah pinggiran. Nilai lebih harus ditawarkan ke pasar. Salah satu keunggulan dari TelkomVision adalah memiliki semua platform untuk menjalankan konten,” jelasnya.

Untuk diketahui, dari sisi infrastruktur perusahaan menggunakan satelit Telkom-1 dan Palapa dengan teknologi Direct To Home dan kompresi MPEG4 untuk menjangkau pasar secara nasional. Sementara bagi produk Groovia TV didukung Internet Protocol TV (IPTV).

Masih menurutnya, kondisi dari pasar TV berbayar itu sangat mirip dengan seluler kala pertama kali hadir di Indonesia. Potensi besar, tetapi yang menggunakan sedikit. Dibesarkan dari industri telekomunikasi, Elvizar banyak meniru strategi dari seluler untuk penetrasi pasar. Misalnya, membuat paket dengan harga terjangkau atau direct selling yang melibatkan komunitas.

Dampak dari strategi tersebut, saat ini  pelanggan  ritel  TelkomVision mencapai  75% dari total jumlahpelanggan. Namun  dalam perjalanan  bisninya  TelkomVision  juga membidik  pangsa pasar korporat sekitar 46%   atau  memberi  kontribusi  sebesar  25 %   dari total pelanggan  yang dimiliki

TelkomVision dalam rangka meningkatkan jumlah pelanggan juga berencana memperluas areal pelayanan sehingga 33 provinsi dapat terlayani seluruhnya. Saat ini TelkomVision didukung 10 kantor regional untuk memberikan layanan kepada masyarakat di Indonesia.

Selalu Siap
Lebih lanjut Pria Kelahiran Pekanbaru, 12 September 1963 ini mengungkapkan, dalam menjalankan  sejumlah aksi korporasi perusahaan selalu menyiapkan rencana cadangan jika implementasi tak berjalan sesuai jadwal.

”Saya selalu siap dengan rencana A, B, atau C. Ini sama dengan konsep saya menjalani hidup. Saya selalu siap dengan perubahan dan percaya jika semuanya adalah rencana dari Allah SWT untuk diambil hikmahnya,” katanya.

Menurutnya, mensyukuri setiap nikmat dan pemberian Allah SWT serta menjalani hidup  mengalir seperti air adalah pilihan yang paling tepat berada di bumi selagi masih bernafas.

”Saya selalu  bilang kepada teman-teman tidak ada hal yang tak mungkin diraih jika memiliki keyakinan dan kerja keras yang optimal. Saya masih teringat kala memasang target, awalnya anak buah tak percaya dengan mimpi target itu.  Mereka nilai mimpi saya terlalu tinggi di awang-awang. Ternyata, mimpi itu bisa tercapai, bahkan melampaui target jika optimistis,” ujarnya.

Hal lain yang disukurinya adalah, di tengah kesibukan membesarkan perseroan, dirinya masih sempat menikmati waktu bersama keluarga. ”Saya bersyukur bisa menikmati waktu bersama keluarga dan tak membawa urusan kantor ke ruang makan. Ini salah satu kunci hidup sehat lahir dan batin,” katanya berbagi rahasia.[dni]

.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s