Indosat Utilisasi Pasar Korporasi

JAKARTA–PT Indosat Tbk (Indosat) tetap mengutilisasi pasar korporasi guna menjaga pertumbuhan omset menyamai industri yakni sekitar 5-6 persen hingga akhir tahun ini.

“Pasar korporasi di bawah direktorat  wholesale infrastructure tetap digenjot penjualannya tahun ini, meskipun penopang utama pendapatan masih dari jasa seluler di retail,” ungkap Director and Chief Wholesale Infrastructure Officer Fadzri Sentosa di Jakarta

Diungkapkannya, pada tahun lalu segmen korporasi mampu berkontribusi sebesar  25 persen bagi total omset. Dimana sumbangan utama berasal dari jasa Multimedia, Komunikasi Data, dan Internet (MIDi), disusul sambungan langsung internasional.

Berdasarkan catatan, Indosat pada 2011 meraih omset sebesar   sebesar  20.576,9 triliun rupiah  atau naik 3,9 persen dibandingkan 2010 sebesar 19.796,5 triliun rupiah.

Bisnis seluler dengan 51,7 juta pelanggan  membukukan omset 16.750,9 triliun rupiah  pada 2011 atau naik 4,5 persen dibandingkan 2010 sebesar  16.027 triliun rupiah.

Jasa MIDI meraup omset 2.576 triliun rupiah pada 2011 atau naik 4 persen dibandingkan 2010 2.476 triliun rupiah.

Dijelaskannya, salah satu cara untuk menggenjot pasar korporasi dengan menawarkan solusi cloud computing yang masuk sebagai bagian dari Value Added Services (VAS) untuk segmen korporasi.

Cloud Computing  adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan) dimana informasi secara permanen tersimpan di server internet, dan sementara di komputer pengguna (client) termasuk pada desktop, komputer tablet, notebook, gadget dan lainnya.

“Secara industri VAS berbasis cloud computing tumbuh 40 persen. Kami membidik sama dengan itu,” katanya.

Diungkapkannya, perseroan memiliki infrastruktur berupa jaringan seluler untuk koneksi internet dan data center guna mendukung cloud computing. Data center di kantor pusat Indosat disiapkan seluas 1.000 meter, sementara Disaster Recovery Center (DRC) dengan tingkat okupansi 70 persen dimiliki seluas 2 ribu meter.

“Kami rencananya akan menambah kapasitas data center di kantor Indosat seluas 200 meter tahun ini. Investasinya sekitar satu juta dollar AS. vendornya Dimension data,” jelasnya.

Aksi  Telkom
Pada kesempatan sama Direktur IT Solution and Strategic Telkom Indra Utoyo mengungkapkan, perseroan telah terlebih dahulu mengembangkan inovasi cloud computing

“Pada tahun lalu Telkom berinvestasi sekitar 10 juta dolar AS untuk cloud computing. Pada tahun ini besaran investasi untuk cloud computing akan diseuaikan dengan tren bisnis. Jika diperlukan kita akan meningkatkannya,” kata Indra.

Menurut Indra, sejak resmi meluncurkan awal Juni 2011, layanan cloud computing Telkom sudah digunakan sejumlah Usaha Kecil Menengah dan korporasi (UKM).

“Kita memang menargetkan aplikasi layanan cloud untuk masuk ke pasar enterprise termasuk ke lembaga-lembaga pemerintah melalui program e-government,” ujarnya.

Ditegaskannya,  Telkom akan terus mengembangkan layanan ke ekosistem bisnis seperti perbankan, perindustrian, rumah sakit hingga koperasi.

“Saat ini sektor UKM dan perbankan mendominasi penggunaan cloud computing dengan aplikasi BPR-1 yang sudah diperkenalkan sejak tahun 2010,” ujarnya.

Menurutnya, solusi cloud banyak diaplikasikan pada sisi Enterprises Resources Planning (ERP), Customer Relationship Management (CRM), dan horizontal aplication.

“Kita memiliki semua platform tersebut yang disesuaikan dengan keinginan pengguna,” ujarnya.

Ditegaskannya, bisnis cloud computing di Indonesia sudah menunjukkan geliat yang lumayan besar cuma saja harus segera diikuti dengan regulasi karena inovasi ini menjadi penopang omset di segmen korporasi.

“Kita memperkirakan dalam 2-3 tahun ke depan nilai bisnis cloud computing di Indonesia akan semakin membesar, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan akan akses jaringan internet,” katanya.

Secara terpisah, Aktivis Indonesia Cloud Forum Teguh Prasetya mengatakan, cloud computing memang akan menjadi salah satu mesin pendapatan bagi operator di masa depan jika mampu membangun ekosistem secara bersama-sama.

“Operator tidak bisa hanya mengambil posisi sebagai penghantar data dalam menjual cloud computing. Model bisnis saling menguntungkan harus dicari secara bersama agar tidak hanya menjadi penonton,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s