Emiten Transportasi Tunda Aksi Korporasi

JAKARTA–PT Trada Maritime Tbk (TRAM) menunda dua aksi korporasi yang telah dirancang sejak tahun lalu karena ingin lebih fokus kepada rekonsiliasi internal organisasi dan penyelesaian ganti rugi satu kapal jenis Floating Storage & Offloading (FSO) yang terbakar pada akhir September 2011.

Dua aksi korporasi yang ditunda adalah rencana penerbitan saham baru (rights issue) yang sebelumnya akan  mendukung kebutuhan pendanaan ekspansi perseroan tahun ini dan  rencana akuisisi tambang batubara di Kalimantan.

“Aksi korporasi terpaksa ditunda dulu karena terbakarnya kapal FSO dengan nama Lentera Bangsa secara signifikan menganggu hubungan perseroan dengan perbankan. Jadi, kami lebih ingin fokus memperbaiki kembali hubungan dengan perbankan dan menyelesaikan masalah kapal yang terbakar itu,” ungkap Direktur Utama Trada Maritime, Danny Sihanouk de Mita di Jakarta, Rabu (9/5).

Dijelaskannya, kapal Lentera Bangsa harus diselesaikan masalah ganti ruginya karena menyangkut pinjaman dari perbankan untuk membeli armada tersebut yakni sebesar 50 juta dollar AS. “Kami sudah memiliki perusahaan asuransi dari Inggris, London yakni QBE untuk mengurus masalah ganti rugi. Kita harapkan akhir Juni 2012 proses pemindahan kapal dari Merak selesai sehingga bisa ditaksir kerugian,” jelasnya.

Menurutnya, jika pun masalah dengan asuransi bisa diselesaikan pada Juni nanti, potensi aksi korporasi yang bisa direalisasikan adalah mengakuisisi tambang batu bara di Kalimantan tersebut. “Tetapi kami tidak mau berandai-andai. Kita memang akan sangat fokus pada masalah Lentera Bangsa dulu,” katanya.

Ditegaskannya, walau satu kapal FSO terbakar, namun ada penggantinya jenis Panamax dengan nama Aquarius yang mendapatkan kontrak dari perusahaan asing, TORM, untuk mengangkut gas cair (LNG). “Kapal itu dibeli seharga 30 juta dollar AS. Lentera Bangsa biasanya berkontribusi sebesar 25 persen bagi total omset perseroan tetapi Aquarius dengan mengangkut LNG bisa menutupi potensi kerugian dari Lentera Bangsa itu,” katanya.

Dia optimistis, walau keadaan lumayan berat bagi perseroan dengan kehilangan satu kapal, namun tidak akan memberikan pengaruh bagi kinerja laba bersih yang diperediksi nominalnya sama dengan tahun lalu. Pada 2011, perseroan membukukan laba bersih sebesar 118 miliar rupiah.

“Kami memutuskan tidak membagi dividen pada tahun ini karena sebanyak 20 persen dari laba bersih akan dicadangkan sebagai laba ditahan 20 persen, sisanya untuk modal kerja dan investasi,” katanya.

Dikatakannya, perseroan pada tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar 50 juta dollar AS  untuk peremajaan kapal, pengembangan segmen bisnis baru yaitu pengangkutan LNG serta mengembangkan lini bisnis yang sudah ada

Sumber dana untuk pengadaan belanja modal  akan diambilkan dari gabungan kas internal dan eksternal yaitu pinjaman perbankan.

“Komposisinya sekitar 70 persen dari kas internal dan 30 persen dari eksternal yaitu pinjaman bank. Hingga triwulan I 2012, perseroan telah menyerap dana hingga US$30 juta yang digunakan untuk pengembangan segmen bisnis baru yaitu pengangkutan LNG,” ujarnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s