Emiten Produk Telekomunikasi Bidik Laba Tumbuh 30,8%

JAKARTA– PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TELE) membidik membukukan laba sebesar 200 miliar rupiah pada akhir 2012 atau tumbuh 30,8 persen dibandingkan 2011 yang sebesar 152,8 miliar rupiah.

Presiden Direktur Tiphone Mobile Indonesia Tan Lie Pin menjelaskan, untuk mencapai target keuntungan yang ditetapkan, perseroan harus mencapai omset pada 2012 sebesar 8 triliun rupiah atau naik 14,5% dibandingkan perolehan 2011 sebesar 6,6 triliun rupiah.

“Hingga kuartal pertama 2012 perseroan telah meraih omset 1,6 triliun rupiah dengan laba sebesar 39.083 miliar rupiah,” ungkapnya usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Jakarta, Rabu (30/5).

Diungkapkannya, strategi perseroan untuk menjaga pertumbuhan pendapatan perseroan ada dua yakni meningkatkan jalur distribusi dari penjualan ponsel merek sendiri (Tiphone) dan voucher dari mitra operator, serta melakukan akuisisi perusahaan distributor perangkat dan voucher.

“Kita mengandalkan pertumbuhan dari organik dan anorganik. Komposisinya 50:50, setidaknya ada empat perusahaan distribusi yang akan diakuisisi pada tahun ini dengan total alokasi bujet yang disiapkan sekitar 400 miliar rupiah. Sementara untuk perluasan saluran distribusi disiapkan dana 50 miliar rupiah, sedangkan total belanja modal sebesar 750 miliar rupiah yang didapat dari kas internal dan eksternal,” ungkapnya.

Saat ini pendapatan terbesar TiPhone berasal dari pemasaran voucher telepon seluler. Dari keseluruhan penjualan, voucher Telkomsel menempati proporsi terbesar, 70 persen. Sebanyak 20 persen merupakan voucher dari konten dan TiPhone.

Presiden Komisaris Tiphone Mobile Indonesia Hengky Setiawan mengharapkan, aksi akuisisi yang dilakukan perseroan bisa tuntas pada kuartal keempat tahun ini. “Ada beberapa perusahaan yang kita bidik. Sinar Mas Grup menjadi penasihat keuangan untuk membantu aksi ini. Salah satu yang dibidik adalah perusahaan yang menjadi  distributor produk Apple Inc terbesar di Indonesia dan perusahaan distributor voucher,” katanya.

Sekretaris Perusahaan Tiphone Mobile Indonesia Samuel Kurniawan menjelaskan, perusahaan yang akan diakuisisi profilnya harus memiliki kontribusi omset diatas 30-40 persen jika dibandingkan dengan total omset Tiphone. “Jika hanya omset setara 10 persen, itu buang-buang energi. Sekarang kita sedang menunggu hasil audit terhadap perusahaan yang dibidik, jika dianggap bagus, maka aksi akusisi berlanjut,” katanya.

Untuk diketahui, rencananya pada  semester pertama 2012 Tiphone  akan membeli satu perusahaan yang menjadi distributor produk Apple di Indonesia dengan nilai  mencapai  40 juta dollar AS.

Setelah akuisisi distributor Apple,  TiPhone membidik dua perusahaan yang bergerak di bidang distribusi voucher dan ritel. Kemungkinan besar akuisisi ini dilakukan pada semester kedua 2012.

Berkaitan dengan isu yang merebak bulan lalu sebagian saham dari perseroan akan dibidik oleh Samsung atau Research In Motion (RIM), Samuel mengaku hingga saat ini tidak ada pembicaraan yang dilakukan dengan kedua raksasa tersebut. “Kami belum pernah dihubungi oleh kedua perusahaan itu. Jadi, hingga sekarang tidak ada pembicaraan,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar kabar TELE tengah dibidik oleh produsen BlackBerry, Research in Motion (RIM), dan vendor ponsel dari Korea, Samsung. Dikabarkan harga saham yang ditawarkan oleh kedua perusahaan tersebut berkisar  600 rupiah per lembar saham.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s