BTEL akan Terus Merugi

JAKARTA – PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) akan terus merugi hingga semester pertama 2012 karena tekananhutang dalam bentuk dollar AS dan belum membaiknya penjualan dari pemilik merek dagang Esia itu sejak tahun lalu.

“Kami sudah pernah ungkapkan beberapa waktu lalu perseroan akan terus merugi karena turn around belum selaesai. Kita perkirakan kondisi rugi ini akan berlanjut hingga semester pertama tahun ini. Baru di semester kedua, sinyal positif didapat,” ungkap Wakil Deputi Presiden Direktur dan Direktur Keuangan Jastiro Abi ketika dihubungi Jumaat (1/6).

Diungkapkannya, faktor pemicu meruginya perseroan pada kuartal I-2012 tak bisa dilepaskan dari tidak bagusnya penjualan dari Esia. “Kita investasi besar, wajar ada depresiasi. Tetapi penjualan tidak mampu menaikkan Average Revenue Per User (ARPU). Beberapa perbaikan sedang dilakukan seperti membentuk tim pemasaran baru. Kalau bicara hutang dalam bentuk dollar AS, kita lakukan lindung nilai (hedging) hampir 75 persen,” jelasnya.

Dalam keterbukaan informasi perseroan pada otoritas bursa, terungkap  BTEL mengalami kerugian 355,62 miliar rupiah atau naik  764,67 persen  dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang hanya 41,128 miliar rupiah.

Direktur Utama Bakrie Telecom  Anindya Bakrie dalam keterbukaan tersebut menyatakan perseroan  mengalami  rugi kurs  sebesar 56,466 miliar rupiah dalam tiga bulan pertama di 2012, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang membukukan keuntungan kurs 115,871 miliar rupiah.

Sedangkan pendapatan bunga  mengalami penurunan sebesar 88,71 persen dari 4,07 miliar rupiah kini tercatat 452,205 juta rupiah. Beban keuangan turut meningkat  tipis 4,801 persen menjadi 210,206 miliar rupiah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 200,575 miliar rupiah.

Kondisi ini menyebabkan beban lain-lain perseroan melonjak 256,83 persen menjadi 266,365 miliar rupiah dari sebelumnya  74,646 miliar rupiah.

Pendapatan usaha   turun 26,61 persen menjadi 526,599 miliar  rupiah di tiga bulan pertama 2012 dibanding dengan periode yang sama tahun lalu 717,940 miliar rupiah.

Penurunan pendapatan usaha ini disebabkan turunnya pendapatan jasa telekomunikasi sebesar 26,07 persen dari 830,999 miliar rupiah menjadi 614,355 miliar rupiah. Selain itu, jasa interkoneksi juga turut turun 14,58% menjadi 58,963 miliar rupiah dibanding periode yang sama tahun lalu 69,033 miliar rupiah.

Posisi kas dan setara kas anak usaha Kelompok Usaha Bakrie ini melorot sampai 215,29 miliar rupiah pada Maret 2012 dibandingkan Maret 2011 yang sebesar 802,3 miliar rupiah.

Perseroan hanya berhasil menekan beban usaha sekitar 1,13% dari 704,981 miliar rupiah menjadi 696,967 miliar rupiah.Sedangkan rugi usaha diderita sebesar 170,368 miliar rupiah.

Hingga kuartal I-2012, total aset esia tercatat 12,028 triliun rupiah. Angka ini mengalami penurunan 1,51 persen  bila dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2011 sebesar 12,213 triliun rupiah.

Sebelumnya, peringkat  Bakrie Telecom  dan obligasi I tahun 2007 diturunkan menjadi idBBB- dari sebelumnya idBB oleh Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tersebut pun ditempatkan pada posisi credit watch dengan implikasi negatif.

Penurunan peringkat ini mencerminkan meningkatnya risiko pembiayaan kembali untuk obligasi perseroan sebesar 650 miliar rupiah yang jatuh tempo 4 September 2012. Padahal,  BTEL dikabarkan  akan mendapatkan  fasilitas kredit baru yang akan digunakan untuk melunasi 70 persen dari jumlah pokok obligasi  yang tengah difasilitasi oleh Credit Suisse AG cabang Singapura.

Makin runyam, rencana perusahaan untuk mengundang investor strategis baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang akan digunakan untuk melunasi 30 persen sisa hutang juga masih memiliki ketidakpastian yang tinggi.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s