2013, Emiten Seluler Optimistis Catat BEP

JAKARTA– PT Smartfren Telecom Tbk (Smartfren) optimistis di akhir 2013 nanti akan mampu mencatat kinerja keuangan yang positif seiring kian kuatnya kontribusi jasa data bagi omset perseroan.

“Kami optimistis pada 2013 akan mencatat Break Even Point (BEP), jika semua rencana yang dibuat pada tahun ini berjalan mulus,” ungkap Deputy CEO Commercial Smartfren Djoko Tata Ibrahim di Jakarta, Rabu (30/5).

Diungkapkannya, rencana besar yang dimiliki perseroan pada tahun ini adalah bisa meraih omset sekitar dua hingga 2,5 triliun rupiah dimana jasa data berkontribusi 60-75 persen bagi total omset.

“Pada tahun lalu omset data baru berkontribusi 35% dengan jumlah pelanggan ratusan ribu nomor. Jika pendapatan terus  naik, sementara beban dapat dijaga flat pertumbuhannya. itu signifikan menekan bottom line perseroan,” jelasnya.

Menurutnya, mencetak omset dua kali lipat dibandingkan 2011 bukan merupakan pekerjaan berat melihat penjualan yang berhasil dilakukan perseroan belum lama ini.

Pasalnya, produk donggle atau modem Smartfren menguasai hampir 60 persen pangsa pasar. Tercatat, dari 10 ribu modem yang terjual, sekitar 6 ribu merupakan produk Smartfren.

Menurutnya, diminatinya donggle yang dijual Smartfren tak bisa dilepaskan dari paket berlangganan data yang terjangkau. Terbaru, perseroan melepas USB Modem EV-DO Rev B Phase 2 seri CE 81B seharga 399 ribu rupiah.

Belum lagi di layanan BlackBerry yang pada April lalu berjumlah 110-120 ribu pelanggan. “Sejak bulan lalu, setiap bulan ada sekitar 30 ribu pelanggan BlackBerry baru datang ke galeri Smartfren. Ini karena mereka mencari jaringan yang berkualitas,” katanya.

Dia optimistis, pengguna jasa data Smartfren hingga akhir tahun nanti bisa berjumlah sekitar 3,8 juta nomor melonjak dari posisi sekarang  1,8 juta nomor.

Lebih lanjut diungkapkannya, untuk menopang jasa data perseroan  berencana akan menambah 40 persen BTS dari jumlah yang ada saat ini, 4300 BTS.

Berikutnya, membangun serat optik untuk koneksi ke luar negeri bekerjasama dengan Moratel dengan rute Jawa-Bangka-Batam-Singapura yang menelan investai sekitar 20 juta dollar AS.

Sementara untuk rute Surabaya-Jakarta yang selama ini menjadi backhaul baru saja ditingkatkan kapasitasnya dari 5 Gbps menjadi 10 Gbps.

Terakhir, menggunakan solusi Netsnapper untuk membantu  optimize bandwidth dan memindahkan trafik kala padat (offloading)  ke ke Wifi.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan keuangan perseroan pada otoritas bursa,  Smartfren mengalami kerugian bersih sebesar 533.430 miliar rupiah   pada kuartal pertama 2012 atau naik 89 persen dibandingkan periode sama 2011 sebesar  281.0477 miliar rupiah .

Namun, Smartfren masih mampu mempertahankan kinerja yang positif untuk omset dimana terjadi kenaikan 48% yakni   210 688 miliar rupiah  pada kuartal pertama 2011 menjadi  312.093 miliar rupiah di kuartal pertama 2012.

Sedangkan pada 2011, perseroan  mencetak kerugian  sebesar  2,4 triliun rupiah  atau naik 71% dibandingkan 2010 sebesar  1,4 triliun rupiah. Kerugian yang dialami oleh  Fren karena naiknya  beban usaha dan hutang.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s