Telkom Mulai Memetik Hasil Transformasi

Kinerja Kuartal I/2012: Laba Telkom Melesat 17,5%

 

Transformasi yang dilakukan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) sejak 2009 lalu mulai membuahkan hasil yang menggembirakan.

Sejak tiga tahun lalu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu mengubah diri dari   perusahaan berbasis  InfoCom menjadi operator berbasis Telekomunikasi, Information, Media, dan Edutainment (TIME).

“Sebagai perusahaan Telkom sangat sehat kinerja keuangannya. Jika dilihat dari teori siklus perusahaan, Telkom sedang berada di posisi mature. Nah, untuk mengantisipasi agar tidak masuk ke titik penurunan, transformasi merupakan hal yang mutlak dilakukan,” ujar Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah kala itu.

Setelah tiga tahun berlalu, ucapan yang dilontarkan Rinaldi mulai menunjukkan bukti nyata. Kinerja yang positif selama kuartal pertama 2012 di tengah pasar telekomunikasi yang sudah di era jenuh tentu merupakan sesuatu yang luar biasa.

Pada triwulan I/2012 Telkom berhasil membukukan laba bersih sebesar  Rp 3,32  triliun atau tumbuh sebesar 17,50% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,828 triliun.

Sedangkan pendapatan operasi mencapai Rp 17,8 triliun  atau tumbuh sebesar 6,50% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 16,706 triliun.

Earning Before Interests, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA)   tumbuh 11,40% menjadi Rp 9,62 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 8,642 triliun. Margin EBITDA Triwulan 1/2012 54,10% atau tumbuh  2,40% dibandingkan tahun lalu sebesar 51,70%.

Rahasia

Rinaldi kala dihubungi mengungkapkan terdapat tiga rahasia kesuksesan yang dicapai Telkom selama kuartal I/2012.

Tiga rahasia itu adalah. Pertama, omset dari telepon tetap kabel tidak turun drastis seperti tahun lalu. Pendapatan fixed line  mencapai Rp 2,81 triliun atau turun 4,30% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,929.6 triliun. Penurunan tersebut diklaim lebih baik dibanding penurunan 2011 sebesar 11,40%.

“Ini merupakan sinyal bahwa program retensi perseroan terhadap pelanggan fixed line menunjukkan hasil yang positif. Selain itu jumlah pelanggan fixed line tumbuh menjadi 8,69 juta atau 4,20%, artinya minat masyarakat terhadap telepon kabel mulai meningkat kembali,” jelasnya.

Kedua, jasa selain suara yakni data menunjukkan pertumbuhan, begitu juga dengan anak-anak usaha berbasis Information, Media, and Edutainment (IME).  seperti Mitratel, MetraGroup, TelkomVision, Pramindo Ikat Nusantara (PINS), dan GSD juga menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang menjanjikan sebesar 55,40% meskipun secara nominal kontribusinya belum besar.

Sementara untuk jumlah pelanggan telephony juga terus bertambah: pelanggan Seluler (Telkomsel) mencapai 109,88 juta atau tumbuh 10,60%; Pelanggan wire line mencapai 8,69 juta atau tumbuh 4,20%; Pelanggan Flexi mencapai 15,12 juta atau turun 19,20%.

“Penurunan pelanggan yang dialami Flexi  karena Telkom  memang melakukan terminasi terhadap pelanggan tidak produktif yang dievaluasi secara berkala,” katanya.

Ditegaskannya, dalam rangka meningkatkan kualitas layanan Flexi maka pada Oktober 2011, Telkom menggelar layanan broadband mobile dengan teknologi Evolution Data Optimized (EVDO) yang mendapat sambutan positif dari pelanggan. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan hingga Maret 2012 tersebut, jumlah pelanggan EVDO sudah mencapai 103 ribu.

Sementara itu, jumlah pelanggan broadband mencapai 10,47 juta atau tumbuh 35,90% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pelanggan mobile broadband (Flash) mencapai 5,24 juta atau tumbuh 20,90%, pelanggan fixed broadband (Speedy) mencapai 1,88 juta atau tumbuh 5,20%, pelanggan Blackberry mencapai 3,35 juta atau tumbuh 111,90%.

Rahasia ketiga, perseroan berhasil mencatat kinerja yang positif adalah kemampuan  mengelola biaya. Pada Triwulan I/2012, cash operating expenses Telkom mencapai Rp 8,17 triliun atau tumbuh 1,40% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 7,5 triliun. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,50%.

Pencapaian ini berhasil dilakukan sehubungan dengan telah diterapkannya program cost optimization dan quality assurance initiatives, antara lain sentralisasi outsourcing, pensiun dini sukarela, optimalisasi properti/aset, optimalisasi collection fee, pengelolaan travel management system.

Program lain cost optimization adalah, inovasi teknologi salah satunya modernisasi jaringan akses dari kabel tembaga ke optik, sentralisasi pengelolaan kendaraan bermotor (KBM) dan bahan bakar minyak (BBM), implementasi green energy dengan mengganti freon air conditioner dengan retrofit hydrocarbon bekerjasama dengan Pertamina dan beberapa program lain yang menguatkan kepada sinergi TelkomGroup maupun BUMN.

“Program cost optimization ini baru dilaksanakan secara konsisten sekitar setahun, kami gembira karena telah memberikan hasil yang positif. Tentu program ini akan berlanjut karena efisiensi dan efektivitas dengan  sasaran yang tepat merupakan kebutuhan perusahaan modern. Kesimpulannya, kinerja yang positif kuartal I/2012 tak bisa dilepaskan dari strategi yang matang dipersiapkan sejak lama,” tegasnya.

Semakin Optimis

Awal yang baik di dapat pada kuartal I/2012 menjadikan Rinaldi kian bergairah menatap tahun Naga Air ini.

“Kita memprediksi pertumbuhan di kisaran 4-7%. Satu hal yang pasti, kami yakin TelkomGroup sudah mulai bangkit karena transformasi perseroan yang dilakukan beberapa tahun lalu sudah mulai dirasakan hasilnya pada Triwulan I/2012 ini,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 Telkom  memasang target pendapatan  sebesar  Rp 76,4 triliun. Angka ini bertumbuh 7,15 persen dari RKAP 2011 sebesar Rp 71,8 triliun.

Senada dengan Rinaldi,  punggawa anak usaha berbasis IME pun menunjukkan gairah mendukung target yang dibebankan oleh induk usaha.

Direktur Utama Telkom Vision Elvizar KH mematok omset yang diraih perseroan bisa  melesat 100% dari Rp 500 miliar menjadi Rp 1 triliun pada tahun ini. “Kami optimistis itu bisa diraih karena pasar TV berbayar baru 3 persen yang digarap,” katanya.

Presiden Direktur Infomedia Muhammad Awaluddin mengungkapkan, melihat kinerja yang positif pada kuartal I/2012, maka target meraih  omset sebesar  Rp 1.3 triliun pada tahun ini bisa dicapai.

“Pada kuartal I/2012 Infomedia  mencetak omset Rp 216.736 miliar     atau naik 21,5 persen dibandingkan periode sama 2011 sebesar Rp 178.425 miliar,” ungkap Awal.

Sementara Presiden Direktur Telkom Sigma Rizkan Chandra menetapkan  target  omset sebesar Rp 750 miliar pada 2012 atau tumbuh 30% dari 2011 sebesar Rp 578 miliar.

Rinaldi optimistis, melihat kinerja yang terus tumbuh dari anak-anak usaha berbasis IME, dalam   lima tahun ke depan  60 persen pendapatan Telkom Grup akan datang dari industri new wave.

“Kita sudah rintis dari tiga tahun lalu, dan sekarang sedikit demi sedikit terlihat hasilnya. Telkom sudah berada di jalan yang benar menatap masa depan  dimana tidak hanya mengandalkan sektor telekomunikasi tetapi beralih kepada konten, portal, media, dan solusi teknologi informasi dimana infrastruktur telekomunikasi dijadikan sebagai tulang punggungnya,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s