TBIG Raih Omset Rp 310 miliar

JAKARTA— PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) berhasil meraih omset sebesar 310 miliar rupiah selama kuartal I/2012 atau naik 45 persen dibandingkan periode sama tahun lalu 213,9 miliar rupiah.

“Pada triwulan terakhir ini, kami terus bekerja keras dalam menciptakan pertumbuhan dan meningkatkan kinerja keuangan. Kami berhasil menambah 678 penyewaan melalui pertumbuhan organik dimana mayoritas dari penambahan tersebut adalah penambahan kolokasi untuk menara yang ada,” ungkap CEO TBIG Hardi Wijaya Liong melalui keterangan tertulis Rabu (18/4).

Menurutnya, kinerja  positif juga dicatat Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) selama kuartal I/2012 yakni  245 miliar rupiah atau naik  47% jika dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 166,7 miliar rupiah.

Masih menurutnya, jika triwulan pertama ini disetahunkan (first quarter 2012 results on an annualized basis), maka total pendapatan perseroan mencapai 1.238 trilliun rupiah atau meningkat 28% dibanding periode penuh tahun 2011 sebesar 855,9 miliar rupiah  dan EBITDA mencapai 981 miliar,rupiah  atau meningkat 28% dibanding periode penuh tahun 2011 sebesar 666,8 miliar rupiah.

Lebih lanjut diungkapkan, posisi total pinjaman (gross debt) pada 31 Maret 2012 sebesar 3.586 triliun rupiah sedangkan saldo kas mencapai 414 miliar rupiah, sehingga jumlah pinjaman bersih perseroan menjadi 3.172 triliun rupiah.

Alhasil,  rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA disetahunkan adalah 3,2x. Rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA ini lebih rendah jika dibandingkan dengan rasio yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman Perseroan yaitu 4.5x.

TBIG memiliki 7.680 penyewaan dan 5.100 site telekomunikasi per 31 Maret 2012. Site telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 3.643 menara telekomunikasi, 1.040 shelter-only, dan 417 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 6.223, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan meningkat menjadi 1,71.

Hal ini menyebabkan peningkatan rasio kolokasi Perseroan dari 1.63 menjadi 1.71 dan penurunan rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA dari 3,4x menjadi 3,2x.

“Aspek yang paling menggembirakan   pada triwulan ini, berhasil mencapai pertumbuhan organik yang terpesat dalam sejarah Perseroan , sekaligus rasio leverage (leverage ratio) Perseroan secara keseluruhan mengalami penurunan,” katanya.

Untuk diketahui, komposisi kepemilikan  TBIG  diantaranya terdiri  dari Saratoga (25,83%),   PT Provident Capital Indonesia (25,11%) dan PT Wahana Anugerah Sejahtera (25,11%).  PT Saratoga Infrastruktur berencana  melepas 373,17 juta saham atau 8,19% kepemilikannya  di  TBIG dengan   harga jual  2.900 rupiah per saham.

Aksi korporasi TBIG tahun  yang menyentak pasar adalah membeli 2.500 menara Indosat oleh anak usahanya PT Solusi Menara Indonesia (SMI)  seharga 518,5 juta dollar AS.

Untuk pemenuhan dana pembelian, perseroan berencana menggelar private placement dengan harga 2.757  rupiah per saham.

SMI akan melakukan pembayaran atas   406 juta dollar AS dengan menebitkan surat utang (promissory notes) senilai  661,2 miliar rupiah. TBIG akan mengambil alih kewajiban SMI tersebut (Rp661,2 miliar) dengan menebitkan surat utang wajib konversi yang akan dilego ke Indosat.

Pada saat bersamaan, Indosat akan menukarkan surat utang wajib konversi tersebut dengan jumlah saham 239,8 juta saham. Tower Bersama akan menerbitkan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias private placement.

Secara terpisah, Praktisi telematika Ruby Hermanto menilai, di bisnis penyediaan menara, TBIG memiliki keunggulan dalam hal komposisi pendapatan dibandingkan emiten menara telekomunikasi lainnya.

“Pendapatan sewa menara dari klien yang sudah mendapat predikat layak investasi (investment grade) seperti Telkom, XL Axiata, dan Indosat mencapai 80% dari total pendapatan TBIG. Porsi ini paling besar dibanding emiten menara lainnya,” ungkapnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s