Pelindo II Bentuk Anak Usaha Kembangkan Pelabuhan

JAKARTA—PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) atau  Indonesia Port Corporation (IPC) membentuk anak usaha yang akan khusus mengembangkan infrastruktur pelabuhan seperti di Kali Baru atau New Priok.

“Kita telah membentuk anak usaha yakni PT Pengembang Pelabuhan Indonesia untuk mengembangkan infrastruktur di atas lahan IPC. Proyek pertamanya itu di New Priok. Kita akan suntik investasi awal di anak usaha itu tiga triliun rupiah untuk mengembangkan New Priok. Sisanya akan disuruh mencari pendanaan dari eksternal,” ungkap Direktur Utama Pelindo II RJ Lino di Jakarta, Senin (23/4).

Diungkapkannya, anak usaha yang baru dibentuk ini   akan mencari pendanaan untuk menutup proyek New Priok sebesar 11,75 triliun rupiah yang menjadi tanggungan Pelindo II. Sumber dana bisa berasal dari pinjaman, obligasi, dan pembayaran dimuka yang dilakukan oleh mitra operator pemenang tender pengelola terminal.

“Total nilai proyek New Priok tahap pertama sebesar 22,66 triliun rupiah. Pelindo II menanggung sekitar 11,75 triliun rupiah, sisanya dari operator yang beroperasi di terminal baru dibentuk dimana akan membangun suprastrukturnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, infrastruktur yang menjadi tanggungan Pelindo II melalui anak usahanya diantaranya break water, dermaga, dan lainnya. Untuk pengerjaan infrastruktur ini tender sedang berlangsung.

“Kalau ada yang disebutkan 3 perusahaan konstruksi BUMN, kita masih mengkaji siapa yang berhak membangun New Priok Port tersebut. Berikutnya akan dibuka tender untuk mitra operator tiga terminal. Kemungkinan anak usaha Pelindo lainnya, Terminal Peti Kemas, akan menggandeng mitra dari pelayaran global untuk ikut mengelola tiga terminal yang akan dibangun pada tahap pertama ini,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk tahap pertama pengembangan New Priok akan dibangun tiga kontainer terminal serta dua terminal bahan bakar dan gas. Pelabuhan ini didesain dengan kedalaman draft hingga kurang lebih 20 mLWS dengan tahap pertama akan dilakukan pengerukan sedalam 16 MLWS, dan alur pelayaran dua arah hampir 300 meter untuk mempercepat arus kedatangan dan keberangkatan kapal.

Tahap pertama ini, pelabuhan akan dibangun di atas lahan seluas 195 hektar dengan panjang deramga 4.000 meter dan mampu menampung hingga 4,6 juta TEUs.

“Diharapkan tahap pertama pembangunan bisa beroperasi pada 2014. Pemancangan tiang pertama (ground breaking) direncanakan pada Juli 2012. Kita sudah kirim design ke Kemenhub pada 20 April lalu, sesuai amanat Peraturan Presiden No 36/2012 tentang penugasan kepada Pelindo II untuk membangun dan mengoperasikan New Priok Port, satu bulan harus sudah diputuskan,” jelasnya.

Menurutnya, keluarnya Perpres No. 36 Tahun 2012 yang  ditandatangani pada 5 April 2012 menjadikan Pelindo II memiliki wewenang yang besar untuk membangun New Priok. “Ini tidak ada dana negara. Proyek sebesar ini pertama kali ada di dunia tanpa dana negara,” katanya.

Sebelumnya, ada tarik menarik anatar Kementrian Perhubungan (Kemenhub) dengan Pelindo II soal design pengembangan Kali Baru. Dalam skema usulan Pelindo II akan ada reklamasi pantai secara total dan membangun seaway atau jembatan layang. Sedangkan Kemenhub tidak menginginkan adanya reklamasi total.

Setelah membatalkan skema lelang pengerjaan proyek Kalibaru, pihak Kemenhub jmenyatakan rancangan pelabuhan versi mereka tidak berlaku lagi. Kemenhub memberikan kesempatan kepada Pelindo II, selaku pihak yang ditugasi mengerjakan Kalibaru, untuk mengajukan proposal rancangan pelabuhan tersebut.

Akses Tol

Lebih lanjut Lino mengungkapkan, untuk mempermudah akses ke New Priok akan dibangun  jalan tol sepanjang 7 kilometer (km) senilai  1,3 triliun rupiah yang membentang dari kawasan Kalibaru hingga Marunda.

Jalan tol itu akan berdampingan dengan jalan arteri Cilincing. Jalan tol dibangun dengan sistem layang (elevated) bertiang pendek yang berdiri di atas laut.Di atas jalan tol tersebut nantinya juga akan dibangun jalur kereta api .

“Kita belum menunjuk siapa untuk membangun jalan tol seperti di Tanjung Benoa itu. Kalau PT Jasa Marga Tbk mau, kita MoU sekarang,” tuturnya.

Diperkirakan pembangunan secara keseluruhan New Priok tahap pertama dan kedua  selesai pada  2023 mendatang dengan kapasitas 13 juta TEUs.

“Keberadaan New Priok Port akan mampu mendorong penguatan dan efisiensi mata rantai logistik nasional sehingga menarik investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Tingkat produktivitas pelabuhan juga ditargetkan berada di level internasional,” katanya.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s