Omset Infomedia Tumbuh 21,5%

JAKARTA—PT Infomedia Nusantara (Infomedia) berhasil membukukan omset sebesar 216.736 miliar rupiah selama kuartal pertama 2012 atau naik 21,5 persen dibandingkan periode sama 2011 sebesar 178.425 miliar rupiah.

Presiden Direktur Infomedia Muhammad Awaluddin mengungkapkan penopang omset perseroan selama kuartal pertama lalu  dari  portofolio Business Process Outsourcing (BPO) dimana berkontribusi sebesar 87 persen atas total pendapatan dengan nilai 188.422 miliar upiah atau tumbuh 21,1 persen dibandingkan periode sama 2011 sekitar 155.535 miliar upiah.

“BPO masih menjadi primadona. Apalagi pada kuartal pertama 2012 Knowledge Process Outsourcing (KPO) melalui bisnis data analytics sudah mulai menggeliat,” ungkapnya di Jakarta, Selasa (17/4).

Diungkapkannya, bisnis lain yang melejit adalah Directory & Media dimana berhasil meraup omset 18.581 miliar rupiah atau naik 113,1 persen dibandingkan periode kuartal I/2011 sebesar 8.721 miliar rupiah.

“Ini berkat adanya tambahan bisnis advertising dan digital printing. Kami baru bisa paparkan kinerja topline, sedangkan bottom line harus dikonsolidasikan dulu dengan induk usaha PT Multimedia Nusantara (Metra) dan Telkom,” jelasnya.

Geber Digital Printing

Lebih lanjut Awaluddin mengungkapkan, perseroan tengah menggeber bisnis digital printing mengingat pada kuartal pertama 2012 lini offset printing mengalami penurunan.

“Kita tengah investasi sekitar 14 miliar rupiah guna membangun hub store digital printing dengan merek dagang Print+ di Jakarta dan Surabaya. Kami menargetkan dari semua bisnis printing ada omset 85 miliar rupiah  pada tahun ini dimana 15 miliar rupiah akan disumbang oleh digital printing dan sisanya offset printing,” katanya.

Dijelaskannya, perbedaan dari offset printing dengan digital printing terletak pada mesin yang digunakan dan kapasitas mencetak. Biasanya offset printing minimal mensyaratkan mencetak lima ribu eksemplar, sementara digital printing bisa dalam bentuk satuan.

“Total nilai bisnis dari digital printing itu 40-50 juta lembar  per tahun atau setara dengan 500-750 miliar per tahun. Nilai tersebut sangat kecil karena msih sekitar 10 persen dari total pasar offset printing yang diperkirakan sebesar 5 triliun rupiah. Tetapi ini harus digarap karena di offset itu pasarnya sudah dikuasai oleh pemain-pemain besar,” katanya.

Diungkapkannya, layanan digital printing yang disediakan Infomedia adalah offset digital, digital printing large format, dan digital printing wide format.

Berdasarkan catatan, pada tahun lalu Infomedia   meraih pendapatan  sebesar  1,07 triliun rupiah  atau melampaui  target yang ditetapkan yakni  satu triliun rupiah.

Sementara  Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA)  tumbuh sebesar 19% menjadi  245,72 miliar rupiah, sedangkan laba bersih  juga meningkat 14 persen menjadi  143,4 miliar rupiah.

Untuk  2012 ini terdapat 7 (tujuh) portofolio bisnis yang dimiliki Infomedia akan memberikan kontribusi, sebagai berikut : CRM Services 55%, HR Services 10%, Operation Services 1%, Data Analytics 1%, Digital Rich Content 1%, Directory & Advertising sebesar 26% dan Printing & publishing yang berkontribusi sebesar 6%.

Infomedia sendiri ditargetkan berkontribusi sebesar 40 persen bagi total omset Metra pada tahun ini yang diperkirakan mencapai tiga triliun rupiah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s