Obligasi Indosat Tetap Diminati

JAKARTA—Obligasi milik PT Indosat Tbk (Indosat) yang akan diterbitkan pada Mei ini diyakini tetap diminati oleh pasar walau kinerja dari perseroan selama kuartal pertama 2012 tidak begitu menggembirakan.

Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada menjelaskan, investor dalam membeli obligasi lebih melihat peringkat yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat dan kemampuan membayar dari penerbit, selain kinerjanya.

“Investor itu mempercayai laporan yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkat seperti PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atau lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating. Pasalnya, lembaga tersebut dalam memberikan peringkat sudah melakukan valuasi menyeluruh dari penerbit,” jelasnya di Jakarta, Rabu (2/5).

Ditambahkannya, sentimen positif juga menghinggapi Indosat karena mantan Wakil Direktur Utama Bidang Pemasaran Bakrie Telecom, Erik Meijer, bergabung ke operator tersebut menjadi Director and Chief Commercial Officer menggantikan Laszlo Imre Barta tak lama lagi.

“Sosok Erik ini memiliki reputasi yang harum di industri telekomunikasi karena rekam jejaknya selalu cemerlang di setiap operator yang memperkerjakannya. Sosok ini sama dengan Sebastian Paredes yang mampu mengangkat saham bank Danamon kala dirinya bergabung,” katanya.

Secara terpisah, Corporate Secretary Indosat Strasfiatri Auliana mengungkapkan, perseroan telah mendaftarkan ke Bapepam untuk penerbitan obligasi dan sukuk ijarah yang telah diajukan dengan maksimum penerbitan masing–masing  2,5 triliun rupiah  dan  500 miliar rupiah.

“Sedang dalam proses di Bapepam. Kita targetkan bulan ini sudah diterbitkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pefindo menaikkan Indosat   ke level idAA plus dengan outlook stabil.

Selain itu, lembaga pemeringkat internasional, Fitch Rating, juga telah menaikkan peringkat surat utang Indosat untuk Long-Term Foreign- dan  Local-Currency Issuer Default Ratings (Rp) serta Foreign Currency senior unsecured rating dari posisi BBB minus menjadi BBB dengan outlook stabil.

Pada saat bersamaan, pemeringkat juga memberikan peringkat nasional Long-Term ‘AAA(idn)’ dan ‘AAA(idn)’ untuk obligasi dan sukuk ijarah yang telah diajukan dengan maksimum penerbitan masing–masing 2,5 triliun rupiah  dan  500 miliar rupiah.

Kenaikan peringkat ini mencerminkan perbaikan dalam profil kredit Indosat dan ekspektasi Fitch bahwa arus dana operasional dari uutang bersih akan terdorong oleh penjualan 2.500 menara kepada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Faktor lain adalah arus kas bebas positif yang berkelanjutan.

Kredit profil Indosat tetap mencerminkan posisi Indosat sebagai operator kedua terbesar berdasarkan pangsa pasar pelanggan dan pangsa pasar pendapatan diantara lima operator telekomunikasi terbesar, yang diyakini oleh Fitch bahwa perusahaan papan atas di pasar telekomunikasi Indonesia akan tetap meraup laba tertinggi di wilayah Asia Pasifik.

Kinerja Indosat selama kuartal I/2012 kurang menggembirakan. Tercatat,  laba  mengalami penurunan   96,5% selama kuartal I/2012 dari posisi  483,7 miliar rupiah pada kuartal I/2011 menjadi  16,7 miliar rupiah di kuartal I tahun ini.

Sedangkan  omset Indosat pada kuartal I/2012 naik sebesar 2,1% dari 4,874 triliun rupiah  pada kuartal I/2011 menjadi  4,977 triliun rupiah  di kuartal I/2012.

Saham Indosat pada perdagangan Rabu (2/5) ditutup 4825 rupiah dengan pergerakan terendah 4800 rupiah dan tertinggi 4900 rupiah. Sedangkan saham yang diperdagangkan sebanyak 2.283.500 lembar.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s