Meretas Masa Depan Melalui TIME

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) meretas masa depan menjadi perusahaan berbasis Telecommunication, Information, Media, and Edutainment (TIME) sejak tiga tahun lalu tidak main-main.

Aksi akuisisi, aliansi, atau menyuntikkan dana segar bagi anak usaha yang bergerak di bisnis Information, Media, dan Edutainement (IME) dilakukan agar bisa berkembang dan menjadi pemain kunci di setiap sektor dengan memanfaatkan keunggulan basis Telkom grup yang mencapai 129 juta pelanggan.

“Saat ini industri telekomunikasi bergeser dari Star ke Cash Cow. Kondisi ini sama dengan industri rokok. Pertumbuhan masih ada di industri telekomunikasi tetapi dari sektor  IME yang dipicu oleh penetrasi akses data. Kondisi ini sudah diprediksi Telkom, karena itu transformasi menjadi perusahaan TIME dilakukan sejak tiga tahun lalu,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah.

Diungkapkannya, untuk menggarap bisnis IME, perseroan mengandalkan beberapa anak usaha.

Pertama, PT Multimedia Nusantara atau Metra Holding  yang menjadi  strategic investment company untuk menjalankan bisnis IME. Metra pada tahun lalu   berhasil meraup omset sebesar Rp 3 triliun  dengan laba bersihRp  50 miliar

Metra memiliki enam anak usaha. Pertama,  PT. Infomedia Nusantara, bergerak di bidang bisnis layanan contact center & outsourcing dan layanan digital media & rich content (DMRC), business process outsourcing/knowledge process outsourcing (BPO/KPO). Pada 2011, Infomedia berhasil masuk jajaran elit anak usaha Telkom karena meraih omset di atas Rp 1 triliun. Pada 2012, Infomedia akan menopang 41% total omset Metra.

Kedua, PT. Sigma Citra Caraka, dikenal dengan Telkom Sigma, bergerak di bidang managed services, software, system integration dan IT consulting and advisory services. Pada 2011, pertumbuhan revenue telkomsigma mencapai 30% berarti di atas pertumbuhan rata-rata industri yang hanya berkisar 25 %.

Ketiga, PT. Finnet Indonesia (Finnet), bergerak di bidang aggregator collecting agent, interbank switching, payment channel and application, dan SWIFT service bureau.

Keempat, PT. AdMedika, bergerak di bidang healthcare third administrator, health information system, emergency medical travel and personal assistance program. Perusahaan ini  memiliki akses jaringan 825 rumah sakit dan klinik di Indonesia serta 30 rumah sakit di luar negeri, selain juga  terkoneksi ke 42 perusahaan, private company serta BUMN dengan total 3.000 asuransi kesehatan serta 1,8 juta peserta.

Kelima, PT. MelOn Indonesia bergerak di bidang online digital music content. Tercatat sudah lebih dari 250.000 register member tergabung di jejaring pengunjung situs MelOn Keenam, Metranet yang bergerak di portal multimedia seperti PlasaMSN.

“Metra berhasil menggandeng situs ternama ebay membantuk perusahaan patungan MetraPlasa belum lama ini guna menggarap pasar e-commerce. Keberhasilan menggandeng ebay itu menujukkan, walau secara kontribusi IME belum siginifikan bagi total omset Telkomgrup, tetapi untuk nilai di masa depan sangat tinggi,” jelas Rinaldi

Lebih lanjut Rinaldi mengungkapkan, andalan lain di bidang IME adalah  PT Indonusa Telemedia (TelkomVision) yang mengelola bisnis televisi berbayar dengan brand TelkomVision dan layanan televisi interaktif berbasis internet protocol television (IPTV) dengan brand GrooviaTV yang memungkinkan pelanggan untuk rewind, record, pause dan forward.

Jumlah pelanggan TelkomVision hingga Maret 2012 telah mencapai 1,2 juta dengan pangsa pasar sebesar 45%. TelkomVision menargetkan pertumbuhan jumlah pelanggan hingga 150 % menjadi 2,5 juta pelanggan pada akhir 2012.

“Kita percaya video adalah konten masa depan. Tak lama lagi akan diluncurkan Groovia Lite. Layanan ini menyasar segmen menengah bawah untuk IPTV. Kita siapkan belanja modal untuk TelkomVision pada 2012 sebesar Rp 650 miliar,” ungkap Direktur Utama Telkom Vision Elvizar KH.

Sementara untuk perusahaan yang bermain di infrastruktur, Telkom memiliki   PT. Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), bergerak di bidang usaha tower dan infrastructure provider dengan  menyediakan beberapa layanan, yaitu jasa pemeliharaan base transceiver station (BTS) full service, jasa penyewaan BTS, jasa penyewaan menara telekomunikasi, jasa penyewaan genset untuk BTS dan jasa penyewaan in-building coverage system (IBS).

”Saat ini Mitratel memiliki tidak kurang dari 3.500 menara yang melayani TelkomGroup dan operator telekomunikasi lainnya. Jumlah tersebut akan bertambah terus mengingat permintaan akan menara BTS semakin meningkat.,” kata Direktur Utama Mitratel Edy Irianto

Telkom juga memiliki anak usaha yang bergerak di bidang perdagangan customer premises equipment (CPE) yakni  PT. Pramindo Ikat Nusantara (PINS).

PINS memiliki pilar bisnis, yaitu penyediaan CPE seperti handset, komputer, USB modem, modem ADSL, set top box, router dan lain-lain. Selain itu, PINS memberikan layanan pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan segala jenis perangkat CPE yang ada di lokasi pelanggan yang disebut juga Premises Integration diantaranya adalah Digital Lounge (DILO), Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK), Wi-fi dan lain-lain.

“Di tahun 2012 PINs akan membangun 400 gerai (outlets) PINs Point sebagai saluran distribusi dari PINs untuk CPE distribution,” kata Direktur Utama PINS,Syarifuddin Saguni.

Terakhir untuk layanan telekomunikasi internasional dan strategic investment di bisnis telekomunikasi international yang juga berperan sebagai kepanjangan tangan Telkom dalam mengelola dan mengembangkan lini bisnis internasional, Telkom mengandalkan,  Telkom Indonesia Internasional (Telin).

Telin memiliki dua anak perusahaan masing-masing di Singapura (Telin Singapore) dan di Hong Kong (Telin Hong Kong) yang melayani main gateways ke pasar telekomunikasi internasional sedangkan di Scicom (MSC) Berhad Malaysia yang merupakan layanan contact center for outsourcing terbesar di Malaysia, Telin memiliki saham 29,71 persen.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s