Laba Bersih BUMN Ditargetkan Naik 17,45%

JAKARTA–Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KBUMN)  menargetkan laba bersih seluruh perusahaan pelat merah mencapai sekitar 145,564 triliun rupiah atau naik 17,45 persen dibanding prognosa laba bersih 2011 sebesar 123,935 triliun rupiah.

Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat optimistis kenaikan pertumbuhan laba perusahaan pelat merah pada 2012 akan didorong membaiknya perekonomian nasional, dan program efisiensi di masing-masing BUMN yang diselaraskan dengan kemampuan perusahaan dalam menyediakan belanja modal (capex) dan belanja operasional (opex).

“Kita optimistis jika melihat kondisi makro dan rencana setia BUMN,” katanya di Jakarta, Jumaat (20/4).

Diungkapkannya, untuk raihan total pendapatan semua BUMN pada  2012 diperkirakan mencapai 1.495,69 triliun rupiah  melonjak dari 2011 sebesar 1.387,67 triliun rupiah.

“Pendapatan BUMN terbesar akan disumbang pertumbuhan pada sektor energi, perkebunan, finansial maupun infrastruktur,” ungkapnya.

Menurutnya,  pendapatan terbesar 2012 masih akan disumbang oleh PT Pertamina dan PT PLN yang diproyeksikan mencapai sekitar 741,315 triliun rupiah  dari 2011 sekitar 798,692 triliun rupiah.

Sedangkan laba bersih  dari kedua perusahaan diproyeksikan sebesar 36 triliun rupiah naik sekitar 27,27 persen dibanding laba 2011 sekitar 28,29 triliun rupiah.

Berkaitan dengan total  aset selama  2012 seluruh BUMN diproyeksikan mencapai 3.422,42 triliun rupiah  naik dari sebelumnya 2.962,69 triliun rupiah.

Total ekuitas melonjak menjadi 853,28 triliun rupiah dari sebelumnya 717,24 triliun rupiah.

Sedangkan belanja modal seluruh 141 BUMN perkirakan  mencapai sekitar 217,38 triliun rupiah naik dari 2011 sebesar 142,33 triliun rupiah.

Operational expenditure (Opex) dialokasikan ebesar 1.216,45 triliun rupiah  turun dari 2011 sekitar 1.226,55 triliun rupiah.

Sementara target setoran dividen 2012 sebesar 30,776 triliun rupiah melonjak dari 2011 sekitar 28,171 triliun rupiah.

Kementerian BUMN mencatat, kapitalisasi pasar badan usaha milik negara terbuka di Bursa Efek Indonesia per 30 Maret 2012 mencapai 22,38 persen, turun dibanding 30 Desember 2011 yang mencapai 23,02 persen.

BUMN Publik

Lebih lanjut, Wahyu mengungkapkan,  nilai kapitalisasi pasar BUMN yang sahamnya tercatat di pasar saham  per 30 Maret 2012 mencapai 867,61 triliun rupiah, lebih tinggi dibanding per 30 Desember 2011 yang mencapai 814,39 triliun rupiah

Diungkapkannya, dari 18 BUMN yang tercatat di pasar modal seluruhnya mencatat peningkatan pendapatan.

Bank BRI mencatat nilai kapitalisasi pasar sebesar 170 triliun rupiah,  Bank Mandiri ( Rp158 triliun), Telkom (Rp141 triliun), dan PT Perusahaan Gas Negara (Rp 92 triliun).[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s