Indosat Terbitkan Obligasi Rp 2,5 triliun

JAKARTA—PT Indosat Tbk (Indosat) berencana menerbitkan Obligasi Indosat Konvensional bunga tetap dan Sukuk Ijarah dengan jumlah total emisi sebesar dua setengah triliun rupiah  dan jangka waktu maksimal 10 (sepuluh) tahun.

Presiden Direktur dan CEO Indosat Harry Sasongko dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, penerimaan bersih dari penerbitan Obligasi Indosat itu  akan digunakan untuk investasi dan pembayaran utang.

“Perseroan akan dibantu oleh sindikasi penjamin emisi yang terdiri dari PT. DBS Vickers Securities Indonesia, PT. Danareksa Sekuritas, PT. HSBC Securities Indonesia, PT. Mandiri Sekuritas, dan PT. Standard Chartered Securities Indonesia. Bertindak sebagai wali amanat adalah PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero),” ungkap Harry di Jakarta Selasa (17/4).

Sedangkan PT. Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), perusahaan pemeringkat yang telah ditunjuk Indosat, telah menerbitkan peringkat idAA+; (Double A Plus; Stable Outlook) untuk Obligasi Indosat ini.

Group Head Corporate Communication Indosat Djarot Handoko kala dihubungi memperkirakan proses penerbitan obligasi pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 2012. “Diperkirakan selesai pada Juli 2012,” katanya.

Diungkapkannya, prioritas hutang yang akan dibayar nantiya adalah dengan bunga besar. “Kami belum menggunakan dana hasil penjualan menara karena proses pembayarannya baru selesai diperkirakan pada Juni atau paling lambat Juli nanti,” jelasnya.

Untuk diketahui, pada Februari 2012 Indosat telah menjual 2.500 menara ke  Tower Bersama Infrastructure (TBIG). Hasil penjualan ini salah satunya  akan digunakan Indosat untuk membayar utang.

Transaksi ini sendiri dibagi atas pembayaran dimuka sebesar  406 juta dollar AS dan potensi pembayaran maksimal yang ditangguhkan sebesar 113 juta dollar AS.

Pada tahun ini perseroan  tercatat memiliki hutang dengan nilai 141,2 juta dollar AS  atau   1,29 triliun rupiah  yang akan jatuh tempo tahun ini dan 2,06 triliun rupiah  yang akan akan jatuh tempo dalam 12 bulan ke depan.

Operator seluler ini sepanjang 2011 membukukan laba bersih sebesar  835 miliar rupiah naik 29 persen dibandingkan periode 2010 yang sebesar 647,2 miliar rupiah. Pencapaian ini didukung oleh pendapatan usaha Indosat yang juga tercatat naik tipis sebesar 3,9 persen menjadi   20,57 triliun rupiah.

Secara terpisah, Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada memprediksi obligasi yang akan diterbitkan oleh Indosat pada pertengahan tahun ini akan terserap oleh pasar mengingat rekam jejak perseroan yang tak pernah default dalam membayar kupon.

“Momentum penerbitan Juni atau Juli itu biasanya pasar dalam keadaan bagus. Nanti dilihat saja penawaran kuponnya,” katanya.

Menurutnya, langkah Indosat membayar hutang tak bisa dilepaskan dari aksi ingin menaikkan laba bersih dari perseroan pada tahun ini. “Biasanya yang memberikan beban pada bottom line itu beban pokok pendapatan dan beban bunga. Jika beban bunga dikurangi, otomatis bisa mengerek laba bersih,” jelasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s