Garuda Cari Pendanaan US$ 200 Juta di Kuartal III/2012

JAKARTA— PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA)  berencana mencari pendanaan sebesar 200 juta dollar AS pada kuartal ketiga tahun ini untuk menutupi kekurangan belanja modal.

“Kita akan mencari pendanaan pada kuartal ketiga tahun ini. Bisa bentuknya pinjaman ke bank atau menerbitkan obligasi. Tergantung yang murah mana bunganya,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Jakarta usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumaat (27/4).

Diungkapkannya, perseroan pada tahun ini menetapkan belanja modal sebesar 450 juta dollar AS atau setara dengan 1,4 triliun rupiah. Sebanyak  250 juta dollar AS sudah dipenuhi dari cash   dan  dana sisa Initial Public Offering (IPO) pada tahun lalu.

“Sisanya sekitar 200 juta dollar AS akan dicari pendanaan dalam bentuk pinjaman atau penerbitan obligasi. Banyak yang tertarik untuk memberikan pinjaman bagi Garuda,” katanya.

Dijelaskannya, penggunaan belanja modal akan terserap untuk   uang muka pemesanan pesawat, dan pembayaran utang yang jatuh tempo pada tahun ini.

Berdasarkan catatan, Garuda menganggarkan pengeluaran di luar beban operasional sekitar 6,45 triliun rupiah  sepanjang tahun ini yang terdiri dari belanja modal  sebesar 1,4 triliun rupiah, pengembalian uang muka pemesanan pesawat (pre delivery payment/PDP) 420 juta dollar AS  dan pembayaran utang  sekitar 1,2 triliun rupiah. Total utang Garud saat ini tercatat sebesar 4,14 triliun rupiah.

Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menambahkan, perseroan pada tahun ini mengincar pertumbuhan penumpang dan pendapatan sebesar 20 persen. Sedangkan armada akan bertambah sekitar 18 unit sehingga menjadi 105 pesawat.

Pada 2011 Garuda berhasil membukukan pendapatan  sebesar  27,2 triliun rupiah  meningkat sebesar 39,1 persen dibanding periode  2010 sebesar  19,5 triliun rupiah. Garuda meraih laba operasional sebesar  1.01 triliun rupiah, meningkat dari rugi sebesar 67.2  miliar rupiah, serta berhasil meraih laba bersih  sebesar 808,7 miliar rupiah  dan laba komprehensif sebesar  858,8 miliar  rupiah  mengalami peningkatan sebesar 285,4 persen dari  2010.

Dijelaskannya, perseroan belum berencana membagi dividen karena laba ditahan masih negatif. Sehingga tidak diperbolehkan membayar dividen. “Melihat kondisi ini, kita punya kemampuan membayar dividen setelah kuasi reorganisasi selesai pada semester I/2012. Proses kuasi reorganisasi masih berlangsung menggunakan laporan keuangan 2011,” katanya.

Berkaitan dengan hasil  RUPST,  Emirsyah mengungkapkan, salah satunya terjadi perubahan jajaran direksi. “Walaupun ada perubahan, tidak akan mengubah program Quantum Leap yang dicanangkan jauh hari dimana Garuda akan menjadi maskapai berbintang lima,” ungkapnya.

Untuk diketahui, susunan Direksi Garuda Indonesia berdasarkan hasil RUPST adalah Emirsyah Satar (Direktur Utama), Handrito Hardjono (Direktur Keuangan), Faik Fahmi (Direktur Layanan), Elisa Lumbantoruan (Direktur Pemasaran dan Penjualan), Heriyanto Agung Putra (Direktur SDM dan Umum),   Batara Silaban (Direktur Teknik dan Pengembangan Armada), Judi Rifajantoro (Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko), dan Capt. Novijanto Herupratomo (Direktur Operasi).

Saham

Sedangkan terkait dengan masuknya pemegang saham baru di maskapai pelat merah tersebut, Emirsyah mengaku belum mendapatkan informasi resmi karena belum teregister secara formal. “Kami baru mendengar dari media massa. Kami memang sangat menginginkan pengusaha nasional yang masuk karena bisa berdampak positif. Tetapi hingga sekarang saya tidak tahu siapa yang masuk,” katanya.

Berdasarkan data transaksi di Bursa Efek Indonesia pada pukul 10.30 WIB, hari ini, Jumat 27 April 2012, terjadi pengalihan saham (crossing) saham Garuda dari tiga perusahaan sekuritas BUMN itu. Transaksi pembelian saham Garuda dari tiga perusahaan sekuritas itu difasilitasi oleh Credit Suisse Securities Indonesia. Tiga perusahaan sekuritas itu adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Mandiri Sekuritas.

Pengusaha nasional Chairul Tanjung, melalui PT Trans Airways, resmi menguasai 10,88 persen atau sekitar 2,47 miliar saham  Garuda Indonesia yang sebelumnya dimiliki tiga perusahaan sekuritas pada harga 620 rupiah. Nilai uang yang dikeluarkan diperkirakan sekitar 1,53 triliun rupiah.

EVP Corporate Communication  Mandiri Sekuritas Febriati Nadira mengatakan perseroan mendukung proses penjualan saham Garuda sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku serta tentunya berpedoman pada kaidah transparansi, “Untuk detail trannsaksi kita sudah serahkan ke financial advisor yang ditunjuk yakni Morgan Stanley,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Morgan Stanley Oki Ramadhana mengakui, sisa saham Garuda yang dimiliki tiga sekuritas BUMN diborong oleh pengusaha Chairul Tanjung. “Benar sisa saham itu dibeli oleh Chairul Tanjung dengan total nilai sekitar 1,53 triliun rupiah. Pilihan ini dianggap terbaik,” katanya.

Sementara itu, saham Garuda pada hari ini melesat dan sempat menyentuh angka 720 rupiah dan ditutup di kisaran 710 rupiah. Ini adalah angka tertinggi setelah sempat turun menyentuh 390 rupiah sejak IPO tahun lalu.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s