30% Belanja Modal Telkom Andalkan Pinjaman

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengandalkan pinjaman dari perbankan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) guna memenuhi 30 persen atau sekitar 4,8 triliun rupiah dari total belanja modal 2012 sebesar 16 triliun rupiah.

“Telkom memiliki dana internal yang kuat untuk pemenuhan belanja modal tahun ini. Jika pun harus mengambil dari eksternal, itu hanya sekitar 30 persen dari total belanja dan diprioritaskan dengan Bank-bank BUMN,” ungkap Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno di Jakarta, Selasa (24/4).

Diungkapkannya, sejauh ini Telkom telah menjalin kerjasama dengan BRI. Selain itu sedang dijajaki kerjasama dengan Bank Mandiri dan Bank BNI. Sedangkan opsi untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini tidak direncanakan.

“Dengan BRI sudah dimulai kerjasama  sejak tahun lalu. Kuartal pertama 2012, anak usaha Telkom Visionn mendapatkan fasilitas pinjaman sebesar 225 miliar rupiah guna memenuhi belanja modalnya tahun ini,” ungkapnya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, perseroan memang memiliki hutang yang kecil karena kas internal lumayan kuat untuk memenuhi pendanaan. “Kita banyak investasi untuk membangun jaringan. Hingga 2014 ada 12 juta serat optik diseluruh Indonesia dibangun,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bisnis Kelembagaan dan BUMN Bank BRI Asmawi Syam mengungkapkan, perseroan pada tahun ini menyiapkan plafon sebesar 4-5 triliun rupiah bagi Telkom Grup. “Adanya fasilitas pinjaman untuk Telkom Vision, menjadikan hingga saat ini sudah ada pendanaan sekitar 6,18 triliun rupiah bagi Telkom Grup sejak tahun lalu. Pinjaman bagi Telkom Vision berjangka waktu lima tahun dengan bunga Jibor 3 bulan +3,76% per tahun,” katanya.

Diungkapkannya, BRI juga sedang menyiapkan pinjaman bagi anak usaha Telkom lainnya yang tengah disiapkan melantai ke bursa saham yakni PT Dayamitra Telekomunikasi Indonesia (Mitratel). “Mitratel sudah disuntik tahun lalu satu triliun rupiah. Kita akan siapkan dua hingga tiga triliun untuk Mitratel pada tahun ini karena membutuhkan pendanaan yang banyak jelang ke bursa,” ungkapnya.

Anak usaha Telkom lainnya, lanjutnya, yang tengah dibidik diberikan pinjaman adalah PT Infomedia Nusantara (Infomedia) dengan kredit sekitar satu triliun rupiah. “Ini masih dikaji terus dengan Infomedia. Tak lama lagi akan diumumkan. BRI memang mengalokasikan kredit korporasi lebih banyak ke BUMN. Ada 105 BUMN yang menjadi mitra,” katanya.

Pada kesempatan sama, Direktur Utama Telkom Vision Elvizar KH mengungkapkan, pinjaman yang didapatkan dari BRI melengkapi total belanja modal perseroan pada tahun ini sekitar 650 miliar rupiah. “Selain dari BRI, kami mendapatkan dari induk usaha, Telkom, sebesar 425 miliar rupiah,” ungkapnya.

Diungkapkannya, belanja modal akan dinvestasikan untuk peningkatan layanan bagi pelanggan yang bisa meningkatkan pendapatan pada tahun ini. Diantaranya, penyediaan recorder, kartu prabayar, head end, alat untuk control content, dan memproduksi in house content.

“Kami sedang menggarap potensi 6 juta pengguna antena parabola yang belum menjadi pengguna TV berbayar. Kita akan bersinergi dengan BRI nantinya, terutama untuk pembelian voucher atau pembayaran langganan karena ATM-nya berada hingga tingkat pelosok,” jelasnya.

Saat ini Telkom Vision  memiliki sekitar 1,257 juta pelanggan yang terdiri dari prabayar dan pasca bayar. Pada tahun ini perseroan membidik memiliki 2,5 juta pelanggan dengan omset mencapai satu triliun rupiah atau melesat 100 persen dari perolehan 2011   mencapai  500 miliar rupiah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s