Tiga Sekuritas Siap Lepas Saham Garuda

JAKARTA– Tiga perusahaan sekuritas PT Mandiri Sekuritas, PT Bahana Securities, dan PT Danareksa yang menjadi penjamin emisi PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kala go public tahun lalu siap melepas sisa saham maskapai pelat merah tersebut melalui mekanisme beauty contest.

“Minggu depan tiga perusahaan sekuritas itu sudah mulai mengundang calon investor untuk mengikuti beauty contest,” ungkap Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Jasa, Parikesit Suprapto, di Jakarta, Jumat (16/3).

Diungkapkannya,  calon investor akan dikirimi surat undangan untuk pengambilan formulir, setelah itu diwajibkan mengembalikannya untuk menentukan apakah calon investor layak untuk ikut tender.

“Semua calon investor yang menyatakan minat diundang, baik investor asing maupun investor lokal,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, sisa  jumlah saham  Garuda yang berada di tangan ketiga underwriter tersebut mencapai 10,88 persen atau sekitar 1,45 triliun rupiah.

Ketiganya  terpaksa menyerap saham perdana Garuda karena saat Initial Public Offering (IPO)  pada Februari 2011 tidak laku di pasar, yang mengakibatkan terjadinya potensi kerugian penjamin emisi.

Dijelaskannya, sesungguhnya selain tiga perusahaan sekuritas tersebut saham IPO Garuda juga dimiliki BUMN lainnya seperti PT BNI Sekuritas, PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pursa II.

“Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut juga bisa ikut melepas sahamnya dengan berkoordinasi dengan ketiga BUMN sekuritas tersebut. Kalau mau melepas sebaiknya satu paket saja,” ujarnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan sudah mengirimi pesan kepada lima pengusaha nasional menawarkan saham Garuda yang ada pada ketiga perusahaan sekuritas tersebut.

Kelima pengusaha yang dimaksud adalah Nirwan Bakrie (Bakrie Group–red), Sandiaga Uno (Saratoga), Rachmat Gobel (Globel Group), Chairul Tanjung (CT Corp), dan Antony Salim (Salim Group).

Kecuali Salim Group, empat konglomerat sudah  memberi respon dan menyatakan minat untuk mempelajari penawaran tersebut.

Secara terpisah, EVP Corporate Communication Mandiri Sekuritas Febriati Nadira mengungkapkan, saat ini ada 400 juta lembar saham Garuda di Mandiri Sekuritas

Diakuinya, Mandiri Sekuritas bersama dengan dua sekuritas yang juga menguasai sisa saham tersebut (Danareksa dan Bahana), sudah menyepakati proses penjualan dilakukan bersama-sama.

“Untuk itu kami akan melakukan proses penawaran sisa saham tersebut sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku serta tentunya dengan berpedoman pada kaidah Good Corporate Governance (GCG) yang ditetapkan. Termasuk diantaranya kemungkinan menggunakan Financial Advisor (FA) untuk menjamin proses yang berlangsung dapat berjalan dengan baik, prudent, transparan dan dapat dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

Diungkapkannya, proses pemilihan FA saat ini sedang berjalan. “Kita akan umumkan nantinya jika sudah ada yang dipilih,” katanya.

Kala ditanya tentang keinginan dari Menneg BUMN yang menetapkan harga saham Garuda harus dilepas 10 persen diatas harga pasar saat ini, Febriati mengatakan,  berkaitan dengan harga saham, diserahkan melalui mekanime bidding, dengan memilih harga penawaran yang terbaik.

“Siapapun yang mau beli, harus ikut mekanisme bidding. Penawar dengan harga terbaik yang akan menang. Nanti pembelian melalui FA,” katanya.

Sumber yang dipercaya mengungkapkan beberapa perusahaan yang tengah dikaji menjadi FA tender tersebut adalah  Citigroup, Credit Suisse First Boston (CSFB) dan Morgan Stanley.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s