Telkom Teruskan Program Buyback Saham

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan meneruskan program pembelian saham publik (buyback) hingga November 2012  dalam rangka meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja keuangan emiten berkode TLKM itu.

“Kami masih melanjutkan program shares buyback IV yang telah dimulai sejak tahun lalu,” ungkap VP Investor Relations Telkom  Agus Murdiyatno  kala dihubungi Minggu (8/4).

Diungkapkannya, hingga 31 Desember 2011, perseroan telah membeli kembali 283.1 juta lembar saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan   New York Stock Exchange (NYSE) dengan nilai  2.06 triliun rupiah atau  41.2 persen dari  total target 5 trilliun rupiah.

“Program shares buyback IV ini berakhir November 2012. Kalau yang baru belum diusulkan,” ungkapnya.

Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia menambahkan, sepanjang 2011  perseroan  mencatatkan kinerja keuangan yang sangat memuaskan, yaitu meraih pendapatan  71,3 triliun rupiah naik 3,8% dibanding pendapatan 2010.

“Pencapaian tersebut menyiratkan selalu adanya pertumbuhan positif atas kinerja Telkom di tengah-tengah persaingan yang semakin tajam. Keterbukaan dan akuntabilitas

mendorong berbagai inovasi di dalam segmen layanan Telkom. Keterbukaan yang kami lakukan belum lama ini mendapakan penghargaan  The Best Environmental Responsibility dan The Best Investor Relations Professional dari   Majalah Corporate Governance Asia,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, program buyback oleh Telkom ini bukan yang pertama kali.

Pada periode sebelumnya, yaitu sekitar 2005-2009, Telkom melakukan program pembelian saham publik sebanyak tiga kali. Hasilnya sebanyak 490.574.500 lembar saham sudah berhasil dibeli kembali. Nilai dari pembelian kembali selama periode tersebut mencapai  4,263 triliun rupiah.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah kala program shares buyback IV dilakukan menjelaskan, rencana pembelian kembali saham kali ini kembali dilakukan dalam rangka meningkatkan nilai pemegang saham dan kinerja keuangan.  Pelaksanaan buyback saham perusahaan di  BEI dipastikan akan membuat kepemilikan saham pemerintah seolah-olah mengalami penambahan.

Selain itu, buybcak juga akan membuat dividen yang diperoleh oleh pemegang saham akan lebih baik mengingat jumlah saham yang beredar lebih sedikit.

“Return-nya bagi stakeholder lebih tinggi, tapi saham pemerintah juga lebih tinggi di saat yang sama. Kalau dulu pemerintah 51,19 persen, sekarang pemerintah 53 persen,” kata Rinaldi tahun lalu.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s