Telkom Patok Omset Tumbuh 6,5%

JAKARTA— PT Telekomunikasi  Indonesia Tbk (Telkom) optimistis  pertumbuhan pendapatan pada tahun 2012  mencapai 6,5 persen dengan dukungan belanja modal sebesar 16 triliun rupiah.

“Pertumbuhan pendapatan akan  didorong peningkatan jaringan infrastruktur, pengembangan layanan internet, media, dan edutaintment,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah  di Jakarta, Rabu (14/3).

Diungkapkannya, Telkom tetap akan agresif berinvestasi pada tahun ini terutama untuk mendorong layanan data. Hal itu bisa terlihat dari naiknya belanja modal dari 14 triliun rupiah menjadi 16 triliun rupiah dimana pendanaan berasal dari dana internal dan pinjaman.  “Kenaikan belanja modal didorong peningkatan investasi pada infrastruktur dan layanan,” katanya.

Diungkapkannya,  investasi terbesar dialokasikan untuk perluasan jaringan seluler sebesar 60 persen, selebihnya untuk pengembangan layanan data dan jasa nilai tambah (Value Added Services/VAS).  Untuk infrastruktur, Telkom terus memperluas jaringan broadband dan pembangunan kabel bawah.

“Melalui program Nusantara Highway, Telkom sudah menyelesaikan pembangunan jaringan serat optik Mataram-Kupang. Kita juga segera merealisasikan jaringan dari Manado hingga Papua,” tegas Rinaldi.

Dikatakannya, perseroan  mengalokasikan investasi sekitar satu triliun rupiah  untuk mengganti seluruh jaringan kabel tembaga miliknya dengan serat  optik. Penggantian jaringan kabel tembaga sudah dilakukan sejak tahun 2011, diharapkan rampung pada tahun 2015.   Untuk menyelesaikan penggantian jaringan kabel tembaga tersebut, Telkom menggandeng PT Inti (Persero). Dalam dua tahun ke depan seluruh jaringan kabel Telkom sudah berganti menjadi serat optik.

Dijelaskannya, perseroan memiliki strategi untuk fokus pada bisnis data dan internet, memperkuat jasa seluler, menumbuhkan bisnis Information, Media, and Edutainment (IME), dan mempertahankan bisnis telepon kabel.

“Cloud computing atau komputasi awan akan kita geber.    Melalui cloud computing, Telkom menyediakan solusi teknologi informasi bagi segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar pelaku usaha mendapatkan jaminan dalam menjalankan usaha,” katanya.

Telkom   juga terus mengembangkan layanan triple play  yang memadukan internet, televisi dan telekomunikasi pada saat yang bersamaan. “Kami tidak saja melakukan pengembangan layanan secara internal, tetapi juga menjalin aliansi strategis dengan sejumlah pihak seperti Microsoft, termasuk dengan dengan anak usaha Telkom sendiri,” katanya.

Diungkapkannya, hingga akhir tahun 2011, jumlah pelanggan seluler mencapai 107 juta nomor, pelanggan Speedy 2 juta nomor, telepon tetap nirkabel (FWA) Telkom Flexi sebanyak 15 juta nomor, telepon tetap kabel (fixed line) 8 juta nomor, dan pelanggan BlackBerry sekitar 3 juta nomor.

Akuisisi StarOne

Berkaitan dengan isu akuisisi StarOne, Rinaldi mengakui ada  keinginan untuk mengakuisisi layanan Fixed Wireless Access (FWA) berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA) dari Indosat tersebut.

“Kita selalu pada posisi mengkaji setiap rencana akuisisi yang akan dijalankan perusahaan.  Memang belum ada proposal kepada Kementerian BUMN, namun setiap kajian kalau akan direalisasikan akan disampaikan kepada pemegang saham. Kalau Pak Dahlan Iskan  selalu mendukung,” jelasnya.

Sementara Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko menjelaskan, pihaknya terbuka untuk bekerjasama dengan operator mana saja untuk mengutilisasi aset yang dimiliki. “Kita selalu mengaji kemungkinan yang bisa dikerjakan dengan para rekanan. Baik itu untuk jaringan aktif, penyediaan konten, atau lainnya.” Jelas Harry.

Analis dari Indosurya Asset Management Reza Priyambada mengatakan, jika aksi akuisisi itu terjadi akan menguntungkan bagi Indosat karena beban perseroan berkurang. Sementara dari sisi Telkom memiliki peluang untuk mengembangkan jasa Flexi, tetapi dengan tantangan nantinya bisa berhadapan dengan anak usaha lainnya, yakni Telkomsel.

Sebelumnya,  Menneg BUMN Dahlan Iskan mempersilahkan Telkom melakukan aksi akuisisi  StarOne dengan syarat dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan pertumbuhan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s