Telkom Investasi Rp 9,6 Triliun Implementasi Teknologi Konvergensi

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mengalokasikan investasi sebesar  8,6-9,6 triliun rupiah  untuk mengimplementasikan teknologi  konvergensi.

Konvergensi adalah perpaduan teknologi dan rantai nilai (value chain) dari industri telekomunikasi, teknologi informasi, penyiaran, konten, beserta industri ikutannya sehingga konsumen dapat memperoleh layanan yang terpadu sesuai kebutuhan.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, alokasi tersebut diambil dari belanja modal tahun ini sebesar  16 triliun rupiah.

“Investasi untuk biaya konvergensi itu mencapai 50-60% belanja modal yang dianggarkan tahun ini. Itu untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan dalam implementasi konvergensi,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (4/4).

Dijelaskannya,   implementasi konvergensi yang dilakukan Telkom  diharapkan semakin memudahkan pelayanan kepada pelanggan.  “Selain layanan konvergensi,   saat ini perseroan sedang mengembangkan Indonesia Wifi, sebagai bagian dari kemudahan yang ditawarkan Telkom kepada pelanggan,” katanya.

Dikatakannya,   adanya Indonesia Wifi menjadikan  pelanggan akan diberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan layanan Speedy maupun seluler. Saat ini Telkom baru membangun akses point

Indonesia Wifi dibeberapa daerah seperti Batam dan DKI Jakarta.  “Saat ini di Jakarta baru ada 300 akses point,” tegasnya.

Dijelaskanya, untuk Indonesia Wifi   belum dilakukan sosialisasi dan edukasi secara besar-besarakan, karena akses point yang dibangun baru sedikit. Rencananya Telkom akan membangun ratusan ribu akses point Indonesia Wifi di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2012.

“Tendernya sedang berlangsung, jadinya  investasi belum bisa kita sebutkan. Dalam dua bulan tender diperkirakan  selesai,” jelasnya.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menambahkan, untuk mengimplementasikan layanan konvergensi semua operator telekomunikasi harus bersatu. Telkomsel sendiri tengah membidik tambahan kanal 3G pada lelang yang akan dilakukan pemerintah tak lama lagi.

Sebelumnya, Head Of Corporate Communication Affair Telkom Eddy Kurnia mengungkapkan, jasa  data dan seluler akan  menopang pertumbuhan omset pada tahun  ini. Jasa data diperkirakan akan tumbuh sebesar  25-30 persen, sementara seluler  sama dengan  rata-rata industri yakni sekitar 6-7 persen.

Berdasarkan catatan, pendapatan data, Internet dan layanan teknologi informasi pada 2011 di Telkom  mencapai  23,92 triliun rupiah atau  naik 20,80 persen  dibanding 2010 yang mencapai  19,80 triliun rupiah.

Pertumbuhan di jasa data  dikontribusikan oleh pendapatan layanan broadband sejalan dengan peningkatan pelanggan Speedy, Flash, dan BlackBerry dari Telkomsel.

Pada 2011 Telkom memiliki pelanggan broadband mencapai 10,47 juta, tumbuh 63,40 persen dibanding 2010 yang mencapai 6,41 juta.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s