Telkom Andalkan Jasa Data dan Seluler Genjot Pertumbuhan

JAKARTA—PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) akan mengandalkan jasa data dan seluler guna menggenjot pertumbuhan omsetnya pada 2012.

”Kita akan mengandalkan jasa data dan seluler untuk menopang pertumbuhan omset pada tahun  ini. Jasa data diperkirakan akan tumbuh sebesar  25-30 persen, sementara seluler  sama dengan  rata-rata industri yakni sekitar 6-7 persen,” ungkap Head Of Corporate Communication Affair Telkom Eddy Kurnia kala dihubungi Jumaat (30/3).

Diungkapkannya, untuk jasa seluler, Telkom akan mengandalkan anak usaha Telkomsel dimana pada 2011 meraih omset  48,73 triliun rupiah atau  naik 6,90 persen dibandingkan  2010 sebesar  45,57 triliun rupiah. Hal ini  sejalan dengan pertumbuhan pelanggan seluler pada 2011 yang mencapai 107 juta nomor atau   naik 13,8 persen dibandingkan 2010.

Sementara pendapatan data, Internet dan layanan teknologi informasi pada 2011 mencapai 23,92 triliun rupiah atau  naik 20,80 persen dibanding 2010 yang mencapai 19,80 triliun rupiah.

“Pertumbuhan di jasa data  dikontribusikan oleh pendapatan layanan broadband sejalan dengan peningkatan pelanggan Speedy, Flash, dan BlackBerry dari Telkomsel. Pada 2011 Telkom memiliki pelanggan broadband mencapai 10,47 juta, tumbuh 63,40 persen dibanding 2010 yang mencapai 6,41 juta,” katanya.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, pada 2011 Telkom berhasil meraih total omset sebesar  71,3 triliun rupiah atau  naik 3,8 persen dibanding  2010 sebesar 68,62 triliun rupiah.

”Untuk pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan, Telkom memiliki beban bisnis telepon kabel yang  tetap masih mengalami penurunan sebesar 10,2% dari 12,94 triliun rupiah pada 2010 menjadi 11,62 triliun rupiah pada 2011,” keluhnya.

Namun, menurut Rinaldi,  secara keseluruah pencapaian yang diraih oleh perseroan menyiratkan selalu adanya pertumbuhan positif  di tengah-tengah persaingan yang semakin tajam.

Tekanan Biaya

Sementara Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menjelaskan kinerja bottom line perseroan pada 2011 banyak tertekan oleh biaya-biaya.

Telkom  membukukan biaya ekstra (non-recurring) sekitar 1,57 triliun rupiah yang terdiri atas: Biaya non-kas ekstra sebesar 779 miliar rupiah untuk impairment aset sebesar 563 miliar rupiah dan percepatan depresiasi sarana pendukung serta modernisasi jaringan Telkomsel sebesar 216 miliar rupiah.

Berikutnya, biaya kas ekstra sejumlah 794 miliar rupiah dikeluarkan untuk mendanai program Pensiun Dini (Pendi) sebesar 629 miliar  rupiah yang diikuti oleh 762 karyawan dan penyesuaian kompensasi serta manfaat pensiun karyawan Telkomsel sebesar 165 miliar rupiah.

Setelah memperhitungkan biaya kas ekstra, Perseroan membukukan Earning Before Interests, Taxes, Depreciation and Amortization (EBITDA)   sebesar 36,56 triliun rupiah  pada akhir 2011 atau turun 2,1 persen dibandingkan 2010 sebesar 37,1 triliun rupiah.

Jika tanpa memperhitungkan biaya kas ekstra, EBITDA mencapai 37,35 triliun rupiah atau tumbuh sebesar 1,4 persen dibandingkan 2010.

Sedangkan laba bersih Perseroan setelah adanya biaya ekstra menjadi 11 triliun rupiah atau turun 4 persen dibandingkan 2010 sebesar 11,5 triliun rupiah.

”Jika tanpa memperhitungkan biaya ekstra sebesar 1,57 triliun rupiah, laba bersih Perseroan mencapai 12,10 triliun rupiah atau tumbuh 6,9 persen dibanding 2010,” kata Sudiro.

Secara terpisah, Pengamat telematika Ruby Hermanto menilai untuk ukuran dengan aset sebesar Telkom grup mendapatkan pertumbuhan pendapatan yang positif di tengah pasar memasuki masa saturasi merupakan prestasi tersendiri.

”Telkom sebagai penguasa pasar pasti diserang terus menerus oleh kompetitornya. Tantangan Telkom adalah menghadirkan efisiensi ditengah agresifitas melakukan investasi. Apalagi pada tahun ini program Pendi tetap berjalan yang diprediksi akan menekan kembali bottom line perusahaan,” ungkapnya.

Pada perdagangan Jumat (30/3) sore saham Telkom ditutup 7 ribu rupiah atau turun 50 poin dibandingkan sesi pembukaan pagi hari dengan volume perdagangan 1.8270.500 lembar saham.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s