Plafon Hutang XL Capai Rp 11 triliun

JAKARTA—PT XL Axiata Tbk (XL) memiliki plafon hutang yang direstui oleh pemegang sahamnya pada 2012 mencapai 11 triliun rupiah.

“ Kita diberikan blanket  sebesar 11 triliun rupiah oleh pemegang saham untuk berhutang. Namun, blanket itu tak akan dimanfaatkan semuanya, tergantung pada pemenuhan belanja modal dan cash flow,” ungkap Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi  usai  Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (29/3).

Diungkapkannya, pada tahun lalu Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) perseroan mencapai 9,5 triliun rupiah dengan margin 49 persen. “Jika mau berhutang itu yang sehat bagi satu perusahaan satu kali EBITDA. Tetapi sepertinya kita tidak akan menghabiskan blanket yang diberikan,” tegasnya.

Direktur Keuangan XL Axiata Mohammed Adlan mengungkapkan, perseroan baru saja mendapatkan   pinjaman sebesar  3 triliun rupiah  dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

“Fasilitas kredit tersebut berjangka waktu maksimal lima tahun dengan market rate. Perjanjian akan berakhir saat pinjaman telah ditarik seluruhnya atau pada saat batas waktu penggunaan fasilitas kredit sesuai kesepakatan telah habis,” katanya.

Fasilitas kredit ini adalah realisasi dari persetujuan yang diberikan oleh Dewan Komisaris XL Axiata pada tanggal 7 September 2011. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembiayaan  pengadaan barang modal dan pembayaran utang.  XL pada tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar 7-8 triliun rupiah.

Sebelumnya, pada medio Februari lalu XL  telah mengantongi dana pinjaman  1 triliun rupiah  dari PT Bank Mandiri Tbk dengan tenor selama tiga tahun. Perseroan   memakai dana pinjaman dari Bank Mandiri  itu untuk membayar obligasi yang diterbitkan pada 2007 silam. Sisanya,  500 miliar rupiah akan menggunakan dana internal.

Adlan mengungkapkan, perseroan lebih suka melakukan pinjaman ke bank saat ini ketimbang menerbitkan obligasi untuk pemodalan karena bunga dari bilateral loan lebih menarik. “Market rate bilateral loan lebih menarik ketimbang obligasi. Tetapi kalau rate dari obligasi berubah, bisa saja diterbitkan,” katanya.

Berdasarkan catatan, saat ini mempunyai sisa utang  10 triliun rupiah.  Posisi kas internal perseroan per akhir Desember 2011 tercatat sebesar  998 miliar rupiah. Rasio utang perusahaan tetap sehat dengan rasio utang terhadap ekuitas sebesar 0,7x.

XL  berkomitmen membayar utang  500 miliar rupiah per tiga bulan mulai tahun ini. Langkah tersebut untuk mempercepat pelunasan utang perusahaan dan mengurangi beban bunga.

Dividen

Lebih lanjut Adlan mengungkapkan, perseroan akan melakukan  pembagian dividen tunai tahun buku 2011 sebesar 1,1 triliun rupiah.

Dividen tunai tersebut diambil dari laba bersih yang di normalisasi pada tahun buku 2011  sebesar 3,2 triliun rupiah.

Pembagian pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) akan dilakukan pada 25 April 2012.

Sedangkan sisa laba bersih senilai 100 juta rupiah (0,004%) dialokasikan untuk dana cadangan umum dan sebesar 1,72 triliun rupiah digunakan untuk mendukung pengembangan usaha perseroan.

Sebelumnya laba bersih audit 2011 sebesar 2,8 triliun rupiah, namun setelah memperhitungkan biaya lainnya seperti kompensasi bagi karyawan yang masuk program managed services, depresiasi yang dipercepat, dan unrealized forex, maka  laba yang dinormalisasi menjadi 3,2 triliun rupiah.

“Kami sengaja menghitung dividen dari laba yang dinormalisasi agar dalam menghitung besarannya bisa stabil. Selain itu kita tetap akan menghitung besaran dividen mulai 30 persen dan cenderung progresif. Tahun ini kita tetapkan sekitar 35 persen karena melihat kebutuhan belanja modal dan cash flow yang mampu untuk melakukan investasi,” katanya.

Secara terpisah, analis dari Danareksa Securities Chandra Pasaribu mengatakan, persentase dividend yang besar diberikan oleh XL kepada pemegang saham tidak ada masalah selama cash flow   cukup bagus dan belanja modal masih bisa dipenuhi.

“Tetapi apakah itu membuat sahamnya dikoleksi, belum tentu. Pasalnya  pertumbuhan industri telekomunikasi sudah rendah karena masuk masa saturasi,” katanya.

Pada perdagangan Kamis (29/3) siang, saham XL di kisaran  5100 rupiah atau naik 250 rupiah dari pembukaan paginya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s