Pegadaian Diyakini Semakin Lincah

JAKARTA—Perubahan bentuk Pegadaian sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor jasa keuangan non perbankan dari Perusahaan Umum (Perum) menjadi Perseroan Terbatas (PT) mulai 1 April 2012 diyakini  menjadikannya semakin lincah berkompetisi.

”Perubahan yang dialami oleh Pegadaiaan menjadikannya terbuka untuk menggarap variasi bisnis yang lainnya sehingga menjadi lincah berkompetisi. Kita harapkan dari variasi bisnis baru nantinya bisa mendapatkan keuntungan, sehingga bunga rendah bagi rakyat kecil kala melakukan pinjaman tetap terjaga,” ungkap Pengamat BUMN Said Didu kala dihubungi Minggu (1/4).

Menurutnya, perubahan bentuk badan usaha ini juga memberikan kepastian hukum bagi Pegadaiaan karena ada undang-undang Perseroan Terbatas (PT) sebagai payung hukum.

“Pegadaiaan akan tetap bisa berkompetisi dengan kompetitornya walau menjadi PT. selama ini sudah terbiasa dengan pesaing yang berbentuk PT kok,” tegasnya.

Diharapkannya, jika Pegadaian akan melakukan Initial Public Offering (IPO) maka disyaratkan pembeli sahamnya berasal dari Warga Negara Indonesia (WNI). “Pasalanya, bisnis inti dari Pegadaian dari rakyat kecil, sewajarnya WNI yang menikmati keuntungannya,” katanya.

Praktisi Manajemen DR Eddy Kurnia   menambahkan, berubahnya bentuk badan dari Perum menjadi PT sebagai  langkah yang positif bagi Pegadaian  karena selama ini merupakan salah satu BUMN non-bank yang sehat.

“Segmentasi pasar Pegadaian juga akan meluas, artinya tidak lagi hanya terbatas kepada golongan menengah ke bawah tetapi juga sudah masuk ke golongan menengah ke atas. Berikutnya hanya soal strategi saja untuk lebih memperkuat market share, fondasinya sudah kuat,” katanya.
Disarankannya, Pegadaian tidak buru-buru untuk IPO dan lebih konsentrasi menjalankan dulu sebagai PT.  “Bagaimanapun akan terjadi perubahan budaya kerja dari Perum menjadi Persero sehingga karyawan perlu faham konsekuensi menjadi Persero, artinya lebih lincah, orientasinya bisnis dan tuntutan profesionalnya lebih tinggi,” katanya.

Sementara Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Suwhono menjelaskan, perseroan telah resmi berubah menjadi PT pada 1 April 20120  sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 tahun 2011 tentang perubahan bentuk badan hukum perusahaan umum menjadi perusahaan perseroan.

PP ini sendiri ditetapkan oleh Presiden RI 13 Desember 2011. “Perubahan bentuk badan hukum menjadi perseroan ini dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan penyaluran pinjaman kepada masyarakat dan mulai sekarang segala hak dan kewajiban hukum Perum Pegadaian kepada nasabah telah beralih ke PT Pegadaian (Persero),” ujar Suwhono.

Sebelumnya, Pegadaian sudah beberapa kali berubah status, yaitu sebagai Perusahaan Negara (PN) sejak 1 Januari 1961, kemudian berdasarkan Peraturan pemerintah No.7/1969 menjadi Perusahaan Jawatan (Perjan), selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 10/1990 (yang diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah  No. 103/2000) berubah lagi menjadi Perusahaan Umum (Perum).

Perseroan akan melaksanakan kegiatan usaha utama berupa penyaluran pinjaman berdasarkan hukum gadai termasuk gadai efek, penyaluran pinjaman berdasarkan jaminan fidusia dan pelayanan jasa titipan, jasa taksiran, sertifikasi dan perdagangan logam mulia, sesuai dengan peraturan perundang-undangan terutama untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya perseroan dengan menerapkan prinsip perseroan terbatas.

Berdasarkan,  laporan keuangan konsolidasi perseroan, beban usaha selama 2011 tercatat 4,67 triliun rupiah, naik 21,9 %  dari Rp3,83 triliun di tahun 2010. Selama 2011, Pegadaian mencatat penurunan jumlah outlet sebanyak 334 unit menjadi 4.586 unit dari 4.920 pada 2010, sementara nasabah bertambah sebanyak 2,34 juta menjadi 25,42 juta dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 23 juta nasabah.

Omzet perseroan mengalami kenaikan sebesar 29,9 persen menjadi 81,74 triliun rupiah dibandingkan tahun 2010 lalu yang mencapai 63 ,7 triliun rupiah.

Sementara laba sebelum pajak jugamengalami peningkatan sebesar 56,89 persen dari tahun 2010 sebesar 1,61 triliun rupiah  menjadi 2,087 triliun rupiah pada 2011 dan asset perusahaan juga terdongkrak sebesar 30 persen dari 20,2 triliun rupiah  pada 2010 menjadi 26,36 triliun rupiah.

Pada tahun ini ditargetkan   omset  sebesar 110 triliun rupiah dengan pendapatan laba sebelum pajak mencapai 2,2 triliun rupiah dan asset sebesar 34,51 triliun rupiah.[dni]

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s