Okeshop Realisasikan Akuisisi Global Teleshop

JAKARTA—PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) merealisasikan rencananya untuk. mengakuisisi  PT Global Teleshop dengan nilai sekitar 100 juta dollar AS.

Berdasarkan rilis perseroan dinyatakan telah menandatangani perjanjian jual beli dengan PT Trilinium selaku pemilik 80 persen  saham Global Teleshop.

Sedangkan pemilik 20 persen  saham Global Teleshop adalah Global Perkasa Mandiri. Nilai pasar wajar dari Global Teleshop sendiri diperkirakan sebesar 1,2 triliun rupiah.

Rencananya, untuk memenuhi pendanaan atas akuisisi tersebut, Trikomsel bakal menggelar right issue.

Melalui  penawaran umum terbatas (PUT I) rencananya  perseroan akan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak 311,5 juta lembar saham biasa dengan nama (seri A).

Harga saham ini berkisar antara  800- 860 rupiah per saham. Diperkirakan  perseroan  meraup dana sekitar  249,2 miliar- 267,89 miliar rupiah dari aksi tersebut.

Setiap pemegang 500 saham TRIO akan memperoleh 35 HMETD seri A, di mana tiap HMETD berhak atas satu saham seri A.

Selain itu, perseroan juga akan melakukan penerbitan efek bersifat ekuitas (EBE) dengan nilai antara  752,72 miliar rupiah sampai 811,32 miliar rupiah.

Tiap pemegang 500 saham TRIO akan memperoleh 106 HMETD seri B, di mana tiap HMETD berhak membeli satu unit EBE dengan kisaran harga yang sama.

Hal ini berarti   pemegang saham yang tidak mengkonversikan haknya akan terdilusi sebesar 6,54 persen sebelum EBE dikonversikan. Dan  terdilusi sebesar 22 persen setelah EBE dikonversikan.

Rencananya,  80 persen dana hasil right issue ini akan digunakan untuk mendanai akuisisi atas 80 persen saham Global Teleshop. Sementara sisanya akan digunakan utnuk modal kerja perseroan.

Untuk diketahui, sebelumnya Trikomsel telah menjalin aliansi dengan Global Teleshop dalam penjualan produk telekomunikasi dan TI sejak akhir 2010.

Sinergi kedua itu menjadikan Trikomsel dan Global sebagai jaringan retail terbesar di Indonesia dengan jumlah gerai sekitar 1.250 unit.

Kala wacana akuisisi merebak jelang tutup tahun lalu, Direktur Perusahaan Trikomsel Oke  Juliana Samudro mengatakan pertumbuhan anorganik dengan mengakuisisi perusahaan sejenis itu diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bersih pada 2012.

“Mudah-mudahan rencana bisnis kita itu bisa meningkatkan pendapatan bersih kita menjadi di atas Rp 10 triliun,” kata Juliana.

Kinerja dari Okeshop sendiri pada 2011 adalah laba yang didistribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai  303,008 miliar rupiah  pada tahun 2011 atau naik 49,3 persen dibandingkan tahun 2010 yang sebesar  204,4 miliar rupiah.

Naiknya laba perseroan ini terdongkrak kinerja pendapatan 2011 sebesar  Rp 7,1 triliun atau naik sekitar 28% dibandingkan periode sebelumnya Rp 5,51 triliun.

Sedangkan laba kotor 2011 sebesar 964,38 miliar rupiah naik 36 persen dibanding 2010 sebesar 709,1 miliar rupiah.

Total aset Okeshop pada 2011 sebesar 3,8 triliun rupiah atau naik 58 persen dibanding 2010  sebesar 2,39 triliun rupiah.

Masih Cerah

Secara terpisah, Praktisi Telematika Teguh Prasetya memperkirakan bisnis distribusi perangkat  seperti ponsel, komputer tablet, aksesori, dan voucher isi ulang diyakini masih seksi walau industri telekomunikasi pada tahun ini hanya tunbuh 6-7 persen.

“Bisnis distribusi itu bukan hanya berjualan voucher isi ulang. Tetapi juga penjualan perangkat seperti ponsel dan aksesori dimana marjinnya masih menjanjikan,” ungkapnya.

Pengamat telematika Ruby Hermanto mengungkapkan,  bagi distributor modern yang menjadi tantangan adalah saluran pasar tradisional yang lebih murah dengan kualitas hampir sama.

Pasalnya, dulu  gerai-gerai dibuat canggih dengan dukungan dari vendor bermerek  yang menginginkan adanya outlet sebagai representasi produk.

Misalnya, Nokia agresif  menggandeng Global Teleshop membuka gerai. Tetapi seiring pamor BlackBerry, Android, dan ponsel China merangsek, vendor seperti Nokia mengurangi subsidi.

“Akhirnya si pemilik gerai mengambil langkah melepas saham atau mengurangi jumlah gerai,” katanya.

Analis dari Indosurya Research Management  Reza Priyambada mengatakan, masuknya Trikomsel ke Global akan membuat perseroan semakin besar.

“Apalagi ada potensi masuknya investor melalu penawaran saham terbatas. Daya beli masyarakat ke produk telekomunikasi juga sedang tinggi,” katanya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s