Kementrian BUMN Harapkan Setoran Dividen Hanya Rp 28 Triliun

JAKARTA—Kementrian Badan Usaha Milik Negara (KemenBUMN) mengharapkan setoran dividen dari semua perusahaan pelat merah pada tahun ini hanya sekitar 28 triliun rupiah bukan 30,7776 triliun rupiah seperti yang ditetapkan dalam APBN-P 2012.

“Saya baru mengetahui jumlah dividen yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 sebesar 30,776 triliun rupiah, karena sebelumnya sudah disepakati diturunkan menjadi sebesar 28 triliun rupiah,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di sela Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR-RI, di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (28/3).

Diakuinya,   dirinya  tidak mengetahui alasan penetapan dividen sebesar 30,776 triliun rupiah.”Saya  akan membicarakan hal itu lebih lanjut dengan internal di Kementerian BUMN,” katanya.

Sebelumnya pada 19 Maret 2012, Badan Anggaran menetapkan dividen BUMN sebesar 30,776 triliun rupiah  pada APBN-P 2012.

Setoran  Dividen diharapkan akan datang dari   Pertamina sebesar 8,398 triliun rupiah, PLN (Rp 4,5 triliun), BUMN non-Pertamina dan non-PLN sebesar (Rp 16,333 triliun)

Jika dilihat,  total penetapan dividen BUMN 2012 mencapai 31,231 triliun rupiah, namun setelah dikurangi dividen interim tahun buku sebelumnya (2011) sebesar 455 miliar rupiah, maka dividen yang harus dibayarkan sebesar 30,776 triliun rupiah.

Sebelumnya,  dalam rapat Kementerian BUMN  sebelumnya, Dahlan Iskan mengusulkan dividen diturunkan menjadi 28 triliun rupiah. Alasannya,  BUMN membutuhkan dana untuk pengembangan usaha, usulan tersebut disetujui dan dijadikan kesimpulan rapat Komisi VI DPR.

Namun saat Rapat Banggar yang diikuti Menteri Keuangan dan sejumlah perwakilan Kementerian BUMN diputuskan 30,778 triliun rupiah.

Dahlan mempertanyakan kembali keputusan tersebut karena saat itu dirinya sedang mendapat tugas mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kunjungan kenegaraan ke China.

Untuk diketahui, meski mematok dividen sebesar 30,776 triliun rupiah, namun berdasarkan data Kementerian BUMN tercatat sebanyak 10 BUMN tidak diwajibkan menyetorkan dividen.

Ke sepuluh BUMN tersebut yaitu PT Askes, PT Taspen, PT Jamsostek, PT Asabri, Perum Jasa Tirta I, Perum Jasa Tirta II. Selanjutnya Perum Perhutani, PT Inhutani I, PT Inhutani IV, dan PT Inhutani V.

Alasan tidak menyetorkan dividen karena sektor kehutanan ditugasi melaksanakan amanat kebijakan pelestarian lingkungan melalui restorasi dan reboisasi hutan.

Sedangkan sektor asuransi atau jaminan sosial diarahkan untuk mendukung UU Sistem Jaminan Sosial Nasional sehingga laba perusahaan dikembalikan untuk peningkatan kesejahteraan peserta.

Sementara  perusahaan sektor pertanian dan perairan untuk mendukung pembangunan irigasi dan menciptakan ketahanan pangan nasional.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s