GMF Bidik Omset tumbuh 5%

JAKARTA— PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) membidik meraih omset sebesar 1,7 triliun rupiah pada 2012 atau tumbuh  5 persen dibandingkan  2011  sebesar   1,62 triliun rupiah.

Direktur Utama Garuda Maintenance Richard Budihadianto menjelaskan, ditetapkannya target yang lebih kecil dibandingkan pertumbuhan pendapatan 2011 terhadap 2010 karena kondisi krisis yang terjadi di Eropa maupun Amerika Serikat.

“Kami realistis dengan kondisi industri penerbangan, karena itu target ditetapkan moderat,” katanya di Jakarta, Rabu (4/4).

Pada 2011, pertumbuhan pendapatan GMF sebesar  7,5 persen  dibandingkan2010 sebesar  1,51 triliun rupiah.

Sedangkan  laba bersih dibukukan   54,95 miliar rupiah atau naik 91 persen dibandingkan laba bersih 2010 yang sebesar  28,77 miliar rupiah.

Perseroan menganggarkan belanja modal  615 miliar rupiah pada 2012. Sebesar  500 miliar rupiah  disiapkan untuk mendanai rencana pembangunan hanggar pesawat di Makassar dan 115 miliar rupiah  digunakan untuk membeli peralatan bengkel.

Strategi

Lebih lanjut diungkapkannnya, perseroan menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target pendapatan 2012, diantaranya aktif di pameran kedirgantaraan internasional.

Pada Februari lalu GMF mengikuti Singapore Airshow 2012 dan berhasil memeroleh 12 kontrak senilai 101 juta dollar AS dari ajang tersebut.

“Kami akan membidik   ajang The Farnborough International Airshow di Perancis pada 9-15 Juli 2012 untuk memperoleh kontrak pekerjaan perawatan dan perbaikan pesawat. Dalam waktu dekat kami akan melakukan evaluasi dengan mengunjungi perusahaan pengelola ajang tersebut, sehingga bisa mendapat bahan untuk menganalisis potensi kontrak yang bisa didapat,” tuturnya.

Dijelaskannya, jika manajemen menilai keikutsertaan di ajang tersebut dapat memberi kontribusi pendapatan bagi perseroan, maka Garuda Maintenance akan mendaftarkan diri sebagai peserta Farnborough Airshow.

“Kita optimistis bisa mendpaatkan kontrak karena kondisi krisis ekonomi di kawasan Eropa, sebagian besar maskapai di Eropa tengah mencari bengkel alternatif di luar kawasan tersebut,” katanya.

Menurutnya, menyerahkan perbaikan pesawat kepada bengkel di Eropa sudah terlalu mahal, kondisi ini ingin dimanfaatkan perseroan.

“Namun kami hanya akan mencari kontrak-kontrak untuk mengerjakan perbaikan pesawat berbadan lebar, sehingga biaya avtur yang harus kami tanggung untuk mendatangkan pesawat tersebut ke Indonesia tidak terlalu besar. Selain itu kami juga harus memperhatikan kapasitas hanggar,” katanya.

Saat ini Garuda Maintenance memiliki tiga hanggar di Soekarno-Hatta dengan total kapasitas 25 pesawat. Hanggar I diperuntukkan bagi pesawat berbadan lebar dengan kapasitas empat pesawat, hanggar II khusus digunakan untuk melakukan line maintenance dengan kapasitas delapan pesawat berbadan sedang, dan hanggar III berkapasitas 13 pesawat berbadan sedang.

Keterbatasan kapasitas hanggar yang dimiliki GMF  merupakan kendala utama yang dihadapi perseroan sejak dua tahun terakhir dalam melakukan ekspansi.

Pada Januari 2011, PT Angkasa Pura II (Persero) membatalkan rencana kerja sama pembangunan hanggar di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng senilai  50 juta dollar AS. Pemegang saham Angkasa Pura II menilai perawatan dan perbaikan pesawat bukanlah jasa yang harus disediakan oleh perusahaan pengelola bandara.

Mensiasati hal tersebut, GMF  membuat nota kesepahaman kerja sama dengan PT Angkasa Pura I (Persero) untuk membangun hanggar di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar senilai  80 miliar rupiah pada 31 Mei 2011.

Namun dalam perkembangannya kedua perusahaan tidak kunjung mencapai kesepakatan atas skema kerja sama sewa operasi hanggar tersebut. Akibatnya, konstruksi awal yang sedianya dilakukan September 2011 tidak terpenuhi sehingga target operasi hanggar yang semula ditetapkan awal 2012 dipastikan mundur.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s