Garuda Optimistis Raih Omset Rp 32,6 Triliun

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) optimistis mampu mendapatkan pendapatan sebesar 32,6 triliun rupiah pada 2012 atau tumbuh di atas 20 persen dibandingkan 2011 sebesar 27,16 triliun rupiah.

“Kami optimistis akan tetap tumbuh di atas 20 persen walau Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengoreksi pertumbuhan omset dan penumpang dunia karena adanya krisis di Eropa,” tegas Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Rabu (21/3).

Menurutnya, belajar dari krisis ekonomi global pada 2008 dimana para penumpang domestik dan internasional masih mengalir ke Indonesia, perseroan optimistis  hal serupa akan terjadi kembali.

“Garuda dibandingkan kompetitor asing mengalami pertumbuhan paling tinggi di revenue 2011 yakni 39% sementara laba bersih 60%. Bandingkan dengan maskapai tetangga yang tumbuh hanya 2% untuk revenue dan laba turun 59%,” katanya.

Sebelumnya,  melihat kondisi kurang menguntungkan IATA memprediksi  penerbangan sipil hanya akan menghasilkan margin keuntungan 0,6 persen tahun ini. Artinya penerbangan sipil hanya menyumbang sekitar 3,5 miliar dollar AS dari pendapatan industri yang besarnya 600 miliar dollar AS. Itu pun masih tergantung pada bagaimana Eropa bisa menyelesaikan krisis utangnya.

Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menambahkan, pada kuartal I/2012 kinerja perseroan juga diprediksi cerah walau ada tekanan harga avtur yang mencapai 1,04 dollar AS per liter dan harga minyak diatas 120 dollar AS pr barel.

“Strategi rotasi sub classes yang perseroan lakukan berhasil mengatasi lonjakan harga avtur. Selain itu kita sudah menjual kursi jauh hari melalui program pemasaran Garuda Fair. Jadi, kuartal pertama tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Sebentar lagi kita umumkan angka-angka pastinya,” katanya.

Kinerja 2011

Lebih lanjut Emirsyah mengungkapkan, pada 2011 laba usaha perseroan melonjak 16 kali lipat atau 1.606 persen  menjadi 1,01 triliun rupiah  dari posisi tahun lalu yang masih merugi 67,16 miliar rupiah pada 2010.  Sementara laba komprehensif pada 2011 sebesar 858.8 miliar rupiah atau tumbuh 285, 46% dibandingkan 2010 sebesar 22.8 miliar rupiah.

Selama  2011 Garuda  berhasil mengangkut sebanyak 17.1 juta penumpang  yang terdiri dari 13,9 juta penumpang domestik dan 3,2 juta penumpang internasional  atau mengalami peningkatan sebesar 36.2 persen dibanding tahun 2010 yang sebesar 12.5 juta penumpang.

Kapasitas produksi (availability seat kilometer/ASK) pada tahun 2011 juga meningkat sebesar 26 persen menjadi 32.5 miliar dibanding 25.8 miliar pada tahun 2010. Selain itu, yield penumpang juga  meningkat sebesar 12,4 persen menjadi  9.6 sen dollar AS dibanding tahun 2010 sebesar  8,6 sen dollar AS Garuda juga berhasil mengangkut sebanyak 229 ribu ton kargo, meningkat sebanyak 10,8 persen dari tahun 2010 yang sebanyak 207 ribu ton kargo.

Selan itu, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia pada tahun 2011 juga mengalami peningkatan sebesar 26,6 persen menjadi 130.043 penerbangan – yang terdiri dari 108.381 penerbangan domestik dan 21.662 penerbangan internasional – dibanding tahun 2010 yang sebanyak 102.724 penerbangan.

Sementara tingkat isian penumpang (Seat Load Factor/SLF) meningkat sebesar 4,3 persen menjadi 75,2 persen pada tahun 2011, dari 71,7 persen pada tahun 2010 lalu. Utilisasi pesawat mengalami peningkatan dari 9:23 jam pada tahun 2010 menjadi 10:40 jam pada tahun 2011. Tingkat ketepatan penerbangan/On Time Performance (OTP) juga meningkat 6,9 persen menjadi 85,68 persen dibanding tahun 2010 lalu yang sebesar 80,16 persen.

“Pada tahun ini Garuda diproyeksi mengangkut sekitar 22 juta penumpang didukung  jumlah armada  105 pesawat dengan rata – rata usia 5,8 tahun. Kinerja Garuda tahun ini akan ditopang oleh rute domestic dan internasional, segmen low cost, peremajaan armada, branding yang kuat, dan efisiensi biaya,” katanya.

Berkaitan dengan  rencana pelepasan sisa saham Garuda di tangan tiga penjamin emisi, Emirsyah mengatakan, jika itu terjadi akan membuat dari sisi likuiditas saham perseroan lebih baik. “Itu bisa menghindari overhang di pasar. Tetapi saya tidak boleh berkomentar banyak soal itu. Kita harapkan penjualan itu berjalan lancar,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s