Garuda Cari Konsultan Demi IPO ACS

JAKARTA—PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) tengah mencari konsultan untuk mempersiapkan Initial Public Offering (IPO) anak usaha PT Aerowisata Catering Services (ACS).

“Pada tahun ini yang paling siap anak usaha itu di bawa ke bursa dilihat dari sisi besaran omset dan revenue streaming-nya  adalah ACS yang merupakan bagian dari Aerowisata Group. Tahun lalu ACS mendapatkan omset sekitar 1,3 triliun rupiah,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Kamis (29/3).

Diungkapkannya, walaupun disiapkan untuk IPO pada tahun ini, tetapi belum tentu ACS akan melantai di bursa pada tahun ini. “Soal melantainya itu tergantung nanti kajian ke depan. Hal yang pasti kita sedang mencari konsultan untuk bisnis dan keuangannya dalam membimibing menuju siap IPO,” katanya.

Dikatakannya, kebijakan untuk melakukan IPO kepada anak usaha adalah agar lebih mudah mencari pemodalan untuk pengembangan usaha, dan secara perseroan mengalami naik kelas karena memenuhi syarat  aturan pasar modal dan Good Corporate Governance (GCG).

Diungkapkannya, saat ini ACS memiliki bisnis di inflight dan industrial catering. Untuk inflight catering kontribusi melayani Garuda Indonesia hanya 50 persen, sementara sisanya maskapai asing. Di luar industri penerbangan, ada juga catering untuk industri minyak dan rumah sakit.

“Salah satu alasan Garuda Maintenance Facilities (GMF) tidak bisa IPO pada tahun ini karena revenue stream-nya sebesar 70 persen masih berasal dari Garuda Indonesia. Di aturan pasar modal itu di perkenankan. Kalau ACS kan beda pasokan pendapatannya,” jelasnya

Aerowisata Group tahun ini bakal melakukan ekspansi dengan membangun dan mengelola sebanyak sembilan hotel lagi di seluruh Indonesia.

Secara terpisah, Presiden Direktur Aerowisata Group Alexander Maneklaran  mengungkapkan, pada tahun ini perseroan  akan mengeluarkan investasi  sekitar 120 miliar rupiah.

“Kami akan lebih bermitra pada para investor, jadi Aerowisata akan menjadi pengelolanya saja. Tetapi ada juga yang dibangun sendiri,” ungkapnya.

Diungkapkannya,  beberapa daerah yang bakal menjadi sasaran pembangunan hotel antara lain di Jagorawi, Belitung, Makassar, Batam, Jogja, Magelang, Surabaya dan Sanur (Bali).

“Di Belitung kami sudah memiliki lokasi yang sangat bagus yaitu Tanjung Kelayang. Tahun ini bakal dibangun. Rencananya Juli nanti akan groundbreaking dan  targetnya April tahun depan sudah operasional,” kata Alex.

Dia menjelaskan, untuk Belitung ini rencananya bakal dibangun hotel dengan 70 unit kamar. Ini menjadi hotel terbesar di Belitung.

Dijelaskannya, selain membangun hotel, Aerowisata juga bakal bakal membangun dapur katering untuk lima bandara yaitu di Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng), Kualanamu (Medan), Sepinggan (Balikpapan), Lombok (Mataram) dan Ngurah Rai (Denpasar).

“Untuk pembangunan  dapur ini, kita mengeluarkan dana sebesar 200 miliar rupiah. Selain untuk pengembangan dapur, pembangunan juga karena ada bandara-bandara baru seperti Kualanamu dan Lombok,” ujarnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s