Gandeng Susi Air, Garuda Garap Pasar Hub and Spoke

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menggandeng maskapai Susi Air untuk mengoptimalkan omset dari pasar pengumpul dan pengumpan (Hub and Spoke) yang belum tergarap secara penuh oleh operator penerbangan berbasis full service di Indonesia.

“Kami menggandeng Susi Air yang selama ini terkenal bermain di rute-rute kota-kota yang tak bisa dijangkau oleh pesawat berbadan lebar seperti di Kabupaten atau kawasan Indonesia Timur. Kita ajak maskapai ini kerjasama di bidang penjualan tiket, agar penumpang kedua maskapai bisa terkoneksi. Ini kerjasama hub and spoke yang bagus di pasar penerbangan Indonesia,” ungkap Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, M. Arief Wibowo di Jakarta, Kamis (12/4).

Dijelaskannya, adanya kerjasama dengan Susi Air  menjadikan penumpang maskapai tersebut  bisa menggunakan jasa Garuda   ke berbagai rute penerbangan di Indonesia yang tersambung (connect) dengan rute penerbangan Susi Air. Untuk mendukung hal tersebut, Garuda Indonesia akan menfasilitasi Susi Air dengan layanan penjualan tiket Garuda Indonesia secara elektronik melalui Garuda Online Sales (GOS). Selain itu, kerjasama ini juga meliputi bidang Sumber Daya Manusia dan bidang operasional lainnya.

“Tahap awal kerjasamanya seperti itu dulu. Kita bantu Susi Air berjualan tiketnya, sementara Garuda juga akan membantu secara Teknologi informasinya (TI). Kita belum bisa melakukan satu harga tiket untuk kedua maskapai karena sistem TI yang digunakan berbeda. Garuda sudah berbasis IATA, Susi Air masih TIC Aero. jika sistem TI Susi Air sudah di-upgrade, bisa saja terjadi satu harga untuk penumpang yang manfaatkan Susi Air dan Garuda,” jelasnya.

Ditargetkannya, melalui kerjasama yang dilakukan Garuda bisa mendapatkan  pendapatan sebesar 30 miliar rupiah setiap bulan. Perolehan pendapatan tersebut berasal dari jumlah penumpang Susi Air setiap harinya dimana transaksi per penumpang sekitar  500 ribu rupiah hingga satu  juta rupiah, dimana Garuda menargetkan mendapatkan seribu penumpang.

Presiden Direktur Susi Air, Susi Pudjiastuti mengharapkan, kerjasama ini adalah awal sebelum dijalankannya satu tarif untuk penumpang yang ingin menggunakan Garuda dan Susi Air. “Penumpang Susi Air itu umumnya pasti ingin ke kota besar yang dilayani Garuda. Kita harapkan ada kerjasama semacam Code share nantinya,” katanya.

Untuk diketahui, Susi Air merupakan maskapai penerbangan Indonesia yang dioperasikan oleh PT ASI Pudjiastuti Aviation dengan penerbangan berjadwal dan charter. Berkantor-pusat di Pangandaran, Jawa Barat, Susi Air beroperasi di beberapa kota utama di Indonesia antara lain di Medan, Padang, Jakarta, Kupang, Balikpapan, Ternate, Biak, Timika dan Jayapura.

Kargo

Pada kesempatan lain, Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar   meresmikan penggunaan gudang kargo domestik yang berada di area pergudangan bandara Soekarno – Hatta.

Gudang yang telah direnovasi tersebut, memiliki kapasitas ruangan lebih luas yaitu 4,625.12 M, serta memiliki fasilitas khusus seperti jalur khusus untuk “go product” yang terdiri dari “go synergy” yang merupakan layanan khusus bagi pelanggan sejak pelaksanaan reservasi hingga penerimaan barang; “go priority speed”, layanan eksklusif pengiriman paket dan dokumen antar bandara; “go priority heavy”, layanan khusus pengiriman barang-barang berat (heavy cargo) antar bandara secara cepat dan aman; dan “go select”, layanan pengiriman barang antar bandara yang memerlukan perhatian khusus. Selain jalur khusus “go product” tersebut, gudang cargo domestik tersebut juga dilengkapi oleh fasilitas x-ray yang digunakan untuk mendeteksi barang berbahaya.

Emirsyah menjelaskan, renovasi gudang kargo tersebut merupakan upaya perseroan   untuk secara terus menerus meningkatkan layanannya kepada para pengguna jasa – khususnya para pengguna jasa kargo. “Upaya ini juga merupakan salah satu bagian dari program jangka menengah dimana pada tahun 2015 mendatang, Cargo Garuda Indonesia akan menjadi leader for Asian Cargo Brand, jelas  Emirsyah.

Emirsyah juga memperkenalkan  penampilan website baru Garuda Indonesia Cargo serta implementasi e-cargo (Cargo Management System) sistem yang memungkinkan para pengguna jasa untuk dapat melakukan pembukuan secara online. Sebelumnya reservasi dilakukan melalui call center. Selain fasilitas pembukuan secara online, para pengguna jasa juga dapat memanfaatkan web tersebut untuk melakukan “tracking” barang.

Garuda Indonesia Cargo merupakan salah satu Strategic Business Unit Garuda Indonesia yang bergerak di bidang pengiriman barang. Saat ini, Garuda Indonesia melayani pengiriman barang baik ke kota-kota rute domestik maupun internasional sesuai dengan penerbangan Garuda Indonesia. Garuda Indonesia – pada tahun 2011 – berhasil mengangkut sebanyak 229 ribu ton cargo, meningkat sebanyak 10,8 persen dari tahun 2010 yang sebanyak 207 ribu ton kargo.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s