First Media Bidik Kinerja Positif

JAKARTA— PT First Media Tbk (KLBV) mengharapkan dapat mencatat kinerja yang positif pada 2012 setelah mengalami penurunan laba bersih sebesar 91,42 persen pada 2011.

“Kami akan berusaha mencatat keuntungan pada tahun ini. Pada 2011,  banyak investasi yang belum menghasilkan. Diharapkan investasi yang dilakukan tahun lalu, mulai menghasilkan pada tahun ini,” ungkap  Presiden Direktur  First Media  Irwan Djaja.

Berdasarkan catatan, pada tahun lalu emiten penyiaran dan telekomunikasi ini  mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 91,42 persen menjadi  3,59 miliar rupiah dari  41,92 miliar rupiah di 2010. Laba bersih per saham First Media pada 2011 turun menjadi minus  25 rupiah  dari  30 rupiah  di 2010.

Penurunan laba bersih perusahaan disebabkan laba sebelum beban pajak penghasilan (EBIT) turun sebesar 46,16 persen mejadi  35,51 miliar rupiah dari 65,96 miliar rupiah. Penurunan kinerja perusahaan disebabkan kenaikan beban usaha, khususnya pada komponen beban administrasi yang naik 46,08 persen, beban penjualan yang naik 67,30 persen, dan beban penyusutan yang naik 35,41 persen.

Sedangkan pendapatan perusahaan sepanjang 2011 meningkat 25,24 persen menjadi  1,04 triliun rupiah dari  832 miliar rupiah di 2010. Perusahaan memproyeksikan pertumbuhan pendapatan mencapai 20 persen pada tahun ini. Proyeksi tersebut didukung rencana perusahaan memperkuat infrastruktur bisnis broadband untuk menambah pelanggan internet dan televisi kabel berbayar.

Irwan menjelaskan, guna mendukung aksi mencapai kinerja yang positif, perseroan   menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) pada 2012 senilai total 110 juta-120 juta dollar AS untuk mengembangkan bisnis data,

Dana tersebut akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan ekspansi terhadap dua lini bidang utama di bisnis data yang sudah dilakukan sejak tahun lalu, yaitu jaringan pita lebar nirkabel (broadband wireless) dan jaringan pita lebar berkabel (broadband kabel)

“Kami akan terus mengembangkan broadband, baik untuk yang wireless  maupun kabel,” ungkapnya.

Diungkapkannya, perseroan membutuhkan dana untuk membangun Base Transceiver Station (BTS) atau menara telekomunikasi dan perangkat keras yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar 25 juta-30 juta dollar AS.

Sebelumnya, perseroan mengatakan akan menambah penyewaan menara telekomunikasi menjadi 1.500 unit di tahun ini dari 350 unit saat ini.

Sementara untuk broadband kabel, perseroan menganggarkan sekitar 80 juta dollar AS yang digunakan untuk mendukung operasional.  Perseroan juga sedang mengembangkan fiber optic lewat anak perusahaan Link Net dan membangun jaringan baru untuk homepass

“Untuk broadband kabel kami menargetkan ada penambahan sekitar 250.000 home pass, sehingga total menjadi sekitar 900.000 home pass,” ujar Irwan.

Dikatakannya, sumber pendanaan akan diambilkan dari kas internal, maupun pinjaman perbankan. “Kami juga bisa membuka opsi mengambil dari pasar modal, namun direksi belum memutuskan opsi pasar modal apa yang akan diambil,” tuturnya.

 

Perseroan juga telah berbicara dengan beberapa bank yang siap untuk membantu pendanaan perseroan, baik bank lokal maupun asing.

 

Sementara untuk layanan TV berlangganan,  perseroan juga terus mengembangkan fitur-fitur baru seperti High Definition Chanel yang ada di Beritasatu TV. “Sudah ada 21 chanel termasuk 1 chanel 3D,” paparnya.

 

Untuk diketahui, First Media memiliki bisnis inti sebagai penyedia layanan internet kabel dan televisi berbayar berbasis kabel. Perusahaan memiliki basis pelanggan terbesar di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Perusahaan juga menyediakan layanan terbatas di kota Surabaya dan Denpasar.[dni]

 

 

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s