Citilink akan Agresif Mulai Kuartal II/2012

JAKARTA—Maskapai berbasis biaya rendah (low cost carrier/LCC) milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Citilink, akan lebih agresif melakukan ekspansi penambahan frekuensi dan membuka rute baru pada kuartal II/2012 seiring datangnya secara bertahap 10 Airbus A320-200 mulai April 2012.

Vice President Citilink Con Korfiatis mengungkapkan, 10 Airbus A320-200 yang akan datang tersebut merupakan bagian dari total 11 pesawat yang akan didatangkan tahun ini. Selain Airbus A320-200, Citilink juga mendatangkan satu unit Boeing 737-300, yang pada awal tahun telah diterima dari Garuda.

“Untuk Airbus A320-200 kami belum menerimanya sama sekali sampai saat ini. Pesawat tersebut akan diterima secara bertahap sebanyak enam unit mulai April sampai Juli, lalu empat sisanya akan diterima pada November sampai Desember,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (4/4).

Dikatakannya, tambahan 11 pesawat tersebut akan menjadikan jumlah pesawat yang dioperasikan Citilink sampai akhir 2012 sebanyak 20 unit, terdiri dari tujuh Boeing 737 seri klasik serta 13 Airbus A320-200. Pembukaan rute dan pengoperasian armada baru membuat manajemen Citilink optimistis dapat meningkatkan 150 persen jumlah penumpang 2012 menjadi 4 juta dari realisasi penumpang 2011 sebanyak 1,6 juta.

“Tahun ini kami akan menambah banyak frekuensi penerbangan, serta membuka penerbangan ke empat kota baru. Ekspansi tersebut ditargetkan dapat menghasilkan laba bagi Citilink setelah pada 2011 belum menghasilkan laba,” ujarnya.

Spin Off
Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan mengungkapkan, Kementerian Perhubungan diperkirakan akan menerbitkan Air Operator Certificate (AOC) untuk Citilink pada April 2012.

Saat ini Citilink sedang menyelesaikan proses tahap empat untuk mendapatkan AOC tersebut yaitu berupa inspeksi pesawat dan kru kabin yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.

“Proses tersebut diperkirakan selesai April dan bisa langsung diterbitkan AOC nya. Kemudian proses spin off diperkirakan selesai pada Mei 2012 dan secara resmi Citilink berdiri sendiri terpisah dari Garuda,” ujar Elisa.

Sebelumnya, Elisa mengungkapkan, untuk spin off Citilink perseroan mengeluarkan dana sekitar 1,7 triliun rupiah. Dana tersebut antara lain digunakan untuk modal disetor 430 miliar rupiah dan lima pesawat Boeing 737-300 milik Garuda yang digunakan Citilink. Kemudian dana deposit sewa 23 pesawat Airbus A320 sebesar 23 miliar rupiah, joining fee pilot sebesar 25 miliar rupiah, biaya training tenaga kerja 20 miliar rupiah, dan biaya training awak kabin sebesar 50 juta rupiah per orang.

“Garuda sudah berkomitmen untuk menanamkan investasi di Citilink, sehingga bisa menjadi maskapai yang besar di segmen low cost carrier di Indonesia. Ini sesuai dengan rencana yang kami paparkan kala jelang melantai ke bursa saham,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan, Garuda menargetkan dapat melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) pada 2014 dengan tujuan memperkuat struktur permodalan setelah lepas dari Garuda.

Garuda optimistis pelaksanaan IPO Citilink mendapat respons positif dari pasar jika dua kondisi tercapai. Pertama, Citilink ditargetkan sudah menghasilkan laba sebesar 200 miliar rupiah pada 2013 atau satu tahun sebelum IPO dilakukan. Kedua, segmen low cost carrier yang dilayani Citilink merupakan segmen dengan pangsa pasar tertinggi dibandingkan dengan maskapai yang melayani segmen medium services atau full services.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s